HEADLINE NEWS

24/7=Heaven : I’ll Protect You ( Chapter – 15 )

CYMERATitle : 24/7=Heaven : I’ll Protect You!
Genre : School Life, Friendship
Rating : PG 13+
Author : Alda Nugraha
Length : Chaptered || #Chapter15
Cast :
*Kang Eun Mi (You)
*Jeon Jung Kook (Member of 방탄소년단)
*Kim Taehyung (Member of 방탄소년단)
*All Member 방탄소년단
*Kim Soo Yi (Fiction)

  “Sungguh? kau sudah memikirkan ini secara matang?”
“Iya pak, hari ini juga saya akan menghubungi ayah mengenai hal ini.”
“Baiklah, itu mudah untuk di atur, silakan kembali ke kelas dan nanti aku akan memanggilmu jika ada beberapa informasi lagi.”
“Baik, Terima kasih pak.”

  Balasku segera keluar dari kantor kepala sekolah, aku pun berjalan di lorong ini dengan sedikit terisak, aku hapus air mataku yang terus mendesak keluar.

  Kang Eun Mi tak menyadari bahwa saat ini dirinya tengah di perhatikan oleh Kim Seok Jin dari kejauhan.

  “Kang Eun Mi?!”

  Teriak seseorang seketika aku langsung menghapus air mataku.

  “Ya?.”
“Ayo ikut aku.”

  Ucap Teman sekelasku bernama Yeo Jin.
Dia menarikku kuat seolah melarangku untuk berjalan ke koridor depan.

  “Mau kemana? ini kan mengarah ke halaman belakang.”
“Ayo ikut saja, temani aku mengambil kupu-kupu.”

  Balasya, aku pun sedikit kebingungan karenanya.

  Taehyung pun tersenyum setelah melihat Yeo Jin yang berhasil membawa Eun Mi menjauhi koridor depan. lalu tak lama seseorang terjatuh akibat lantainya yang sangat licin.

  Seharian ini pun Taehyung berulang kali melindungi Eun Mi dari jebakan-jebakan kecil yang di buat Jimin juga Ho Seok.

[Kediaman Kim Nam Joon | ‘08.12pm’]

  “Aaarrggghh! aku kesal, hari ini hampir 3 jebakan untuk Eun Mi tersasar pada orang lain!.”

  Jimin gusar seraya menendang meja di ruang tengah.

  “Lain kali gunakan otakmu agar rencannya tersusun rapih!”

  Sambar Seok Jin.

  “Sudah! aku merasa ada seseorang yang membantunya!.”
“Jangan berpikir begitu, terima saja kegagalanmu!”

  Sambar Nam Joon.

  “Tapi Jimin benar, saat jebakan pertama aku melihat Kim Taehyung juga ada di koridor.”

  Sambar Ho Seok langsung menoleh ke arah Taehyung, seketika semua member BANGTAN pun mengarahkan tatapan mereka pada Taehyung.

  “Jadi kalian berpikir aku yang menyelamatkan Eun Mi? lalu bagaimana dengan Jin Hyung yang juga ada disana tadi pagi?”

  Balas Taehyung seketika Nam Joon menatap Seok Jin tajam.

  “Taehyung benar, kami tadi pagi berada di koridor yang sama, tentu bukan dia atau pun aku yang menggagalkan rencana Jimin, bisa saja tadi pagi aku dan Taehyung menjadi korbannya, iya kan Taehyung?.”

  Ucap Seok Jin, Taehyung pun tersenyum dan mengangguk.

  Sementara Itu…

[Kediaman Kang Eun Mi]

  “Sungguh kau akan pergi ke Indonesia? memangnya kau sudah mengurus penindasan itu? apa sudah aman?.”

  Tanya Tuan Kang, namun Eun Mi hanya diam di atas tempat tidurnya seolah tidak memperhatikan ucapan ayahnya itu.

  “Kang Eun Mi!!.”
“Aaaaawww… aw ibu.. aw..”

  Ucapku kesakitan setelah ibu menarik kupingku.

  “Ayahmu sedang berbicara, kenapa kau mengabaikannya hah?!”
“Isshh.. iya, aku mendengarkannya kok.”

  Balasku kesal.

  “Sudahlah, yang penting kau tetap baik-baik saja, persiapkan dirimu, berarti tinggal 8 Hari lagi kau pergi ke Indonesia, ayah akan persiapkan semuanya.”

  Ucap Ayah langsung meninggalkan kamarku.

  “Cepatlah tidur sayang.”

  Tambah ibu mencium kepalaku, aku pun langsung merebahkan tubuhku dan menarik selimut ini hingga kepalaku.

[Keesokan Harinya | Sekolah]

  Aku berjalan memasuki gerbang sekolah, langkahku terasa tak berpijak di bumi ini, aku terkekeh sedikit dan langsung mendangahkan wajahku menatap lurus kedepan, tak ada lagi senyuman yang akan terukir di bibirku, aku takkan menjadi Kang Eun Mi si ceria lagi, aku hanya akan menjadi diriku yang sesungguhnya, Kang Eun Mi yang angkuh, arogan dan tak tertarik pada hal sebesar apapun.

  “Eun Mi…”

  Ucapnya pelan saat berpapasan denganku, namun aku tak ingin memandangnya lama, aku langsung masuk dan melemparkan tasku ke sembarang.

  Bruuugg…

  Suara tas Kang Eun Mi yang terlempar, beberapa murid yang sudah berada di kelasnya pun langsung mengarahkan tatapan mereka pada Eun Mi yang baru memasuki kelas.

  “Eun Mi?.. Halo.. selamat pagi?!”

  Sapa teman wanita ku dan tak ingin ku hiraukan.

  Jung Kook pun berjalan menunduk seolah takut pada Eun Mi.

  “Ada apa dengannya? kenapa dia terlihat dingin sekali?.”
“Entahlah, tidak biasanya ya?.”

  Celoteh teman-teman sekelasku dari belakang sangat jelas terdengar sedang membicarakan perubahan sifatku.

  “Kang Eun Mi?!!”

  Teriak Starla langsung berlari dan duduk di sampingku. Tentu aku tersenyum padanya karena Yoon Starla adalah sebuah pengecualian bagiku, aku akan terus bersikap seperti biasa padanya.

  “Hey! kenapa kau tidak membalas sapaan pagi dariku? apa kau sariawan?”
“Tidak.”
“Oh iya, ini Novel Butterfly, kenapa kau memberikannya kemarin padaku? ada apa? dan kemarin kau begitu tak ingin bicara sepatah kata pun padaku, jahat sekali.”

  Ucap Starla seraya menyimpan novel itu di atas mejaku, aku pun menatap novel itu dengan perasaan sakit hati, entah kenapa aku sangat kesal dengan hari kemarin, aku pun segera mengambil novel itu dan melemparkannya ke depan.

  Plaakk..

  Novel itu pun langsung terjatuh tepat di depan sepatu seseorang yang baru masuk ke kelasku.

  “Omo!!! apa yang kau lakukan?! kau kenapa melemparnya!”

  Ujar Starla lalu aku pun melipatkan kedua tanganku dan menyandarkan punggungku di kursi ini seraya menatap tajam dia yang saat ini mengambil novelku.

  “Novel romantis?.”

  Ucap Taehyung dengan memperlihatkan novel itu.

  “Mau apa kau kemari hah?!”

  Teriak Starla. aku pun terus menatapnya dengan sinis.

  Sementara Jung Kook terus memperhatikan Eun Mi dari belakang.
Lalu Taehyung berjalan dengan sangat gusar ke arah Eun Mi.

  “Apa?”

  Tanya Eun Mi saat melihat Taehyung berdiri di hadapannya, Taehyung pun terengah-engah dan langsung menarik tangan Eun Mi paksa ke luar kelas.

  “Hey Kim Taehyung! mau kau bawa kemana Eun Mi hah?!!”

  Teriak Starla marah, namun Taehyung tak hiraukan.

  “Lepaskan aku Kim Taehyung!!”

  Bentakku, namun dia begitu kuat membawaku menjauh dari koridor yang mulai ramai, seketika ia menyeretku ke dalam toilet wanita.

  Bruug… krek..

  Dia menutup pintunya kasar dan mengkunci ku di toilet.

  “Hey Kim Taehyung!”

  Teriakku langsung menginjak kakinya.

  “Aaaakkkkk! apa yang kau lakukan hah? kenapa kau ini? sshhh aaaawwhhh sakithh..”

  Taehyung meringis kesakitan tanpa melepas genggaman tangannya dari pergelangan tanganku.

  “Kau yang kenapa? cepat buka pintunya! apa kau gila hah? jika orang lain mengetahui ini semua bisa-bisa mereka menyangka yang tidak-tidak!.”
“Dengar! apa yang ku lalukan?!”
“Apalagi? daritadi bertanya itu terus!.”
“Sungguh kau akan mengambil keputusan itu?.”
“Apa?!”
“Pertukaran pelajar, benarkah kau akan melakukannya?.”
“Oh.. itu.. mmm.”

  Balasku mengangguk, seketika Taehyung langsung mendorongku ke dinding toilet dan menahan kedua pundakku dengan tangannya dan mendekatkan wajahnya teramat dekat hingga hidung kami nyaris bersentuhan.

  “Apa kau gila?! Kang Eun Mi!”

  Teriaknya seketika aku langsung mendorongnya agar menjauh dariku.

  “Memangnya kenapa hah? bukan kah ini yang kalian inginkan?! membyangku jauh dari sekolah ini?!.”
“Iya tapi… aaarrghhhhh itu Indonesia! jauh sekali! aisshh, tidak bisakah kau cukup tetap tinggal di Seoul dan mencari sekolah yang lain?!”
“Tidak!.”

  Tegasku.

  “Ada apa denganmu?!”
“Dari awal aku pindah ke sekolah ini hanya untuk mengambil kesempatan ini, bukan bertujuan untuk melindungi seseorang seperti Jung Kook juga mereka yang lemah, tentu bukan itu tujuanku ada disini, bukan.”
“Eun Mi? apa yang terjadi? apa Jung Kook menyakitimu?”

  Tanya Taehyung seketika aku pun langsung mengigit bibir bawahku dengan jantung yang terasa tengah di tusuk-tusuk.

  “Cepat buka pintunya!.”
“Kang Eun Mi…”
“Cepat buka!”

  Teriakku seketika menjatuhkan air mataku lalu Taehyung pun membuka kunci pintu toilet ini dan aku pun segera berlari seraya menghapus air mataku.

  “Hah… kenapa hatiku begitu terasa ngilu.”

  Keluhku langsung menghentikan langkahku, lalu terdengar seseorang berjalan di hadapanku dan ternyata benar, saat ini ada sepatu yang terhenti di depanku, aku pun mengangkat wajahku dan menatapnya.

  “Kang Eun Mi?”
“Iya? maaf, kau siapa?”
“Ah, aku murid di kelas 1-3 , mm Eun Mi, Pak Guru menyuruhku untuk menyampaikan pesan padamu, dia bilang tolong bawakan buku-buku bahasa inggris di perpustakaan, ada di lemari ke-2 di paling atas, tolong sekarang ya, bel akan segera berbunyi.”
“Oh baiklah.”

  Balas Eun Mi langsung berlari ke perpustakaan, sementara Taehyung hanya menatap Eun Mi dari jauh.

[Perpustakaan]

  Aku pun segera mencari buku-buku bahasa inggris itu.

  “Lemari kedua… ah ini dia.. mmmm”

  Ucapku langsung berusaha meraih buku bahasa inggris yang anehnya hanya ada 1 buah saja disana, aku pun sedikit menjinjit dan meloncat sedikit untuk meraih buku itu.

[Kelas 3-1 ‘BANGTAN’]

  Para Member BANGTAN terlihat bersantai di meja mereka yang terletak di paling belakang itu, mereka tertawa dengan ejekan-ejekan yang dilemparkan pada teman sekelasnya yang kurang mampu.

  “Hahaha, oh ya, kenapa Soo Yi terlihat sangat senang tadi?.”

  Tanya Jimin menatap Yoon Gi.

  “Mmh.. tentang itu, dia membuat beberapa kesenangan dipersembahkan untukmu, katanya dia merasa miris setelah tahu kau gagal mengerjai si pembela kebenaran kemarin.”

  Ujar Yoon Gi seketika Seok Jin yang tengah terpejam itu pun langsung menoleh ke arah Yoon Gi.

  “Wah.. apa yang Soo Yi rencanakan?.”
“Entahlah yang pasti akan terjadi di perpustakaan pagi ini.”

  Balas Yoon Gi seketika Kim Seok Jin langsung berdiri dan pergi meninggalkan kelas.

  “Mau kemana dia?”

  Tanya Ho Seok bingung setelah melihat Kim Seok Jin pergi begitu saja.

  “Paling ke toilet.”

  Balas Nam Joon, lalu Yoon Gi dan Jimin pun kembali melanjutkan perbincangan mereka seraya menendang-nendang tas teman sekelasnya yang lemah.

  “Pagi anak-anak.”

  Sapa Guru mereka masuk seketika Yoon Gi langsung menendang tas milik temannya itu ke sembarang.

[Perpustakaan]

  Bel sudah berbunyi tapi aku masih disini dengan bersusah payah mengambil buku yang tersimpan di atas rak yang cukup tinggi.

  “Aiisshhh! menyebalkan.”

  Gerutuku seraya berancang-ancang untuk melompat dan saat aku mulai melompat.

  “Dapaaat!.”

  Ucapku dalam hati setelah meraih buku itu lalu…

  Sreekk…

  Terdengar beberapa barang yang menahan buku ini dan…

  “Kang Eun Mi Jangan!!!.”

  Teriak seseorang langsung berlari ke arahku dan mendorongku hingga aku tersungkur ke lantai namun buku ini terlanjur ku ambil dan Braaaakkkk…

  “SUNBAE-NIIIIMM!!!!”

  Jeritku sangat histeris setelah mengetahui salah satu member BANGTAN yang tak lain adalah Kim Seok Jin tengah telungkup di lantai dengan punggung, tangan juga kepalanya mengeluarkan banyak darah.

  “Hah.. Ya Tuhan!.”

  Ucapku segera mendekati Seok Jin Sunbae dengan terkejut.

  “Toloooonngg!!! Siapa saja TOLOOOOONNNGG!!.”

  Teriakku dengan tangis yang langsung meledak, aku sangat panik juga takut melihat pecahan kaca dan paku-paku berserakan menimpa tubuh Sunbae-ku ini.

  “Aaaawwhhhh… ssshhh aaaahhhhh….”

  Dia meringis kesakitan semakin membuatku kebingungan.

  “Sunbae-nim, tolong bertahanlah, Sunbae-nim? kau mendengarku?!”
“Aarrrghhhh, ssshhh sakiiitthhh sakiit sekaliih..”
“Sunbae…”
“Jangan mendekat!! aaahhh..”

  Lirihnya, lalu terdengar beberapa suara hentakan kaki mengarah ke perpustakaan.

  “Ada apa ini?.”

  Ucap petugas perpustakaan, aku pun langsung berdiri dengan kepanikan yang menyeruak.

  “Cepat tolong dia!.”

  Tangisku.

  Lalu orang-orang pun terlihat berkerumun menyaksikan kejadian di perpustakaan, begitu juga dengan Kim Taehyung yang terkejut melihat Sunbae-nya berada disana, Taehyung langsung berlari menghampiri Eun Mi sementara petugas perpustakaan dengan beberapa murid lainnya langsung menggotong Seok Jin ke ruang UKS.

  “Miss Right? ada apa ini? kau tidak apa?! apa yang terjadi? apa dia menyakitimu? apa dia…”
“Dia menolongku.”

  Ucapku langsung menatap Taehyung dengan terisak.

  “Apa?.”
“Tadi ada seorang murid dari kelas lain menyuruhku untuk mengambilkan buku, aku tidak tahu bahwa itu jebakan lalu aku segera menarik buku yang tersimpan di rak paling atas itu dan saat aku berhasil meraihnya tiba-tiba dia datang dan langsung mendorongku hingga aku terjatuh dan beberapa pecahan kaca juga paku pun langsung berjatuhan menimpanya, ini jebakan, ini benar-benar berbahaya! aku tidak bisa tinggal diam, BANGTAN!.”

  Teriakku sangat kesal dan segera pergi meninggalkan perpustakaan namun Taehyung langsung menahan tanganku.

  “Aku berani bersumpah bukan BANGTAN Sunbae yang melakukan ini semua?.”

  Ucap Taehyung seketika aku langsung menatapnya dengan amarah berapi-api.

  “Aku yakin bukan mereka, percayalah padaku.”
“Lalu siapa?”

  Tanyaku kesal.

  “Kang Eun Mi? apa kau juga terluka?”

  Tanya murid lain tiba-tiba masuk ke perpustakaan seketika Taehyung langsung melepas tanganku dan menatapku dari ujung kaki hingga ujung kepalaku.

  “Kau terluka Eun Mi, lututmu, juga sikumu!.”

  Ucap Taehyung sangat cemas.

  “Ah dia benar, ayo ikut aku, kita obati lukamu, darahnya cukup banyak keluar.”

  Ucap Temanku segera menuntunku ke ruang UKS.

  “Aku tidak apa-apa, sungguh.”

  Balasku menahan rasa perih di siku ku.

[Ruang UKS]

  “Ayo masuklah, duduk disana.”

  Ucap temanku yang juga membantu guru kesehatan sekolah di ruang UKS.
Aku segera berjalan ke arah tempat tidur yang ada disana lalu aku lihat ke arah tempat tidur di sebelah kananku yang ditutup tirai.

  “Aaaaaahhhhh…”

  Desah kesakitan terdengar dari arah tempat tidur yang tengah ku tatap ini, benar, Seok Jin Sunbae lah yang ada disana.

  “Oke Eun Mi, maaf lututmu ku lihat, akan ku bersihkan dulu.”

  Ujar Temanku segera membasuh lukaku, aku pun hanya mengangguk tanpa bisa melepas pandangan ini pada tempat tidur Seok Jin Sunbae.

  “Maaf, apa Seok Jin Sunbae dalam keadaan parah?.”
“Cukup lumayan parah, ada beberapa di bagian punggung juga punuknya yang harus kami jahit, tapi akan segera sembuh, tenang saja, ngomong-ngomong.. bagaimana bisa itu terjadi? apa ada yang mengganggumu lagi?.”
“Huh?”
“Sudah bukan rahasia lagi bukan di kalangan murid-murid kau terkenal sebagai sasaran BANGTAN, tapi anehnya kenapa mereka bisa masung ke perangkapnya sendiri, apa kau merencanakan ini semua?.”
“Apa?!! aku? tentu tidaklah!.”
“Hehehe.. meskipun kenyataannya memang kau, aku akan mendukungmu, semangat! jangan jadi tertindas, jika kau tidak kaya setidaknya kau harus kuat untuk melawan mereka!.”

  Ucap gadis ini setelah mengobati lukaku dan ia pun segera pergi meninggalkanku.
Guru kesehatan yang mengurus Seok Jin Sunbae pun terlihat selesai, ia meninggalkan Seok Jin Sunbae di ruang UKS.
Perlahan aku berdiri sedikit pincang dan mendekat ke arah tempat tidur Seok Jin Sunbae yang tertutup tirai itu.

  “Kau yang melakukannya kan?.”

  Ucapku, namun dia tidak menjawabku sama sekali.

  “Kenapa kau melakukannya jika pada akhirnya kau tidak tega dan menolongku hingga mengorbankan tubuhmu sendiri!.”

  Bawelku sedikit menaikan nada bicaraku lalu Sreeeeeekkk…

  Tirai ini terbuka, Seok Jin Sunbae terlihat tak memakai baju sama sekali kecuali celana dan selimut yang menutupinya, dia duduk menatapku kesal dengan wajah dan tubuhnya yang berkeringat, lalu aku merasakan seluruh wajahku terasa panas karenanya.

  “Pergi sana!.”

  Ucapnya terus menatapku, aku pun berulang kali melihat ke arah tubuh Seok Jin Sunbae yang terlihat berdada bidang dengan otot lengan juga perut Sixpack yang nyaris terbentuk seksi.

  “Ah..”

  Ucap Eun Mi gelagapan lalu Seok Jin pun mengerutkan dahinya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

  “Hey! kau sedang berfantasi ya?!.”
“Ah.. ap.. apa?! apa kau bilang?!.”
“Ahh.. benar haha, kau ternyata sedang berfantasi, kau melamunkan hal jorok dengan tubuhku bukan?”
“Heeey! tentu tidak!.”
“Lalu kenapa kau menatapku begitu hah?”

  Balasnya membuatku malu, aku pun langsung membuang wajahku dengan salah tingkah.

  “Aku.. aku hanya.. ingin bilang, BERHENTILAH MENGGANGGUKU!.”
“Tatap mataku! bicaralah dengan sopan, lihat mata lawan bicaramu saat kau sedang ingin mengatakan sesuatu!.”
“Tidak!.”
“Berarti benar kau sedang berfantasi.”
“Aiiiishhhh!.”

  Desisku kesal dan langsung menendang tempat tidur UKS ini.

  Kreeekk…

  “Seok Jin?!”

  Pintu ruang UKS terbuka dan seketika aku juga Seok Jin Sunbae langsung menoleh ke arah pintu.

  “Nam Joon?.”

  Balas Seok Jin Sunbae, aku pun langsung merasakan kesal yang membara setelah melihat Grup BANGTAN masuk ke ruang UKS, Taehyung pun juga ada mengekori para Sunbae-nya itu, lalu ia menatapku dan melotot seolah menyuruhku segera pergi meninggalkan ruang UKS.

  “Apa yang terjadi?.”

  Tanya Jimin, Ho Seok pun mengarahkan tatapannya pada Eun Mi yang berdiri di depan tempat tidur Seok Jin.

  “Kau! pergi sana!.”

  Perintah Seok Jin Sunbae padaku, aku pun langsung menurutinya.

  “Ada apa denganmu? bagaimana bisa kau menolongnya?.”

  Tanya Ho Seok cemas, Seok Jin pun langsung menatap Yoon Gi tajam.

  “Sejak kapan salah satu diantara kita memiliki jebakan yang memalukan seperti ini?!”

  Bentak Seok Jin teramat marah.

  “Apa maksudmu menatapku begitu hah?”

  Tanya Yoon Gi marah.

  “Kim Soo Yi! katakan pada Sepupumu itu, berhenti menggunakan hal konyol untuk menjahili orang lain. lihat dengan jebakan yang ia buat, bersyukurlah aku yang tersiram dengan pecahan-pecahan kaca tajam juga paku-paku. bagaimana jika Kang Eun Mi yang menjadi korbannya, posisi dia menghadap ke atas dan pecahan itu langsung jatuh menimpa wajah juga matanya, dia akan mati atau sedikitnya dia akan buta! kita akan dituntut meskipun dia miskin!. baca peraturan sekolah! pihak sekolah sangat melindungi muridnya, pasti mereka akan mengusut hal ini hingga tuntas.”

  Jelas Seok Jin teramat marah.

  “Kau berlebihan, bagaimana mungkin itu bisa terjadi selama mereka tidak tahu siapa pelakunya, bahkan penjaga CCTV sekolah pun kita yang kuasai.”
“Oh tentu kau benar, lalu bagaimana jika pihak sekolah memeriksa sidik jari dari pecahan-pecahan kaca itu? pakunya dan bukunya? bukankah Kim Soo Yi terlalu bodoh untuk memikirkan ini?.”

  Sambung Seok Jin.

  “Jin benar, bukankah tadi kau bilang Soo Yi melakukannya sendiri dan tangannya pun terluka akibat menaruh pecahan-pecahan kaca itu bukan?.”

  Tambah Nam Joon, Taehyung pun langsung tersenyum karenannya.

  “Hah… bodoh! kenapa dia bisa seceroboh ini!!.”

  Ucap Yoon Gi kesal.

  “Kita hentikan semuanya, tidak usah mengganggu Eun Mi lagi.”

  Ucap Taehyung seketika semua member Bangtan pun menatapnya.

  “Kau ingin video itu segera di luncurkan ya?.”

  Ucap Jimin.

  “Haha.. terserah saja, aku tidak peduli, yang pasti jangan buang-buang waktu lagi karena Kang Eun Mi memutuskan untuk segera mengikuti pertukaran pelajar ke Indonesia dan dia menyetujuinya, genap 1 minggu lagi dia akan segera berangkat.”

  Jelas Taehyung, Seok Jin pun terlihat terkejut mendengarnya sementara yang lainnya tertawa bahagia.

  Sementara itu…

  Aku berjalan dengan penuh emosi ke arah ruang CCTV.
Aku pun langsung masuk tanpa permisi.

  “Hey.. hey… murid dilarang masuk ke ruangan ini.”

  Ucap si Paman penjaga ruang cctv.

  “Kalau begitu kenapa paman membolehkan Nam Joon juga teman-temannya bisa keluar masuk dengan bebas kemari?.”

  Ucapku segera mengotak-atik beberapa komputer untuk mencari rekaman kemarin hingga tadi pagi.

  “Hey! hey, cepat keluarlah, ini jam pelajaran bukan? cepat pergilah atau aku akan panggil guru pembimbing untuk menghukummu.”

  Ucapnya seketika aku langsung menggebrak meja ini dan menatapnya tajam.

  “Paman tidak memberiku pilihan.”
“Haha memang apa yang ingin kau lakukan.”
“Menelepon Direktur Kang!.”

  Balasku tersenyum segera mengambil ponsel di saku seragamku dan aku pun segera menelepon Direktur Kang si pemilik sekolah yang tak lain adalah ayah kandungku.

  “Hahaha uuuhh aku takut, haha.”

  Ejek paman ini sangat menggelikan.

  “Halo? Ayah? bisakah jelaskan sesuatu pada paman penjaga ruang cctv sekolah, aku akan bicarakan semuanya di rumah setelah pulang sekolah nanti.”

  Ucapku dalam telepon, Si paman itu pun hanya terkekeh mengejek menatapku.

  “Berikan ponselmu padanya.”

  Pinta ayah dalam telepon, aku pun langsung menyodorkan ponselku padanya.

  “Apa?”

  Tanya paman ini menatap ponselku terlihat melecehkan, dia duduk di kursinya dengan santai, bahkan kedua kakinya ia naikkan ke meja.

  “Bicaralah, Ayahku ingin bicara padamu!.”
“Haha..”

  Tawa Paman semakin mengolok lalu ia pun mengambil ponselku dan menjawab telepon dari ayahku, seketika wajahnya berubah menjadi terpatung berangsur ketakutan.

  “Hah.. Nona Kang.. ma.. maafkan aku. maafkan aku!.”

  Ucap Paman ini setelah menjawab telepon dari ayah, aku pun mematikan panggilannya dan melipatkan kedua tanganku di perut.

  “Apa yang ayah katakan padamu?.”
“Tidak Nona, ini salah faham, tolong jangan lakukan apapun padaku. jangan laporkan apapun.”
“Minggir! aku sudah tahu paman disogok dengan sepeda motor oleh Kim Nam Joon, murah sekali harga paman!.”
“Tid.. tidak benar Nona.”
“Ah paman diam! cepat tunjukkan mana rekaman CCTV perpustakaan kemarin hingga tadi!.”
“Bab.. baik.. tapi tolong jangan laporkan saya.”
“Ayolah paman cepat!.”

  Ucapku merengek lalu seketika aku pun membulatkan mataku setelah melihat seseorang yang menyimpan pecahan-pecahan kaca itu di atas rak perpustakaan.

  “Kim Soo Yi?…”

  Batinku segera aku langsung keluar dari ruang CCTV dengan geram.

  “Nona Kang?! tolong.. tunggu.”

  Teriak paman, seketika aku kembali dan menatapnya tajam.

  “Diam! jika paman membocorkan siapa aku sebenarnya pada 1 orang saja, aku pastikan polisi akan mengejar paman dan penjara akan menanti paman!.”

  Ancamku segera melanjutkan langkahku ke kelas.

[Kelas 1-2 ‘Kang Eun Mi’ | 09.23am]

  Sangat kebetulan rasanya setelah alu sampai di kelas ternyata guru tidak hadir di kelasku.

  “Kang Eun Mi?! ada apa dengan lututmu? darimana saja kau?!”

  Tanya Starla dari arah meja kami seketika semua murid di kelas menatap ke arahku, namu nafasku terburu dengan cepat dengan pandangan tajam ke arah meja Kim Soo Yi disana, dia terkejut sekali melihatku, mungkin dia berkata ‘Mengapa hanya lututnya saja yang terluka?’ hah.. aku pun segera menghampirinya.

  “Ada apa? kau terlihat kacau sekali.”

  Tanya Soo Yi, aku pun tersenyum dan langsung menarik kerah seragamnya hingga ia berdiri.

  “Aaaa! hey! apa yang kau lakukan orang gila?!”

  Teriaknya semakin membuatku sangat bersemangat menyeretnya ke depan.

  “Ada apa ini? ada apa ini?”
“Kang Eun Mi..”
“Wuhuuw hebat!”

  Terdengar kalimat-kalimat yang bersahutan disana namun aku tak pedulikan semuanya.

  “Dasar kau sampah sekolah! mengotori sekolah Direktur Kang!”

  Bentakku langsung mendorongnya hingga ia terhentak ke papan tulis.

  Tindakan Eun Mi sedikit kasar tak terkendali kali ini, tentu semua murid yang melihat langsung memisahkan Eun Mi dari Soo Yi, Hye Ra langsung berlari menahan lengan Eun Mi begitupun murid laki-laki langsung menjauhkan dan melindungi Soo Yi.

  “Lepaskan aku!.”

  Teriakku semakin kesal setelah ku sadari si murid baru tengah menahanku.

  “Hye Ra! biar aku saja.”

  Ucap Starla langsung mendorong Hye Ra.

  “Eun Mi tenanglah, apa yang terjadi hah?!.”

  Tanya Starla terkejut.

  “Dia sampah! bahkan lebih buruk dari sampah!.”
“Apa kau sedang mengataiku hah?”

  Balas Soo Yi seolah ingin mencakarku.

  “Aku bersumpah kali ini kau tidak akan lolos, aku jamin dan pastikan demi nyawaku sendiri kau akan di Blacklist dari semua sekolah negri Seoul! aku akan pastikan kau akan kesulitan mencari sekolah swasta! aku bersumpah!.”

  Teriakku dengan sangat emosi.

  “Siala*!! aaaaa! kemari kau, dasar si pemimpi! memangnya kau siapa hah?!”

  Balas Soo Yi meraung-raung.

[Ke’esokan Harinya | H-6 Pertukaran pelajar]

  Aku duduk di kantin saat istirahat makan sianh tiba, semua orang terdengat hening disini.

  “Mereka memperhatikanmu.”

  Bisik Starla.

  “Kenapa?”
“Kau gila? apa kau tidak sadar?”
“Sadar? mengenai apa?”
“Pertengkaranmu dengan Soo Yi.”
“Lalu?”
“Hah ya tuhan, ucapanmu terbukti, Kim Soo Yi di D.O dari sekolah bahkan dia benar-benar di blacklist, tunggu, penjaga ruang cctv pun diganti, mengejutkan, apa yang kau lakukan sebenarnya?.”
“Ah aku tidak melakukan apapun, mengenai Soo Yi, tentu dia pantas mendapatkannya, dia kan yang mencoba mencelakaiku dan jika penjaga ruang cctv itu digantikan aku rasa paman itu pantas mendapatkannya, dia kan kaki tangannya BANGTAN.”

  Balasku seraya memakan makan siangku.

  “Mmm.. tapi aku sedikit terkejut bahwa Jin Sunbae yang menolongmu.”
“Biar nanti aku tanyakan apa alasannya ya.”

  Balasku tersenyum.

  “Hahahah yang benar saja, jangan!.”

  Jawab Starla marah.

  Lalu aku pun menoleh ke arah belakang, ku lihat Jung Kook tengah menyuapi Lee Hye Ra disana, mereka tertawa bahagia di hadapanku kini.

  “Jeon Jung Kook… semudah itukah kau mengabaikanku?.”

  Batinku sangat sedih.

#Flashback [Kemarin, Setelah pelajaran usai.]

  “Aku tidak salah kali ini, menjauh darimu karena ternyata sifat aslimu terbongkar, aku sangat tidak percaya bisa mengatakan ini tapi… Kang Eun Mi? saat kau menyeret Soo Yi hingga ia terhentak ke papan tulis, itu sangat jahat, bahkan kau lebih buruk dari Kim Soo Yi, aku sempat berpikir, benarkah yang ku lihat tadi itu adalah Kang Eun Mi yang aku dambakan?.”

  Ucap Jung Kook menahan langkahku saat aku hendak membuka kunci pintu asramaku.

#FlashbackOFF

  “Kang Eun Mi? kau menangis?”

  Tanya Starla seketika aku menatapnya dan tersenyum dengan mengusap air mataku yang ternyata sudah bercucuran cukup banyak.

  “Hehe.. sepertinya aku sakit.”

  Balas Kang Eun Mi terkekeh dengan perasaan sangat menyakitkan yang ia rasakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: