HEADLINE NEWS

24/7=Heaven : I’ll Protect You ( Chapter – 18 )

CerpenTitle : 24/7=Heaven : I’ll Protect You!
Genre : School Life, Friendship
Rating : PG 13+
Author : Alda Nugraha
Length : Chaptered || #Chapter18
Cast :
*Kang Eun Mi (You)
*Jeon Jung Kook (Member of 방탄소년단)
*Kim Taehyung (Member of 방탄소년단)
*All Member 방탄소년단
*Kim Soo Yi (Fiction)

  Sementara itu Yoon Starla pun berjalan ke arah dimana Jung Kook sedang menikmati makanannya.

  “Ah aku sangat merasa kesepian sekarang.”

  Ujar Starla seraya memakan makanannya, Jung Kook pun hanya tersenyum seraya menunduk.

  “Aisshhh.. ternyata saat tersenyum kau manis juga ya, Pantas saja Eun Mi begitu menyukaimu.”

  Tambah Starla lagi namun Jung Kook hanya tersenyum seraya memakan makanannya lalu Taehyung pun datang dan duduk di meja Jung Kook juga Starla.

  “Mau apa kau kesini hah?”

  Tanya Starla sinis.

  “Gadis Cantik, kenapa kau masih saja galak padaku? Miss Right saja sudah memaafkanku. Oh ya, Jung Kook? tadi kau pergi ke bandara?”
“Iya, Kang Eun Mi pergi bersama ibu juga kedua guru dari sekolah.”
“Mmm.. ah.. syal itu.. aku mengenalnya. Itu pasti pemberian Miss Right kan?”

  Balas Taehyung segera Jung Kook pun menyentuh Syal berwarna biru itu dan mengusapnya pelan dengan senyuman terukir di bibirnya.

  “Eun Mi juga memberikanku ini kemarin.”

  Tambah Starla seraya memperlihatkan gantungan lucu yang telah terpasang di smartphone-nya.

  “Ah curang sekali, kenapa Miss Right memberikan kalian sesuatu sedangkan padaku dia tidak memberikan benda kenangan sama sekali.”
“Benarkah?”
“Bahkan Jin Hyung saja diberikan sesuatu juga.”

  Jawab Taehyung cemberut, seketika Jung Kook berhenti mengunyah dan menatap Taehyung penasaran.

  “Memang apa yang Eun Mi berikan pada Jin Sunbae?”
“Ah itu, Novel Butterfly yang saat itu pernah di lemparkan padaku.”
“Benarkah? Huwaahh ada apa ini? Ku dengar Seok Jin Sunbae menyukai Eun Mi apa benar?”
“Tidak hanya Jin Hyung, menurutku Nam Joon Hyung juga menyukai Miss Right.”

  Jelas Taehyung seketika Jung Kook pun langsung berhenti memakan makanannya dan langsung beranjak dari tempat duduknya.

  “Hey Jeon Jung Kook? kau mau kemana? Habiskan makan siangmu!”

  Teriak Taehyung.

  “Aku sudah kenyang.”

  Jawab Jung Kook seraya pergi dengan membawa alas makannya yang tak habis.

  “Isshh anak ini!”

  Gumam Taehyung kesal.

  Lalu…

[Kediaman Kim Nam Joon | 08.12pm]

  Terlihat semua member tengah berkumpul di ruang tengah, Kecuali Nam Joon Si Leader Grup BANGTAN yang lebih memilih diam di kamar ibunya.

  “Ini sudah larut, aku izin untuk pulang sekarang, Salamkan pada Nam Joon Hyung ya?”

  Ujar Taehyung segera berdiri dan bergegas pergi.

  “Aneh sekali, ini masih siang bukan? tidak biasanya kau pulang jam segini!”

  Sambar Jimin.

  “Aku juga pamit pulang sekarang, kalian tidak keberatan kan?”

  Tambah Jin ikut berdiri seketika Yoon Gi pun menatap Jin heran.

  “Apa kalian akan berkencan hah?”

  Jawab Ho Seok.

  “Ide bagus, Taehyung? kau kan tidak membawa mobil, sebaiknya kau ikut ke mobilku, akan ku antar kau pulang.”

  Ucap Seok Jin flat segera berjalan melewati Taehyung.

  “Ah.. Hyung.. Tidak usah repot-repot.”

  Balas Taehyung segera berjalan mengikuti Hyung-nya itu keluar dari rumah megah itu.

  Seok Jin pun segera masuk ke dalam mobilnya dan segera menyalakan mesin mobil miliknya itu.

  “Hyung… kau tidak…”
“Cepatlah naik!”

  Perintah Seok Jin, Mau tak mau Taehyung pun naik ke dalam mobil itu lalu Seok Jin pun melajukan mobilnya.

  “Kau cemas kan? Aku tahu sebenarnya selama ini kau selalu pulang ke asrama bukan ke rumahmu, bahkan aku juga tahu bahwa selama ini kau lah yang selalu menggagalkan semua rencana kecil yang di buat Jimin juga Ho Seok untuk Eun Mi.”

  Ucap Seok Jin sontak membuat Taehyung terkejut.

  “Mm Hyung…”
“Sebenarnya apa hubungan kalian berdua?”
“Tid.. tidak begitu Hyung..”
“Katakan saja, Bukankah kau sudah mempercayaiku?”

  Jawab Seok Jin dengan fokus menyetir.

  “Sebenarnya aku dan Miss Right di besarkan bersama di San Fransisco, Mungkin saat itu kami berumur 6 Tahun. Direktur Kang mempercayakan Miss Right pada ayahku hingga Miss Right duduk di kelas 5 Sekolah Dasar.”
“Jadi Eun Mi tinggal dirumah mu? apa kalian bersaudara?”
“Tidak, Ayahku juga Direktur Kang adalah sahabat sekaligus rekanan kerja namun saat Direktur Kang mempercayakan Miss Right pada ayahku sepertinya ada masalah serius saat itu. Mengenai hubungannya dengan istri terdahulunya.”

  Jelas Taehyung seketika membuat keadaan hening.

  “Sebenarnya Nyonya Kang yang dulu sebelum menikah memiliki nama Baek Soo Ri ini bukanlah ibu kandung Miss Right. Nyonya Kang adalah ibu tiri Miss Right. Tapi bukan hanya aku dan ayahku yang tidak mengetahui siapa ibu kandung dari Miss Right bahkan menurutku Miss Right sendiri juga tidak mengetahui siapa wanita yang telah melahirkannya. Hanya Direktur Kang lah yang tahu.”
“Jadi maksudmu Kang Eun Mi tidak tahu semua ini? Bahkan ibu tirinya yang saat ini ia anggap sebagai ibu kandungnya. Dia tidak tahu?”
“Ah tentu tidak Hyung, Miss Right tahu semuanya hanya saja tentang ibu kandungnya ia tidak tahu, mengenai Nyonya Baek Soo Ri tentu ia tahu. Mungkin itu alasannya mengapa Miss Right selalu bersikap dingin pada Nyonya Baek Soo Ri, padahal Nyonya Baek Soo Ri begitu menyayangi dia dengan tulus.”

  Jelas Taehyung seketika membuat Seok Jin terdiam dan mengingat sesuatu.

#Flashback [Cafe Cokelat]

   “Tahu apa kau tentang keluarga hah? kau memiliki keluarga kaya juga utuh. Mana mungkin kau merasakan apa yang kami rasakan! Kau saja yang terlalu bebal hingga berpura-pura miskin demi si Culun itu!”

  Ujar Kim Seok Jin tentu membuat Kang Eun Mi sedikit terdiam.

#FlashbackOFF

  “Ah pantas saja, Apa dia tersinggung olehku?”

  Ucap Jin berbicara sendiri.

  “Kenapa Hyung?”

  Tanya Taehyung menoleh ke arah Seok Jin dengan bingung.

  “Mm.. Tidak. Tidak apa-apa.”

  Balas Seok Jin.

  “Tapi aku sangat heran pada Miss Right, Mungkinkah aku berubah menjadi Pria yang sangat tampan saat ini? Aneh dia sampai detik ini tidak mengenali siapa aku sebenarnya, Dia seolah berbicara dengan orang lain saja. Dia seperti menganggapku orang baru untuknya.”
“Orang baru apanya? Eun Mi menceritakan semuanya padaku, Dia bilang sebenarnya kalian berdua itu sudah kenal sejak lama hanya saja dia penasaran untuk apa kau datang ke sekolah ini lalu dia berpura-pura tidak mengenalmu dan mengikuti alur permainanmu hingga mana. Ternyata dia bilang kau tak berubah, Masih sama seperti dulu. Sangatlah Bodoh!.”

  Jelas Seok Jin sedikit tersenyum.

  “Apa?!! Ah tidak.. maksudku ah mana mungkin? Tunggu, Tunggu, Jadi maksudmu Miss Right sudah mengenaliku begitu?”
“Iya! Bahkan dari awal, Saat kau sok jadi pahlawannya.”
“Hyung!!!”
“Kau tidak percaya? kenapa tidak meneleponnya saja sekarang hah?”

  Balas Seok Jin terkekeh.

  “Aaaaa… apa yang dia lakukan kenapa dia memperlakukan ku seolah aku ini bodoh. Sekarang siapa yang bodoh dan dibodohi!!!”

  Keluh Taehyung seolah tak menerima semua perkataan Seok Jin.

  “Jadi Kang Eun Mi adalah Puteri dari Direktur Kang pemilik Sekolah dan selama ini ia tinggal bersama ibu tirinya. Hmm bagaimana kau bisa menyembunyikan semua seolah tak ada beban apapun di kepalamu itu Eun Mi?”

  Batin Seok Jin seraya terus menyetir mobilnya.
Akhirnya Seok Jin pun telah sampai di depan gerbang sekolah, Taehyung pun segera turun dari mobil Hyung-nya itu dan bergegas masuk ke asrama putera.

[Kamar Asrama Jung Kook]

  Jung Kook terdiam dengan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur seraya menatap langit-langit kamarnya.

  “Kau sedang apa Eun Mi? Pasti kau sudah sampai di Indonesia kan? Apa kau sedang beristirahat saat ini?”

  Ucap Jung Kook berbicara sendiri dengan tersenyum.

  Tok… Tok… Tok…
Suara ketukan pintu seketika membuat Jung Kook beranjak dari lamunannya dan berjalan ke arah pintu.

  “Taehyung?”

  Ucap Jung Kook setelah membuka pintu kamar asramanya.

  “Kau belum tidur? Sedang apa?”
“Ah tidak, Masuklah.”
“Tidak usah, Aku hanya lewat dan memastikan kau baik-baik saja.”
“Aku baik Taehyung, Terima Kasih.”

  Balas Jung Kook tersenyum.

  “Baguslah, Jika kau memerlukan sesuatu dan apapun bantuan yang kau butuhkan aku harap kau tidak usah berpikir dua kali untuk datang ke kamarku. Setidaknya Miss Right akan menyalahkanku jika ada sesuatu yang terjadi padamu.”
“Apa Eun Mi sudah menghubungimu?”

  Tanya Jung Kook sangat antusias.

  “Belum, Sepertinya dia sudah membeli kartu provider baru, Nanti jika dia mengabariku aku pasti akan memberitahumu.”
“Sekali lagi Terima Kasih banyak Taehyung.”
“Tidak masalah, Sana kembali masuk dan tidurlah! Aku juga akan segera masuk ke kamarku.”

  Ucap Taehyung seraya melangkah meninggalkan kamar Jung Kook.

  1 Minggu Kemudian…

[Jakarta, Indonesia | ‘10.12wib’]

  Aku tersenyum setelah sekian lama menanti waktu yang teramat padat bagiku untuk melihat ponselku, Aku berlari ke arah perpustakaan sekolah yang sepi, Aku menatap layar ponselku dan segera menelepon Taehyung.

  “Semoga diangkat… semoga diangkat…”

  Ucapku tak sabar.

  “Halo?”

  Terdengar suara dalam telepon dengan sangat jelas.

  “Kim Taehyung? Kau kah?!”
“O.. Miss Right?!! Benarkah ini kau?! Ya Tuhan, Bagaimana kabarmu hah? Kenapa baru menghubungiku setelah hampir 10 Hari? Semua orang menanyakanmu padaku!”

  Jawabnya sangat terdengar rewel dalam telepon.

  “Apa ini sudah waktunya makan siang? Di Indonesia baru jam 10 pagi, disana sudah jam 12 kan? Kau dimana? Siapa yang saat ini ada di sampingmu?!”
“Gadis Cantik disini.”
“Yoon Starla?”
“Benar! Kau ingin berbicara dengannya?”

  Tanya Taehyung dalam Telepon.

  “Apa itu Kang Eun Mi? mana? berikan padaku! Aku ingin bicara padanya, KimTae!!!”

  Terdengar suara sahabatku Starla dengan jelas dalam telepon.

  “Hey Taehyung cepat berikan ponselnya pada Starla! Cepatlah hehe aku mohon.”

  Pintaku sangat tak sabar.

  “Iya, Iya, Sabarlah!”

  Jawab Taehyung dalam Telepon.

[Seoul, Korea | Kantin ‘12.13pm’]

  “Eun Mi?! HALO!!! AAAAAAAAA aku sangat merindukanmu disini, bagaimana kabarmu? Ya Tuhan cepatlah pulang, rasanya tidak asik bersama KimTae juga Jung Kook saja, Coba tebak aku duduk dengan siapa?”
“Dengan siapa?”

  Tanya Eun Mi dalam telepon.

  “Jung Kook.”
“Hahaha Benarkah? Apa kau menjaganya dengan baik?”
“Tentu saja. Ah Ya Tuhan, Aku lupa  kau pasti ingin berbicara dengannya kan? Sebentar. Dimana dia…”

  Keluh Starla seraya menoleh ke arah sekeliling.

  “KimTae? Jung Kook dimana?”
“Sepertinya dia ada di perpustakaan.”

  Balas Taehyung.

  “Yah.. Eun Mi, Jung Kook selalu di perpustakaan akhir-akhir ini.”
“Sudahlah tidak usah di susul, Nanti aku akan telepon kalian lagi, Lagipula aku harus pergi sekarang, Disini aku sangatlah bekerja keras lebih dari biasanya padahal jam pelajarannya lebih singkat dari Korea.”
“Huwah.. Semangat sahabatku! Oh Ya rencanannya setelah pulang sekolah nanti aku, Kimtae dan Jung Kook akan pergi ke suatu tempat, Bisakah kau menelepon kami lagi? Atau aku yang akan meneleponmu.”
“Tentu, nanti aku akan telepon kau juga, Baiklah aku harus menutup teleponnya, maaf tidak bisa lama, Banyak alasan yang tak mengharuskanku memegang ponsel dan salah satunya biaya telepon yang sangatlah mahal hahaha, Tolong jaga diri kalian dengan baik ya. Sampai Jumpa.”
“Aaaa Eun Mi, Kau juga, Sampai Jumpa Eun Mi ku..”

  Balas Starla langsung memberikan ponselnya pada Taehyung.

  “Apa sudah dimatikan?”
“Iya, Dia sangat sibuk sekali tampaknya.”
“Aissshh… Padahal aku masih ingin mendengar suaranya yang berisik.”

  Ujar Taehyung seketika Seok Jin menghampiri meja Taehyung dan Starla.

  “Hyung..”
“Kau baru saja mendapat telepon dari..”
“Miss Right.”

  Balas Taehyung memotong ucapan Seok Jin seketika Jin terlihat sangat terkejut.

  “Bagaimana keadaannya? Apa dia sehat? Mana nomor ponselnya.”

  Ucap Seok Jin sangat terlihat tak sabar.

  “Apa kau benar menyukai Eun Mi?”

  Tanya Starla penasaran.

  “Tidak. Aku menyukaimu.”

  Balas Seok Jin seraya merebut ponsel Taehyung dan langsung menyalin nomor ponsel Kang Eun Mi.

  “O.. mmm Sunbae-nim.. Kak.. Kau..”

  Balas Starla terlihat salah tingkah.

  “Terima Kasih Tae.”

  Ujar Seok Jin segera mengembalikan ponsel Taehyung dan pergi begitu saja menuju meja Grup BANGTAN.
Taehyung pun terlihat kebingungan menatap Starla yang tersipu malu.

  “Kau dan Miss Right sama saja.”

  Keluh Taehyung.

  “Apa kau bilang?”

  Tanya Starla sinis.

  “Lebih Tampan aku dibandingkan Jin Hyung!”
“Terus saja bermimpi.”

  Balas Starla langsung membuang muka dan mengambil cermin di saku seragamnya.

  “Isshh..”

  Desis Taehyung sinis.

  Sementara itu Kim Seok Jin terlihat sibuk dengan ponselnya dan mengabaikan makan siangnya.

  “Apa yang harus aku tulis ya?”

  Batin Seok Jin terus gelisah dengan menatap nomor ponsel Kang Eun Mi yang baru. Seok Jin pun terlihat mengetik dan menghapus kembali beberapa kalimat untuk Eun Mi kala itu.

  ‘Halo Eun Mi? Bagaimana kabar mu?’

  “Ah.. Tidak.. tidak…”

  Batinnya seraya menghapus kembali isi pesan yang telah ia ketik.

  ‘Kang Eun Mi? Aku merampas nomor ponselmu dari Taehyung karena aku begitu senang saat mendengarmu menghubunginya. Kang Eun Mi? Aku sangat merindukanmu!’

  Tulisnya di kotak pesan.

  “Ah.. Tidak.. Terlalu murahan. Aissh… apa yang harus aku lakukan?!..”

  Keluh Seok Jin lagi seraya menghapus dan kembali mengetik suatu pesan singkat untuk Eun Mi. Sementara Kim Nam Joon juga member Bangtan lainnya pun menatap ke arah Seok Jin dengan dahi yang mengkerut.

  “Sedang apa dia?”

  Tanya Ho Seok penasaran tanpa melepas tatapannya pada Seok Jin.

  “Mungkin dia sakit perut.”

  Jawab Jimin.

  “Jin? Kau sedang apa hah?!”

  Tanya Min Yoon Gi seraya menendang kaki Seok Jin seketika Jin terperenjat dan langsung mengirim pesan yang sudah ia tulis ke nomor baru Kang Eun Mi.

  “Hey! Sopanlah padaku! Ah tunggu… tunggu.. Tidak!! Aaaaakkk Tidak! Aaaahhhhh Apa yang kau lakukan Yoon Gi hah?!! Arrgghh tidak! Jangan terkirim aku mohon aaaaaaaa TERKIRIM!!!!”

  Teriak Seok Jin langsung berdiri dan menatap layar ponselnya dengan melotot seraya mengetuk-ngetuk layar ponselnya berulang-ulang.
Tentu Seok Jin sangat menyesali perbuatan jempolnya yang spontan mengirimkan pesan singkat berisi ‘Apa yang harus aku lakukan? Kim Seok Jin ini begitu membutuhkan belaian Kang Eun Mi yang manis!!.’ pada nomor baru Kang Eun Mi.

  “Seok Jin? ada apa denganmu hah?!”

  Tanya Nam Joon sangat kebingungan. Lalu ponsel Seok Jin pun bergetar.

  “Hah?! Ah… Ah!! Dia membalas Aaaakkkkk Apa yang harus aku lakukan ah?!!”

  Teriak Seok Jin teramat histeris, semua murid pun memperhatikan Seok Jin yang sangat panik.

  “Kau gila! Duduklah! Kau membuat pamor Grup BANGTAN menurun drastis!”

  Ujar Jimin sangat kesal dan malu seraya menarik-narik tangan Seok Jin untuk segera duduk kembali, Namun Seok Jin tak menghiraukannya, ia terus berdiri dan menatap layar ponselnya lalu ia membuka pesan yang masuk dari Kang Eun Mi dengan jantung yang berdebar juga keringat dingin yang menyeruak di wajahnya.

  ‘Jin Oppa?’

  Dua kata itu lah yang terbaca dari balasan pesan singkat yang tak sengaja ia kirimkan pada Kang Eun Mi.

   “Aaaaakkkk Harga diriku benar-benar di pertaruhkan!!! Aaaa apa yang harus aku lakukan ya tuhaaaannn!!!”

  Sambung Seok Jin lagi langsung terlutut di lantai dengan menggigit ujung ponselnya kuat-kuat.

  “Isshh.. Jin, Kau benar-benar terlihat konyol!”

  Ucap Yoon Gi langsung beranjak dari kantin diikuti Jimin yang juga terlihat malu.

  “Kau jadi sama bodohnya dengan Taehyung! Sudah berapa kali aku bilang untuk menjaga jarak dengannya!”

  Tambah Nam Joon dengan wajah datar.

  Lalu tak terasa waktu pulang pun tiba, Kim Taehyung juga Yoon Starla tengah bersusah payah membujuk Jeon Jung Kook yang begitu sulit untuk mereka ajak pergi bermain ke suatu tempat.

[Kelas 1-2 | 03.23pm]

  “JEON JUNG KOOOOOK!!!! Ayolah kita pergi keluar sebentar saja! kebetulan sekarang pulang lebih awal kan? Ayo cepat kita habiskan seharian ini saja! Isshhh kenapa kau begitu keras kepala dengan buku-buku tebalmu itu hah?”

  Keluh Starla kewalahan.

  “Gadis Cantik ini benar, Ayolah Jung Kook, Kita pergi ke suatu taman hiburan.”

  Tambah Taehyung meminta namun Jung Kook hanya duduk di kursinya dengan membaca buku pelajarannya.

  “Aku sedang tidak ingin pergi kemana pun, Aku harus menyisihkan uangku sebisa mungkin, Maaf Taehyung, Starla.”

  Balas Jung Kook tersenyum.

  “Meskipun Kang Eun Mi saat ini sedang menunggumu?”

  Ujar Taehyung seraya mengeluarkan ponselnya seketika Jung Kook menatap ke arah ponsel Taehyung.

  “A… Apa Eun Mi?…”

  Tanya Jung Kook sangat terlihat bahagia. Taehyung dan Starla pun mengangguk.

  “Tadi saat jam makan siang dia menelepon Kimtae, Kau malah asik di perpustakaan terus jadinya Eun Mi tak bisa bicara denganmu, padahal dia terus menanyakanmu namun waktunya yang singkat memaksa kami untuk tidak menyusulmu. Maka dari itu kau harus ikut bermain dengan kami! Karena waktu Eun Mi sangat padat disana.”

  Jelas Starla meyakinkan Jung Kook. Jung Kook pun terus tersenyum dengan matanya yang nanar.
Akhirnya Jung Kook pun ikut bersama kedua sahabatnya itu ke suatu taman hiburan yang tak jauh dari lokasi sekolah.

  “Sudah hampir jam 4, Apa Eun Mi belum juga menelepon?”

  Tanya Starla dengan tangannya yang penuh camilan. Taehyung pun segera mengambil ponselnya dan mengerutkan dahinya.

  “Belum?”

  Tambah Jung Kook bertanya penasaran.

  “Belum ada. Huh… Bersabarlah, Di Indonesia kurang lebih sekarang jam 2 Siang, mungkin Miss Right belum pulang sekolah.”

  Jelas Taehyung seraya menyimpan kembali ponselnya namun ternyata ia langsung merasakan getar yang di timbulkan oleh ponselnya itu.

  “O… Ini Miss Right! Ini Miss Right!!”

  Ucap Taehyung sangat histeris.

  “Cepat angkat cepaaatt!!”

  Tambah Starla terlihat tidak sabar.

  Sementara itu…

[Jakarta, Indonesia | 01.23wib]

  “Halo Miss Right?!!”
“Halo Kang Eun Mi!! Ini aku! Starla disini!”
“Hey Gadis Cantik! bersabarlah, kenapa kau begitu berisik?!”

  Itulah beberapa ucapan yang ku dengar setelah Taehyung mengangkat telepon dariku.

  “Halo kalian, Mmm Berisik sekali, Kalian sedang di luar ya?”

  Tanyaku dalam telepon.

  “Ya Miss Right, Kami sedang berada di Taman Hiburan. Mmm Tunggu sebentar.”

  Ujar Taehyung langsung hening, Dalam telepon yang ku dengar hanya kebisingan suasana taman hiburan saja, Aku pun hanya kebingungan dengan terus menempelkan ponsel ini di telingaku.

  “Halo? Taehyung? Starla? Kenapa kalian tidak menjawab?”

  Tanyaku lagi.

  “Halo? Apa Eun Mi sudah makan?”

  Jawab seseorang dalam telepon seketika membuat hatiku terenyuh, Senyuman ini terukir dengan air mata yang mendesak keluar setelah aku sadari Jeon Jung Kook lah yang berbicara denganku saat ini meski hanya lewat telepon.

  “Jung Kook?! Aku sudah makan. Bagaimana denganmu hah?”

  Tanya Eun Mi dengan suara bergetar.

  “Kenapa kau menangis? Ada apa Eun Mi? Apa ada masalah?”
“Tidak.. hehe.. Aku menangis karena aku begitu sangat bahagia sudah bisa mendengar suaramu lagi.”
“Jangan menangis. Seperti katamu disini aku baik-baik saja. Taehyung juga Starla benar-benar merawatku dengan baik.”
“Apa BANGTAN Sunbae menyakitimu? Mengganggumu?”
“Tidak lagi.”
“Bagaimana dengan gadis pindahan itu?”
“Aku sudah menjauh darinya.”
“Itu yang lebih ku pikirkan disini haha.”
“Jadi kau lebih khawatir aku dekat dengan gadis lain di bandingkan di bully Grup BANGTAN?”
“Tentu saja hahaha.”

  Balasku tertawa dengan sedikit sisa isakan.

  “Jung Kook?”

  Ucapku lagi dalam telepon.

  “Ya, Eun Mi?”
“Tolong jaga dirimu dengan baik. Aku akan segera pulang.”

  Ucap Eun Mi dalam telepon tentu membuat Jung Kook berkaca-kaca.

  “Hey Jung Kook? Ada apa denganmu?”

  Tanya Taehyung, Jung Kook pun memberikan ponselnya pada Taehyung dengan tersenyum.

  “Aiisshhh kebiasaan, Dia langsung mematikan panggilan tanpa berpamitan.”

  Keluh Taehyung seraya memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celananya.

  “Apa sudah dimatikan? Aku kan belum bicara dengannya.”

  Ujar Starla cemberut sementara Jung Kook terlihat berjalan ke arah pedagang Souvenir disana.

  “Aku ambil itu saja paman.”
“Silakan nak.”
“Terima Kasih paman.”

  Balas Jung Kook setelah ia membeli sesuatu.

  “Kau beli apa itu?”

  Tanya Taehyung menghampiri Jung Kook dan menarik paksa barang yang baru saja Jung Kook beli.

  “Celengan, Aku membeli itu untuk mendapatkan sesuatu yang ku inginkan.”

  Ucap Jung Kook tersenyum.

  “Ah, Itu bagus, Akhir-akhir ini aku melihat kau memasukan uang sakumu ke dalam sarung bantal, itu tidak baik.”

  Balas Taehyung seraya mengembalikan Celengan berbentuk toples dengan bahan kaca yang bening.

  “Ini sungguh terlihat seperti toples kue, kenapa kau membelinya hah?”

  Ujar Starla namun Jung Kook hanya tersenyum.

  “Memang kau ingin membeli apa? Kau begitu terlihat sangat berhemat.”

  Tanya Taehyung penasaran.

  Lalu…

[Kamar Asrama Jung Kook | 09.45pm]

  Jung Kook terlihat duduk di atas tempat tidurnya dengan memeluk kedua lututnya, Ia menatap ke arah celengan toplesnya itu dengan tersenyum. Ia menambahkan kertas yang ia tempelkan dan dibubuhi beberapa kata di dalamnya.

  “Semuanya akan terbayar di Gwangju.”

  Ujar Jung Kook mebacakan tulisan yang tertera di kertas yang ia buat dan menempel di tubuh celengan toplesnya itu, Uangnya masih sangat jauh mendekati kata banyak di dalam celengannya itu namun Jung Kook terlihat sangat bersemangat dengan terus memikirkan Eun Mi.

  Tok… Tok… Tok…
Suara ketukan pintu terdengar dari luar, Jung Kook pun bergegas membuka pintunya. Segera Taehyung langsung masuk begitu saja.

  “Kau belum tidur juga? Aku sedikit kesulitan untuk tidur.”

  Ujar Taehyung seraya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Jung Kook.

  “Aku belum mengantuk.”
“O… Semuanya akan terbayar di Gwangju..??? Apa yang akan kau rencanakan di Gwangju? Kau menyimpan uangmu di celengan ini apa karena ingin kesana?”
“Hehe..”

  Jawab Jung Kook dengan senyuman malu.

  “Hey! Kau malah tersenyum begitu. Menggelikan rasanya. Oh Ya… Mm Ini.”

  Taehyung pun segera duduk dan menyodorkan ponselnya pada Jung Kook, Tentu Jung Kook hanya menatap ponsel itu dengan kebingungan.

  “Cepat ambillah! Kau membutuhkannya kan setelah mengembalikan ponselmu pada Hye Ra?”
“Ah ya tapi..”
“Aiiishhh Sudahlah! ambil saja ponselku! Simpan selama kau membutuhkannya. Aku bisa membeli ribuan Iphone kapan pun aku inginkan! jadi kau simpan saja itu. Ku pikir kau akan jauh lebih membutuhkannya. Aku tahu tanganmu akan selalu gatal jika mengingat Miss Right bukan?”

  Jelas Taehyung segera Jung Kook pun mengambil ponsel berharga mahal itu dengan ragu.

  “Aku tulus. Jadi kau tidak usah merasa tidak nyaman ya?”
“Terima kasih Taehyung, Kau dan Starla begitu banyak mebantuku.”
“Sudah seharusnya seorang sahabat saling membutuhkan dan membantu. Baiklah aku akan kembali ke kamarku. Cepatlah tidur!”

  Ujar Taehyung segera meninggalkan kamar Jung Kook.

  Sementara Itu…

[Kediaman Kim Nam Joon]

  “Apa disana semuanya baik-baik saja?”

  Tanya seseorang dalam telepon, Seok Jin pun terlihat canggung mendengar suara itu.

  “Mmm Sangat baik, Bagaimana denganmu? Disana Jam berapa?”
“Sudah sekian lama tak berbicara Oppa hanya menanyakan Jam? Jam?! JAM?!! Isshh tidakkah Oppa cemas dengan keberadaanku yang sendirian di Negeri orang?”
“Ah.. Itu..”
“Aku bercanda hahaha. Kau dimana Oppa?”
“Aku sedang berada di rumah Nam Joon.”
“Apa kalian selalu berkumpul disana? Tidakkah kalian pulang kerumah masing-masing? Awas jangan berisik! Nyonya ada disana kan?”
“Kau tidak usah khawatir.”

  Jawab Seok Jin dengan jantung berdetak hebat.

  “Kau sedang menelepon dengan siapa Jin?”

  Tanya Yoon Gi diikuti Nam Joon yang ikut bergabung duduk di ruang tv.

  “Ah.. Ini.. Mmm”
“Eun Mi kan? Kemarikan ponselmu.”

  Jawab Nam Joon segera merebut ponsel Seok Jin.

  “Halo? Heh Pembela Kebenaran! Ada apa kau menelepon Seok Jin hah?!”
“Nam Joon Sunbae?! Kau Kah? aaaaaa aku merindukanmu!”
“Hey! Kenapa kau bersikap ramah padaku! Cepat jawab ada perlu apa menelepon Jin!”
“Memang siapa yang menelepon Jin Oppa? Dia sendiri yang meneleponku!”

  Jelas Eun Mi dalam telepon seketika Nam Joon sedikit terkejut dan menoleh ke arah Seok Jin sontak Jin langsung menunduk dan mengambil Novel Butterfly-nya seolah membaca dan tak mendengar percakapan Nam Joon juga Eun Mi dalam telepon.

  “Kalian berpacaran hah?”
“Tentu saja tidak.”

  Balas Eun Mi dalam telepon, Min Yoon Gi pun terus menatap ke arah Jin dengan sinis.

  5 Bulan Kemudian…

  Dan Akhirnya tak terasa waktu benar-benar telah berlalu begitu cepatnya. Selama ini aku selalu menelepon Jung Kook setiap jam 12 Malam, dan ku pikir selama itu juga aku sudah membuatnya mengalami kebiasaan buruk. Ya Tentu saja. Dia jadi Insomnia karena aku.

[Jakarta, Indonesia | 23.12wib]

  Perasaanku malam ini sangat tak tenang, padahal baru saja aku menelepon Jung Kook namun hatiku seolah tak nyaman.

  “Ada apa ini? Kenapa dengan perasaan yang begitu terasa gundah.”

  Ucap Eun Mi dengan gelisah, Ia pun beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil ponselnya. Terlihat ia menelepon seseorang saat ini.

  “Bisakah kau memberikanku nomor ponsel Min Yoon Gi?”

  Ujar Eun Mi dalam telepon dengan wajah yang sangat khawatir.
Lalu beberapa saat kemudian Eun Mi kembali menghubungi seseorang dengan berdiri dan mondar mandir di kamarnya.

  “Ini kau kan?”

  Ujar Yoon Gi setelah mengangkat panggilan dari Eun Mi.

  “Jika ‘Kau’ yang di maksud adalah si Pembela Kebenaran itu Ya! Ini aku.”
“Haha.. ada apa selarut ini kau menghubungiku?”
“Sebenarnya apa yang kau rencanakan saat ini Min Yoon Gi?!”
“Memang apa yang ku rencanakan hah? Bukan kah selama ini aku sudah menjadi anak yang baik untuk Jung Kook? Tenanglah, Hanya 1 Bulan lagi kau akan segera kembali ke Seoul dan saat itu juga kau tidak akan pernah melihatku lagi, Apa yang kau khawatirkan? Saat ini saja aku sudah memilih Universitas di Luar Negeri jadi tidurlah dengan nyenyak.”
“Jangan pernah melakukan apapun jika kau tidak ingin menyesal!.”
“Apa yang harus aku sesalkan untukmu?”
“Setidaknya Nyonya Ryu Seun Gi pasti tahu.”

  Tekan Eun Mi dalam telepon seketika membuat Min Yoon Gi terdiam.

  “Ryu Seun Gi yang menjadi Nyonya Min Seun Gi setelah menikahi Duda kaya ber-anak 1. Apa hidupnya lebih bahagia sekarang setelah meninggalkan Suami dan Puteri kecilnya sejak bayi? Hahahaha, Tolong jangan buat aku melakukan semua ini padamu, Saudara Tiriku!.”

  Sambung Eun Mi segera mematikan ponselnya sontak Min Yoon Gi langsung menitihkan air matanya dengan tangan kanannya terkepal penuh emosi.

  “Kang Eun Mi!!”

  Ucap Yoon Gi tersenyum penuh kesakitan di hatinya.

  “Aaaarrrggghhh!!!”

  Teriak Yoon Gi langsung melemparkan ponselnya ke dinding kamar hingga hancur.

  Saat itu juga Yoon Gi langsung berjalan ke arah kamar Ibunya.

  Tok… Tok… Tok… Suara ketukan pintu terdengar jelas sehingga membangunka Nyonya Min kala itu.

  “Ah.. Sebentar, ada apa malam-malam begini huh?”

  Ujar Nyonya Min Seun Gi seraya berjalan ke arah pintu kamarnya dengan mata yang setengah terpejam.

  Krek.. pintu kamar Nyonya Min terbuka.

  “Yoon Gi sayang? Ada apa hmm? Ayahmu besok baru pulang dari Ausie jadi kembalilah tidur ya? Kau tidak usah mengkhawatirkan tentang Universitasmu itu.”

  Jelas Nyonya Min ramah.

  “Satu-satunya yang aku khawatirkan saat ini adalah kau Bu.”

  Jawab Yoon Gi dengan mata memerah.

  “O.. Yoon Gi? Ada apa denganmu sayang? Kenapa kau terlihat…”
“Jangan sentuh aku!!”

  Bentak Yoon Gi sesaat ibunya akan menentuh keningnya.

  “Min Yoon Gi? Ada apa denganmu sayang?”
“Jawab pertanyaanku dengan baik Bu! Kau adalah ibu tiriku yang ku anggap ibu kandung terbaikku selama ini. Sebelum kau menikahi Ayahku kau pernah menikah dengan Direktur Kang bukan?”
“Yoon Gi, kenapa kau bertanya seperti ini? Bukankah ini sudah pernah di bicarakan sebelumnya?”
“JAWAB SAJA!”
“Iya sayang, Aku adalah mantan isteri dari Direktur Kang, Pemilik sekokah yang saat ini kau menimba ilmu disana.”
“Hah.. Itu sebabnya aku selalu dimaafkan di setiap kesalahan yang bahkan fatal sekalipun?!”
“Tidak sayang! Ibu tidak pernah bertemu dan meminta keringanan atas masalahmu padanya!”
“Lupakan saja! Dan Terakhir, Tolong jawab dengan jujur! Apa kau pernah memiliki anak sebelumnya? Melahirkan seorang puteri?!”

  Tanya Yoon Gi kesal seketika membuat Nyonya Min terdiam.

  “Kau tidak ingin menjawabnya Bu?”

  Tambah Yoon Gi lalu Nyonya Min pun tersenyum dan langsung memeluk Min Yoon Gi erat.

  “Kau ini bicara apa hah? Ibu mungkin pernah menikahi Direktur Kang. Tapi Ibu belum pernah melahirkan satu orang anak pun selama hidup ibu, maka dari itu ibu begitu menyayangimu Min Yoon Gi.”

  Jelas Nyonya Min tersenyum namun Yoon Gi terlihat menaruh dendam di hatinya.

[Ke’esokan Harinya | Jakarta, Indonesia ‘08.12 wib’]

  “Kang Eun Mi? Ayo cepat!”

  Terdengar salah satu temanku dari Indonesia bernama Dewi masuk ke dalam kamarku. Ya kami saat ini sedang ada persentasi tentang suatu makalah yang sangat penting.

  “Tunggu sebentar!”

  Ucapku seraya mengambil ponselku di atas meja, saat ini aku hendak menghubungi Jung Kook namun tak sengaja tangan ini menyenggol secangkir kopi panas hingga kopi ini tumpah ke arah layar ponselku.

  “Aiiisshh.. ahh.. bagaimana ini!! Arrghh.”
“Eun Mi? Cepatlah! Nanti kita terlambat!”
“Iya! Iya! Baiklah, Ayo pergi sekarang.”

  Ujar Eun Mi dengan perasaan tak tenang dengan meninggalkan ponselnya yang basah oleh tumpahan secangkir kopi panas di meja riasnya.

[Seoul, Korea ‘10.13am’ | Kelas 1-2]

  “Jung Kook tidak ada di kelas, Bisakah kau mengecek ke kamar asrama?”

  Pesan Singkat yang dikirimkan Starla saat ini pada Taehyung.

  “Kau dimana Jung Kook?!”

  Batin Starla teramat cemas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: