HEADLINE NEWS

Jembatan Kutai Kartanegara : Manfaat & Kesiapannya, untuk Masyarakat

pinal newsTidak ada satu alasan pun bagi masyarakat kutai kartanegara untuk tidak berbahagia saat mengetahui bahwa jembatan kutai kartanegara telah diresmikan serta dinyatakan siap dibuka untuk umum pada awal desember lalu. Proses yang tidak sebentar tentunya, karena sejak musibah ambruknya jembatan pada 26 November 2011 lalu, menyisakan duka yang begitu besar, 24 korban meninggal dan 12 korban dinyatakan hilang, sebuah musibah terkelam di Kabupaten Kutai Kartanegara ini.

Jembatan yang pembangunannya diground breaking oleh Gubernur Kalimantan Timur pada 10 April 2013 lalu dan mulai pengerjaannya pada bulan Mei ditahun yang sama saat itu oleh PT Hutama Karya (persero), kini sudah dirasakan manfaatnya sejak awal desember lalu. Perlu publik ketahui, PT Hutama Karya (persero) adalah pemenang dalam lelang fisik pembangunan jembatan kutai kartanegara, dengan melibatkan PT Adhiyasa Desicon selaku konsultan perencana, dan PT Pemeta Engineering System selaku konsultan pengawas.

Namun ada beberapa keraguan dari publik yang beralasan terkait menangnya PT Hutama Karya pada lelang fisik pembangunan jembatan kutai kartanegara ini, diantaranya PT Hutama Karya adalah pemenang lelang yang sama pada pembangunan jembatan yang dibangun pada akhir tahun 90an lalu, jembatan yang saat itu diperkirakan akan mampu bertahan 50 – 100 tahun ternyata hanya mampu bertahan sekitar 10 tahun saja, dan PT Hutama Karya adalah peserta lelang yang mampu memberikan penawaran terendah pada lelang pembangunan jembatan ini, yakni Rp. 191 M, dari Rp 282 M yang ditetapkan oleh panitia lelang (Pemkab Kutai Kartanegara), dan dalam proses lelang tersebut PT Hutama Karya (HK) berhasil menyingkirkan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya yang mengikuti lelang fisik pembangunan jembatan Kutai Kartanegara ini, yakni PT. PP (Persero) Tbk, PT. Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Divisi Konstruksi V.

Jembatan kutai kartanegara memiliki fungsi yang sangat penting, yang keberadaannya menghadirkan banyak manfaat, baik dari segi laju-pertumbuhan ekonomi masyarakat, kesejahteraan, transportasi, perdagangan, pemerataan pembangunan di Kutai Kartanegara. Sedikitnya jembatan ini adalah penjawab dari kebutuhan di Kalimantan Timur, khususnya dari – ke kutai kartanegara, samarinda, kutai barat dan kutai timur. Jembatan terkadang juga dijadikan sebagai prestasi pembangunan sebuah pemerintah daerah.

Study kasus sederhana, bagi pekerja yang berasal dari samarinda tentu untuk ke tenggarong menimbulkan cost (biaya) tambahan yang tidak sedikit ketika setiap hari kerja harus membayar jasa fery (klotok) penyeberangan dan belum tentu biaya tersebut diganti oleh pihak tempatnya bekerja, serta sudah menjadi rahasia umum bahwa sejak robohnya jembatan kutai kartanegara pada 2011 lalu, maka sejak saat itu pula masyarakat tidak memiliki alternatif pilihan lain selain menggunakan jasa penyeberangan klotok, yang musibah karamnya penyeberangan perahu klotok tersebut telah terjadi beberapa kali dengan menimbulkan korban jiwa, serta peluang musibah semacam itu selalu mengintai kapanpun. Maka dengan adanya jembatan saat ini mampu menjawab nilai ekonomis dan keselamatan dalam menyeberangi sungai mahakam.

Namun, bukan berarti selama ini tidak ada masalah dalam persiapan peresmian jembatan tersebut. Ada beberapa hal yang menurut penulis perlu diperhatikan oleh pemerintah kutai kartanegara, setelah jembatan melakukan uji layak fungsi pada 30 November lalu (Uji layak fungsi ini adalah syarat prinsip jembatan sebelum dibuka untuk umum sebagai akibat dari Permen PUPR RI No 41/PRT/M/2015 Tentang Penyelenggaraan Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan), telah terjadi beberapa kali “kemoloran” pada jadwal soft opening, dan argumen yang disampaikan oleh pemerintah kabupaten dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kukar sangat klasik (tidak berbobot), bagaimana mungkin proses pembangunan jembatan yang telah dimulai sejak Mei 2013 lalu soft openingnya harus tertunda hanya karena rambu jalan yang akan dipasang disekitar jembatan yang dipesan oleh dinas perhubungan belum datang, artinya ada ketidaksiapan diinternal Pemerintah Kabupaten, kalaupun berargumen bahwa jembatan belum jadi lalu belum bisa pesan rambu lalu lintasnya maka sederhana sekali untuk menjawab hal tsb, yakni jembatan dibangun bukan tanpa perencanaan, bukan tanpa maket, mustahil sebuah proyek dengan nilai ratusan milyar rupiah dibangun tanpa adanya maket, sehingga tidak ada kesan semacam dipaksakan kalangan tertentu untuk segera dilakukan peresmian jembatan tersebut, misalnya untuk kepentingan kampanye pencitraan incumbent dalam pilkada, karena hanya berselang sehari setelah peresmian tersebut adalah hari pelaksanaan pilkada Pilbup Kutai Kartanegara.

Kesiapan lain yang perlu diperhatikan pemkab kutai kartanegara adalah jalan penghubung dari-ke jembatan di Tenggarong Seberang jauh dari kata siap, belum sebulan sejak jembatan tersebut dibuka untuk umum, dalam radius 100 – 300 meter dari jembatan saat ini mudah untuk kita jumpai permukaan badan jalan yang tidak rata bahkan dibeberapa titik permukaan jalannya (aspal) sudah hancur, dan bahkan beberapa lubang ditengah badan jalan mudah untuk ditemui. Padahal di Tenggarong Seberang (area terdekat jembatan) ada fasilitas umum yang bergantung dari jalan tersebut, yakni Rumah Sakit AM Parikesit yang akhir bulan ini akan pindah di Tenggarong Seberang, lalu ada gedung Putri Karang Melenu (PKM) yang biasa digunakan untuk agenda – agenda kedaerahan dan akan digunakan juga oleh Universitas Kutai Kartanegara untuk mewisuda mahasiswa/inya akhir bulan ini, terlihat jelas bahwa badan jalan disekitar jembatan di Tenggarong Seberang sejak 2011 lalu tidak pernah mendapat perbaikan apalagi pembangunan semenisasi.

Penulis berkesimpulan, perlu rasanya bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk segera melakukan perbaikan dan pembangunan badan jalan yang lebih baik untuk disekitar (jalan penghubung) dari – ke Jembatan Kutai Kartanegara, khususnya untuk akses ke RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang. Serta penerangan jalan yang saat ini keberadaannya sangat dinantikan para pengguna jalan. ( Wawan Amuji )

 

Biro Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: