HEADLINE NEWS

Klarifikasi Kepala Desa Long Beleh Kec. Kembang Janggut terkait pemberitaan media dan pemindahan pembangunan Jembatan dari RT.05 ke RT.04

pinal-newsPikiran Nasional, Kutai Kartanegara,— Kepala Desa Long Beleh Modang yang didampingi oleh Staf dan Ketua BPD beserta Ketua LPM , meluruskan permasalahan berita terkait Desa Long Beleh Modang terbitan edisi sebelumnya.
Awal pemberitaan memang benar adanya sumber berita yang tidak benar diperkirakan bersumber dari warga yang tidak terpilih menjadi perangkat desa karena orang–orang inilah yang selalu menghambat pembangunan didesa dengan berbagai macam cara untuk mencekal dan menyudutkan Kepala Desa berserta jajaranya, namun setelah didengar dari berbagai sumber pada masyarakat setempat, pemindahan Jembatan dari RT.05 ke RT.04 berkisar kurang lebih 4X110 Meter adalah hasil musyawarah dari seluruh Lembaga Desa tertanggal 10 November 2014 dan bukan perlawanan dari masyarakat setempat.
Mengenai asal-usul pembangunan jembatan di RT.05 itu adalah usulan warga melalui Ketua RT setempat pada saat pra musrembangdes.
Lebih lanjut Kepala Desa menyampaikan, dalam kegiatan pemindahan jembatan dilakukan secara gotong-royong dan tidak adanya anggaran yang tumpeng tindih, memang diakui oleh pihak Ketua LPM selaku kordinator gotong-royong memang memakai dana condev sekedar biaya konsumsi dengan skala yang sangat kecil, dibawah puluhan juta rupiah, namun dibangunnya kembali jembatan tersebut tidak menggunakan anggaran dari ADD karena pekerja pada waktu itu adalah Ketua RT, BPD dan LPM beserta anggotanya.
Lain lagi menurut Pak AJ (yang minta namanya tidak ingin disebut setelah tau kalau yang bertanya adalah wartawan) beliau berkomentar dengan adanya pembangunan jembatan tersebut warga sebenarnya sangat bersyukur,, sebaliknya banyak yang kecewa dan mengecam terhadap oknum-oknum yang selalu menghalang-halangi pembangunan sedangkan jembatan yang dipindah itu telah dilengkapi dengan tanda-tangan peserta musyawarah, Sedangkan manfaat pembangunan jembatan yang dibangun di RT.04 sudah terasa manfaatnya karena selain akses ke SD 12 dan juga akses ke rumah ibadah (Masjid) khususnya warga RT.05, RT.06 dan RT.13 sekaligus membuka akses menghindari pemukiman kumuh karena sebelum dibangunnya jembatan lokasi jembatan tersebut adalah semak belukar yang tidak terawatt dan posisinya tepat di belakang rumah penduduk
Ditambahkan, menurut Pak AJ hal ini dibuktikan dengan berita acara musyawarah desa (mudes) tentang pemindahan maupun pembangunanya kembali, jadi kalau menurut pendapat saya bukanlah hak veto dari seorang kepala desa karena sudah kesepakatan dalam musyawarah sehingga hal inilah yang mendasari kegiatan pembangunan tersebut dilaksanakan.

 

Biro Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: