HEADLINE NEWS

24/7=Heaven : I’ll Protect You ( Chapter – 19 )

PicsArt

Title : 24/7=Heaven : I’ll Protect You!
Genre : School Life, Friendship
Rating : PG 13+
Author : Alda Nugraha
Length : Chaptered || #Chapter19
Cast :
*Kang Eun Mi (You)
*Jeon Jung Kook (Member of 방탄소년단)
*Kim Taehyung (Member of 방탄소년단)
*All Member 방탄소년단
*Kim Soo Yi (Fiction)

  Yoon Starla terus menoleh ke belakang dimana dulu Jung Kook selalu duduk disana namun saat ini hanya ada Hye Ra lah yang tengah fokus ke arah papan tulis. Lalu Starla kembali menatap bangku kosong di samping kanannya.

  “Semoga tidak terjadi apapun… Semoga tidak terjadi apapun..”

  Batin Starla. Lalu ponselnya pun bergetar menandakan pesan dari Taehyung sudah sampai padanya segera Starla membuka pesan singkat itu.

  ‘Dia tidak ada dimanapun, Aku sudah mengecek ke seluruh penjuru sekolah. Apa kau tahu dimana Jung Kook tinggal?’

  Tulis Taehyung dalam pesan yang ditujukan untuk Starla.

  “Bagaimana ini? Sebenarnya kau dimana Jeon Jung Kook!!”

  Batin Starla lagi dengan kecemasan yang meluap.

  Lalu…

  [Jakarta, Indonesia | ‘20.12wib’]

  Eun Mi terlihat kesal di dalam kamarnya ia terus mengipasi ponselnya yang lengket dan di kerumuni semut-semut kecil.

  “Hah.. Aku menyerah!”

  Ujar Eun Mi kesal dan langsung melemparkan ponselnya ke tempat sampah, Seketika Teman Eun Mi selama di Indonesia bernama Dewi itu pun membulatkan matanya.

  “Kau gila ya?”
“Apa?!”
“Apa kau benar-benar sekaya itu? Iphone-mu kau buang begitu saja?”
“Nanti aku beli lagi saja, Kan percuma sudah tak terpakai, simut-simutnya saja pasti sudah menggerogoti semua kabel di dalam ponselku!”
“Semut! bukan Simut!”
“Apalah namanya. Bahasa Indonesia ku belum selancar dirimu!”

  Balas Eun Mi dengan kesal.

  “Tentu saja! Aku kan orang Indonesia asli! Dasar kau ini!”
“Pokoknya aku kesal sekali! Aaarrggh! Kenapa makalah ku ditolak tadi?!”
“Itu karena kau tidak fokus! Kau tinggal mengulangnya saja, Apa itu masalah besar bagi dirimu yang kelewatan pintar?”
“Pikiran ku sedang buyar saat ini!”
“Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan chinguya?”

  Tanya Dewi, Aku pun tersenyum menatapnya.

  “Besok antar aku untuk membeli ponsel baru ya?”
“Tentu saja. Kalau begitu aku pulang dulu ya Eun Mi?”
“Kau tidak akan menginap?”
“Nanti saja lah.”
“Aku sudah hampir kembali ke Korea!”
“Baiklah Baiklahh.. Aku menginap hari ini.”

  Jawab Dewi mengalah.

  Sementara Itu…

[Seoul, Korea | Asrama Putera]

  “Jung Kook! Kami benar-benar mengkhawatirkanmu setengah mati! Aisshh.. ternyata kau berada di rumahmu.”

  Ujar Starla dengan cemas.

  “Kapan kau ke rumah? Kenapa semalam aku tidak melihatmu keluar kamar?”

  Tanya Taehyung seraya mengkompres dahi Jung Kook.

  “Kau sepertinya tidak ada di Asrama semalam. Terima kasih teman-teman, Maaf aku sudah merepotkan kalian. Sebaiknya kalian tinggalkan aku sendiri, Aku khawatir cacar airku ini menular.”
“Tenang saja, Aku sudah pernah cacar air sebelumnya!”

  Balas Starla dengan mengaduk-aduk semangkuk bubur untuk Jung Kook.

  “Aku juga sudah pernah cacar air, kau tidak usah panik begitu Jung Kook! Kami akan merawatmu hingga sembuh.”

  Tambah Taehyung. Starla pun menatap ke arah celengan toples milik Jung Kook yang hampir terisi penuh.

  “O? Uangmu sudah terkumpul segini banyaknya, Kau berniat pergi ke Gwangju Jung Kook?”

  Tanya Starla setelah membaca tulisan yang tertera di celengan Jung Kook.

  “Mmm.. Sebenarnya aku dan Eun Mi berencana pergi bersama ke Gwangju untuk menghabiskan libur kenaikan kelas nanti sepulang ia dari pertukaran pelajar.”

  Jelas Jung Kook tersenyum.

  “Wooaaahh Daebak!!”

  Balas Starla.

  “Apa?! Isshh Apa-apaan kalian ini hah? Apa kalian berkencan?”

  Tambah Taehyung seraya merebut mangkuk bubur dari tangan Starla dan mengarahkan sesendok bubur ke mulut Jung Kook.

  “Ah Taehyung, Aku merasa sangat tidak nafsu makan.”
“Eeehh! Makan meski beberapa suap saja! Bukankah tadi ibumu bilang kau sulit untuk memakan apapun!”

  Balas Starla.

  “Besok kita ke dokter saja jika demammu semakin tinggi.”
“Bagaimana jika sekarang saja Kimtae?”
“Boleh juga.”

  Jawab Taehyung.

  “Tidak! Aku tidak ingin merepotkan kalian lagi. Sudahlah, Ini hanya cacar air. Jangan terlalu khawatirkan aku teman-teman.”

  Balas Jung Kook segera bangkit dari tidurnya dan ia pun duduk dengan merebut mangkuk bubur dari tangan Taehyung. Jung Kook pun memakan bubur itu meski dalam hatinya dia merasa sangat tidak nafsu untuk memakan apapun.
Starla pun langsung memasukan beberapa lembar uang kertasnya ke dalam celengan Jung Kook.

  “Hey Gadis Cantik, apa yang kau lakukan?”

  Tanya Taehyung.

  “Starla! Kau tidak usah menyimpan uangmu disana. Aku yakin aku pasti bisa mengumpulkan uang yang banyak.”
“Kau ini bicara apa? Ke Gwangju dengan uang yang uuuhh.. sudahlah anggap saja uangku itu sebagai titipan saja. Mmm Maksudku belikan aku oleh-oleh sepulang dari Gwangju nanti Oke?!”

  Pinta Starla tersenyum lalu Taehyung pun ikut menyimpan beberapa uangnya ke dalam celengan toples Jung Kook.

  “Belikan oleh-oleh dari Gwangju untukku juga ya?!”

  Tambah Taehyung.

  “Teman-teman.. Te.. Terima kasih.”

  Balas Jung Kook tersenyum sangat senang.

  Beberapa hari kemudian rasa gelisah di hatiku semakin berkurang, Sedikit aneh rasanya ketika malam-malam kemarin aku kesulitan untuk tidur nyenyak tapi semalam aku tiba-tiba memimpikan Jung Kook yang sudah tampan menggunakan Jas hitam dengan rapihnya, Kemeja putih yang terbalut ditubuhnya semakin membuat gagah jas yang ia kenakan. Jung Kook tersenyum dan berkata agar aku segera kembali. Mungkinkah dia juga memimpikan ku belakangan ini?
Saking Tenangnya perasaanku ini, Aku sampai tidak memberitahukan Nomor Ponsel baruku pada siapapun kecuali Ayah dan Ibuku.

[Seoul, Korea | Sekolah, Hari Kelulusan Kelas 3]

  “Selamat Hyung!”

  Pelukan hangat langsung diberikan Taehyung pada Kim Seok Jin.

  “Terima kasih Taehyung. Sekarang tinggal kau yang harus berjuang sedikit lagi, hitungan minggu kau juga di bagi rapor kenaikan kelas kan? Belajarlah dengan sungguh-sungguh setelah kelas 2 nanti!”
“Tentu Hyung. Aku pasti akan serius untuk belajar.”
“Oh Ya, Apa sekarang kau sudah mendapatkan nomor ponsel Kang Eun Mi yang baru?”
“Ah… Belum Hyung.”
“Memangnya kau tidak bertanya pada Direktur Kang atau ibunya?”
“Sudah. Tapi mereka tidak memberikan nomor ponsel Miss Right, Mereka bilang semua itu karena permintaan dari Miss Right sendiri.”
“Aiisshh.. apa-apaan dia ini. Sudah hampir pulang tapi memutuskan kontak begitu saja. Menyebalkan sekali! Apa mungkin Eun Mi sudah tahu tentang…”

  “KIMTAE?!!!”

  Teriak Starla seketika menghentikan perkataan Seok Jin, Taehyung dan Seok Jin pun menoleh ke arah Starla dengan heran.

  “Pak Guru mencarimu! Cepat kemari!”

  Sambung Starla.

  “Ah Hyung, Nanti kita bicarakan lagi soal ini, Sampai Jumpa.”

  Taehyung pun pamit meninggalkan Seok Jin di depan kelasnya.

  Akhirnya Hari Ini pun tiba juga. Hari dimana kedua kaki ku ini berdiri dan berpijak di Negeriku tercinta. Hah… 6 Bulan sudah kulalui, rasa yang begitu mengganggu tidurku kini terasa hilang begitu saja. Aku mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan sangat lega.
Hari ini aku kembali ke Korea bertepatan dengan Hari dimana kenaikan kelas berlangsung di sekolahku. Aku sengaja tidak memberitahukan kepulanganku pada siapapun termasuk Jung Kook. Aku ingin beri mereka kejutan kecil dengan keberadaanku yang tiba-tiba ini.

[Incheon Airport | Seoul, Korea ‘12.12pm’]

  “Jeon Jung Kook? Aku kembali!.”

  Ujar Eun Mi dalam hati dengan tersenyum lega setelah ia menginjakan kedua kakinya di Bandara Incheon.

  “Sayang? Sini ibu ambilkan kopermu. Kau pasti sangat lelah bekerja keras selama 6 Bulan terakhir ini bukan?”

  Tawar Ibu segera aku menjauhkan koperku darinya lalu tanpa berlama-lama aku langsung memeluk ibuku dengan erat.

  “Aku sangat merindukanmu bu, Tidak usah repot dengan koperku.”
“Kau ini, kenapa tiba-tiba bersikap manis huh?”
“Ah ibu, aku kan selalu begini padamu.”
“Ayolah cepat kita segera naik ke dalam mobil. Ayahmu dari tadi menelepon dia sedang di perjalanan pulang sekarang, Taehyung juga dari bulan lalu terus menanyakan nomor mu.”
“Petang nanti aku akan pergi ke sekolah. Aku rasa… Aku akan melanjutkan pendidikanku di sekolah milik ayah, Aku mengurungkan niatku untuk pindah sekolah.”
“Itu tak jadi masalah Sayang, Tapi petang ini kau akan ke sekolah? Ada apa? bukankah hari ini mulai libur panjang kenaikan kelas?”
“Iya, Tapi di sekolah aku sudah memiliki janji dengan seseorang. Aku harus menemui dia lebih dulu dari yang lainnya.”

  Balasku tersenyum dengan terus terbayang-bayangi wajah Jeon Jung Kook di khayalku.

  “Memangnya kau tidak lelah?”
“Mmm Tidak.”

  Jawab Eun Mi bersemangat.

  “Ah itu mobil kita sudah menunggu, Ayo cepat naik sayang.”

  Ajak ibu segera menuntunku ke dalam mobil yang menjemput kami.

  Sesampainya di Kediaman Direktur Kang, Eun Mi dan Ibunya pun segera turun dari mobil mewah milik mereka.
Eun Mi disambut hangat oleh Ayahnya yang tak lain adalah Direktur Kang, mereka terlihat berkumpul beberapa saat di ruang tamu hingga akhirnya Eun Mi berlari ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya sampai kedua matanya terpejam berangsur tertidur dengan lelapnya.

  “Mmmhhhh…”

  Lenguhku merasakan sedikit pegal di leherku, perlahan ku buka kedua mataku dan melihat ke arah jendela kamar.

  “HAH?!!! Jam berapa ini?!!”

  Seketika aku bangkit dan mencari ponselku. Waktu sudah menunjukan pukul 6 Sore. Langit pun berwarna jingga sempurna, segera aku berlari ke arah kamar mandi dan langsung bersiap menuju Sekolah.

  “Aku pergi sekarang Bu!!!!”

  Teriakku dengan tergesa-gesa. Rambut ini masih sangat basah, Aku terus berlari dan berlari menuju halte bus.

[Sekolah ‘06.23pm’]

  Aku berdiri tegap sempurna dengan kedua tanganku yang tertanam di kedua sisi pinggangku. Aku tersenyum dan menghirup udara petang ini. Sekolah terlihat sepi dan bersih namun ada beberapa bucket bunga yang tertinggal di area gedung sekolah, juga ucapan kenaikan kelas terpasang di mading luar sesaat aku melangkah melewati gerbang sekolah, Spanduk dengan ucapan-ucapan pun masih terhias jelas di area ini. Aku berjalan masuk menuju lorong kelas ku. Benar-benar hening. Tentu saja, Semua orang bahkan seluruh penjaga sekolah pun tengah menikmati liburan mereka. Mugkin hanya beberapa satpam sekolah saja yang tidak di liburkan.
Aku terus berjalan menuju lorong asrama putera.
Seharusnya dia sudah menungguku…

  “Miss Right?…”

  Ujar Taehyung teramat kaget menatap Eun Mi yang baru saja datang dengan tas gendongnya. Kang Eun Mi tersenyum dan langsung berlari menghampiri Taehyung.

  “Kim Taehyung!!”

  Teriakku segera memeluknya.

  “Miss.. Right? Kapan… Kapan kau kembali?”

  Ucapnya terus menatapku tanpa membalas pelukanku sama sekali. Aku langsung melepas pelukan eratku dan membalas tatapan tajamnya.

  “Ada apa? apa kau begitu merindukanku? sedang apa kau di depan pintu kamar Jung Kook?”
“Mm aku…”
“Jung Kook-nya mana?”

  Tanya Eun Mi dengan terus menoleh ke arah pintu kamar asrama namun Taehyung langsung menghalangi pintu kamar Jung Kook tanpa berkata apapun.

  “Hey Taehyung! Minggir!”

  Ucap Eun Mi kesal lalu Yoon Starla pun tiba dengan terisak.

  “Starla? Ada apa denganmu? kenapa kau menangis?”

  Tanyaku setelah melihat Starla menghampiri aku dan Taehyung.

  “Kau sudah pulang Eun Mi?..”

  Tanya-nya bergetar.

  “Starla ada apa denganmu?”
“Eun Mi aku…”

  Ddrrrrtttt… Getar ponselku terasa aku pun langsung membuka pesan yang masuk.

  “O.. Nanti kita bicara lagi ya, Jung Kook menungguku di perpustakaan!”

  Ucapku dengan rasa tak sabar dan langsung berlari meninggalkan kedua sahabatku di lorong asrama putera.

  “Kimtae… hah…”

  Starla pun menangis dengan menutup kedua wajahnya menggunakan tissue ditangannya.

  “Jangan menangis, Ssttt… lebih baik kita pergi sekarang.”
“Tapi aku…”
“Ssstt.. akan ku tangani semuanya.”

  Balas Taehyung sembari menuntun Yoon Starla keluar dari gedung sekolah.

  Aku kembali berlari menuju perpustakaan, Aku tersenyum dengan perasaan yang meledak-ledak. Ini dia saatnya. Aku kembali, Aku kembali untukmu lagi.

  “Jeon Jung Kook!!”

  Teriakku setelah membuka pintu perpustakaan dengan sekali gebrakan.

  Bruug… Suara pintu ini terbuka menyuguhkan pemandangan gelap di hadapanku. Nafasku terengah-engah dengan senyuman yang tak ingin ku lunturkan. Perlahan kaki kananku melangkah masuk ke dalam perpustakaan yang gelap ini, Aku meraih ponsel dari saku celanaku, Aku arahkan lampu center yang terpancar menuju stop kontak ruangan ini.

  Trek..

  Lampu telah menyala menerangi seluruh perpustakaan, Eun Mi pun segera menoleh kebelakang lalu…

  “Kau tampak cantik sekali, Kang Eun Mi.”

  Seketika kedua kaki ku seolah lemas setelah menatap seseorang yang menjadi alasanku untuk segera pulang ke Seoul.

  “Jung.. Jung Kook?”

  Balasku tanpa berkedip menatap wajahnya yang sungguuuuuhhh tampan, Dia tersenyum berseri dengan tubuh yang tegap. Dia memakai celana jeans biru gelap dibalut kaos putih polos dan jaket berbahan kulit berwarna hitam menghangatkan tubuhnya. Tak lupa syal berwarna biru tua pemberian dariku 6 Bulan lalu terlingkar di lehernya.

  “Rambutmu? Oh hahahahaha”

  Tambah Eun Mi lagi seraya menutup mulutnya seolah tak mempercayai perubahan drastis dari Jeon Jung Kook yang polos itu.

  “Eun Mi rambut mu semakin panjang saja.”

  Ujar Jung Kook seraya melangkah mendekati Kang Eun Mi yang masih terkekeh bahagia.

  “Hey! Ku suruh rambutmu di angkat ke atas, kenapa di belah begini? Aiisshh kau seolah menirukan para idol boy group ya? hahaha. Lihat saja ponimu aiisshh. Kau sok tampan sekali sekarang hahaha.”
“Hehehe.. Eun Mi juga terlihat semakin cantik.”

  Balas Jung Kook dengan menunduk tersipu malu saat menatapku.

  “Aiisshh.. Benar-benar. Kau kemana kan kacamata mu itu ah? Siapa yang membuatmu sekeren ini? hahaha”

  Balas ku seraya menyibakkan poninya, Dia benar-benar seperti Korean Idol sekarang. Bahkan kacamatanya pun ia lepas semakin membuat dirinya terlihat macho.

  “Eun Mi suka? Aku sangat berusaha untuk ini hehe..”
“Tentu saja aku suka. Waahhh kau pasti sudah banyak diincar para gadis ya? Bagaimana nilaimu tadi hah? Kau naik kelas kan? Huuhh lengkaplah sudah si pintar Jung Kook sekarang tidak hanya seksi otak tapi fisiknya pun jadi seksi hahaha.”
“Eun Mi hentikan, Jangan mengejekku terus hehe..”

  Balasnya terus tersenyum malu dengan wajah yang memerah.

  “Uuhhh kelinciku sekarang sudah seperti singa yang gagah.”
“Ah Eun Mi berkata seolah aku adalah anakmu.”
“Cepat katakan siapa yang merubahmu menjadi Romeo begini hah? hahaha aku harus memberikannya upah yang banyak.”
“Isshh Eun Mi heheh hentikan..”

  Candaan demi candaan pun terlontar dari mereka, Tawa Eun Mi juga Jung Kook terpadu menyatu membuat kerinduan mereka seolah terbayar sudah.

[Halaman Belakang Sekolah ‘11.23pm’]

  Saat ini aku bersama Jung Kook tengah duduk di rerumputan hijau, Kami berpegangan tangan hampir berjam-jam setelah meninggalkan perpustakaan. Aku sangat bersyukur untuk perasaan yang teramat membahagiakan ini.

  “Aku merasa tidak memerlukan apapun lagi saat bersamamu.”

  Ucapku dengan terus mendangah menatap langit malam bertaburkan bintang.

  “Begitupun aku yang merasa tidak menginginkan apapun lagi saat Eun Mi sudah kembali.”

  Balasnya terdengar seketika membuatku mengarahkan pandangan ini pada wajahnya yang saat ini tengah menatapku dengan senyuman khas.

  Eun Mi membalas senyuman Jung Kook dan segera ia memegang dadanya dengan spontan.
Jung Kook terdiam saat tangan kirinya yang sedang bergenggaman dengan tangan kanan Eun Mi itu terlepas. Jung Kook menatap ke arah dada Eun Mi.

  “Ada apa?”

  Tanya Jung Kook.

  “Ah? Tid.. Tidak.. Tidak ada. mmmm aku seperti tengah di kejutkan oleh sesuatu. Aku merasa kaget.”
“Kaget?”
“Mmm.. Sudah lupakan saja.”

  Balas Eun Mi seraya mengambil tas gendong disamping kirinya.

  “Tadaaaa….!!”

  Ucapku memperlihatkan sepasang beanie berwarna merah pada Jung Kook. Ia pun hanya menatap tanganku dengan penasaran.

  “Saat aku berjalan-jalan di mall Jakarta, Mataku langsung terpanah pada sepasang Beanie merah ini, Jika kita mengenakannya bersama pasti akan sangat keren, Akan ku pasangkan ya?!”

  Ucapku antusias dan segera mengenakan beanie ini ke kepala Jung Kook.

  “Tunggu sebentar, mmmm Maaf ya poninya aku ubah menyamping dulu tak masalah kan? Daaaann.. Selesai!”

  Ucap Eun Mi tersenyum bahagia melihat sahabat laki-lakinya itu telah mengenakan beanie darinya, perlahan tatapan Eun Mi turun pada binar kedua mata pria itu. Senyumnya perlahan luntur dengan air mata yang tiba-tiba keluar dari kedua matanya.
Jung Kook pun hanya terdiam menatap Eun Mi yang tengah menangis haru padanya. Segera Jung Kook menaruh tangan kanannya tepat di kepala Eun Mi.

  “Ada apa?”

  Tanya Jung Kook dengan tangannya yang mengusap-usap rambutku dengan sangat lembut terasa. Aku hanya terisak tanpa mampu berkata apapun. Ada apa ini sebenarnya? Kenapa air mata ku seolah tak ingin berhenti dan malah semakin mengalir dengan derasnya.
Tak berpikir lama aku pun langsung memeluk tubuh Jung Kook sangat erat, aku tenggelamkan wajahku pada dadanya yang bidang.

  “Aaaahhh… Hah..”

  Isak tangis Eun Mi semakin keras.

  “Eun Mi..”

  Balas Jung Kook lembut, Ia memelukku, ia terus menenangkan hatiku dengan caranya, ya, dia mengusap kepalaku berulang kali, Inilah cara andalannya untuk menenangkan perasaanku.

  “Aku sangat merindukanmuuhh.. Ahhh.. Aku sangat merasahh… hah.. kau teramat berharga bagikuuuhh.. kegun.. hah.. kegundahan, kegelisahan juga kecemasan selalu meliputiku selama 6 bulan iniihhh.. Bagaimana keadaanmu, bagaimana kabarmu, bagaimana nilaimu, bagaimana ibumu selalu membayangikuuhhh.. Ahh.. Aku.. Aku tidak ingin jauh darimu lagiihh hah… aaah.. maafkan aku Jung Kook.. Ah.. Aku… Aku sangat merindukanmuuuhh..”

  Ucapku dengan tangis yang meledak-ledak. Aku tak mampu kendalikan perasaanku lagi sekarang, Kerinduan ini sangat menyakitkanku. Entah sejak kapan perasaan ini muncul, Aku rasa aku ingin memiliki dia yang selama ini menjadi sahabat terbaikku.

  “Kalau begitu jangan pernah mencoba untuk meninggalkanku lagi ya?”

  Balas Jung Kook dengan meletakan bibirnya di atas ubun-ubun Eun Mi, Dia menangis. Dia menitihkan air matanya. Dia juga merasakan apa yang Kang Eun Mi rasakan selama ini. Dia mencoba tegar untuk Eun Mi. Dia terus memeluk erat tubuh Eun Mi seolah takkan pernah rela untuk dilepasnya.

[Ke’esokan Harinya | Kediaman Kang Eun Mi ‘10.22am’]

  “Paman? Bagaimana? Dimana Eun Mi sekarang?”

  Tanya Taehyung sangat cemas.

  “Mmm.. Tadi Eun Mi menelepon paman, dia bilang dia baik-baik saja, Dia meminta izin untuk berlibur ke suatu tempat selama 1 Minggu.”
“Apa ini akan baik untuknya? aku mencemaskan puteriku.”

  Balas Nyonya Kang.

  “Biarkan saja. Percayalah Miss.. Maksudku Kang Eun Mi pasti tidak akan berbuat macam-macam.”

  Sambar Taehyung tersenyum.

[Sekolah, Asrama Puteri]

  “Jung Kook?! Ayo cepat! Apa kau sudah siap ke Gwangju?”

  Teriak Eun Mi seraya mengetuk-ngetuk pintu kamar asrama Jung Kook.

  Lega rasanya setelah pagi tadi aku menyuruh beberapa pembantu rumah mengambilkan semua keperluanku. Aku benar-benar sudah tak sabar untuk segera pergi berlibur bersama Jung Kook ke Gwangju.

  Kreekk.. Pintu kamar asrama sebelah terbuka, lalu Jung Kook pun keluar dari arah kamar itu dengan tampilan baru bangun dari tidurnya seketika aku mengerutkan dahiku dan menjatuhkan tas di kedua tanganku.

  “Aaaaa! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau baru bangun hah?!! Ini sudah siaaangg! Jung Kook!!!! Dan kenapa kau pindah kamar di ujung sana?!”

  Teriakku teramat kesal, Lalu Jung Kook pun menatapku dan menghampiriku dengan mengucek-ucek sebelah matanya.

  “Eun Mi mau kemana dengan tas-tas gendut itu?”
“AARRGHHHH JEON JUNG KOOOKK!!”

  Teriak Eun Mi dengan murka.

  1 Jam Kemudian.

  “Eun Mi masih marah ya?”

  Tanya Jung Kook menatapku, aku pun hanya membuang muka darinya dan menendang tas-tas besarku yang saat ini berada di kamar asramaku, Aku duduk di atas tempat tidurku dengan kedua tangan terlipat di perut.

  “Kenapa kita tidak jadi ke Gwangju hah?! Apa selama ini kau tidak menabung? Isshh menyebalkaaann!”
“Ayo cepat kita berangkat sekarang, Nanti malah akan semakin panas cuacanya.”
“Isshh Jung Kook!!”

  Teriakku terhenti, Lalu Jung Kook pun menarik tanganku hingga aku berdiri, Ia menyisir rambutku yang sudah hampir mencapai pinggul ini. Aku menatap wajahnya yang terus tersenyum.

  “Bukankah dimanapun kita berlibur segalanya akan terasa menyenangkan, Yang terpenting kita menghabiskan waktu bersama selama 24 Jam dalam 7 Hari penuh bukan?”
“Iya tapi kan kita sudah merencanakan ini jauh-jauh dari setengah tahun lalu! Tak masalah jika tidak jadi pergi ke Gwangju tapi setidaknya kita bisa ke Busan atau Daegu. Pokoknya di luar Seoul lah. Tapi.. Kau malah usul untuk tetap tinggal di asrama saja! APA INI TIDAK GILA?!”

  Bentakku kesal.

  “Oh jadi begini saat Eun Mi kesal hehe.. Ayo kita jalan-jalan. Ini adalah awal dari 24 Jam dalam 7 Hari menghabiskan waktu bersama Kang Eun Mi!!!”

  Ucapnya sangat bersemangat dengan menarik tanganku erat.

  “Aahhh konyol!”

  Gumamku sinis.

  Sesampainya di suatu taman bermain anak-anak.

  “Wowowoooohooowww hahahah ini menyenangkaaaaaaan sekaliiiii!!”

  Teriakku sangat bahagia setelah menuruni perosotan berwarna merah yang kira-kira tingginya hanya 1 Meter saja.

  “Jung Kook? Ayo kita main di cangkir besar itu.”

  Eun Mi pun segera berlari ke arah cangkir besar yang bisa berputar-putar itu, Jung Kook terus memutar cangkir besar itu hingga Eun Mi menjerit-jerit kegirangan.

  “Aaaakkkk pusiiinnngg! hahahahaa, Jung Kook hentikaaann..”

  Teriak Eun Mi tak di hiraukan Jung Kook. Jung Kook pun segera meninggalkan Eun Mi dan kembali dengan benda di kedua tangannya.

  “O.. oh.. Apa itu?”

  Teriakku pada Jung Kook, Aku pun segera turun dari cangkir besar ini dengan sedikit sempoyongan, Jung Kook pun berlari dan langsung memegangi tanganku, Dia menuntunku ke tempat yang lebih teduh.

  “Apa kepala Eun Mi masih pusing?”

  Tanya Jung Kook dengan menyodorkan sebotol gelembung sabun berukuran sedang padaku.

  “Masih, Sedikit. Tapi aku senang!!”

  Balasku bersemangat. Aku benar-benar merasa bebas sekarang. Semuanya membuatku bahagia, Panas terik di taman bermain yang sepi ini seolah tak jadi hambatan untuk aku bermain dan mencoba semua permainan disini.

  “Lihat gelembung sabunku besar.”

  Ucapku pada Jung Kook. Lalu Jung Kook pun memecahkan gelembung milikku itu.

  “Hey!!!”
“Hahaha.. sekarang punyaku lebih besar. Lihat ini. Fuuuuuuuhhh”

  Katanya dengan meniup gelembung sabun yang memang besar dibuatnya.

  “Kau curang sih!”
“Tidak kok.. hehehe.”
“Ah Jung Kook tidak asik.”

  Balasku langsung menginjak sepatunya lalu Jung Kook pun tersenyum dan menjambak rambutku pelan.

  “Aiissshh kau mulai berani ya?!”

  Responku sedikit marah namun hatiku sama sekali bertolak belakang, Saat ini aku benar-benar merasa bahagia bersamanya lalu Jung Kook mencabut dedaunan di belakang kursi taman ini dan langsung melemparkannya ke arah wajahku.

  “Heyy!!”

  Teriakku seketika ia berlari, tentu aku mengejarnya dan menangkapnya.

  “JUNG KOOOOOKK!!”

  Teriakku terus mengejarnya dengan sekuat tenagaku.

  “Kaki Eun Mi pendek, mana mungkin bisa menangkapku hahaha.”

  Ejeknya sangat menyebalkan hingga aku terengah-engah mengejarnya.

  Waktu tak terasa untuk hari ini berlalu dengan cepatnya, Mungkin benar kata orang-orang bilang ‘Ketika kau bersama seseorang yang sedang kau sukai, semuanya terasa manis dan cepat berlalu.’ Seperti saat ini.

  “Waktu sudah menunjukan pukul 6 Sore, Bermain perosotan sudah, Ayunan, Cangkir putar-putar, meniup gelembung, duduk di kursi kayu taman, Menaiki besi berwarna warni seperti monyet dan bermain kejar-kejaran, Hal sesederhana itu bisa membuat kita berkeringat namun tidak merasakan lelah ya?”

  Ucapku yang saat ini tangan kiriku tengah mengait di leher Jung Kook, sedangkan tangan kananku menggenggam es krim rasa cokelat yang enak. Tentu saja saat ini aku tengah di gendong oleh Jung Kook di punggungnya. Ah.. aku benar-benar merasa sangat bahagia hari ini.

  “Itu karena kita menikmati waktu yang ada. Kita tertawa dan bersenang-senang bersama, Tentu rasa lelah takkan terasa. Eun Mi bahagia?”

  Tanya Jung Kook menoleh sedikit ke arah wajah Eun Mi yang tersandar di pundak kanannya, Eun Mi pun mendekatkan es krim cokelatnya ke arah mulut Jung Kook. Segera Jung Kook memakan es krim itu bergantian dengan Eun Mi yang juga kembali menjilati es krimnya.

  “Aku sangat bahagia, Bagaimana denganmu?”
“Tentu saja aku bahagia.”
“Bukankah waktu 24 Jam dalam 7 Hari ini di dedikasikan untukmu tapi kenapa aku merasa hari ini seolah untukku semua ya?”
“Anggap saja ini sebagai sambutan selamat datang atas kembalinya Eun Mi dari Indonesia.”
“Ummm Terima Kasih Jung Kook hehehe.”

  Balasku seraya mencubit pipi kirinya dan kembali mendekatkan es krim ku ke depan mulutnya.

  “Maaf jika aku hanya bisa memberikanmu memori sederhana.”

  Ucapnya setelah mengigit cone es krim ku.

  “Isshh kau ini bilang apa sih? Oh ya, Kemarin aku merasa aneh pada Taehyung juga Starla, Mereka menangis di sekolah. Sedang apa mereka? apa mereka berpacaran dan bertengkar di sekolah?”
“Ah.. Entahlah, Ku lihat akhir-akhir ini Taehyung juga Starla memang tengah dekat. Tapi aku juga mendengar bahwa Ayah Starla mendapat masalah. Mungkin itu sebabnya ia menangis.”

  Jelas Jung Kook saat menggendongku di punggungnya menuju perjalanan kembali ke sekolah.

  “Lalu bagaimana dengan Min Yoon Gi? Kenapa semalam kau berkata bahwa dia menginginkanmu pindah dari sekolah dan meninggalkan Seoul?”
“Bukankah itu tujuannya selama ini? Memisahkan kita dengan berbagai ancamannya. Dia mungkin merasa tidak puas jika belum melihatku menangis darah di hadapannya. Maka dari itu aku sangat memohon padamu untuk tidak memberitahukan keberadaanku pada siapapun. Tak boleh ada 1 orang pun yang mengetahui bahwa aku masih berada disini. Karena Yoon Gi Menginginkan aku untuk segera meninggalkan Seoul setelah kenaikan kelas. Namun aku takkan begitu saja meninggalkan Seoul sebelum melihat Eun Mi kembali dan menghabiskan waktu yang pernah ku minta dan kau janjikan.”
“Jadi itu alasanmu tinggal di Sekolah, Di asrama putera dan pindah kamar? Agar kau bisa menghindari Yoon Gi?”
“Iya, Ku rasa takkan ada orang yang datang ke sekolah selama libur. hanya ada satpam saja yang berjaga bukan? jadi itu takkan jadi masalah bagiku. Hanya untuk 7 Hari saja.”
“Lalu setelah 7 Hari kau akan meninggalkan Seoul begitu?”
“Mmm.”

  Balas Jung Kook sedih.

  “Ini tidak bisa dibiarkan! Memang Yoon Gi siapa? Seenaknya mengusirmu dari sekolah juga kota ini! AKU HARUS BICARA PADANYA!”
“Eun Mi… Sudahlah. Jangan berurusan dengannya lagi ya?”
“Pokoknya aku..”
“Kang Eun Mi..”

  Ujar Jung Kook langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku yang masih di gendongnya. Aku pun diam dan langsung membuang es krim ku ke jalanan.

  “Eh.. Kenapa kau membuang es krim mu begitu hah?”
“Aku bukan membuang Es Krim! Tapi aku baru saja sudah membuang Min Yoon Gi dengan satu kali hempasan.”
“Eun Mi mengotori jalanan, Itu tidak baik!”

  Balas Jung Kook tersenyum dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Sekolah.

[Kediaman Kim Taehyung]

  Taehyung mendangah menatap langit yang mulai gelap, Ia mengecek ponselnya dan mencoba menghubungi nomor Eun Mi yang ada di ponselnya.

  ‘Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau beradia di luar jang…’

  Ia mematikan panggilannya setelah sadar bahwa tak ada satu pun nomor ponsel Kang Eun Mi yang aktif.

  “Jangan membuatku mencarimu Eun Mi.. Apa kau bersamanya saat ini? Kau di Gwangju?”

  Batin Taehyung terus bertanya-tanya.

[Sekolah, Asrama Puteri | ‘08.01pm’]

  Tok… Tok… Tok…

  Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar asramaku.
Aku tersenyum dengan handuk yang masih menempel di kepalaku. Aku sudah selesai mandi dan mengenakan piama panjang yang hangat.

  Kreekk..
Pintu ini terbuka dan membuatku kembali tersenyum setelah melihat Jung Kook yang berdiri menatapku dengan tatakan berisi banyak makanan.

  “Waktunya Eun Mi makan!”

  Ucapnya tersenyum.

  “Uuuhhh baunya lezat sekaliiiii, Ayo masuk!”

  Balasku segera menutup kembali pintu kamar asrama setelah Jung Kook masuk ke dalam kamarku.
Jung Kook pun langsung duduk seraya meletakan beberapa makanan juga sup di bawah, Begitu juga denganku yang ikut duduk di dekatnya.

  “Iihhh terlihat masih panas, uhhh enak sekali sepertinya.”
“Tentu enak, Ayo Eun Mi makan ya? Aku tadi sangat lapar hingga akhirnya ku putuskan untuk makan duluan di luar dan ini aku membawakan makanannya untuk Eun Mi.”
“Ih apa kau bilang? Jadi kau sudah makan duluan? Uh teganya! Aku kan ingin makan bersamamu!”
“Cepat buka mulut Eun Mi Aaaaa..”

  Pintanya seraya mendekatkan sesendok nasi dengan lauk ke arah mulutku, Aku terdiam beberapa saat setelah menatapnya.

  “Cepat buka mulut Eun Mi…”

  Pintanya lagi, Segera aku memakan makanan ini sembari menyisir rambutku yang masih basah.

  “Aku merasa kau berbeda Jung Kook?”
“Huh?”
“Kau terlihat berani sekali.”
“Benarkah? Hehe..”
“Iya, Kau tanpa rasa khawatir diam di dalam kamar asrama puteri dengan pintu tertutup, dulu biasanya kau sangat anti sekali.”
“Dulu kan banyak sekali orang, Aku tidak ingin mereka berpikir yang tidak-tidak. Sekarang kan sekolah sangat sepi.”
“Aku pikir masalahnya bukan itu.”

  Balas Eun Mi membuat Jung Kook terdiam.

  “Aku pikir Taehyung lah yang membawa pengaruh buruk padamu.”
“Hehehe.. Eun Mi, Cepat makan lagi aaaa.”
“Apa kau selalu keluar masuk juga ke kamar asrama puteri lain? Lee Hye Ra?! Dia kan tinggal di asrama juga!”
“Isshh, Eun Mi bicara apa?!”

  Balasnya dengan mendekatkan lagi sesendok nasi ke arah mulutku.

  Uhhh..  Perutku sangat kenyang rasanya setelah menghabiskan semua makanan yang Jung Kook berikan padaku.
Jung Kook duduk di bawah dengan terus menatapku yang saat ini duduk di atas tempat tidur, Sesekali ia tersenyum saat kami berpandangan.

  “Jung Kook?”
“Ya?”
“Aku ingin berkata jujur padamu.”
“Soal Kang Eun Mi memiliki ayah yang tak lain adalah Direktur Kang?”
“O? Bab.. Bagaimana kau tahu itu? Apa Taehyung yang memberitahukannya?”
“Tidak, Tapi aku menduganya saja, Apa itu benar?”

  Tanya Jung Kook. Aku pun mengangguk dengan penyesalan karena telah membohonginya selama ini.

  “Semua itu benar, Sebenarnya aku adalah puteri dari Direktur Kang, Pemilik sekolah ini, Tapi aku tidak memiliki niat buruk dengan menyembunyikan identitasku. Aku hanya ingin bisa berbaur dengan mudah bersamamu.”

  Jelasku, Jung Kook pun hanya menatapku dingin.

  “Apa kau marah? Ma.. Maafkan aku sudah berbohong, Aku sangat menyesal.”

  Tambahku lagi, Jung Kook pun tersenyum menatapku.

  “Sudah tidak jadi beban lagi kan jika Eun Mi jujur dalam segala hal padaku?”

  Ungkapnya.

  “Aku hanya ingin berusaha mengurangi beban dari benakmu, Aku tidak bermaksud memaksamu untuk berkata segalanya padaku hanya saja Eun Mi selalu terlihat kaku saat ditanyai masalah keluarga.”

  Sambungnya membuatku mengerti, Aku pun segera memeluk kedua lututku ini dan merenung.

  “Sebenarnya ada satu hal lagi yang tak pernah ingin aku ungkap pada siapapun, Tapi beberapa waktu lalu aku sudah membocorkannya sedikit pada seseorang.”
“Itukah beban Eun Mi selama ini?”
“Iya. Apa kau ingin mendengarkan cerita yang terasa asin selama ini bagiku?”

  Tawarku, Jung Kook pun tersenyum mengangguk.

  “Tentu saja.”

  Ucapnya.

  “Aku adalah seorang anak yang tak diakui oleh ibu kandungnya sendiri. Sebelum Ayahku menikahi Ibu tiriku dia pernah menikahi seorang model cantik dan terkenal bernama Ryu Seun Gi, Saat itu ayahku belum sekaya saat ini, Aku masih mengingat ketika umurku 6 Tahun ayah juga ibuku bertengkar hebat, entah apa yang mereka perdebatkan kala itu, Tapi aku pikir mereka memperdebatkan soal ayah yang terus mendesak untuk mempublikasikan pernikahan mereka juga aku yang sudah lama ia lahirkan. Namun karena kala itu karir modeling Ryu Seun Gi sangat cemerlang dia enggan memberitahukan pada media bahwa dirinya sudah menikah dan memiliki seorang puteri, Lalu setelah itu hanya dengan hitungan bulan tiba-tiba Ibu kandungku Ryu Seun Gi menikahi pengusaha sangaaaat kaya berstatus duda beranak 1. Ibu kandungku mengabaikan ayah juga aku. Dia pergi meninggalkan kami. Kau tahu, selama 6 Tahun itu aku berpura-pura seolah tak pernah mengenal siapa itu wanita yang telah melahirkanku. Hingga pada akhirnya ayah bercerai dengannya dan menikahi Baek Soo Ri, Sekertaris di kantornya dulu dan saat itu lah aku merasakan kehangatan seorang ibu sesungguhnya dari Baek Soo Ri yang saat ini menjadi Nyonya Kang Soo Ri. haha.. kisah ini tak ada yang tahu kecuali kau juga Taehyung. Seringkali dia bertanya siapa ibu kandungku saat kami masih kecil. Namun aku selalu berkata ‘Ibuku telah mati sejak aku dilahirkan.’ Dan satu lagi, kau tahu cerita yang paling menarik dari ini? Ketika aku menonton Tv dan melihat pernikahan megah ibuku bersama pengusaha kaya itu. Rasanya aku tak sedih hahaha mmm mungkin sedikit sih hehe dan kau tahu siapa pengusaha kaya raya yang dinikahi ibu kandungku? Dia adalah Tuan Min Jae Juk Ayah kandung Min Yoon Gi si Member Grup BANGTAN. Bagaimana kau menyebutkan semua masalah ini? Apa ini sebuah kebetulan atau takdir yang pantas ku tertawakan? Mungkin aku juga takkan pernah tahu bahwa Min Yoon Gi adalah Saudara tiriku jika aku tak pernah pindah ke sekolah ini.”

  Jelas Eun Mi langsung menitihkan air matanya, Jung Kook pun berdiri dan duduk di tepi tempat tidur, Ia mengusap kepala Eun Mi dengan lembut.

  “Bersabarlah, Itu bukan masalah besar. Ini bukanlah masalah besar.”

  Ucap Jung Kook langsung memeluk Eun Mi erat, Eun Mi pun kembali menangis tersedu-sedu.

  “Aku tahu itu, Masalah besarku adalah ketika aku jauh darimu Jung Kook.”

  Ucapku terus menangis.

[Ke’esokan Harinya | Hari Ke-2]

  Jung Kook meletakan dagunya di tepi tempat tidur, Ia duduk di bawah dengan terus menggenggam tangan Eun Mi yang saat ini masih tertidur.

  “Hey Eun Mi pemalas? Mau sampai kapan tidur begini oh?”

  Tanya Jung Kook pelan dengan terus menatap wajah Sahabatnya itu.

  “Mmmhh..”

  Lenguhku setelah merasakan seseorang menarik-narik jari tangan kananku, perlahan aku membuka mataku dan seketika aku tersenyum setelah melihat Jung Kook yang saat ini sudah tampan dan wangi menyambutku.

  “Kau sudah mandi ya?”

  Tanyaku saat merasakan tangannya yang masih dingin, Ia pun mengangguk dan segera berdiri.

  “Aku akan beli sarapan dulu ya? Eun Mi mandi sana, Ini sudah jam 7 Pagi.”
“Uh? Kau akan keluar lewat mana? di depan ada satpam yang berjaga bukan?”
“Iya ada, Tapi bukan masalah, Dia sudah ku beritahukan agar menjaga mulutnya dari Yoon Gi, Eun Mi tidak usah khawatir ya?”
“Baiklah kalau begitu, Hati-hati dijalannya!”

  Ucapku tersenyum, Lalu Jung Kook pun pergi meninggalkan kamarku sementara aku segera beranjak dari tempat tidur ini dan segera berjalan menuju kamar mandi yang terletak di luar kamar.

  “O… Kau? Sedang apa sendirian disini hah?!”

  Tanya salah satu penjaga sekolah terlihat kaget dengan keberadaanku.

  “Keluargaku jauh paman! Jadi aku tidak berlibur ke kampung halamanku. Aku sebatang kara! Lagipula aku tidak sendiri, Kan ada paman disini!”

  Balasku menguap dan berjalan mengabaikannya.

  Penjaga sekolah itu pun hanya menggaruk kepalanya dengan sangat kebingungan menatap ke arah koridor asrama puteri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: