HEADLINE NEWS

24/7=Heaven ( I’ll Protect You! ) Part-11

camerancollage

Title : 24/7=Heaven : I’ll Protect You!
Genre : School Life, Friendship
Rating : PG 13+
Author : Alda Nugraha
Length : Chaptered || #Chapter11
Cast :
*Kang Eun Mi (You)
*Jeon Jung Kook (Member of 방탄소년단)
*Kim Taehyung (Member of 방탄소년단)
*All Member 방탄소년단
*Kim Soo Yi (Fiction)

  Sementara itu Kang Eun Mi dan Jung Kook terlihat tengah berlarian mendekati pagar halaman belakang sekolah.

  “Kau gila hah?!”
“Ayo cepat Eun Mi, sebelum ada orang yang melihat!”

  Ujar Jung Kook yang sudah berada di bawah, dia berhasil melompati pagar ini hingga berada di luar sekolah.

  “Hahaha, baiklah, tunggu.”

  Ucapku segera menaiki pagar ini.

  “Ah… Jung Kook? ini cukup tinggi, aku tidak berani melompat!”
“Sstt.. jangan ribut Eun Mi, lompat saja, aku akan menangkapmu.”
“Kau janji?”
“Iya, Cepatlah Eun Mi.”

  Pintanya dengan panik, aku pun segera melompat ke bawah dan Bruuggg… Aku terjatuh tepat menimpa tubuh Jung Kook.

  “Aaaa… Maaf Jung Kook, Maafkan aku.”

  Ucapku segera membantu Jung Kook berdiri.

  “Tidak apa Eun Mi, Ayo cepat kita pergi.”

  Balasnya segera menarik tanganku dan membawaku berlari dengan sangat kencang.

  “Hey Jung Kook! mau kemana lagi?!”

  Teriakku seraya terus mengikutinya berlari dengan kencang.

[Sekolah, Kelas 3-1 BANGTAN]

  “Ada apa Taehyung?”

  Tanya Seok Jin saat para Member BANGTAN masuk ke dalam kelasnya.

  “Ada yang ingin aku sampaikan pada kalian.”

  Jawab Taehyung, Para Member BANGTAN pun membawa masuk Taehyung ke dalam kelas mereka.

  “Katakan.”

  Ucap Nam Joon.

  “Kang Eun Mi, lihat apa yang ia perbuat dengan menggunakan Jung Kook pada mobil kita semua?!”

  Jelas Taehyung seketika membuat Jimin sangat terkejut.

  “Apa yang ia lakukan pada mobilku? ah semoga mereka tidak merusaknya, mobilku ini baru!”

  Ujar Jimin segera bergegas pergi meninggalkan kelas. Nam Joon beserta member BANGTAN lainnya pun menatap Taehyung dengan tajam.

  “Dongsaeng-ku Kim Taehyung, sejujurnya kami para Sunbae-mu ini belum percaya padamu meski kau telah mengabdikan waktumu untuk ikut bergabung dengan BANGTAN.”

  Ujar Yoon Gi seraya merangkul Taehyung dengan senyuman sinis.

  “Apa maksudmu Hyung? apa kau meragukan kesetiaanku terhadap kalian semua?”
“Kesetiaan? Hahahahaha”

  Jawab Jung Ho Seok tertawa seolah merendahkan.

  “Hey Kim Taehyung! kau pikir kami akan percaya semudah itu padamu? kami menerima mu bergabung bersama kami hanya seolah untuk membuat Kang Eun Mi sengsara.”
“Hyung..”
“Dengar Taehyung, dengan kau masih tinggal di asrama saja itu sudah cukup bagi kami.”

  Balas Nam Joon sinis.

  “Hyung, aku sudah katakan bukan? aku menginap di asrama sekolah karena rumah ku sangat jauh.”
“Sekaligus ingin melindungi Eun Mi? ku dengar kau sangat kaya, apa kau tidak mampu membeli apartment di daerah sini?”

  Timpah Seok Jin, Lalu Jimin pun kembali masuk ke dalam kelas dengan wajahnya yang kesal.

  “Mobilku di lempari telur!”
“Hahaha benarkah?!”

  Jawab Ho Seok, Yoon Gi pun menatap Taehyung.

  “Mungkinkah mereka yang melakukannya atau kau yang melakukannya dan menyalahkan mereka?”
“Yoon Gi Hyung, bagaimana jika kita datangi saja Jung Kook dan tanya siapa pelakunya!”

  Jawab Taehyung membalas tatapan Yoon Gi.

  “Bukan aku meragukanmu, tapi aneh rasanya melihat kau yang begitu mati-matian melindungi Eun Mi seketika merubah sifatmu seperti ini.”

  Balas Ho Seok.

  “Bukankah dari awal aku sudah katakan alasanku menyetujui ikut bergabung bersama kalian? tolong percayalah.”

  Tekan Taehyung.

  “Kalau begitu permalukan Eun Mi besok di hadapan semua orang.”

  Sambar Nam Joon tersenyum.

  “Ide bagus, permalukan dia hingga menangis, dan kami akan mempercayaimu sepenuhnya.”

  Tambah Yoon Gi, Taehyung pun terdiam membuang muka.

  “Kau tidak sanggup?”

  Tanya Jimin.

  “Pergilah dan pikirkan lagi, lihat guru kami telah masuk.”

  Ucap Seok Jin, Taehyung pun menoleh ke arah guru itu dan segera meninggalkan kelas 3-1 dengan sedikit kesal.

  Sementara Itu Kang Eun Mi dan Jeon Jung Kook terlihat tengah berada di dalam suatu bangunan tua yang aga gelap dan lembab.

  “Dimana ini?!”

  Tanya ku seraya menatap ke arah sekitarku yang terlihat seperti bekas tempat latihan balet atau semacamnya.
Tempat ini benar-benar di kelilingi oleh dinding-dinding cermin besar yang sudah tak terurus, kotor, berdebu dan beberapa cermin di sini terlihat sudah retak bahkan ada juga yang pecah.

  “Dulu mendiang adikku berlatih balet disini.”

  Ujar Jung Kook seraya mendangah menatap ke arah langit-langit yang sedikit berlubang, hingga cahaya matahari pun mampu masuk menerangi ruangan ini.
dan tentu benar dugaanku, ini tempat bekas pelatihan balet.

  “Kenapa kau membawaku kemari? apa kau sedang merindukan mendiang adikmu?”

  Tanya Eun Mi bingung, Jung Kook pun tersenyum dan menatap Eun Mi seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

  “Lalu?”
“Ini adalah Bangunan Permohonan.”
“Apa?”
“Saat aku sedang menginginkan sesuatu hal, aku selalu datang ke tempat tua ini, awalnya dulu aku datang bukan untuk meminta sesuatu hal melainkan aku hanya merindukan suasana saat adikku yang dulu masih berumur 6 Tahun tengah berputar-putar menari diantara semua cermin-cermin ini, tapi lama kelamaan aku merasa nyaman saat sendirian disini dan aku mulai membuat permohonan di bangunan ini.”

  Jelas Jung Kook seraya duduk di lantai yang kotor ini.

  “Ih… Aku tak percaya kau begitu mistis.”
“Kau berfikir begitu karena kau belum merasakan keajaiban dari Bangunan Permohonan ini Eun Mi!.”
“Maaf, Aku memiliki Tuhan dan aku tidak percaya akan takhayul seperti itu.”

  Balasku sembari ikut duduk di samping Jung Kook.
Lalu Jung Kook pun menutup kedua mataku menggunakan telapak tangannya.

  “Hey Jung Kook! apa yang kau lakukan hah!”
“Ssstt.. diamlah Eun Mi!”
“Bagaimana aku bisa diam, kau mau apa? kau benar-benar menakutiku!”

  Ucapku mencoba melepaskan tangannya namun Jung Kook langsung mengelus pundakku menggunakan tangan satunya, ia pun berbisik di telinga kananku dengan lembut.

  “Tenangkan dirimu, pejamkan matamu dan berdoalah akan sesuatu hal.”
“Sudah ku bilang aku tidak percaya takhayul!”
“Lakukan saja.”

  Ujarnya, aku pun mengalah dan mencoba untuk melakukan apa yang ia katakan.

  “Tarik nafasmu perlahan, buang jauh-jauh semua masalahmu sejenak dan pikirkan apa keinginanmu.”

  Ucap Jung Kook lagi, aku yang merasa ini konyol pun hanya mencoba mematuhinya.

  Jung Kook pun tersenyum dan perlahan melepas tangannya dari mata Eun Mi.
Eun Mi terlihat tenang dengan matanya yang masih terpejam, Jung Kook pun terus menatap wajah Eun Mi lalu…

  Perlahan aku membuka mataku dan betapa terkejutnya saat aku meyakini bahwa permintaanku barusan serasa langsung terjawab sudah, Jeon Jung Kook, ia langsung terlihat di hadapanku.

  “Apa yang kau minta?”

  Tanya Jung Kook, aku pun langsung menelan air ludah ku dan memalingkan wajahku darinya.

  “Tentu saja memintamu untuk berada terus bersamaku dengan di awali kau akan menatapku setelah aku membuka mataku.”

  Batin Eun Mi sangat senang.

  “Mmm, Uang yang banyak.”

  Jawabku gugup, Jung Kook pun tersenyum karenanya.

  “Kenapa semua orang selalu meminta hal berupa materi seperti itu? tentu semuanya tidak akan terkabul jika kau tidak berusaha.”
“Hey! apa yang ku minta itu karena aku miskin!”

  Sangkalku.

  “Semoga terkabul ya, sebenarnya aku hanya menerjaimu, aku tidak percaya takhayul sama sepertimu hahaha.”

  Balas Jung Kook terbahak, Jujur ini pertama kalinya dia tertawa dengan lepas dan bahagia di hadapanku, tidak ada Jung Kook yang culun, tidak ada Jung Kook yang tertindas, Tidak ada Jung Kook yang penakut saat ini.

  “Hey!!! kauuu!!”

  Teriakku langsung menendang pelan kakinya yang selonjoran itu, namun dia terus tertawa menatapku.

  “Ahahaha Maaf Eun Mi, aku melakukan ini karena kau terlihat sangat sedih sekali, apa karena Taehyung?”
“Apa katamu? Taehyung? Hahaha yang benar saja! jangan bicarakan dia! bahas yang lain!”

  Balasku sinis.

  “Ah maaf Eun Mi, mmm Eun Mi, tapi kali ini aku jujur, memang aku tidak percaya akan takhayul, tapi sebelumnya aku pernah datang kesini untuk mengenang adikku, dan aku saat itu tengah tertekan akan sesuatu hal, aku pun menangis dan memohon suatu permintaan disini, lalu tak lama keinginanku terkabul, apa itu…”
“Suatu kebetulan!”

  Tegasku tanpa menatapnya.

  “Ah.. iya, aku juga menganggapnya seperti itu, tapi meskipun itu sebuah kebetulan atau memang Bangunan Tua ini memiliki suatu keajaiban, aku tak perduli, yang terpenting aku telah mendapatkan apa yang saat itu aku butuhkan.”

  Jelasnya, aku pun menatap Jung Kook yang terus tersenyum malu dengan menundukan kepalanya.

  “Memangnya apa yang saat itu kau minta?”

  Tanyaku sedikit penasaran, Jung Kook pun terdiam dan kembali menatapku.

  “Lupakan saja, aku akan mencoba peruntunganku kembali, aku akan meminta suatu permohonan lagi, Jika permohonan ini terkabul, berarti benar, Bangunan Permohonan ini memiliki kelebihan.”

  Jawabnya dan langsung memejamkan matanya dengan tersenyum.

  “Ishhh dasar makhluk kuno!”

  Ucapku sedikit tersenyum.

  “Jika benar Bangunan Tua ini memiliki keajaiban, aku mohon kabulkan do’a-ku yang tadi, aku mohon.”

  Batinku seraya memejamkan kembali mataku.

  Jung Kook yang menyadari Eun Mi tengah meminta suatu permohonan lagi pun langsung membisikan sesuatu pada telinganya.

  “Amin..”

  Bisik Jung Kook sontak membuatku terkejut dan malu.

  “Heeey!!! jangan mengira aku… mmmm aku sedang maksudku aduh… aduh… mataku kemasukan debu! aduh menyebalkan! Jung Kook cepat tuntun aku keluar dari sini!”

  Teriakku sangat malu.

  Jung Kook pun hanya menahan tawanya dan segera menuntun Eun Mi keluar dari Bangunan Tua itu.

Lalu…
Waktu terasa sangat cepat berlalu, kami telah melakukan banyak hal di tempat umum, seperti membuang sampah sembarangan, berteriak layaknya orang gila di tengah-tengah banyak orang dan hal yang gila lainnya hingga pukul 05.12pm pun telah tertera di jam tanganku.

  Jung Kook kembali membawaku ke suatu tempat yang agak asing bagiku, kami duduk di jembatan yang cukup lebar yang terbuat dari kayu, ku lihat di bawahku ada sungai kecil yang sangat jernih, Terdapat induk bebek beserta anak-anaknya yang lucu disana.

  “Aku tak menyangka kau akan mengajakku bolos, keberanianmu tak bisa diragukan lagi untuk hari ini haha.”

  Ucapku tertawa seraya melemparkan makanan Bebek ini ke sungai dibawah kami.

  “Apa kau senang?”

  Tanya Jung Kook, aku pun menarik nafasku dan menatapnya dengan kesal.

  “Tidak, banyak kekesalan yang sangat membuatku agak marah saat ini.”
“Katakan padaku, beritahu aku dan aku akan mencoba meredakan semuanya.”

  Ucapnya langsung berdiri, aku pun ikut berdiri tanpa melepas pandanganku darinya.

  “Kau lah masalah pertama yang membuatku kesal.”

  Ucapku, Jung Kook pun terkejut akan pernyataanku.

  “Aku?”

  Balasnya dengan mata melotot seolah tak percaya, aku pun mengangguk dengan sinis.

  “Kek.. kenapa? katakan, aku akan perbaiki semua.”

  Ujarnya dengan panik.

  “Kau mengkhianatiku dengan murid pindahan itu! bagaimana bisa kau berpaling dariku saat aku hanya meninggalkanmu dalam 4 hari saja!.”
“Eun Mi, itu bukan…”
“Diam! aku sangat kesal dan kecewa! kenapa kau mengkhianatiku!”
“Tidak! aku tidak pernah mengkhianatimu, aku bersumpah, hanya kau yang mampu memiliki ku begitupun sebaliknya.”

  Balasnya dengan sangat menekan, seketika aku tersenyum lalu Jung Kook pun terdiam saat ia tak menyadari akan perkataan refleksnya itu.

  “Ahahaha, Benarkah? apa itu sungguhan? kenapa kau meyakinkanku seolah kita tengah berada dalam hubungan yang sangat khusus, atau mungkinkah kita tengah berada dalam hubungan itu?!”

  Tanyaku semakin membuat wajahnya memerah.

  “Ah Eun Mi, tid.. bukan begitu.. maksudku..”
“I’m Youre Girlfriend right?!”
“Ah Tidak, maksudku iya iya iya! aduh maksudnya iya kau adalah teman wanitaku, itu!”
“Bukan! aku adalah pacarmu, iya?”

  Godaku semakin membuat Jung Kook salah tingkah, Jung Kook pun mengigit bibir bawahnya seraya menggaruk-garuk kepalanya.

  “Hahaha, dasar polos!”

  Ucapku segera mengusap-usap kepalanya, ia pun tersipu malu karenaku.

  “Uhhh lihatlah Jung Kook ini begitu memerah.”
“Eun Mi! jangan begini..”
“Lalu aku harus bagaimana?”

  Godaku lagi seraya menatapnya yang semakin menunduk.

  “Ayo kita kembali ke sekolah, ini sudah sore!”

  Ucapnya segera meninggalkanku.

  “Hey! Tunggu!”

  Aku pun segera mengejar Jung Kook yang salah tingkah.

  “Jung Kook? jika aku boleh tahu permohonan apa yang kau minta saat di Bangunan Tua tadi?”
“Permohonan yang mana? apa yang dulu pernah terkabul atau yang tadi?”
“Keduanya.”

  Balasku, Jung Kook pun tersenyum.

  “Ayo jawab!”

  Desakku, Jung Kook pun menghentikan langkahnya dan menatapku.

  “Dirimu, aku meminta dirimu.”

  Ucapnya seketika membuatku mematung.

  “Apa?”
“Dulu aku meminta seseorang untuk menemaniku disaat aku tengah ketakutan dan sedih, aku butuh seseorang yang tidak memandang rendah diriku karena keadaanku yang serba kurang, meminta seseorang yang berhati lembut dan paham padaku, meminta seseorang agar kita mampu mengisi beratnya hari yang kita lewati satu sama lain, meminta seseorang sahabat dengan semua sifat, perilaku yang aku dambakan yang semua itu, kini berada pada dirimu. Terima Kasih, Kang Eun Mi. karena kau telah hadir.”

  Jelas Jung Kook tersenyum.

  “Apa harimu seberat itu?”

  Tanyaku mencoba menahan tangisku, Jung Kook pun menggelengkan kepalanya dengan senyumnya yang memiliki banyak artian.

  “Tidak karena kini kau berada bersamaku.”

  Jawabnya segera meraih tanganku dan kembali melanjutkan perjalanan kami menuju sekolah.

  “Aku berjanji akan melindungimu hingga akhir, Aku Akan Melindungimu, aku bersumpah.”

  Batin Eun Mi dengan haru yang ia rasakan di hatinya.

5 Comments on 24/7=Heaven ( I’ll Protect You! ) Part-11

  1. Jeon Riya VKook // 19 Desember 2015 pukul 5:06 pm // Balas

    wahhh suka banget baca momen sweetnya kookie ama eun mi 😀 chap selanjutnya banyakin moment sweet mereka dong chingu hehe 😀 ditunggu chap selanjutnya (y)

    Suka

  2. Maksud tae gmn sih, npa dy jdi kyk gtu. App dy pnya rencana buat bangtan?? Tu jungkook yg Ngarep app eunmi yg ngarep jdi pcr kookie :v :v

    Suka

  3. Jamilah Milla Ajjha // 14 Desember 2015 pukul 10:11 pm // Balas

    wuahhhhh daebak!! jungkook jdi keren dehh.. Taehyung jgn lakuin apa yg disuruh bangtan dong:( jdi diri sndirilah.. aku yakin pasti Tae gamau nyakitin Eun Mi , iyakan…? Jungkook Eun Mi smoga makin deket deh.. kerennn bgt pkokknyaaa!! gasabar mau liat kelanjutannya….. next…

    Suka

  4. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh …. daebaaaaakkkk bngttt eooonn.. hahahhahahahah tadi kan dah sedih baca ff yg HELLO GOODBYE …. trus sekarang akuuuu haaappppyyyy bngttt …. hahahahahaha … aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bngttttttttttttttt eeeooooonnn … jungkook ma eun mi … ahahahahhaa .. lucuuuuuu bngttt eonn .. hahaha apalagi yg amiiinnn and yg gugup pas d tanya ma eunmi tntng girlfriendd … haha jungkoonya saltinggg … haha gomawoooo eoonnn hari ini aku mersa lengkaaappp haha sedih nangis udah trusss ketawa bahagiaaa deeehhh … aaaaaaaaaahhhhhhhh eooniii gomawooooyyyoooo :* :* aku padamulaaahhhh .. haha tapi eon kok aku gk di tag ff yg iniii ? tag akuuu donggg eooonnnnnn … pleaseeeeeeeeeeeee … gomawooooo … sarnghaeeeeeeeeee …. :* FIGHTINGGG moga jdi penulissss yg terkenaaalll eooonnn …. dimulai dari ff .. haha sekali lagiii gomawooooo 🙂 😀

    Suka

  5. Adeknya jungkook meninggal kenapa eonn? Duh kasian banget si taehyung ga di percaya sama BANGTAN . Tae sebenernya kamu kenapa? Apa selama ini kamu cuman pura” baik sama eun mi atau justru sekarang kamu lagi pura” gabung sama BANGTAN?? Cepet di lanjut ya eonn, jan lama” 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: