HEADLINE NEWS

Rumah Sakit Tygerberg, Belville, Cape Town Afrika Selatan melakukan transplantasi penis pertama di dunia

pinal news

Cape Town,  — Para ahli bedah di Afrika Selatan dengan bangga mengumumkan kesuksesan transplantasi penis pertama di dunia terhadap seorang pemuda 21 tahun yang kejantanannya harus diamputasi karena komplikasi dalam prosesi sunat tradisional.

Diberitakan Telegraph, Professor Andre van der Merwe, kepala Divisi Urology Universitas Stellenbosch mengumumkan bahwa operasi yang menjadi terobosan pada dunia bedah itu dilakukan di Rumah Sakit Tygerberg, Belville, Cape Town.

Operasi berlangsung selama sembilan jam, menyambungkan penis donor dari seorang pria yang sudah meninggal dunia, ke pasien yang tidak disebut namanya itu.

Sebenarnya operasi ini telah dilakukan sejak Desember tahun lalu. Namun hasilnya baru diumumkan pada Jumat (13/3) setelah dinyatakan benar-benar sukses, ditandai dengan pulihnya organ donor sepenuhnya dan pasien kini aktif secara seksual.

Van der Merwe mengatakan pasien sangat senang mengetahui kemaluannya kini telah kembali seperti semula dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Pasien ini adalah korban dari prosesi sunat suku tradisional tiga tahun lalu. Prosesi ini biasanya dilakukan tanpa perangkat medis dan tidak steril. Nelson Mandela adalah salah satu yang pernah melakukannya. Dalam bukunya, Mandela mengatakan bahwa prosesi ini adalah penanda seorang pria menjadi dewasa.

Akibat mengalami komplikasi, penis pasien ini harus diamputasi untuk mencegah infeksi mematikan. Diyakini ada lebih dari 250 pemuda Afrika Selatan yang harus diamputasi kejantanannya akibat praktik ini setiap tahunnya.

Van der Merwe mengatakan kesuksesan transplantasi kali ini adalah jawaban bagi kegalauan banyak pemuda yang kehilangan kemaluannya.

“Bari pemuda usia 18 atau 19 tahun, kehilangan penis sangat traumatais. Mereka tidak memiliki kemampuan psikologis yang cukup untuk menghadapinya. Bahkan ada laporan para pemuda ini bunuh diri,” kata Van der Merwe.

Saat ini ada sembilan pasien lainnya yang tengah dijadwalkan untuk menjalani transplantasi. Tidak hanya untuk korban amputasi, praktik ini juga bisa berguna bagi penderita kanker penis atau disfungsi ereksi. (den)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: