HEADLINE NEWS

24/7=Heaven : I’ll Protect You ( Chapter – 17 )

CYMERATitle : 24/7=Heaven : I’ll Protect You!
Genre : School Life, Friendship
Rating : PG 13+
Author : Alda Nugraha
Length : Chaptered || #Chapter17
Cast :
*Kang Eun Mi (You)
*Jeon Jung Kook (Member of 방탄소년단)
*Kim Taehyung (Member of 방탄소년단)
*All Member 방탄소년단
*Kim Soo Yi (Fiction)

  “Hah Lucu sekali.”

  Ejek Yoon Gi, aku pun segera melangkah melewatinya.

  “Kau pikir semua ini berhasil Kang Eun Mi?”

  Tambah Yoon Gi seraya membalikan tubuhnya dan menatap Eun Mi yang memunggunginya.

  Sementara Itu…

[Rumah Sakit]

  “Seringlah mengajak ibumu mengobrol meskipun dia tidak menjawab dan merespon, dan bersikaplah hangat selama bersamanya. Dengan ketulusan semuanya akan kembali pulih, kau cukup memberikan cinta tulus pada ibumu ini.”
“Aku mengerti, tapi apa benar ibuku tidak gila?”
“Hehehe.. dia hanya sedikit depresi, tapi Nam Joon? siapa yang telah membuat ibumu berbicara setelah sekian lama beliau tidak ingin merespon siapapun? apa itu ayahmu?”

  Tanya seorang Psikiater itu dengan tersenyum.

  “Bub.. bukan, tapi seseorang temanku di sekolah.”
“Pasti dia seseorang yang sangat hangat hingga ibumu sangat merasa nyaman dengan temanmu, akan lebih baik jika kau meminta kembali bantuan pada temanmu. Itu semua akan sangat membantu untuk mempercepat kesembuhan ibumu, kau mengerti?”
“Ah, iya, Aku mengerti.”
“Sementara ini biarkan ibumu menginap disini, aku akan berikan beberapa pengobatan khusus juga vitamin, dia sama sekali tidak ingin makan nampaknya.”
“Tolong urus semuanya dengan baik, jangan khawatirkan dengan semua dana pengobatannya, berapapun itu aku pasti akan membayarnya.”
“Hahaha kau ini, pulanglah dan belajar saja dengan rajin!.”

  Balas Psikiater itu, Nam Joon pun segera keluar dari ruangannya, perlahan ia berjalan ke arah kamar dimana ibunya sedang di tangani, ia menatap ke arah kaca pintu kamar itu dan melihat ibunya yang tengah duduk dengan tatapan kosong.

  “Kenapa harus si Pembela Kebenaran itu bu? kenapa kau membutuhkannya untuk sembuh? ini konyol!.”

  Keluh Nam Joon dengan raut wajahnya yang sangat sedih.

[Sekolah | Jam Istirahat]

  “Kang Eun Mi? kau baik saja?”

  Tanya Yoon Starla menatap sahabatnya yang hanya mengaduk-aduk makan siangnya itu.

#Flashback [Koridor]

  “Kau pikir semua ini berhasil Kang Eun Mi? haha.. semudah itu kau percaya pada Bajinga* seperti kami? apa kau tidak memikirkan bahwa Jin dan Nam Joon sedang menjebakmu? mereka bersikap seperti ini seolah agar kau bisa pergi dengan tenang meninggalkan Korea. Lalu saat itu lah kami akan beraksi kembali!.”

  Jelas Min Yoon Gi sedikit terkekeh, Kang Eun Mi pun langsung menoleh ke belakang menatap Yoon Gi tajam.

  “Jika semua perkataanmu itu benar kenapa kau membocorkannya padaku? bukankah semua ini akan membuatku menjadi lebih berhati-hati lagi? Lalu apa yang kau dapatkan dengan mengatakan semua ini? kau ingin menolongku dari tipu daya mereka?”
“Bagus kau bertanya, aku hanya memperingatkanmu, kami akan membuatmu bingung, kau akan sangat sulit membedakan mana sebenarnya diantara kami yang berada di pihakmu dan benar-benar berubah olehmu, atau semua ini hanya tipu muslihat saja.”
“Kau pikir aku percaya? mungkin kau mengatakan bahwa kalian itu adalah Bajinga* tapi tidak dengan Kim Seok Jin dan Kim Nam Joon. Jadi, berhentilah menghasut mereka! jika kau bukan pengecut jadilah ketua di Grup Bangtan dan kerjakan semuanya sendirian! Jangan kau jadikan Nam Joon sebagai boneka yang kau hasut dan kau suruh-suruh!. oh iya kau kan pengecut, kau akan bersembunyi jika suatu waktu perbuatanmu terbongkar dan siapa yang akan disalahkan disini? tentu si Ketua Grup yang kau hasut dan kau akan bilang ‘Aku tidak bersalah  aku hanya disuruh olehnya.’ begitukah?”
“Diam kau Siala*!!!.”

  Bentak Yoon Gi teramat kesal.

#FlashbackOFF

  “Eun Mi?! Hey! Kang Eun Mi!!”

  Aku terperenjat saat Starla memukul tanganku.

  “Ah? ada apa?”

  Tanyaku terkejut.

  “Ada apa denganmu?”
“Ah.. Tid.. Tidak.. Tidak ada.”

  Balasku tersenyum lalu aku pun melihat di meja depan Min Yoon Gi baru saja datang dan bergabung bersama Kim Seok Jin juga yang lainnya, Yoon Gi menatapku dengan sinis.

  “Apa benar yang di katakan si albino itu? hah menyebalkan!”

  Gerutu Eun Mi menggebrak meja dan segera berjalan ke arah meja Grup BANGTAN.

  “Hey? Kang Eun Mi? kau mau kemana hah? Ya Tuhan!! Hey! Arrghhh dia mulai lagi.”

  Ucap Starla panik.

  Semua murid kembali memusatkan perhatiannya pada Eun Mi, begitu pula dengan Jeon Jung Kook juga Hye Ra.

  “Wo.. wo.. woo.. Si Pembela Kebenaran mau apa kau kemari hah?!”

  Tanya Jung Ho Seok segera berdiri begitu juga dengan Kim Taehyung yang langsung berdiri mencoba menghalang Eun Mi.

  “Kau berani karena Nam Joon tak ada disini huh?!”

  Tambah Jimin, namun tatapan Eun Mi terus mengarah pada Kim Seok Jin yang asik memainkan ponselnya.

  “Ikut aku!”

  Ucapku segera merebut ponsel Seok Jin Sunbae dan segera berjalan dengan gusar meninggalkan kantin.

  “Hey?! apa dia gila hah? bosan hidup dia hah!!”

  Teriak Jimin.

  “Ssshhh gadis ini!!”

  Desis Seok Jin segera berlari mengejar Eun Mi.
Taehyung pun terlihat segera mengikuti Jin.

  “Kim Taehyung?!”

  Ucap Yoon Gi.

  “Ah? Ya Hyung?”
“Jangan ikuti mereka!”

  Perintahnya, Taehyung pun langsung mengepalkan kedua tangannya dengan kesal.

  “Kau juga Starla! mau kemana kau hah?”

  Tambah Yoon Gi berteriak.

  “Ini tubuhku! kemanapun aku pergi dan bergerak terserah aku!”
“Kau mulai macam-macam hah?”

  Balas Ho Seok, Starla pun kembali duduk dan memakan makan siangnya.

  “Dasar cacing-cacing tengik, lihat saja nanti!”

  Batin Starla kesal.

  Sementara itu Kang Eun Mi terus berlari dengan telepon genggam milik Seok Jin di tangannya.

  “Gadis siala*! kembalikan ponselku!”

  Teriaknya setelah aku berlari menjauhi kantin.

  “Ambil ponselmu sana!”

  Ucapku seraya melemparkan ponsel Jin Sunbae ke luar area sekolah. Ponsel ini terlempar ke arah rerumputan di bawah sana.

  “Heeeyy!!! apa yang kau lakukan hah?! jangan karena kau seorang anak yang kaya raya jadi kau bisa melempar ponsel orang seenaknya isshh!”
“Cepat lompati pagar ini! turun dan ambillah ponselmu! pasti dia akan baik saja, aku kan melemparnya ke atas rerumputan!”

  Balasku, lalu Seok Jin Sunbae pun berjalan menatap ke arah bawah dengan memegangi pagar ini.

  “Ayo turun! hanya 1 meter tidak akan membuat kakimu patah kan? jangan katakan kau takut!”
“Dasar wanita gila!”

  Ujarnya segera melompati pagar sekolah, Aku pun tersenyum dan ikut lompat dari pagar ini.

  Bruuugg…

  Aku sedikit terjatuh saat menuruni pagar sekolah.

  “Kenapa kau ikut-ikut hah?”
“Ponsel Oppa tidak apa-apa kan?”

  Tanyaku dengan sikap manis.

  “Isshh, kau masih bisa berlagak seolah tidak bersalah hah?”
“Yang terpenting kita tidak berada di area sekolah.”
“Apa maksudmu?”
“Iihhh Kang Eun Mi dan Kim Seok Jin! semalam itu!.”
“Hey! itu sudah kedaluwarsa dari semalam!”
“Apa-apaan Oppa ini!”
“Oppa?”
“Ayolah Jin Oppa, kita jadi Kim Seok Jin yang baik hati dan Kang Eun Mi di luar area juga jam sekolah, aku mohon.”
“Issh, kau ini dibiarkan semakin melunjak. Baiklah, apa yang kau inginkan dariku? kau pasti akan mengatakan sesuatu kan?”
“Mmm tentu.”
“Apa?”
“Perkataanmu benar, tadi Nam Joon Sunbae datang ke rumahku, dia membawaku ke rumahnya yang besar itu.”
“APA?!!! lalu.. apa yang dia lakukan padamu? apa dia mengancammu? apa kau terluka? apa yang ia inginkan dan tawarkan? apa kau baik-baik saja?”

  Tanya Seok Jin cemas seraya menarik tubuh Eun Mi dan memeriksa tangan juga wajahnya.

  “Aiisshh.. aku tidak apa-apa, benar dengan apa yang kau sarankan, dia hanya butuh teman.”
“Lalu?”
“Lalu… dia membawaku menemani ibunya.”
“Ibunya?”

  Jawab Seok Jin Sunbae dengan dahi yang mengkerut.

  “Ada apa?”
“Tidak mungkin, dia.. dia tidak memiliki ibu. Maksudku.. tidak ada yang tahu siapa ibunya selama ini.”
“Itu tidak mungkin Oppa, aku sungguh melihat ibunya, dia sangat cantik sekali.”
“Kita bicarakan ini sepulang sekolah, aku tunggu kau di depan gerbang ya!.”
“Mm Baiklah.”

  Balasku lalu Seok Jin Oppa kembali naik ke atas pagar dan meninggalkanku.

  “Hey! Jin Oppa? tolong aku Hey!!”

  Teriakku, lalu ia pun menatapku dengan datar.

  “Haruskah Member BANGTAN ini membantu kecoak sepertimu? haha maaf, sebenarnya aku ingin sekali, tapi saat ini aku sedang berada di area sekolah.”

  Balasnya tersenyum dan meninggalkanku.

  “Hey!! dasar kau gila! menyebalkan! ku pastikan kau di D.O JUGAAAA!!”

  Teriak Eun Mi kesal berangsur tersenyum.

  “Hyung? dimana Eun Mi?”

  Tanya Taehyung setelah menyusul Seok Jin juga Eun Mi.

  “Apa urusannya denganku? mau apa kau menanyakannya? jangan berani-berani menolongnya ya!!”

  Balas Seok Jin segera pergi namun Taehyung segera berlari ke arah pagar dan menatap ke bawah, Terlihatlah disana Eun Mi yang tengah susah payah untuk menaiki pagar.

  “Kau sedang apa Miss Right?”
“Aaahh… Taehyung, tolong aku, ulurkan tanganmu toloonghh, mmmmhh aduh susaaahh… aahh.”
“Ah.. sini-sini, raih tanganku sini.”
“Jauh sekali!!”

  Balasku dengan sangat lelah.

[Kantin]

  “Apa yang dia lakukan padamu? kenapa sekarang kalian terlihat benar-benar dekat?”

  Tanya Yoon Gi sinis menatap Seok Jin yang barus saja kembali.

  “Bersenang-senang, dia akan segera meninggalkan Korea mungkin aku akan sangat merindukannya nanti.”
“Apa yang kau katakan itu Jin?”

  Sambar Ho Seok kesal namun Seok Jin pun hanya tersenyum seraya merebut makanan Jimin.

  “Hey! kau ini miskin atau apa?!”

  Balas Jimin dengan mulut yang penuh dengan makanan.

  Sementara itu…

  “Apa yang Jin Hyung lakukan?”
“Sekarang kau juga semakin dekat dengannya?”
“Apa?”
“Kau memanggilnya ‘Hyung’? tidak ‘Sunbae’?”
“Ah.. mmm sekarang aku memanggil mereka dengan sebutan ‘Hyung’.”
“Apa benar dia itu seseorang yang sangat baik?”
“Kim Seok Jin?”
“Ya.”
“Entahlah. Sifat mereka sulit ku tebak. Tapi jujur saja Jin Hyung pernah menolongku dari Nam Joon.”
“Benarkah?”
“Aku rasa dia memiliki pengecualian.”

  Balas Taehyung seketika membuat Kang Eun Mi tersenyum.

  “Hey, Hey!! Apa yang kau lakukan dengan wajahmu itu hah?!”

  Tanya Taehyung seketika membuatku terdiam dan menatapnya agak gugup.

  “Ap.. apa?!”
“Kau tersenyum saat aku katakan Seok Jin Hyung itu baik. Apa kau menyukainya hah?!”
“Ah.. tentu aku menyukainya, jadi aku tenang jika dia mmm berbuat baik selama aku tak ada.”
“Kang Eun Mi!! Jangan menyukainya! kau harus menyukai..”

  Teriak Taehyung langsung terhenti saat aku menatapnya.

  “Apa? menyukai siapa?!”
“Ah.. itu.. mmm menyukai.. uh. Ya dirimu sendiri!”
“Apa?”
“Ah sudahlah. jangan terlau dekat dengan mereka. Teruslah berjaga-jaga!.”

  Balasnya langsung pergi meninggalkan ku.

  “Dasar PaboTae!”

  Keluh Eun Mi tersenyum.

  “Hey! Tunggu aku!!”

  Teriakku langsung berlari mengejarnya dan seketika Taehyung kembali berjalan ke arahku dan langsung merangkulku untuk memutar arah.

  “Ayo lewat sana.”
“Hey! memang ada apa? tidak ah, ayo cepat kita jalan sana saja!”
“Cepat kita pergi!”
“Taehyung!!”

  Teriakku langsung melepaskan tangannya yang terus merangkul leherku ini, aku pun kembali melanjutkan langkahku dan seketika kedua kaki ku ini mematung setelah melihat Jeon Jung Kook tengah berpegangan tangan bersama Hye Ra di koridor.

  “Jantung ini terlalu lemah untuk perlakuan jahatmu Jung Kook.”

  Batin Eun Mi kembali melanjutkan langkahnya dan Jung Kook pun menatap wajah Eun Mi, seketika Eun Mi membuang wajahnya yang sangat dingin itu dari Jung Kook saat mereka berpapasan.

  “Aku benar-benar akan menghapusmu.”

  Batin Eun Mi.
Jung Kook pun melepas tangan Hye Ra dan kembali berjalan mengejar Eun Mi yang baru saja melewatinya.

  “Jangan membuang tatapanmu dariku.”

  Seketika langkah ini terhenti setelah Jung Kook memelukku dari belakang dengan kalimat yang jelas ia ucapkan di telinga kananku dengan sedikit isakan terdengar.

  “Jeon Jung Kook..”

  Ujar Hye Ra, Taehyung pun berjalan ke hadapan Eun Mi dan menatap Jung Kook yang terus memeluk Eun Mi dari belakang.

  “Miss Right?”

  Tanya Taehyung yang tengah berdiri di hadapanku, aku langsung menangis saat ini juga, perlahan aku menatap ke arah tangan Jung Kook yang begitu erat memeluk perutku dan segera aku melepas pelukannya tanpa berkata apapun.

  Jung Kook terkejut dengan apa yang ia terima dari perlakuan Eun Mi yang melepas tangannya itu dan langsung pergi begitu saja tanpa berkata bahkan menoleh sedikit pun tak ia dapatkan darinya.

  “Kang Eun Mi?”

  Teriak Jung Kook langsung berlari mengejar Eun Mi, tentu Hye Ra pun langsung mengejar Jung Kook namun Taehyung segera menahan tangan Hye Ra sekuat-kuatnya.

  “Lepaskan aku!”

  Tekan Hye Ra.

  “Bisakah kau menjaga tingkah lakumu itu Murid Pindahan!.”

  Tegas Taehyung.

  Sementara itu Kang Eun Mi berlari ke arah kelasnya. Sayang langkah Jung Kook langsung berhenti setelah melihat Min Yoon Gi yang tengah menatapnya dengan senyuman sinis di wajahnya.

  “Aku terlalu pengecut untukmu, disisi lain aku begitu ingin mengabaikan perintah mereka untuk menjauh darimu tapi aku takut mereka menyebarkan Video yang sangat ingin ku musnahkan itu. Apa yang harus aku lakukan sekarang Eun Mi?”

  Batin Jung Kook teramat sedih.

  Lalu…

  Bel pulang telah berbunyi, aku bergegas membereskan semua buku-ku ke dalam tas mengingat aku sudah memiliki janji dengan Seok Jin Oppa.

  “Aku duluan ya Starla. sampai jumpa besok!”

  Ucap Eun Mi segera berlari.

  “Hey! aisshh ada apa dengannya? kenapa terburu-buru begitu?!”

  Balas Starla bingung.

  Eun Mi berlari tanpa perduli menabrak orang-orang di depannya lalu tiba-tiba lengan kanan Eun Mi di tarik hingga ia diseret masuk ke dalam Laboratorium Sains.

[Lab Sains]

  “Mmmmmm!!!!! Mmmm!!!!!”

  Jeritku serasa percuma saat seseorang menarikku dengan membekap mulutku ke dalam Lab Sains yang gelap, aku pun langsung menyiku seseorang yang berdiri di belakangku dan terus menarikku ke ujung ruangan ini.

  “Mmmh!!”

  Ucapku setelah menyiku perutnya sekuat tenaga.

  “Aaaakkk..”

  Teriaknya kesakitan, aku pun segera berlari ke arah pintu namun seseorang itu segera menyusulku dan mengkunci pintunya.

  “Eun Mi? ini aku.. ini aku!.”

  Ucapnya seraya menyalakan lampu Lab ini lalu terlihatlah Jeon Jung Kook yang tengah memegangi perutnya itu.

  “Apa yang.. kau.. perutmu.. maafkan aku.”

  Ucapku segera menghampirinya dan mengusap perutnya yang terlihat ia usap-usap itu.

  Jung Kook pun langsung memeluk Eun Mi sekuat-kuatnya.

  “Maafkan aku, maaf aku sudah menjauh darimu, aku sangat bersalah.”

  Ucap Jung Kook teramat mengejutkanku dengan pelukan yang lagi-lagi ia berikan di tubuhku.
Aku mencoba membalas pelukannya itu namun grup chat semalam kembali teringat dan mengurungkan niatku untuk memeluknya.

  “Apa yang mereka katakan itu benar?”

  Tanya Eun Mi dengan tatapan kosong.

  “Kau berhubungan dengan gadis pindahan itu? ah tidak.. ciuman itu?”

  Sambung Eun Mi nyaris menangis seketika Jung Kook melepas pelukannya dan menatap wajah Eun Mi yang tak menatapnya.

  “Eun Mi…”
“Benarkah itu Jung Kook?”
“Tidak seperti apa yang mereka katakan di grup chat. Tidak begitu.”
“Tapi benar kau menciumnya?”
“Iya.. maksudku itu tidak sengaja, saat aku berjalan di koridor asrama puteri dia ada dan berlari menghampiriku, dia tersandung dengan kakinua sendiri hingga ia terjatuh ke arahku dan menimpaku, dia menindihku dan bibir kami menempel. Tapi aku langsung bangun dan membantunya berdiri.”

  Jelasnya langsung membuat Eun Mi memejamkan matanya dan seketika air mata lolos dari kedua matanya.

  “Jadi benar.”
“Eun Mi, ini tidak sengaja. mereka melebih-lebihkan..”
“Lalu apa yang ingin kau lakukan malam-malam di koridor asrama puteri hah?!”

  Teriakku memotong penjelasannya.

  “Ten.. tentu aku akan menemuimu Eun Mi, aku akan mengetuk pintu kamarmu meskipun aku tahu kau tidak ada di dalam, aku me….”

  Ucapnya terhenti saat mata ini terasa perih mengarah padanya.

  “Hehe.. lalu.. kenapa kau menggendongnya?”
“Dia cidera setelah tersandung dengan kakinya itu.”
“Cidera? haha. Cukup! aku sudah muak dengan alasan yang konyol seperti ini.”

  Ucapku segera mendorong Jung Kook untuk menjauh dari pintu.

  “Eun Mi jangan begini! aku mohon jangan marah, aku menjauh darimu karena aku takut BANGTAN Sunbae menyakitimu, aku takut mereka menyebarkan Vid…”
“Satu-satunya yang harus kau takuti adalah ketika semua ini terjadi! Aku bisa melindungi diriku sendiri. Kau tidak usah repot-repot menjauh dariku jika ingin melindungiku!.”
“Tapi aku terlalu pengecut untuk itu! aku lemah.”
“JIKA KAU MERASA BEGITU YA BAIKLAH KAU BOLEH MENJAUH DARIKU SAAT DI HADAPAN MEREKA! Tapi… bisakah kau menatapku saat berpapasan denganku? sedikit senyuman kau perlihatkan meskipun hanya 1 Detik?! hah.. kau menjauh dariku atas dasar keinginanmu sendiri! kau menjauh dariku bukan karena BANGTAN!”
“Kang Eun Mi, Demi Tuhan aku tidak begitu.”
“Lalu kenapa kau tidak menghubungiku? kau punya ponselkan? apa kau pernah sekali saja terbesit keinginan di benakmu, dihatimu untuk memberiku pesan singkat setelah BANGTAN pulang? kau bisa menghubungiku tengah malam! hah.. jangankan melakukan itu, bahkan menanyakan nomor ponselku saja kau tak pernah melakukannya! apa karena ponsel itu pemberian si gadis pindahan itu? jadi ponsel itu khusus untuknya saja begitu?!”
“Kang Eun Mi.. maafkan aku..”
“Taehyung saja yang begitu bodoh dia tidak pernah mencampakkanku. mungkin di hadapan BANGTAN Sunbae dia jahat padaku tapi ketahuilah di beberapa kesempatan dia selalu berlari ke arahku dan memperhatikanku. Kau tidak usah melakukan seperti apa yang Taehyung lakukan jika itu terlalu beresiko bagimu, aku hanya meminta padamu agar kau tersenyum dan menatapku saja disaat kita sedang berpapasan! Hah.. hanya itu.. apa kau tidak bisa? dan satu hal yang harus kau ketahui lagi, Satu-satunya yang menyakitiku selama ini bukanlah BANGTAN Sunbae melainkan dirimu sendiri Jung Kook! Secara tak sadar kau telah menyakitiku jauh hingga ke dalam hati.”

  Ucapku langsung menangis dan membuka pintu ini lalu keluar meninggalkannya sendiri di lab.

  “Hah.. kenapa ini begitu sangat membelenggu! kenapa aku seolah terpenjara di suatu keadaan yang sangat menyebalkan!”

  Tangisku terus menunduk dan berjalan keluar dari gedung sekolah.

  Di depan gerbang sekolah sangat terlihat jelas Kim Seok Jin telah menunggu Eun Mi sedari tadi.

  “Dimana dia? harusnya dia keluar dari 15 menit yang lalu.”

  Keluh Seok Jin terus menatap ke arah gedung sekolah. Lalu bibirnya perlahan tersenyum merekah setelah melihat Kang Eun Mi akhirnya muncul juga.

  “Eun Mi?!!”

  Teriak seseorang terdengar memanggilku di depan sana, ah tentu saja itu dia, Seok Jin Sunbae sudah menungguku dengan lambaian tangan yang ia arahkan untukku. Aku pun langsung menghapus air mataku dan tersenyum berlari ke arah mobilnya.

  “Oppa?!”

  Sapa Eun Mi dengan ceria.

  “Ayo naik.”

  Balas Seok Jin tersenyum, tak menunggu lama Eun Mi pun segera masuk ke dalam mobil Seok Jin.

  “Kau mau membawaku kemana sekarang?”
“Hey kita tidak sedang berkencan bukan? kita bertemu untuk membicarakan Nam Joon, kau ingat?”
“Aku tahu itu!.”

  Balas Eun Mi tersenyum.

  “Kau lapar?”

  Tanya Seok Jin Oppa dengan fokus menyetir.

  “Tidak.”
“Benarkah? ku perhatikan tadi kau tidak memakan makan siangmu.”
“Jadi kau memperhatikanku dari mejamu?”
“Isshh kau!”
“Benarkah itu?”
“Tidak lah!”

  Balasnya dengan muka masam.

  “Kita pergi ke cafe cokelat saja ya? aku lihat kau sedikit murung.”

  Usulnya menatapku.

  “Murung apanya! iya terserah kau saja.”

  Balasku langsung membuang muka.
Aneh, apa yang aku rasakan saat ini? kenapa hatiku terasa begitu sakit, saat aku mengambil nafas pun rasanya terasa ngilu sekali, fikiranku tak munafik terus tertuju pada Jung Kook.

  “Tidak.. tidak boleh begini! hmm.”

  Batin Eun Mi seraya mengelus dadanya dengan tatapan yang ia layangkan ke luar kaca jendela mobil di samping kanannya itu.
Seok Jin pun melirik ke arah Eun Mi dan ia kembali fokus pada jalanan.

[Cafe Cokelat | 07.01pm]

  “Aku sudah memesankan 1 batang cokelat juga Sandwich cokelat yang tak boleh kau lewatkan dan tidak lupa secangkir cokelat panas yang sangat enak untukmu.”

  Ucap Jin Oppa seraya membuka tas sekolahnya.

  “Seharusnya kau tidak usah repot-repot, aku kan sudah bilang bahwa aku tidak lapar.”
“Tutup mulutmu.”

  Balasnya lalu ia pun mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

  “Itu…”

  Ucapku terhenti setelah ia mengeluarkan Novel berjudul ‘Butterfly’ dari tasnya.

  “O.. ini novelmu kan? Aku memberitahu Taehyung bahwa kita akan bertemu dan ia menitipkan ini padaku. Maaf aku membuka plastiknya karena aku penasaran dengan novel ini yang katanya ceritanya bagus.”

Jelas Jin Oppa dengan meletakan novel itu dimeja.

  “Jadi kau membacanya?”
“Mmm..”

  Balasnya mengangguk, Aku pun tersenyum dan hanya melihat novel ini tanpa ingin menyentuhnya.

  “Ceritanya sangat menarik, aku baru membacanya sedikit namun aku seolah tak ingin berpisah dari alur cerita itu.”
“Jadi kau belum membacanya hingga akhir?”
“Tentu saja belum, aku tadi membacanya saat di kelas dan saat menunggumu.”
“Kalau begitu ambilah novel ini, selesaikan membacanya.”

  Ucapku seraya menyodorkan novel ini ke hadapannya.

  “Kek.. kenapa? aku pikir kau akan…”
“Aku tidak suka membaca novel.”
“Benarkah? Lalu kenapa kau membelinya?”
“Tidak suka untuk beberapa alasan hehe, jadi maukah kau lanjutkan membaca novel ini hingga selesai? nanti jika benar-benar ceritanya bagus kau bisa ceritakan padaku.”

  Balasku, Lalu Jin Oppa pun mengambil novel itu dan kembali memasukannya ke dalam tas.

  “Baiklah. Secara tidak langsung kau mengajakku untuk bertemu kembali suatu waktu?”
“Iya, tapi… jika kau sudah menyelesaikan membaca novel itu aku harap Oppa tidak mengembalikan novel itu padaku. Maksudku… simpan saja olehmu jangan kembalikan novel itu padaku dengan alasan apapun. Jika kau tidak ingin menyimpannya kau boleh membuangnya, pokoknya jangan dikembalikan padaku!”

  Tekanku.

  “Kenapa?”
“Anggap saja itu kenang-kenangan dariku.”
“Hey! memangnya kau mau kemana?”
“Indonesia!”
“Ah.. iya.”

  Balas Jin seketika langsung melunturkan senyumnya.

  “Pesanan anda tuan.”

  Pelayan Cafe ini pun datang dan memberikan pesanan Seok Jin Oppa, aku terdiam untuk beberapa saat seraya memegangi dadaku, Sakit ini kembali terasa, Mataku begitu terasa perih juga panas, sebenarnya apa yang terjadi padaku?

  Dan lagi Seok Jin melihat Eun Mi yang terus memukuli dadanya pelan.

  “Kang Eun Mi?”

  Tanya Jin Oppa membuyarkan lamunanku.

  “Ah.. ya?”
“Ayo dimakan.”
“Ah.. mmm, Terima Kasih Oppa.”

  Balasku segera mengambil cangkir yang berisi coklat panas.

  “Oh ya, Nam Joon. Kau bilang dia membawamu ke sebuah kamar yang tersembunyi di rumahnya dan disana ada seorang Nyonya begitu?”
“Mmm.. Soal itu, dia bukan hanya Nyonya tapi dia benar-benar Nyonya yang sangat cantik.”
“Nam Joon bilang itu ibunya?”
“Iya, terlihat sangat depresi. Hari ini Nam Joon Sunbae tidak masuk karena mengantar ibunya untuk pergi ke Psikiater.”

  Balasku seraya mencubit Sandwich coklat di hadapanku dan langsung memakannya dengan lahap.

  “Ini sangat enak.”

  Ucapku tersenyum.

  “Tadi aku ingat ada seseorang yang tidak ingin memakan apapun.”

  Ucap Seok Jin tak Eun Mi dengar.

  “Habiskan ya!”

  Pinta Seok Jin Oppa menirukan perkataanku saat kemarin.

  “Oppa?”
“Hmm?”
“Kenapa kau sangat terkejut saat aku mengatakan ibu Nam Joon Sunbae? dan kau bilang bahwa Nam Joon Sunbae tidak memiliki ibu?!.”
“Hmm.. itu memang benar, selama ini diantara kami tidak ada yang tahu siapa ibu Nam Joon. Nam Joon pun tidak pernah ingin membahasnya, aku pikir dia tinggal sendirian di Seoul.”
“Bagaimana bisa begitu? ayahnya kemana?”
“Sudah ku bilang kan Grup BANGTAN itu hanyalah sekumpulan anak-anak yang kurang kasih sayang dari keluarganya haha.. Nam Joon di telantarkan begitu saja tanpa aku tahu alasannya apa, Nam Joon sangat tertutup soal keluarganya. Tapi percayalah uang yang ayahnya kirim ke nomor rekening Nam Joon selalu mengalir deras.”
“Tapi bukan itu yang Nam Joon Sunbae butuhkan, dia benar-benar membutuhkan sosok keluarga yang harus membimbingnya. Kau tahu? saat kemarin ibunya menyuruh Nam Joon Sunbae untuk tidak kasar lagi seketika Nam Joon Sunbae langsung takluk. Wajah Sangarnya hilang dihadapanku dengan cepat.”
“Tahu apa kau tentang keluarga hah? kau memiliki keluarga kaya juga utuh. Mana mungkin kau merasakan apa yang kami rasakan! Kau saja yang terlalu bebal hingga berpura-pura miskin demi si Culun itu!”
“Hey Oppa! kau bukan Member BANGTAN! Kim Seok Jin!! Ingat?”
“Ah iya, Maafkan aku.”
“Kembali ke Nam Joon Sunbae. Jadi selama ini kalian benar-benar tidak pernah tahu siapa ibunya?”
“Sama sekali tidak. Tapi terkadang disaat kami bermain kerumahnya dan membuat kegaduhan dia langsung membentak kami untuk diam. Aku pikir dia hanya sedang tidak mood saja.”
“Mungkin selama ini ibunya ada dan dia tidak ingin ibunya terganggu oleh kalian.”
“Mungkin juga begitu. Tapi kenapa dia harus menyembunyikan masalah ini dari BANGTAN?”
“Karena kalian hanyalah sekumpulan anak-anak yang sama-sama kurang perhatian, kalian tidak bisa mengendalikan situasi. Jika kalian bisa saling menghibur satu sama lain mungkin Grup BANGTAN tidak akan pernah mendapat julukan ‘Si Pembully dari Seoul’. Kalian bertingkah seolah tidak ada cara lagi untuk mengaburkan sesuatu kenyataan yang terjadi.”
“Hehe.. apa ada kemungkinan lain?”

  Balasnya terkekeh.

  “Ada.”

  Jawabku sinis.

  “Mungkin Dia akan menangis jika kalian tahu tentang ibunya, dia pasti akan menduga kalian akan bertanya semakin dalam tentang ibunya. Mungkin Nam Joon Sunbae tidak ingin mengingat masalah di dalam keluarganya, jadi dia lebih memilih bungkam dan membully orang-orang di sekolah untuk mengalihkan memori buruknya.”

  Sambungku seraya memakan satu potong cokelat.

  “Tidak heran Jung Kook begitu sulit menjauh darimu, kau benar-benar pribadi yang sangat dibutuhkan untuk seseorang yang kurang perhatian.”

  Balas Seok Jin Oppa tersenyum seketika aku terdiam kembali mengingat Jung Kook.

  “Kau mengira Jung Kook sulit menjauh dariku? Pada kenyataannya kini aku dan dia seolah berpijak di bumi yang berbeda. Aku sangat merasa jauh, Jauh teramat jauh darinya. Aku begitu merindukannya.”

  Batin Eun Mi dengan mata yang memerah, Eun Mi pun langsung menunduk dan memakan batangan cokelat di piringnya dengan lahap hingga mulutnya terjejali penuh.

  “Eun Mi? pelan-pelan..!”

  Ucap Seok Jin namun Eun Mi hanya terkekeh dan terus memasukan cokelat ke dalam mulutnya hingga air matanya pun terjatuh.

  “Kang Eun Mi? kau…”

  Ucap Seok Jin Oppa yang menyadari dengan keadaanku yang kurang baik, Aku pun langsung berdiri dan berlari ke arah toilet cafe ini.

[Toilet Wanita]

  Aku menatap diriku yang sedang berdiri tegap di cermin.

  “Siapa kau hah?! Kenapa kau begitu lemah? Kau bukanlah Kang Eun Mi! Kang Eun Mi tidak pernah menjatuhkan air matanya sedikit pun! bahkan jika dia terjatuh dan mendapat luka jahit di lututnya! Kau bukanlah Eun Mi!!!”

  Ucapku berbicara sendiri menatap cermin seraya menunjuk-nunjuk bayanganku yang terlihat menyedihkan.

  “Tentu kau bukanlah Kang Eun Mi hahaha.. Kau adalah seseorang yang tengah kehilangan sahabatnya. Hahaha Sahabat? Hahaha..”

  Tambah Eun Mi kembali menangis dengan tawa yang ia buat-buat di depan cermin.

  Beberapa menit berlalu Eun Mi pun segera keluar dari Toilet dan ia terkejut seketika setelah melihat Kim Seok Jin tengah menunggunya di luar pintu toilet wanita.

  “O.. Oppa, kau mengejutkanku saja.”
“Kau baik-baik saja?”
“Ah.. mmm tentu, memang aku kenapa?”
“Kau menangis, aku lihat itu dan.. sudah beberapa kali aku kedapatan melihatmu terus memukuli dadamu.”
“Hahaha, Yeah! berarti rencanaku berhasil.”
“Rencanamu?”
“Ya, Ayo kita pulang.”

  Balas Eun Mi tersenyum segera meninggalkan cafe cokelat itu segera Seok Jin pun berjalan mengikutinya dari belakang.

“Rencana apa maksudmu hah?”
“Aku berpura-pura menangis.”
“Benarkah? Kenapa?”
“Karena aku ragu dengan kebaikanmu! Yoon Gi Sunbae berbicara yang tidak-tidak padaku tadi siang. Dia bilang kau juga Nam Joon Sunbae hanya berpura-pura baik agar aku pergi dengan tenang saat ke Indonesia nanti.”
“Dan kau percaya itu? Konyol sekali.”

  Balas Seok Ji terus mengikuti Eun Mi yang berjalan cepat di depannya.

  “Aku tiak percaya lagi perkataannya setelah melihat Oppa begitu khawatir hingga mengejar bahkan menungguku di depan pintu toilet. Terima Kasih Oppa karena kau telah memperlihatkan sifat aslimu yang begitu baik.”

  Jawab Eun Mi terus berjalan tanpa menoleh, Seok Jin pun mengerutkan dahinya.

  “Sungguh kau tidak apa?”
“Tentu saja.”
“Kau tidak menangis?”
“Tidak.”
“Benarkah?”
“Iya benar…”

  Jawab Eun Mi sontak Seok Jin langsung menarik pundak kanan Eun Mi hingga tubuhnya berbalik dan terhentak ke arah dada Seok Jin.

  “Oppa?…”

  Ucapku sangat terkejut akan perlakuannya yang mendadak.

  “Menangislah lagi jika kau tak mampu menahannya.”
“Oppa aku sungguh baik-baik saja.”
“Tolong jangan berpura-pura bahwa kau sedang berada dalam keadaan baik. Karena aku begitu bisa merasakan apa yang akhir-akhir ini membuat tidurmu tak nyaman. Tolong jangan sembunyikan apapun dariku, menangislah jika kau menganggapku ada.”

  Ucap Seok Jin Oppa seketika membuatku kembali menangis di pelukannya yang hangat untuk kedua kalinya.

  “Melihatnya saja membuatku begitu terluka, Hatiku… entah sampai kapan akan kuat menahannya, Hatiku terlalu sakit. Teramat sakit. Aku tak sanggup seakan jantung ini ingin sekali ku cabut dan ku hempaskan ke hadapannya. Ahhh… hah.. mmmmhh.. hah hah..”

  Isak tangis Eun Mi kembali membuat hati Seok Jin seolah terebut perhatiannya.

[Di Dalam Mobil Kim Seok Jin | 08.12pm]

  Aku menatap wajah Seok Jin Oppa, Aku tersenyum meski wajahnya terlihat murung padaku.

  “Kau kasihan melihatku?”
“Tidak pernah.”
“Lalu?”
“Sukailah aku.”
“Apa?”
“Kang Eun Mi? Kau harus menyukaiku dan aku akan pastikan membuatmu melupakannya.”

  Sambung Seok Jin Oppa menatapku dengan penuh keyakinan.

[Asrama Puteri]

  Aku pun telah sampai di sekolah, Seok Jin Oppa mengantarku hingga ke depan gerbang sekolah.

  “Kau…”

  Ucapnya terhenti setelah melihatku turun dari mobilnya.

  “Ah.. tidak, lupakan perkataanku tadi, Aku… aku hanya berusaha menghiburmu.”
“Mmm… Baiklah, Terima kasih untuk hari ini Oppa, cepat pulanglah dan berhati-hatilah.”

  Balasku tersenyum lalu segera berbalik melangkah untuk masuk ke dalam gerbang. Aku mengusap dadaku lagi yang kembali terasa sakit.

  Deuugg…

  Langkah ini seketika terhenti dengan mata membulat sempurna setelah ku rasakan seseorang memelukku dari belakang.

  “Dimana pun kita berada tetaplah seperti ini. Aku dan dirimu. Kim Seok Jin yang begitu tertarik dengan Kang Eun Mi.”

  Ucap Seok Jin Sunbae saat aku sudah berada di area sekolah.

  Taehyung juga Jung Kook pun terdiam melihat pemandangan yang sangat mengejutkan mereka itu.

Lalu…

  Besok.. Saat itu ternyata tiba juga, Mungkin benar aku akan meninggalkan Korea dengan perasaan yang sangat tenang. Beberapa hari belakangan ini aku sering menghabiskan waktuku di Rumah Sakit dimana Ibu Nam Joon Sunbae tengah di rawat, aku senang kehadiranku membuat penyembuhan Dokter sedikit terbantu, Kim Seok Jin juga Kim Nam Joon Sunbae-nim… mereka benar-benar telah berubah. Meskipun terkadang sifat kasarnya masih terlihat jelas namun 1 yang aku khawatirkan saat ini. Min Yoon Gi.. dia seperti sedang merencanakan sesuatu untukku.

[Halaman Belakang Sekolah | Jam Makan Siang]

  “Ini…”

  Ucap Nam Joon Sunbae seraya menyodorkan sebuah cd padaku. Sementara ini aku hanya melihatnya tanpa mengambilnya.

  “Ini adalah cd yang berisi Video mu itu. Ambillah jika kau sangat…”
“Simpan saja. Aku tidak menginginkannya lagi.”
“Apa?”
“Aku tidak perduli jika kalian menyebarkan Video itu. Toh kalian juga akan kena juga hehe..”
“Hah.. Taehyung Bocah siala* itu membuatku kerepotan selama ini, perlahan dia mengobrak-abrik file kami. Dia perlahan menghapus semua Video itu di komputer, laptop hingga ponsel kami. tak ada lagi video itu pada member BANGTAN, hanya ini yang tersisa. Jadi ambilah sebelum aku merubah pikiran dan menyebarkannya suatu waktu.”

  Jelas Nam Joon Sunbae. Aku pun tersenyum dan segera berdiri dari bangku taman ini.

  “Besok aku pergi untuk pertukaran pelajar itu. Tolong temani Nyonya Cantik selama aku tak ada dan katakan aku akan segera menemuinya kembali.”

  Balasku segera pergi meninggalkan Nam Joon Sunbae.

  Kim Nam Joon pun terdiam menatap cd itu. Ia langsung menjatuhkan cd-nya dan menginjak hingga cd itu menjadi beberapa potongan kecil.

  “Jaga dirimu baik-baik Eun Mi Dongsaeng.”

  Ucap Nam Joon pelan dengan tersenyum ke arah cd yang telah hancur.

  Sementara itu Eun Mi kini terlihat sedang berdiri dengan membalas tatapan Seok Jin yang saat ini tengah menatapnya.

  “Sunbae-nim?”

  Ucapku lalu Seok Jin Sunbae pun langsung pergi seolah aku harus mengikutinya, Aku pun segera berjalan di belakangnya.
Beberapa anak tangga telah aku lewati hingga akhirnya Jin Sunbae membawaku ke atap gedung sekolah.

  “Besok kau pergi ya?”

  Tanyanya dengan memunggungiku, Kedua tangannya ia masukan ke dalam kantung celananya.

  “Mmm.. Sunbae-nim.”

  Balasku seketika ia menoleh ke arahku.

  “Panggil aku Oppa!.”
“Ya.. ya.. ya..”

  Balasku menggodanya, ia pun tersenyum, aku pum berjalan ke samping kirinya.

  “Mungkin 6 bulan kemudian saat kau pulang kembali ke sekolah ini aku juga kelas 3 lainnya sudah tidak ada karena sibuk mengurusi Universitas. Kami semua sudah lulus dan kita tidak akan bisa bertemu sesering ini.”
“Tapi aku akan menghubungimu untuk mentraktirku Sandwich cokelat lagi.”
“Mm.. tentu saja kau harus menghubungiku jika kembali nanti, dan aku akan pastikan akan ada Kim Seok Jin yang keren disini. Kim Seok Jin yang takkan pernah membully orang lain setelah di universitas nanti, Kim Seok Jin yang akan pecicilan dan menaiki meja lalu bernyanyi dan tertawa bersama teman-temannya yang banyak hahaha..”

  Ucapnya seketika membuatku ikut tertawa.

  “Kim Seok Jin yang akan membuat keributan seperti tawa bersama teman-temannya di kantin untuk membuang rasa sepinya, Kim Seok Jin yang akan terus mentraktir teman-temannya agar mereka tidak meninggalkanku.”
“Ah.. Ah jangan! itu yang tidak boleh! Mentraktir teman-temanmu setiap hari. Sangat tidak boleh, sesekali boleh tapi jika setiap hari mereka akan memanfaatkanmu. Jangan pernah mencoba mencari teman dengan Uangmu ya? ingat itu!”

  Balasku sangat khawatir.

  “Aku mengerti.”

  Balasnya tersenyum.

  “Dan Eun Mi?”
“Ya?”
“Kau tidak boleh menangis lagi seperti apa yang aku lihat belakangan ini. Karena kedua matamu boleh mengeluarkan air matanya hanya untuk 2 hal. Hal pertama saat kau merasa terharu dan Hal Kedua saat matamu kemasukan debu.”
“Hehe..”

  Ucapnya membuatku terkekeh dengan menunduk.

  Seok Jin pun tersenyum karenanya.

  “Aku akan mengingat semua perkataanmu dan menagih janjimu setelah aku kembali nanti. Terima Kasih Jin Oppa. Terima kasih.”

  Ucap Eun Mi langsung memeluk Seok Jin erat.

  “Dan mulai saat ini akan ada Kim Seok Jin yang sabar menunggu dirimu untuk menerima perasaanku.”

  Batin Seok Jin langsung melepas pelukan Eun Mi dengan kasar.

  “Ayo cepat kita kembali ke kelas.”

  Ajaknya langsung meninggalkanku.

  “Tunggu aku Oppa!”

  Teriakku segera mengejarnya dan meraih tangannya.

  “Heh! Lepaskan aku!”
“Kenapa kau mulai sinis lagi?”
“Aku kan Kim Seok Jin Member BANGTAN.”
“Ih Oppa!”
“Yang tidak akan pernah kasar dan menindas orang lain lagi.”

  Tambah Seok Jin tersenyum.

  Lalu…

  Waktu telah menunjukan pukul 06.12 Petang, Aku saat ini tengah sibuk membereskan beberapa barang-barangku di kamar asrama bersama Taehyung.

  “Ambilkan aku kotak lagi Tae.”
“Oke.”

  Jawab Taehyung segera meninggalkan kamar Eun Mi.

  Tak memakan waktu lama aku rasa Taehyung sudah kembali, YA aku mendengar seseorang masuk ke dalam kamarku.

  “Ada?”

  Tanyaku namun dia tak menjawabnya.

  “Taehyung?!”

  Tambahku lagi namun dia tetap diam.

  “Miss Right? aku mengambil 3 kardus sekalian di dalam gudang.”

  Ucap Taehyung terdengar dari luar kamarku.

  “O.. Jeon Jung Kook?”

  Ucap Taehyung terkejut saat ia baru masuk ke dalam kamar Eun Mi yang terbuka sontak Kang Eun Mi pun menoleh ke belakang dan menatap Jung Kook dengan rasa kesal.

  “Kang Eun Mi?”
“Sedang apa kau disini?”
“Aku..”
“Pergilah!”
“Aku mohon maafkan aku.”
“Aku bilang pergi!”

  Teriak Eun Mi keras.

  “Wowowow! Miss Right? kau tidak boleh berteriak seperti itu padanya.”

  Ucap Taehyung langsung masuk dan menjauhkan Jung Kook yang saat ini tengah duduk di belakangku.

  “Biarkan saja Taehyung, aku pantas mendapatkannya.”
“Tentu kau pantas mendapatkan ini! ketika semua orang sibuk dengan kata-kata manisnya padaku yang akan segera pergi lalu bagaimana denganmu? aku sungguh tidak mengerti apa yang ada dipikiranmu saat ini Jung Kook!”
“Aku minta maaf, Sungguh maafkan aku.”
“Hah.. tentu aku memaafkanmu! tentu. Jadi sekarang kau bisa pergi!”
“Eun Mi.. jangan seperti ini.”

  Tangis Jung Kook teramat menyesal ku lihat. Hati ini sungguh merasa tak tega. Pada dasarnya dia begini karena ingin melindungiku dari BANGTAN Sunbae.

  “Bawa aku ke bangunan permohonan sekarang!”

  Pintaku seketika Jung Kook mengangkat wajahnya dan menatapku dalam.

  “Kalian mau kemana? ini sudah petang!”

  Sambar Taehyung khawatir.

  Lalu…

  Akhirnya aku juga Jung Kook pun telah sampai di bangunan permohonan ini.

  “Ayo masuk!”

  Ucapku pada Jung Kook tentu ia mengikutiku dari belakang, bangunan ini terlihat agak gelap meskipun beberapa lampu terlihat menyala di dalam.

  Sesampainya di dalam bangunan tua bekas gedung latihan balet ini pun aku langsung memejamkan mataku dan mengucapkan suatu permohonan di dalam hati.

  Sementara itu Jung Kook terlihat sedih menatap Eun Mi yang sedang memejamkan matanya itu.

  Perlahan aku membuka mataku berharap semua do’a ku terwujud. aku menatap sekelilingku yang dipenuhi cermin memantulkan bayangan kami berdua disana.

  “Kau bilang apapun yang kita inginkan disini suatu waktu akan terkabul kan?”
“Mmm..”
“Kau tahu apa yang baru saja aku minta pada bangunan permohonan ini?”

  Tanyaku menatap Jung Kook yang kebingungan.

  “Aku meminta untuk tidak pernah melihatmu lagi!”

  Tegas Eun Mi dengan mata yang memerah seketika langsung membuat Jung Kook menitihkan air matanya.

  “Ap… apa yang kau katakan? Eun Mi… it.. itu.. itu tidak boleh! Eun Mi…”

  Rengeknya langsung membuatku beranjak dari bangunan ini. Ia langsung memelukku dari belakang sangat erat. Perutku kini terlingkar oleh kedua tangannya Jung Kook menangis, menempatkan wajahnya di pundak kiriku.

  “Buat permintaan lagi! buatlah! permohonan tulus untuk membatalkan keinginanmu barusan. Aku mohon.”
“Jeon Jung Kook lepaskan aku!”
“Aku mohon Eun Mi aah.. Aku Mohon…”

  Rengeknya teramat memancing air mataku.

  “Apa pedulimu hah!”

  Teriak Eun Mi menghempaskan tangan Jung Kook yang kuat memeluknya, Eun Ki berbalik dengan wajahnya yang telah dialiri air mata.

  “Apa kau peduli saat aku mengatakan agar tidak melihatmu lagi? Hah.. kau tahu secara logikanya kita tidak akan pernah bertemu lagi mengingat besok aku akan pergi untuk pertukaran pelajar itu ke Indonesia?! tenang saja. Kau sekarang akan lebih leluasa bersama Hye Ra.”
“Eun Mi.. aku bersumpah demi nyawaku sendiri.. aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku ingin melindungimu. Maaf aku telah menjadi pengecut.. hah. jangan katakan itu Eun Mi.. Kau sudah berjanji untuk meluangkan waktumu 7 Hari penuh bersamaku nanti. Apa kau akan mengingkarinya? hah.. heuuuh..”

  Isak tangisnya hingga ia terlutut di lantai yang kotor ini, Sungguh bukan ini yang kuharapkan, Aku pun langsung ikut terlutut dihadapannya.

  “Kau takut aku akan meninggalkanmu?”

  Tanyaku dengan terus menangis, Ia pun hanya mengangguk dengan isakan yang begitu memukulku.

  “Kalau begitu kau tidak boleh menjauh lagi dariku!”
“Aku bersumpah. Tak peduli apapun yang akan BANGTAN Sunbae lakukan aku takkan pernah takut. Aku juga janji untuk menjauhi Hye Ra.”

  Balasnya terisak.

  “Tunggu aku kembali ya? hah.. Berjanjilah untuk tetap baik-baik saja selama aku tidak berada di sini ya?”

  Ucapku sedikit khawatir.

  “Selama 6 bulan kau akan pergi… ke se… sekolah yang ada di… in.. Indonesia mungkinkah aku bisa menghadapi mer.. mereka?”

  Ucapnya terus menunduk dengan segera aku memukul kepala Jung Kook.

  “Bodoh! katanya kau tidak akan takut lagi! Pertukaran pelajar ini sebentar, jangan katakan kau tidak berani menghadapi BANGTAN Sunbae selama aku tak ada! Lawan Mereka! Jika kau dibentak, bentak kembali mereka, jika kau di pukul, menghindarlah! jangan malu untuk meminta tolong dan melaporkan pada guru juga polisi! hubungi aku! KAU INI PRIA, JEON JUNG KOOK! KAU INI PINTAR! JANGAN LEMAH! HADAPI MEREKA DENGAN KEBERANIANMU!!!”

  Bentakku sedikit kasar, lalu Jung Kook pun menundukan kepalanya dan menangis.

  “Jeon Jung Kook? Ah.. Jung Kook.. Ma.. Maafkan aku..”

  Sesalku segera mengusap punggungnya.

  “Aku bersumpah akan baik-baik saja tanpamu Eun Mi, berjanjilah untuk segera kembali”

  Ucapnya menangis langsung memelukku erat.

  “Aku janji dengan nyawaku dan kau! bersumpahlah agar tetap Sehat dan bugar juga senyuman yang lebar untukku saat aku kembali nanti. Ubahlah gaya rambutmu yang selalu berponi ini oke? hehehe, Sekali-kali angkat ke atas ya? hehe”

  Pintaku membalas pelukannya dengan candaan yang tak bisa menyembunyikan isakan tangisku.

  “Aku janji dengan nyawaku Eun Mi.”

  Ucapnya terus terisak.

  Waktu sudah menunjukan pukul 11 Malam, Saat ini aku berada di kamarku, Tepatnya kamar di Rumahku.
Saat aku kembali bersama Jung Kook ke asrama, aku menunggunya untuk masuk ke dalam kamarnya. Aku pastikan dia sudah tidur dan segera aku langsung pergi meninggalkan asrama ini untuk 6 Bulan kedepan.

#Flashback (Perjalanan menuju Asrama)

  “Kau tidak lelah berjalan kaki seperti ini?”

  Tanyaku pada Jung Kook yang terus menggandeng tanganku.

  “Tidak. Apa Eun Mi lelah?”

  Balasnya tersenyum dengan mata sembab. Lalu ia pun melepas genggamannya dan segera menyuguhkan punggungnya di hadapanku.

  “Ayo naiklah, aku akan menggendong Eun Mi.”
“Ah.. tidak usah begini.”
“Aku memaksa…”

  Ucapnya aku pun tersenyum dan segera menaiki punggungnya.

  “Jangan menangis lagi ya?”

  Ucapku langsung mengusap kepalanya berulang-ulang. Aku melakukan seperti apa yang pernah ia lakukan padaku ketika aku menginap dirumahnya beberapa waktu lalu. Ia bilang seseorang akan merasa tenang ketika ada orang lain yang mengusap kepalanya seperti ibunya yang selalu melakukan ini padanya.

  “Cepatlah kembali Eun Mi!.”

  Ucapnya sedih.

  “Tentu, kita kan sudah ada janji untuk menghabiskan waktu selama 24 Jam dalam 7 Hari penuh bukan? menabunglah oke?! Kita pergi ke Gwangju. Kita liburan disana.”
“Baik. Aku akan menyimpan semua uang bekal sekolahku untuk di tabung nanti.”
“Bagus. Semakin banyak uang terkumpul semakin tenang kita nantinya haha..”

  Balasku tertawa, Jung Kook pun tersenyum karenanya.

  “Lalu besok jam berapa Eun Mi berangkat ke bandara?”
“Mmm.. Jam 2 Siang.”
“Aku akan ikut mengantarmu ke bandara.”
“Tidak usah! kau kan harus sekolah.”
“Tak apa bolos 1 hari.”
“Terserah kau saja.”

  Balas Eun Mi dengan meletakan dagunya di pundak kiri Jung Kook seraya terus mengelus kepala Jung Kook.

#FlashbackOFF

  “Sebenarnya aku akan berangkat jam 9 Pagi, tapi aku tidak ingin menangis karena meninggalkanmu besok. Maaf Jung Kook sudah berbohong. Aku takut akan mengurungkan niatku jika melihatmu menangis.”

  Ucapku pelan dengan perasaan tak karuan.

[Ke’esokan Harinya | Sekolah ‘08.45am’]

  “Hari ini si Pembela kebenaran itu pergi ya?”

  Tanya Ho Seok menatap Yoon Gi.

  “Apa peduliku.”

  Balas Yoon Gi, Seok Jin pun terlihat tak tenanh dengan kedua kakinya yang tak mau diam.

  “Kau tidak mengantar kekasihmu ke bandara hah? hahaha”

  Sambar Jimin mengejek Seok Jin.

  “Jika kau ingin pergi, pergi saja susul dia.”

  Tambah Nam Joon.

  “Kalian ini bicara apa?!”

  Jawab Seok Jin langsung menenggelamkan wajahnya di atas meja dan menutup kepalanya dengan buku tebal.

  “Padahal dalam hatinya dia pasti ingin menyusul ke bandara, apa benar dia jatuh cinta dengan si Pembela kebenaran itu?”
“Jangan bicara terus, aku pusing!”

  Balas Nam Joon menendang Jimin.

  “Hey! kau kenapa hah?”

  Jawab Jimin kesal.

  Sementara itu…

[Bandara]

  “Sayang? sebentar lagi kita akan berangkat, kau duduk dulu disana ibu akan membelikanmu kopi.”
“Mmm..”

  Jawab Eun Mi tersenyum seraya berjalan ke arah kursi untuk menunggu penerbangannya.

  Aku langsung mematung setelah melihat seseorang yang tengah duduk di arah depan sana. Dia.. Dia disini.

  “Jeon Jung Kook?”

  Ucapku terkejut, ia pun segera berdiri dan berjalan menghampiriku.

  “Kau pikir aku akan percaya begitu saja?”

  Ucapnya tersenyum seketika aku langsung memeluknya dengan erat.

  “Jung Kook..”
“Jangan bersedih. hanya 6 Bulan kan?”

  Ucapnya langsung melepas pelukanku.

  “Kau keras kepala sekali ya?! Sejak kapan kau ada disini?”
“Tadi pagi, aku tidak ingin kau meninggalkanku tanpa ucapan perpisahan sama sekali.”
“Kau membuatku kesulitan untuk meninggalkan Korea.”
“Jika begitu cepatlah pulang.”

  Balasnya dengan mata berkaca-kaca. Aku pun kembali memeluknya dengan erat.

  “Aku akan mengatakan sesuatu sebelum aku pergi dan tolong dengarkan ini baik-baik agar kau bisa menjaga dirimu dengan hati-hati nantinya.”
“Katakanlah.”
“Aku menyukaimu Jeon Jung Kook.”

  Ucapku seketika ia terdiam.

  “Kau mendengarku tidak?”
“Ah?”

  Balasnya membuatku melepas pelukan ini.

  “Aku menyukaimu jadi tolong jangan dekat-dekat dengan Lee Hye Ra atau gadis mana pun! karena aku pasti akan merasa tidak enak hati lalu cemburu berangsur marah padamu! Mengerti?”
“Eun Mi…”

  Jawabnya terus menatapku.

  “Ayo kita berangkat Eun Mi.”

  Ucap Ibu terlihat datang bersama kedua guruku yang baru saja tiba.

  “O? Dia temanmu? kau tidak masuk sekolah?”

  Tanya Ibu pada Jung Kook yang memakai seragam sekolah.

  “Dia mengucapkan salam perpisahan bu.”

  Balasku tersenyum.

  “Baiklah, Terima kasih sudah menemui Eun Mi disini, kami akan berangkat sekarang.”

  Ucap Ibu membuat mata Jung Kook kembali memerah.

  “Kembalilah ke sekolah Nak.”

  Tambah Guru di sekolah kami. Aku pun langsung melepas syal yang melingkar di leherku ini dan memakaikannya pada leher Jung Kook.

  “Sana pulanglah! jika kau merindukan aku kenakan ini ya. Anggap aku sedang memelukmu hehehe..”

  Ucapku setelah mengenakan syal berwarna biru tua ini di leher Jung Kook.

  “Ayo Eun Mi, nanti kita terlambat. Nak kembalilah sekarang ke sekolah.”

  Ucap Ibuku seketika aku pun langsung menginjak kaki Jung Kook dan tersenyum lalu pergi meninggalkannya.

  “Pulang sana!!!”

  Teriakku seraya melambaikan tangan ke arahnya.

  “Eun Mi… Hati-hati!!! Tolong selalu berikan kabarmu pada Taehyung!”

  Teriak Jung Kook dengan hidung yang memerah, saat ini tanpa ia sadari kedua matanya tengah mengeluarkan air mata dengan derasnya.

  “Aku juga menyukaimu Eun Mi. Tolong Cepatlah kembali..”

  Ucap Jung Kook pelan seraya memegangi syal milik Eun Mi yang memeluk hangat lehernya saat ini.

[Sekolah | Jam Makan Siang]

  Jung Kook terlihat diam saja sendirian di meja kantinnya sementara Min Yoon Gi terus mengarahkan tatapan tajam ke arah Jung Kook.

  “Lalu siapa yang akan melindungimu untuk 6 Bulan kedepan ini? Aku akan terus bergerak tanpa mengganggu yang lainnya.”

  Batin Yoon Gi tersenyum sinis.
Lalu ponsel Yoon Gi pun bergetar, segera Yoon Gi melihat ponselnya itu. Ia membulatkan matanya setelah menerima pesan dari seseorang, dengan menatap ke arah Member BANGTAN perlahan Yoon Gi membuka pesannya itu secara diam-diam.

  “Dia semakin menjauhiku. Apa yang harus aku lakukan?”

  Isi pesan yang terbaca dari pengirim bernama Hye Ra Lee.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: