HEADLINE NEWS

24/7=Heaven : I’ll Protect You ( Chapter – 14 )

PicsArtTitle : 24/7=Heaven : I’ll Protect You!
Genre : School Life, Friendship
Rating : PG 13+
Author : Alda Nugraha
Length : Chaptered || #Chapter14
Cast :
*Kang Eun Mi (You)
*Jeon Jung Kook (Member of 방탄소년단)
*Kim Taehyung (Member of 방탄소년단)
*All Member 방탄소년단
*Kim Soo Yi (Fiction)

  “Kalian akan membawaku kemana?!”

  Tanya Jung Kook dengan wajahnya yang memerah, dua terlihat sangat kesal saat menatap Taehyung juga Ho Seok, lalu kedua member Bangtan itu pun segera memasukan Jung Kook ke dalam mobil yang sudah siap melaju.

  “Cepat! cepat!”

  Ujar Jimin yang duduk di kursi depan, mereka pun segera masuk dan langsung menancap gas setelah mendapat izin dari satpam sekolah dengan kebohongan yang mereka buat.

  “Sepertinya dia tengah bersenang-senang sejak kemarin bersama kekasihnya itu ya? hahaha..”

  Cetus Jimin menoleh ke arah Jung Kook yang duduk di belakang dengan Taehyung dan Ho Seok yang menghimpitnya.

  “Perhatikan jalannya! jangan mengganggunya dulu.”

  Balas Ho Seok, Taehyung pun hanya mampu diam menatap Jung Kook yang terlihat sangat kesal itu.
Tak memakan waktu lama akhirnya mereka telah sampai di suatu rumah yang besar, di depan gerbang rumah itu sudah terlihat jelas ada 2 mobil mewah yang terparkir, benar itu mobil member bangtan yang lainnya, Seok Jin, Nam Joon juga Yoon Gi terlihat berdiri memperhatikan mobil yang dibawa oleh Jimin ini.

  “Kenapa kalian lamban sekali hah?!”

  Teriak Nam Joon seraya melemparkan makanan ringan yang sedang ia makan ke arah mobil Jimin.

  “Sabarlah, adik kelas kita ini sedikit terlambat datang ke sekolah.”

  Ucap Jimin segera turun dari mobil, Jung Ho Seok juga Taehyung pun segera menuntun paksa Jung Kook keluar dari mobil.

  “Lepaskan aku!”

  Berontak Jung Kook sia-sia.

  “Ayo cepat bawa dia ke dalam.”

  Ujar Yoon Gi flat, para member Bangtan pun segera memasuki rumah besar nan megah itu, mungkin bukan hanya Jung Kook satu-satunya orang yang kebingungan saat ini, Kim Taehyung pun terlihat linglung dengan rencana Bangtan yang sebenarnya ia tidak diberitahu oleh para Sunbae-nya itu.

[Ruang Tengah]

  “Karena disini ada member baru Bangtan juga ada tamu spesial bangtan, jadi aku selaku leader Bangtan akan mengucapkan selamat datang di rumahku yang sangat sederhana ini haha.. kita langsung masuk saja ke dalam ruang bioskop pribadiku, karena aku sudah tak sabar untuk menonton film favoritku akhir-akhir ini, setelah filmnya di mulai, aku harap tidak ada diantara kalian yang berkedip, terutama kau Kim Taehyung, karena film ini sangat menarik.”

  Ujar Nam Joon sinis, mereka pun berjalan menuju ruang bioskop di rumah itu dengan Nam Joon yang menuntun mereka untuk mengikutinya.

  Sementara Itu…
[Sekolah | Toilet Wanita]

  Braaakk… Starla mendorongku ke dalam toilet hingga aku terhentak kesalah satu pintu toilet disana.

  “Yoon Starla?!”
“Apa yang kau lakukan hah?!!”
“Starla, jika ini tentang video yang kemarin kau ambil itu, aku minta maaf karena telah menghapusnya tanpa meminya izin terlebih dahulu padamu.”
“Jenius, kau ternyata sadar dengan kesalahan besar yang kau lakukan! kenapa kau menghapus video itu hah?! kau telah membuatku malu pada pamanku yang jelas-jelas akan membantu masalah di sekolah ini!.”
“Tapi aku menghapusnya karena aku tidak ingin mereka mencelakaimu Starla! lihatlah apa yang mereka lakukan pada Taehyung!”
“Maka dari itu kita laporkan mereka dengan bukti yang ku punya! Tuhan berikan aku kesabaran! kenapa kau begitu bodoh! KANG EUN MI! KITA MASIH KELAS 1 SMA! kita tidak bisa melakukan apapun sendirian! kita belum bisa dengan pemikiran yang tak banyak pengalaman! lihat apa yang telah kau perbuat dan kini apa yang harus aku lakukan hah!!!”

  Bentak Starla teramat marah.

  “Starla, aku mohon dengarkan aku dengan baik, Video itu tidak akan menyelamatkanku, tapi akan menyakitimu.”
“Kau pengecut!”
“Dengar! Bangtan akan terus mengincarmu dan mereka akan..”
“Apa kau meragukanku? aku tidak akan bergabung dengan mereka seperti apa yang Kimtae lakukan!”
“Iya, aku tahu, aku tahu itu, kau tidak akan bergabung dengan Bangtan karena kau takkan pernah bisa bergabung dengan mereka. karena mereka tidak akan memintamu untuk bergabung namun mereka akan memanfaatkanmu nantinya, tolonglah berpikir dengan jernih dan hati-hati, mereka tidak akan diam saja setelah kau memiliki video itu!”

  “Siala* tak perduli apa katamu, aku sangat marah dan kesal padamu!”

  Teriak Starla berangsur menangis, aku pun langsung memeluknya dengan erat.

  “Maafkan aku, aku hanya tidak ingin kau terluka, aku tidak ingin kau melibatkan diri dengan mereka, aku tidak ingin ada orang lain lagi yang mereka tindas karena aku, tolong jangan marah padaku, karena kaulah satu-satunya temanku yang selalu baik padaku.”
“Hah.. setidaknya dengan video itu aku bisa membantumu dan melindungimu, aku ingin akhiri penderitaanmu juga Jung Kook, aku lelah selama ini dengan para Sunbae yang kasar dan bertindak sesukanya, aku hanya ingin membantu, hanya itu yang bisa ku lakukan, aku tidak ingin hanya diam melihat sahabatku ditindas, itu sangat melukai hatiku.”
“Ssstt..  sudahlah, aku mohon jangan menyalahkan dirimu lagi, apa yang kau katakan itu hah? Yoon Starla! kau selalu bersamaku dan masih ingin duduk di samping mejaku saja itu sudah sangat cukup bagiku, kau bertahan untuk jadi temanku saja itu sudah sangat melindungiku dari rasa gentar, jangan lakukan apapun lagi, cukup tetaplah jadi sahabatku dan percaya padaku, itu sudah terhitung melakukan banyak hal bagiku. maafkan aku, aku tidak ingin melibatkanmu.”

  Balasku terus memeluk sahabatku ini, Starla pun hanya mampu menangis dengan anggukan di kepalanya, tentu dia mengiyakan apa yang aku katakan barusan, dia akan terus menjadi sahabatku dan akan terus menyemangatiku.

  “Sudah, jangan menangis lagi! ayo kita ke kelas sekarang? bel sudah berbunyi, ssst ayo cepat.”
“Tunggu.. aku pakai bedak dulu sebentar, lihatlah make up ku berantakan.”

  Balasnya langsung melepas pelukanku dan mengambil bedak di saku seragamnya, aku pun hanya tersenyum melihat kepolosan yang ada pada dirinya.

  Lalu…
Kelas telah berlangsung namun aku tidak melihat Jung Kook di kelas, aku menoleh ke belakang, ke arah mejanya itu tapi hanya terlihat Hye Ra saja yang juga menatapku tiap aku menoleh ke arah meja Jung Kook.

  “Kira-kira dimana dia?”

  Bisikku pada Starla yang tengah menulis.

  “Aku juga berpikiran sama sepertimu, aku tahu pasti pikiran kita tertuju pada…”
“BANGTAN!”

  Balasku seraya menatap Starla, Starla pun membalas tatapanku dan mengangguk.

  “Ya tuhan!!! kenapa bel istirahat terasa lama sekali!!!”

  Keluhku sangat kesal lalu kreekkk… pintu kelas terbuka dan aku sangat senang melihat Jung Kook masuk ke kelas.

  “Maaf aku terlambat pak?”

  Ucapnya merasa bersalah.

  “Datanglah ke ruanganku setelah jam istirahat datang.”
“Bab… baik pak.”

  Ucap Jung Kook segera berjalan ke arah mejanya, aku pun menatapnya dengan tersenyum namun dia hanya membalas tatapanku tanpa membalas senyuman ini.

  “Darimana dia ya?”

  Tanyaku pada Starla dengan terus melihat ke arah Jung Kook yang sedang meletakan tas nya itu.

  “Nona Kang?! tolong perhatikan papan tulisnya! Nona Kang!!”

  Teriak Pak Guru tak di hiraukan Eun Mi, Starla pun menginjak kaki teman sebangkunya itu sedikit keras.

  “Aawwwhh… Yoon Starla?!”
“Psstt.. lihat! pak guru!”

  Ucapnya seketika aku menatap ke arah pak guru yang sedang melotot padaku.

  “Hahaha.. bapak?!”

  Ucapku ketakutan.

  Lalu jam istirahat pun tiba.

  Kang Eun Mi segera bergegas pergi menghampiri meja Jung Kook yang berada di belakang.

  “Jeon Jung Kook? darimana saja kau apa…”

  Ucapku terhenti setelah menatap Hye Ra yang tidak beranjak dari samping Jung Kook.

  “Hye Ra? bisakah kau tinggalkan kami sebentar? aku dan Jung Kook perlu berbicara…”
“Katakan saja Eun Mi, tak apa, Hye Ra bagian dari kita, dia juga sudah banyak menolongku.”

  Ucap Jung Kook sangat mengejutkanku.

  “Ap.. apa?”

  Balasku kesal.

  “Lee Hye Ra?!”

  Teriak Starla di ambang pintu kelas, kami pun menoleh ke arahnya bersamaan.

  “Iya? ada apa?”

  Jawab Hye Ra segera berdiri.

  “Kau dicari oleh guru biologi, katanya sekarang.”
“Guru biologi? ada apa?”
“Ya.. mmm entahlah, yang pasti cepatlah temui beliau! cepat sekarang!”

  Ujar Starla lalu Hye Ra pun berdiri dan mengikuti Starla yang baru saja berlalu, akhirnya aku pun hanya berduaan saja di kelas bersama Jung Kook.

  “Aku harus pergi sekarang.”

  Ucap Jung Kook segera berdiri seketika aku menahan tangannya, dia menatapku seolah aku ini adalah orang asing.

  “Darimana saja kau sejak tadi?”
“Lepaskan aku Eun Mi, apa tadi kau tidak mendengar pak guru menyuruhku untuk segera menemuinya.”
“Apa BANGTAN melakukan sesuatu lagi padamu?”
“Kang Eun Mi!”
“Jeon Jung Kook!”

  Balasku sedikit membentaknya dengan perasaan sedih, namun Jung Kook langsung menghempaskan tanganku begitu saja dan pergi meninggalkan ku sendirian di kelas, aku berlari mengejarnya dan langkahku terhenti di ambang pintu.

  “Ada apa lagi dengannya? kenapa dia terasa dingin sekali padaku?”

  Keluhku sedikit sedih lalu aku melihat Taehyung berjalan melewatiku, dia menatapku dengan datar. aku merasa dia juga berubah, sebenarnya apa lagi yang BANGTAN Sunbae lakukan padaku lewat mereka? batinku terus bertanya-tanya.

[Perpustakaan]

  Jung Kook terlihat berjalan di lorong-lorong perpustakaan dengan raut wajahnya yang sedih, ia tidak kembali ke kelas ataupun kantin setelah menemui pak guru, ia berjalan ke arah pojok perpustakaan dimana saat itu ia mengintip Eun Mi yang sedang membaca buku, ia duduk dan menyandarkan kepalanya di rak buku. ia memejamkan matanya dan mengingat kejadian yang tadi pagi ia lihat saat berada di kediaman Sunbae nya itu.

#Flashback [Tadi Pagi, Kediaman Kim Nam Joon]

  Jung Kook di seret masuk oleh para member BANGTAN ke dalam ruang bioskop pribadi yang terletak di rumah Nam Joon, Taehyung pun terlihat kebingungan kala itu, karena dia tidak di beritahu akan semua ini.

  “Ada film favorit-ku akhir-akhir ini, selamat menikmati.”

  Ujar Nam Joon segera menyalakan film di layar besarnya itu, para Member BANGTAN pun duduk dengan makanan yang sudah tersedia, Jung Kook dan Taehyung melihat ke arah layar dengan kebingungan, lalu seketika senyum dari bibir grup BANGTAN tersirat berbeda dengan Taehyung yang langsung mengepalkan kedua tangannya saat menyaksikan video yang mereka putar di layar datar yang teramat besar itu.
Jung Kook menggigit bibir bawahnya, air matanya mengalir, nafasnya terburu cepat saat melihat Kang Eun Mi lah yang menjadi bintang utamanya, Member BANGTAN menindas Eun Mi dengan mengolok-olok Eun Mi, Kedua tangan Eun Mi di pegang sangat erat dan kuat oleh Jung Ho Seok juga Seok Jin, kedua kakinya di pegang oleh Kim Nam Joon, Min Yoon Gi terlihat meraba-raba paha dalam Eun Mi kala itu, Eun Mi berontak sekuat tenaga, Eun Mi menahan tangisnya, Eun Mi meracau memaki para Sunbae-nya itu, namun BANGTAN semakin puas karena reaksi yang ditimbulkan oleh Kang Eun Mi, Jimin terdengar bahagia merekam semua itu, Tangan Yoon Gi semakin menjalar liar ke arah perut Eun Mi yang masih berpakaian seragam lengkap itu.

  “Lepaskan aku!!”

  Teriak Eun Mi.

  “Min Yoon Gi! sudahlah, jangan bermain-main seperti itu!”

  Ucap Nam Joon terkekeh puas, lalu Yoon Gi pun langsung mencium bibir Kang Eun Mi.

  Adegan itu lah yang sangat memukul Taehyung dan Jung Kook, seketika Jung Kook memejamkan kedua matanya dengan air mata yang terus bercucuran.

  “Hentikan! aku mohon hentikan!!!”

  Teriak Jung Kook kala itu.

  “Ada apa Jung Kook? ini bagian yang sangat menyenangkan hahaha.”

  Ucap Jimin mengejek.

  “Tenanglah, Yoon Gi hanya mencium bibir Eun Mi satu kali saja, tidak ada adegan yang lebih panas lagi, tapi mungkin akan terjadi jika kau terus mencoba mendekatinya!”

  Tambah Nam Joon seraya mematikan Video itu.

  “Ini berlaku untuk dirimu juga Taehyung, jangan coba-coba khianati kami.”

  Sambar Ho Seok, Taehyung pun hanya membuang mukanya dan mencoba menyembunyikan rasa murkanya pada para Sunbaenya itu.

#FlashbackOFF

  “Hah… Kang Eun Mi.. ma.. maafkan aku.”

  Tangis Jung Kook langsung memeluk kedua lututnya dan menangis hebat.

  Sementara Itu…

[Kantin]

  “Ayo makan!”

  Ujar Starla langsung memberikan banyak nasi pada alas makan siangku.

  “Entah kejutan apa lagi yang mereka persiapkan untukku.”

  Ucapku terus menatap ke arah meja BANGTAN di depan sana.

  “Huh?”

  Balas Starla menatap ke arah dimana Eun Mi melihat.

  “Ayolah, berhenti berurusan dengan para pecundang itu, makanlah, cepat.”

  Balas Starla lalu Hye Ra si murid baru ini pun datang dan menggebrak meja kami.

  “Hey! apa yang kau lakukan hah?!”

  Teriak Starla segera berdiri, aku pun ikut berdiri dan menahan Starla yang sangat emosi ini.

  “Kenapa kau membohongiku?”
“Membohongimu? tidak ada kerjaan sekali membohongimu!”
“Kau bilang tadi guru biologi membutuhkanku, nyatanya hari ini tidak ada jadwal guri biologi! teganya kau menyurhku menunggu sangat lama!”

  Bentak Hye Ra, Starla pun terlihat terkekeh dan tak menghiraukan kemarahan Hye Ra.

  “Pergi sana!”

  Ucap Starla kembali duduk dan memakan makan siangnya.

  “Awas jika kau melakukan ini lagi padaku!”
“Pergilah!!”

  Teriak Starla kesal lalu si murid baru itu pun meninggalkan meja kami dengan cerocosan kasar.

  “Hey? apa yang kau lakukan?”
“Sudahlah makan saja!”

  Balas Starla tersenyum.

  Waktu pulang pun tiba, aku berjalan di lorong menuju kamar asramaku, lalu tiba-tiba terasa seseorang berlari dari arah belakangku, aku pun menoleh ke belakang.

  “Jung Kook?”
“Hai.. mmm ken.. kenapa kau..”
“Apa?”
“Ah tidak, mmm katanya kau akan mengajakku ke toko buku, ini kan baru jam setengah dua siang.”
“Oh, aku pikir kau tidak akan jadi ikut bersamaku, tadi kau merubah sikapmu begitu saja.”
“Benarkah?”
“Iya benar.”

  Balas Eun Mi, lalu mereka berdua pun berjalan keluar gedung sekolah dan langkahnya terhenti setelah hujan lebat terlihat di hadapan mereka.

  “Yah… hujan.”

  Keluhku menatap langit yang gelap.

  “Tunggu, aku akan cari payung ke dalam.”

  Ucap Jung Kook segera berlari masuk ke dalam gedung sekolah lalu Taehyung pun berdiri di hadapan Jung Kook.

  “Apa peringatan tadi pagi tidak cukip bagimu? jauhi Eun Mi!”
“Maaf Taehyung.. aku bukan dirimu yang penakut!”

  Ujar Jung Kook sembari mencari-cari payung di lorong kelas.

  “Bodoh!”

  Balas Taehyung, lalu ia pun menyodorkan payung pada Jung Kook, Jung Kook pun menatap payung itu.

  “Ambillah, pastikan dia tidak kehujanan.”

  Ujar Taehyung, Jung Kook pun tersenyum menatap payung itu.

  “Aku masih memiliki sesuatu untuk melindunginya dari air hujan.”

  Balas Jung Kook seraya melepas jas sekolahnya, lalu Jung Kook pun pergi menghampiri Eun Mi kembali dan ia pun langsung membawa Eun Mi lari menembus hujan itu dengan memayunginya menggunakan jas seragam nya.
Taehyung pun hanya terdiam melihat pemandangan itu.

  “Kau bisa masuk angin!”

  Ucapku dengan terus berlari bersama Jung Kook yang terus memayungiku dengan jas nya.

  “Aku kuat!”

  Ucapnya tersenyum, Kami pun berlarian terus menerus menuju toko buku yang cukup jauh dari lokasi sekolah.

  Sesampainya di toko buku…

  “Halo Eun Mi, sudah lama aku tidak melihatmu berkunjung ke toko ku lagi. hampir berapa tahun ya? kau semakin cantik saja.”

  Sapa pelayan toko ini bernama Park Bo Gum, aduh aku lupa, aku dan dia kan berteman cukup lama.

  “Ayolah, siapa kau? sok kenal sekali.”

  Jawabku gugup dan langsung menarik Jung Kook untuk duduk di suatu kursi.
Aku pun mengambil kopi hangat dan memberikannya pada Jung Kook yang begitu basah kuyup.

  “Minumlah, selagi panas.”

  Ucapku dan segera duduk di sampingnnya.

  “Mmm apa kau kenal dengan kasir tadi?”
“Ah? mmm tid.. tidak.”
“Tapi dia tahu namamu.”
“Ah.. it.. itu mmm itu pasti karena name tag-nya, iyakan?”

  Ucapku tersenyum seraya memperlihatkan name tag ini.

  “Ah iya, hehe dia pasti membaca itu.”
“Iya itu pasti.. mm Jung Kook, wajahmu basah sekali, sebentar, di tas-ku aku menyimpan tissue.”

  Ucapku segera membuka tas-ku dan mencari tissue, lalu aku pun segera mengelap wajahnya yang sangat basah itu.

  Jung Kook pun terdiam menatap Eun Mi yang tengah mengelap air hujan diwajahnya, mereka saling menatap untuk beberapa waktu, lalu dddrrrtt…. drrrt….

  “Ah.. bunyi getaran, ponselmu?”

  Ucapku gugup dan langsung berdiri mencari novel, aku meninggalkan Jung Kook di kursi tempat untuk membaca sendirian.

  “Heh Eun Mi? kenapa kau pura-pura tidak mengenaliku hah?”

  Tanya Bo Gum mengejutkanku.

  “Jaga kasir saja! jangan menguntit ku!”
“Isshh, Novel Butterfly, sedang laris saat ini, ambillah sebelum kehabisan, hanya tersisa 2. aku yakin kau mencari novel romantis itu kan?”
“Ah kau benar, mana?”
“Di depan.”

  Balasnya lalu aku pun segera berjalan ke arah kasir dan saat aku akan mengambil novel ini tiba-tiba…

  “Kang Eun Mi? aku harus pulang sekarang, maaf, tidak usah mengikutiku, terima kasih untuk kopinya, sampai bertemu lagi besok.”

  Ucap Jung Kook tergesa-gesa seraya berlari meninggalkanku di Toko buku.

  “Jeon Jung Kook?! apa yang terjadi?! Jung Kook?! tunggu aku! Jung Kook?!!”

  Teriakku mengejarnya namun langkahku terhenti setelah aku menoleh kesana kemari dirinya sudah tidak ada terlebih lagi pandanganku terhalang oleh lebatnya hujan.

  “Ada apa ini?”

  Keluhku kembali ke dalam toko buku.

  “Ada apa dengan temanmu?”

  Tanya Bo Gum terdengar, aku hanya melangkah dengan menunduk dan segera memberikan kartu atm-ku.

  “Aku ambil novelnya.”

  Ucap Eun Mi langsung mengambil buku itu dan pergi begitu saja setelah membayar tanpa mengambil kembali atm miliknya.

  “Hey? Kang Eun Mi? Atm-mu…”
“Permisi…”

  Pelayan toko buku itu pun mengurungkan niatnya untuk mengejar Eun Mi karena ada pelanggan yang datang.

  “Hah.. sudahlah, nanti juga dia kemari lagi.”

  Ucap Bo Gum dalam hati.

  “Iya Nona? silakan, novel terbaru ada di depan sini.”

  Ucap Bo Gum.

  Sementara itu…

  Aku melangkah dengan tatapan kosong di bawah kroyokan hujan lebat ini, aku begitu khawatir akan wajah Jung Kook saat ia berlari meninggalkanku.

  “Apa yang terjadi? apa bibi sakit? hah.. ya tuhan tolong lindungi dia.”

  Keluhku, lalu…

  “Jangan ke toko buku itu!”

  Terdengar suara seseorang ku dengar dari kejauhan, suara itu sangat ku kenali, Jung Kook, itu suaranya.
Aku pun mencoba berjalan ke arah suara itu namun tiba-tiba orang-orang berjalan berlalu lalang di hadapanku, aku pun tak dapat melihat dan mendengar suara Jung Kook lagi.

  “Ah.. ini pasti karena aku terlalu khawatir padanya.”

  Batinku segera kembali menuju sekolah.

[Ke’esokan Harinya]

  Pagi ini terlihat cerah, semalaman aku tidak melihat Jung Kook kembali ke asrama, apa mungkin bibi sakit ya? biasanya jika Jung Kook ada di asrama, setiap tengah malam dia pasti iseng mengetuk-ngetuk pintu kamarku.
Aku sudah berdandan rapih, tak lupa aku membawa novel butterfly yang masih terbungkus plastik dengan rapih ini, aku niatkan untuk memberikannya pada Jung Kook. hari ini harusnya kami membacanya bersama di perpustakaan.
Langkah ini begitu lincah untuk segera sampai ke dalam kelas, lalu senyum ini seketika terukir saat aku baru memasuki kelas, Jung Kook sudah terduduk manis di mejanya, dia sedang membaca, rasanya lengkap saat di kelas tidak ada siapapun kecuali aku dan dia saja.

  “Jeon Jung Kook? Selamat pagi?”

  Sapa ku dengan segera aku menyembunyikan novel ini di belakang punggungku, aku pun berjalan ke arah mejanya.

  “Ah.. Eun.. Eun Mi..”
“Kemarin kau kemana? apa bibi sakit?”
“Mm.. i… iya.. ibu.. ibu tiba-tiba sakit, kemarin aku mendapat telepon dari tetanggaku, mereka memberitahukanku bahwa ibu muntah-muntah.”
“Apa? lalu.. bagaimana sekarang? aku ingin..”
“Tidak usah Eun Mi, ibu sudah..”

  “Jeon Jung Kook?!”

  Ucap Jung Kook terhenti setelah Lee Hye Ra masuk dengan tawa yang menghiasi wajahnya.

  “Ini! sudah ku bilang aku bisa membacanya sampai selesai hanya dalam satu malam! sekarang giliranmu, apa kau bisa membaca novel ini sama sepertiku?”

  Tambahnya lagi seraya memberikan Novel Butterfly di atas meja.
Aku pun menatap novel itu dengan terdiam.

  “Ah, selamat pagi Eun Mi, maaf telah mengganggumu kemarin.”
“Kemarin?”

  Jawabku menatapnya dengan detak jantung semakin berdegup kencang.

  “Ah sudah lupakan saja. mmm Jung Kook aku ke kantin dulu ya, terima kasih kemarin sudah menemaniku jalan – jalan.”

  Tambah Hye Ra seraya pergi meninggalkan kelas dengan terus tersenyum.

  “Eun Mi…”

  Ucapnya, aku pun menatap Jung Kook dengan air mata yang terasa mengalir di kedua pipi ku.

  “Hah.. semoga bibi cepat sembuh!”

  Balasku langsung pergi meninggalkan kelas.

  “Eun Mi, aku mohon tunggu aku!”

  Ujar Jung Kook segera mengejar Eun Mi, lalu Starla pun datang dan menahan Eun Mi yang terlihat menangis itu.

  “Hey, ada apa ini?”

  Tanya Starla menahan kedua bahuku, aku pun hanya menggelengkan kepalaku dengan senyum, lalu aku berikan Novel Butterfly ini pada Starla dan melanjutkan langkahku meninggalkan kelas.

  “Hey? Eun Mi?!”

  Teriak Starla, Jung Kook pun menatap pada Novel yang saat ini tengah di pegang Starla.

  Hatiku sangat hancur, aku berjalan di lorong dengan semua murid menatapku, aku terus menangis tanpa hiraukan apapun. ‘Dia telah membohongiku demi wanita itu.’.

  “Selamat pagi pak, Aku setuju untuk mengambil pertukaran pelajar di Indonesia itu.”

  Ucapku dengan keyakinan yang sudah bulat setelah aku sampai di ruang kepala sekolah.

1 Comment on 24/7=Heaven : I’ll Protect You ( Chapter – 14 )

  1. Kok jalan” ama hyera sih…
    Ooow jadi gtu isi videonya…
    gila Bangtan mah…
    EunMi jangan cepet ambil keputusan ya…dipikir lagi. Masa mau ke Indonesia ? Nah jungkook gimana ? EunMi ke Indonesia sendiri ? Si Bangtan makin berulah..klo EunMi pergi…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: