HEADLINE NEWS

Polda Pastikan Pemeriksaan Bupati Selayar Digelar Usai Pilkada

KorupsiMAKASSAR, PINAL NEWS— Penyidik Reskrimsus Polda Sulselbar jadwalkan pemeriksaan ulang Bupati Selayar non aktif, Syahrir Wahab,  yang sebelumnya pernah diperiksa, terkait kasus dugaan Korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kepulauan Selayar tahun 2012 terus bergulir di Polda Sulselbar, untuk didalami perannya.
Hal tersebut dilakukan, terkait dikembalikannya berkas kedua tersangka dalam kasus tersebut oleh Kejati Sulselbar akhir Agustus lalu, untuk didalami kembali peran saksi-saksi yang telah diperiksa.
Pengembalian berkas itu, ada beberapa poin penting yang harus dilengkapi penyidik. Salah satunya adalah kembali melakukan  pemeriksaan dan pendalaman ulang terhadap beberapa pejabat, dilingkup Pemkab Kepulauan Selayar. Mulai dari Kepala Dinas, Patta Bone dan Bupati Selayar, Syahrir Wahab yang menjabat saat itu.
Meskipun, kedua pejabat ini sudah pernah diperiksa, namun kejaksaan meminta pendalaman terkait keterlibatan mereka dalam proyek senilai Rp16,5 miliar yang merugikan keungan negara Rp 1,1 miliar.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulselbar, Kombes Pol Heri Dahana tak menampik hal tersebut. Pihaknya malah senang atas petunjuk yang diberikan oleh kejaksaan.
“Saya malah senang kalau ada penambahan tersangka. Karena, korupsi itu tidak dilakukan sendiri tapi berjamaah,” kata Heri, Senin (7/10).
Heri menyebutkan, jika penyidiknya jeli melihat berkas dan keterangan saksi-saksi yang ada, bukan tidak mungkin akan ada penambahan tersangka. Sejauh ini, menurut Heri baru Patta Bone yang telah menjalani pemeriksaan ulang.
“Kami sudah periksa mantan Kadis. Sementara ini beberapa penyidik kami berangkat ke Jakarta, untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan saksi ahli dari Deputi Anggaran Kementerian Keuangan. Soal pemeriksaan bupati, nanti saya cek dulu ke penyidik,” sebutnya.
Heri menuturkan, bahwa pihaknya memastikan akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap, setelah usai pelaksanaan Pilkada Serentak. Menurut dia salah satu pejabat yang akan dipanggil nanti, kini tengah sibuk mengurus Pilkada.
” Nanti selesai Pilkada baru kita lanjutkan pemeriksaannya, ” ujar Heri.
Dalam Kasus korupsi DAK pendidikan Selayar tahun 2012, hingga kini sudah ada dua tersangka, yaitu pejabat pelaksana teknis kegiatan, Haeruddin dan konsultan perencana, Syukri Saharuddin. Jumlah anggarannya berkisar Rp 16,5 miliar.
Dana itu dialokasikan untuk rehabilitasi ruang sekolah di 52 SD dan 16 SMP pada 11 kecamatan di Selayar. Berdasarkan hasil audit BPKP Sulsel, proyek rehabilitasi sekolah itu menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 1,1 miliar.(*)

 

Biro Sulsel

1 Trackback / Pingback

  1. 24/7=Heaven ( I’ll Protect You! ) Part-8 | PINAL NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: