HEADLINE NEWS

Kutai Kartanegara Bangun Smart City

kukar

TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Provinsi Kalimantan Timur menjadi percontohan kota ramah lingkungan dengan mewujudkan Smart City (kota pintar) yang mengadopsi dari Fujisawa Sustainable Smart Town di Jepang. Paling tidak, smart city di wilayah Kukar bisa menekan emisi gas karbon sampai 70 persen.

Penggunaan energi dan pengelolaaan lingkungan menjadi lebih baik dan tidak berlebihan. “Melalui smart city yang kita bangun bagaimana memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan nilai tambah dan efisiensi,” kata Gobel saat menghadiri acara groundbreaking (peletakan batu pertama) Bandara Loa Kulu di Desa Jongkang, Sabtu (18/4/2015).

Ia mengatakan, sumber daya alam Kukar sangat terbatas. Gobel tak menginginkan ke depan Kukar tidak memaksimalkan apa yang dimiliki sehingga tidak ada lagi yang tertinggal, kecuali lubang-lubang galian tambang. Jika Pemkab Kukar tidak bisa mengelola sumber daya, maka masalah sosial bakal muncul, termasuk masalah kritis perubahan iklim. “Sayang, keindahan Kukar kalau tidak diberdayakan,” tuturnya.

Ia mencontohkan Singapura yang tidak punya sumber daya alam, tapi ia malah jadi negara luar biasa, begitupula Dubai di Timur Tengah juga menjadi kota luar biasa. “Kukar tidak boleh kalah dengan Singapura atau Emirat Arab. Pemimpin harus punya visi ke depan yang didukung semua pihak,” kata Gobel.

Ia mendukung program smart city di mana di dalamnya terintegrasi dengan bandara. Kehadiran bandara akan menjadikan sektor perdagangan di Kukar meningkat. Gobel merangkul investor dari Jepang dan China dalam mewujudkan smart city di Kukar, tepatnya di Kecamatan Loa Kulu dan Tenggarong. Baginya, bukan pekerjaan gampang mewujudkan smart city. Ini perlu peran serta dan dukungan masyarakat Kukar.

Bupati Kukar Rita Widyasari berharap pencanangan smart city ini memberikan perubahan besar bagi kesejahteraan Kukar. Ia masih ingat sekitar 6-7 bulan lalu, Rahmat Gobel yang saat itu menjabat Wakil Ketua Umum Kadin (Kamar Dagang Industri) bidang Infrastruktur datang ke Tenggarong dan memberikan ide untuk membangun smart city yang di dalamnya terdapat bandara. “Pak Rahmat Gobel mencarikan investor dari Cina dan Jepang,” ujar Rita. Di Jepang, smart city terpantau lewat kamera CCTV. Sehingga perilaku masyarakat bisa dipantau setiap saat.

Pembangunan bandara ini merupakan mimpi ayahnya, Syaukani (mantan Bupati Kukar), rakyat Kukar dan ia sendiri. Rita terus memperjuangkan agar Bandara Loa Kulu terwujud, apalagi di akhir masa jabatannya yang kurang 2 bulan lagi. Bahkan, ia menghibahkan lahan keluarganya sekitar 300 hektar untuk lokasi bandara di Desa Jongkang, Loa Kulu. Kukar sendiri menjadi percontohan pertama smart city di Indonesia. “Kami perlu dukungan dari provinsi karena sejak Januari bandara kami terhalang izin Amdal,” ucap Rita.

 

Sumber : http://humas.kutaikartanegarakab.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: