HEADLINE NEWS

24/7=Heaven : I’ll Protect You ( Chapter – 21/Tamat )

CYMERA_2Title : 24/7=Heaven : I’ll Protect You!
Genre : School Life, Friendship
Rating : PG 13+
Author : Alda Nugraha
Length : Chaptered #ENDING || #Chapter21
Cast :
*Kang Eun Mi (You)
*Jeon Jung Kook (Member of 방탄소년단)
*Kim Taehyung (Member of 방탄소년단)
*All Member 방탄소년단
*Kim Soo Yi (Fiction)

  “Selamat siang Nona Kang? Bisa ku lihat tanganmu? Ku dengar infusanmu terlepas?”

  Ucap salah satu perawat rumah sakit yang datang.

  “Apa sore ini aku bisa pulang?”

  Tanyaku pada suster ini.

  “Eun Mi…”
“Miss Right…”

  Ujar Taehyung dan Seok Jin bersamaan.

  “Aku sudah merasa lebih baik sekarang.”

  Balasku menatap mereka.

  “Tentu bisa Nona, Apa kau ingin pulang sore ini juga?”
“Iya! Tentu.”
“Baiklah, Aku akan memberitahukan keinginanmu ini pada Dokter juga kedua orang tuamu ya.”
“Terima kasih suster.”

  Ucapku tersenyum senang.

  Akhirnya pada pukul 3 Sore aku bisa pulang juga dari rumah sakit, Semua orang saat ini terus menatapku dengan raut wajah yang menunjukan kekhawatiran mereka.

[Kediaman Direktur Kang | Kamar Kang Eun Mi]

  Aku kembali berbaring di atas tempat tidur yang besar dan empuk ini setelah ayah juga ibu memaksaku untuk berdiam diri di kamar.

  “Berbincanglah dengan teman-temanmu ya! Jangan banyak melamun.”

  Ucap Ibu seraya mencium keningku, Aku pun tentu langsung menghindar dari ciumannya.

  “Dasar anak bandel.”

  Ucap Ibu seraya meninggalkan kamarku.
Aku pun menekuk wajahku beberapa saat, Mereka terus menperhatikanku.

  “Apa kalian berpikir aku sudah gila hah?!”

  Tanyaku emosi, Namun Para Member BANGTAN terus menatapku tanpa berbicara, Starla, Jin, Nam Joon, Ho Seok, Jimin juga Taehyung, Mereka semua ada disini.

  “Iissshhh! Aku pulang bukan untuk berleha-leha disini!”

  Ucapku lagi segera bangkit dari tempat tidurku dan melemparkan selimut tebal yang memelukku.

  “Kau mau kemana?”

  Tanya Ho Seok Sunbae terdengar.

  “Kalian semua keluarlah! Tunggulah aku di luar gerbang, Aku akan mengganti bajuku dan pergi ke asrama.”
“KANG EUN MI Cukup! Sampai kapan kau menentang kenyataan ini hah? Jung Kook sudah meninggal! Selama satu minggu terakhir ini dia tak pernah ada bersamamu! Itu semua hanya bayanganmu, Tidak lebih dari halusinasimu saja.”

  Jelas Taehyung langsung membuat air mataku kembali mendesak keluar.

  Eun Mi langsung menatap Taehyung dengan mata yang penuh amarah.

  “Karena itulah kalian harus ikut bersamaku agar kalian tahu bahwa selama ini aku benar-benar bersama Jung Kook!”

  Tegas Eun Mi.

  “Eun Mi…”

  Ujar Starla sedih.

  “Cepat kalian semua keluar dan tunggu aku di gerbang. Aku pastikan kalian akan menyesali pemikiran kalian sendiri selama ini!”

  Tegasku lagi.

  “Terserah kau saja!”

  Ujar Taehyung marah dan langsung bergegas pergi.

  “Kim Taehyung?”

  Ucap Nam Joon segera mengejar Taehyung diikuti semua member bangtan juga Starla.

[Sekolah ‘04.11pm’]

  Sore ini pun aku bersama teman-temanku mendatangi Sekolah, Taehyung jauh berjalan di belakangku, Dia terlihat sangat kesal.

  “Aku akan tunggu di pos satpam, Kalian masuk saja tanpa aku.”

  Ujar Taehyung tanpa menatapku sama sekali. Segera aku pun merebut makanan ringan yang saat ini tengah di pegang Jimin Sunbae.

  “Hey Pembela Kebenaran! Tidak bisakah kau meminta dengan sopan?”

  Ucapnya tak ku hiraukan segera aku pun melemparkan makanan ringan ini ke arah muka Taehyung dengan kesal.

  “Hah..”

  Respon Starla terkejut. Begitupun juga dengan para Sunbae-nim.

  “Heh Kang Eun Mi? Kau benar-benar sudah gila ya? Makanan ringanku kau rebut dan dibuang begitu saja! Tidakkah kau tahu itu adalah makanan kesukaanku!”

  Teriak Jimin menjengkelkanku.

  “Nanti aku akan belikan kau 1000 bungkus makanan ringan yang jauh lebih enak juga mahal dari milikmu itu! Kau tidak usah khawatir! Aku adalah puteri dari Direktur Kang! Pemilik sekolah ini.”

  Ucapku.

  “Heh Miss Right!!”

  Sambar Taehyung kesal, aku pun segera pergi meninggalkan Taehyung di gerbang sekolah.

  “Woaah hahaha, Aku suka dia yang baru.”

  Sambar Ho Seok segera berlari mengikuti Eun Mi.

[Koridor Asrama Puteri]

  “Aku akan buktikan pada kalian semua, Kamarku ini menjadi saksi bisu atas kebersamaan aku juga Jung Kook.”

  Ucap Eun Mi segera membuka pintu kamar asramanya.

  “Apa? Mana bukti yang kau maksudkan?”

  Tanya Ho Seok Sunbae terdengar.

  “Bersih dan rapih, Kau yakin ada yang tinggal seminggu terakhir ini disini?”

  Tambah Jimin Sunbae, Aku pun langsung masuk dan mengobrak-abrik kamarku yang sudah tertata rapih.

  “Tidak! Pasti penjaga sekolah sudah membereskan kamarku ini, Tidak! Disini ada beberapa bekas makan kami berdua tidak! Kenapa dia membersihkan kamarku!”

  Ujar Eun Mi sangat panik seraya mengobrak-abrik kamarnya itu. Kim Nam Joon pun menarik nafas dengan berat karenanya.

  “Eun Mi? Lebih baik kita pulang sekarang, Dokter bilang kejadian yang kau alami itu hanyalah Shock yang tercampur dengan kesedihan berlebih hingga kau merangkai khayalanmu sendiri seolah itu sedang terjadi.”

  Jelas Seok Jin mencoba menarik Eun Mi.

  “Tidak! Lepaskan aku! Tunggu… Ini dia!”

  Ucapku sangat senang setelah menemukan kertas yang bergambarkan sketsa wajah Jung Kook yang ku buat.

  “Apa itu?”

  Tanya Starla, Aku pun memberikan kertas itu padanya.

  “Wajah Jung Kook?”

  Tanya starla.

  “Apa dia yang buat?”

  Tambah Nam Joon Sunbae, Aku pun tersenyum dan menggelengkan kepalaku.

  “Tidak, Itu aku sendiri yang buat saat dia bersamaku di kamar ini.”

  Jelas Eun Mi bersemangat seketika semua temannya itu saling bertatapan satu sama lain.

  “Eun Mi..”

  Ujar Seok Jin Oppa sedih.

  “Apa? Kenapa? Kenapa wajahmu begitu? Apa kau tidak percaya padaku? Apa kau juga Starla?”
“Eun Mi, Jika kau yang membuat ini tentu kami percaya tapi untuk keberadaan Jung Kook, Maaf, Kami tidak percaya, Sketsa buatanmu ini tergambar sangat sempurna, Pasti kau sangat keras memikirkannya.”

  Jelas Starla seketika aku merebut kertas itu dari tangannya dengan kesal.

  “Kalian tetap menganggapku gila hah? Aku tak perduli kalian tak percaya padaku! Aku tak rugi sama sekali!”

  Tegasku langsung keluar menabrak mereka meninggalkan kamar asramaku.

  “Eun Mi.. Bukan begitu…”
“Starla? Sudahlah, Lebih baik kalian semua pulang, Biar aku dan Taehyung yang akan mengatasinya sekarang.”

  Pinta Seok Jin.

  “Ah jika itu tidak merepotkanmu aku akan pulang sekarang, Ibuku pasti sudah menungguku”

  Jawab Nam Joon.

  “Aku juga lebih baik pulang saja, Tolong katakan pada si Pembela Kebenaran itu untuk segera mengganti makanan ringanku yang ia buang tadi ya?”

  Tambah Jimin.

  “Aku percayakan Starla padamu Sunbae-nim.”

  Ujar Starla, Jin pun menganggukan kepalanya lalu Nam Joon, Jimin, Ho Seok juga Starla pun segera meninggalkan gedung sekolah.

  Sementara itu…

  Langkah kaki ini semakin melemah hingga akhirnya ku sadari tubuhku terhenti tepat di depan pintu kamar Jeon Jung Kook. Aku tersenyum seraya menyentuh pintu ini.

  Tok… Tok… Tok…
3 kali aku mengetuk pintu ini.

  “Jung Kook? Aku telah kembali…”

  Ujar Eun Mi dengan menahan tangisnya. Ia terus mengetuk pintu kamar itu terus menerus.

  “Apa kau tidak ingin membuka pintu untukku?”

  Ucap Eun Mi lagi dengan terus mengetuk-ngetuk pintu kamar Jung Kook.
Sementara itu Taehyung juga Seok Jin menatap Eun Mi dari kejauhan.

  “Sampai kapan dia akan terus seperti ini? Aku sungguh tak tega melihatnya begini.”

  Ujar Taehyung segera berjalan menghampiri Eun Mi.

  “Jung Kook.. Aku pulaaannghhh.. Hah.. Jung Kook! Akuuhhh..”
“Miss Right?”

  Taehyung memanggilku seraya berjalan mendekatiku, Aku menatapnya dengan sangat tajam hingga ia berhenti melangkah mendekatiku.
Aku terus menatapnya dan melangkahkan kaki ini ke arahnya dengan hati yang teramat sakit.
Kini aku sudah berada di hadapan Kim Taehyung yang terlihat begitu mengasihaniku.

  “Aku sangat merasa konyol! Hah…”

  Tangis Eun Mi dengan menundukan kepalanya, Ia melangkah lemas ke arah dada pria di hadapannya itu hingga pelukan hangat seketika terasa oleh tubuhnya.
Tak berselang lama langkah kaki di belakangnya pun terdengar menghampiri dekat semakin mendekat.

  “Aku disini.”

  Ujar Seok Jin mencium kepala Eun Mi yang saat ini tengah tersungkur pada dada pria didepannya.

  “Kau lihat Miss Right? Tidak hanya aku yang memelukmu sekarang, Jin Hyung juga memelukmu dari belakang saat ini. Jadi tolong berhentilah… Menangis.”

  Ujar Taehyung terdengar.

  Sore itu Taehyung juga Seok Jin sangat berusaha keras untuk menenangkan Eun Mi hingga waktu menunjukan pukul 8 Malam.
Eun Mi terus mengeluhkan soal janjinya untuk pergi ke Gwangju bersama Jung Kook.

  “Haruskah kita pergi ke Gwangju?”

  Tanya Seok Jin saat berjalan di bawah sinar rembulan dengan menggendong Eun Mi yang terlelap di punggungnya.

  “Mmm… kita harus pergi kesana Hyung.”

  Jawabnya dengan terus menggenggam tangan kanan Eun Mi yang terkulai lemas. ‘Tak apa jika aku hanya bisa menuntunmu seperti ini.’ Batinnya merasa was was.

  3 Orang itu. Mereka yang sama-sama sedang berjuang dengan kisah cintanya masing-masing, berharap akan ada akhir yang bahagia menanti.

  2 Bulan Kemudian…

  Kira-kira apa yang ada difikiranku saat ini setelah aku berhasil menjalani pemulihan dengan kejiwaanku? Mereka menganggapku gila namun semua itu sudah berlalu ketika aku berpura-pura sembuh dan mengakui bahwa selama 24 Jam dalam 7 Hari bersamanya itu adalah khayalanku saja. Tak apa lah selama itu mampu membuatku bisa menghirup udara segar lagi. Belakangan ini mereka mengurungku di kamar.
Akhirnya aku kembali ke sekolah lagi sekarang, Aku duduk di kelas 2. tepatnya kelas 2-2 Bahkan saat ini Taehyung pun menjadi teman sekelasku.

[Kantin | Jam Makan Siang]

  “Kau terlihat lebih segar sekarang.”

  Ujar Starla setelah aku mengambil makan siangku dan duduk dihadapannya.

  “Aku tak pernah merasa sebaik ini sebelumnya.”

  Balasku tersenyum.

  “Miss Right? Halo, Aku duduk disini ya?”

  Ujar Taehyung segera duduk di samping kiriku.

  “Hey Kimtae! Kenapa kau menyapa Eun Mi sedangkan padaku kau tid..”
“Halo Gadis Cantik!”

  Sambar Taehyung tersenyum mendekati wajah Starla sangat dekat seketika itu membuat Starla mengedipkan matanya berulang kali. Tentu Starla merasa salah tingkah karenanya.

  “Heh Kimtae! Mana boleh kau memandangku sedekat itu!”

  Ujar Starla dengan nada bicara yang semakin menurun, Sementara Eun Mi hanya tersenyum menikmati makan siangnya.

  “Mmm Sejak kepulanganku dari Indonesia aku tidak berkesempatan bertemu dengan Lee Hye Ra, Kemana dia?”
“Dia sudah pindah semenjak Jung Kook dikabarkan meninggal.”

  Balas Starla sangat menampar diriku.

  “Apa?”
“Jangan coba memikirkan Jung Kook lagi! Maksudku berhentilah menganggap tewasnya dia itu akibat pembunuhan! Itu tidak masuk akal!”

  Balas Starla kesal.

  “Disini benar-benar tidak ada yang beres, Kenapa hatiku merasa tak nyaman, Apa mungkin Jung Kook sedang ingin menyampaikan sesuatu padaku?”

  Batin Eun Mi cemas.

  “Miss Right? Kau tak apa?”

  Tanya Taehyung.

  “Hah aku sangat lelah sekali, Meninggalnya Jung Kook, Terbongkarnya identitas aslimu Hah hidup kalian penuh dengan kejutan!”

  Keluh Starla, Lalu Eun Mi pun segera berdiri dan menyimpan makan siangnya ke tempat cuci piring.

  “Hey Kau mau kemana?!”
“Aku sudah selesai Taehyung.”

  Balasku segera meninggalkan kantin ini, Aku pun segera berlari ke perpustakaan dan berjalan mendekati rak paling ujung dimana aku dan Jung Kook biasa berada disana.

[Perpustakaan]

  “Aku yakin kau tidak meninggalkan aku begitu saja kan? Aku yakin ada seseorang di balik ini semua.”

  Ucap Eun Mi pelan, Dia menatap ke arah rak buku dengan tatapan kosongnya, Suasana perpustakaan ini sangat sepi hingga Eun Mi mencoba kembali mengingat beberapa kenangan yang pernah terjadi di perpustakaan ini.

  “Tolong jangan lagi!.”

  Seketika aku terperenjat saat seseorang berkata dengan menyentuh pundak kananku secara tiba-tiba, Aku menoleh ke arahnya dengan detak jantungku yang masih berdebar kencang.

  “Aku mohon, Jangan membuat mereka kembali meragukan kejiwaanmu Eun Mi.”

  Ucap Taehyung sangat memelas.

  “Kau percaya padaku?”

  Tanyaku dengan terus menatap wajah Taehyung, Ia pun lantas menarik pundakku hingga tubuh ini terhentak padanya. Ia memelukku erat dengan jantung yang juga berdebar, Aku merasakannya. Kim Taehyung… Dia mengkhawatirkanku.

  “Mana mungkin aku tidak mempercayaimu? Setidaknya kita pernah tinggal bersama cukup lama. Tak ada alasan bagiku untuk meragukanmu, Eun Mi.”

  Ucap Taehyung sedikit membuat nafasku terbuang lega, Perlahan aku melepas pelukan Taehyung dan menatapnya dengan penuh harap.

  “Bisakah kau mengantarku ke rumah Min Yoon Gi sepulang sekolah nanti?”

  Pintaku, Ia pun tersenyum dan menganggukan kepalanya, Ia bersedia mengantarku ke rumah rival terbesarku.

  “Terima kasih.”

  Ucapku lagi dengan perasaan yang masih campur aduk.

  Lalu…
Waktu menunjukkan pukul 5 Petang, Akhirnya Kim Taehyung juga Kang Eun Mi sudah sampai di kediaman Min Yoon Gi.

  “Kau yakin dia ada dirumah?”

  Tanyaku pada Taehyung.

  “Kita lihat saja.”

  Jawabnya segera masuk ke dalam gerbang namun langkah kami berdua di hentikan oleh penjagaan yang ketat disana.

  “Maaf, Ada keperluan apa anda kemari? Siapa kalian?”

  Tanya satpam di kediaman Yoon Gi.

  “Namaku Kang Eun Mi, Aku memiliki urusan penting dengan Yoon Gi.”
“Tunggulah sebentar, Saya akan menghubungi tuan muda dulu, Apa dia ingin bertemu anda atau tidak.”

  Jelas Satpam itu segera masuk ke dalam pos nya.

  “Hah.. Tuan Muda? Apa sekarang dia jadi selebritis?”
“Sifat Arogan dari Ryu Seun Gi sepertinya menular padanya.”

  Ejek Eun Mi.

  “Apa? Kau bilang apa?”
“Aku bilang cepatlah hubungi Yoon Gi!”

  Ucapku kesal.

  “Maaf, Tuan Muda sedang tidak ada di rumah tapi beliau akan segera kembali, Nyonya besar menyuruh kalian untuk masuk dan menunggunya di dalam, Silakan.”
“Heh.. Menarik sekali.”

  Batin Eun Mi.
Taehyung dan Eun Mi pun segera masuk ke dalam rumah Yoon Gi.

[Kediaman Min Yoon Gi]

  “Woaahh, Ternyata dia benar-benar anak dari Model Terkenal Ryu Seun Gi ya? Pantas saja dia begitu sombong selama ini.”

  Ujar Taehyung takjub dengan foto-foto besar Ryu Seun Gi yang terpampang jelas di setiap dinding rumah ini.

  “Memang kau belum pernah ke rumah Yoon Gi sebelumnya?”
“Pernah tapi aku tidak masuk ke dalam.”

  Balas Taehyung, Aku pun terus menatap ke arah bingkai foto yang begitu besar dihadapanku, Ada foto seorang wanita yang begitu bahagia bersama gaun pengantin juga mempelai pria yang menggandengnya.

  Mata Eun Mi pun langsung terpanah pada bayangan seseorang yang memantul di bingkai foto itu.

  “Selamat Sore.”

  Aku pun langsung menoleh ke arah belakangku, Wanita ini… Setelah sekian lama aku baru melihatnya kembali.

  “O… Nyonya Ryu Seun Gi, Ah maksudku Nyonya Min Seun Gi. Anda adalah model senior yang sangat terkenal itu bukan? Waahh anda sangat cantik sekali. heh Miss Right! Kenapa kau diam melongo begitu? Beri salam! Heh! Eun Mi?! Kang Eun Mi?!”

  Taehyung mencoba menyadarkan Eun Mi yang terus menatap ke arah Ibu kandung yang tak pernah mengakuinya itu.

  “Kang Eun Mi?”

  Ujar Nyonya Min Seun Gi.

  “Aku pulang buuu!”

  Terdengar suara Yoon Gi mendekat ke arah sini.

  “Ah sayang? Kemarilah, Teman-temanmu ini sudah menunggumu sangat lama.”

  Ucap Seun Gi seraya menghampiri Yoon Gi yang baru saja datang, Ia memeluk dan menciumnya dengan tawa yang ia perlihatkan.

  “Kau? Sedang apa kau disini?”
“Aku perlu bicara empat mata denganmu!”

  Balasku, Yoon Gi pun langsung menarik tanganku untuk segera mengikutinya.

  “O.. Kang Eun Mi!”

  Ucap Taehyung yang tak di ajak ikut.

  “Mereka terlihat serius sekali, Apa mereka sedang dalam suatu hubungan?”

  Tanya Nyonya Seun Gi seraya duduk di hadapan Taehyung.

  “Ah tidak Nyonya hehe, Jika Eun Mi berpacaran pasti Direktur Kang akan memarahinya haha.”
“Maaf, Kau bilang Direktur Kang? Apa dia pemilik sekolah SMA Favorit itu?”
“Ah ya, Apa anda mengenalnya?”
“Tentu tidak hahaha, Jadi gadis tadi adalah puteri Direktur Kang begitu?”
“Iya Nyonya.”

  Balas Taehyung seketika membuat Nyonya Seun Gi terdiam.

[Kamar Min Yoon Gi]

  Yoon Gi menyeret Eun Mi hingga ia sedikit terlempar ke arah dinding kamarnya.

  “Sedang apa kau disini hah?!”
“Ibumu cantik sekali.”
“Dia ibuku! Bukan ibumu!”
“Apa aku mengatakan dia ibuku? Tidak kan?”
“Jika kau ingin berdebat tentang ini lebih baik kau pergi sekarang!”
“Aku jauh-jauh datang kemari bukan untuk membicarakan soal ibumu. Tapi aku ingin mengatakan bagaimana kau bisa tega melakukan itu pada Jung Kook?”
“Apa maksudmu?”
“Kau membunuhnya kan?”

  Tekanku dengan tatapan tajam, Seketika Yoon Gi menghampiriku dan langsung mencekik leherku.

  “Jadi beginikah caramu membunuhnya?”

  Ucapku seketika membuat Yoon Gi membulatkan matanya dan langsung melepas cekikannya dari leherku.

  “Kau ini gila karenannya, kau seenaknya menuduhku membunuh kutu busuk it…”
“JAGA BICARAMU!!”

  Bentakku langsung menamparnya dengan keras.

  “Kau gila Eun Mi! Hah, Kau akan berbohong dan mengarang cerita lagi bukan?”
“Bohong? Apa perkataanku ini semua kau anggap bohong? Maaf Yoon Gi meskipun aku terlahir dari rahim wanita pembohong namun betapa beruntungnya aku, sifat buruknya itu sungguh tak menurun padaku! Kenapa? Kenapa kau menatapku begitu hah? Apa kau mulai takut sekarang?”
“Kau merasa tahu segalanya hah!”

  Ujarnya tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca merah.

  “Jika menurutmu tak ada yang tahu dengan perbuatanmu kenapa kau bergetar saat menyentuhku? Apa kau khawatir karena aku sudah mengetahui semuanya? Bukankah kau menjebaknya untuk keluar dari kamar asramanya? Kau menggunakan Hye Ra saat itu! TIDAKKAH KAU BERPIKIR JUNG KOOK KALA ITU SEDANG DEMAM TINGGI! Dia kesakitan akan cacar airnya tapi kau malah menjebaknya! Kau menganggap penyakit cacar airnya itu sepele hah? Bahkan kau mengambil syal biru dari lehernya hingga ia menangis berlutut memohon padamu dengan sisa tenaga yang ia miliki hingga akhirnya kau tinggalkan dia di pinggir jalan dan tak perdulikannya sama sekali! DIA MENINGGAL! DIA MENINGGAL KARENAMU!! Dia meninggal kedinginan! Dia… Dia hanya menggunakan kaos berwarna putih dan celana Jeans Berwarna biru tua. kau membuka jaketnya dengan paksa, kau melepaskan syal kesayangannya hah.. KENAPA KAU LAKUKAN ITU HAAAH!!”

  Teriak Eun Mi dengan menarik-narik kerah baju Yoon Gi, Taehyung yang sedari tadi menyaksikan kejadian itu di ambang pintu kamar segera melerai mereka berdua, Taehyung menarik Eun Mi dari Yoon Gi yang terdiam mematung dengan matanya yang berkaca-kaca.

  “Eun Mi, Hentikan, Cukup! Ayo kita pulang sekarang.”
“Mungkin kau bisa membohongi kami semua dan tak mengakui perbuatanmu tapi Tuhan! Dia menyaksikan segalanya, Jika dia tidak menghukummu sekarang mungkin dia tengah merencanakan hukuman spesial di neraka nanti!”

  Tegas Eun Mi seraya pergi meninggalkan kamar Yoon Gi dengan nafas terengah-engah.

  Aku pun segera menuruni anak tangga yang begitu banyak di rumah ini hingga akhirnya kami telah sampai di ruang tengah rumah megah ini.

  “Kau.. Kang Eun Mi?”
“Anda terlihat faseh sekali menyebutkan namaku nyonya, Apa kita pernah bertemu atau mengenal satu sama lain sebelumnya?”

  Balas Eun Mi pada Min Seun Gi, Ibu tiri Min Yoon Gi yang juga Ibu kandungnya sendiri.

  “Miss Right…”

  Ucap Taehyung mencoba menenangkan Eun Mi dengan mengusap pundak kanan sahabatnya itu.

  “Ayo kita pergi sekarang, Ibuku pasti sudah menunggu diluar.”

  Ujar Eun Mi dengan wajah yang terbuang dari hadapan Min Seun Gi.

  “Kang Eun Mi? Bisakah kita bertemu diluar besok?”
“Tolong tetaplah pertahankan sandiwaramu itu. Aku benar-benar merasa tidak nyaman.”

  Tegasku segera berjalan menuju pintu keluar, Taehyung pun segera merangkul pundakku seolah membuat semuanya mudah untuk ku lewati.

  “Memang Bibi Kang Soo Ri ada disini? Mana?”
“Tidak ada kok, Aku berbohong haha..”
“Isshh kau ini, Padahal jika kau marah pada Yoon Gi kau tidak usah marah juga pada Ibunya.”
“Apa peduliku.”
“Tapi Eun Mi?”
“Hmm?”

  Ucapku cuek dan segera masuk ke dalam mobil Taehyung.

  “Bagaimana bisa kau tahu pakaian yang Jung Kook kenakan saat dimana ia meninggal malam itu?”
“Apa? Aku tidak tahu.”
“Tapi tadi kau…”

  Ucap Taehyung terhenti.

  “Tadi aku kenapa?”
“Mmm.. Tidak, Lupakan saja hehe.”

  Balas Taehyung segera melajukan mobilnya.

  “Mungkinkah Jung Kook merasuki tubuh Eun Mi tadi? Mana mungkin Eun Mi asal bicara, tapi… Jika dia tidak asal bicara lalu darimana ia mendapat pemikiran hingga berspekulasi begitu pada Yoon Gi? Wajah Yoon Gi pun terlihat sangat tertekan tadi, Mungkinkah semua perkataan Eun Mi itu benar?”

  Batin Taehyung teramat kebingungan dan penasaran.

  Ke’esokan Harinya…
[Sekolah, Jam Istirahat]

  Aku duduk di anak tangga yang menghadap ke lapangan olah raga saat ini, Aku menunduk dan memikirkan semua yang aku alami belakangan ini.

  “Booo!”

  Dia mencoba mengejutkanku dari belakang, Aku menoleh ke arahnya dengan wajah flat.

  “Miss Right tidak kaget ya?”

  Ucapnya malu seraya duduk di sampingku, Aku pun kembali menatap ke arah lapangan olah raga tanpa berkata apapun.

  “Miss Right cemberut begitu, sini aku cium uummmmm…”

  PLAK!!! @#-(!?#824
Seketika tanganku ini refleks melepas sepatuku dan memukulkannya ke arah wajah juga bibir tebal Taehyung yang sedang monyong mendekatiku.

  “Aaakkkk”
“Kenapa kau melakukan segala cara untuk menghiburku hah? Tidak usah repot-repot!”
“Bisakah kau hentikan memikirkan Jung Kook? Mengurusi kematiannya! Kenapa kau bersi keras untuk dia? hingga semua orang menganggapmu gila! Tujuanmu pindah kesini adalah untuk belajar serius dan menjadi kandidat pertukaran pelajar itu bukan?”

  Ucap Taehyung terus mengeluh, Aku pun tersenyum seraya menundukkan kepalaku.

  “Sebenarnya alasanku pindah ke sekolah ini bukan sekedar untuk mengejar target pertukaran pelajar ke Luar Negeri melainkan saat aku kembali ke Seoul untuk berlibur aku sempat mengotak-atik laptop kerja milik ayah..”

#Flashback | 8 Bulan Yang Lalu

  Kang Eun Mi baru sampai di kediamannya, Ia berjalan menuju ruang kerja ayahnya ketika Direktur Kang tengah menelepon di luar ruangan, Eun Mi duduk dan bermain-main di meja kerja Direktur Kang.

  Ting…

  “O?..”

  Bunyi itu datang dari Laptop yang terbuka di hadapanku ini.

  “Ada E-mail.”

  Ucapku pelan lalu tangan Eun Mi segera mengotak-atik laptop milik Direktur Kang itu dengan perasaan was-was.

  ‘Dengan Hormat untuk Pemilik SMA Terfavorite Seoul, Bapak Direktur Kang. Perkenalkan nama saya Jeon Jung Kook. Saya adalah salah satu dari sekian banyak murid di sekolah anda, Saya duduk di kelas 1-2, Dengan penuh harapan saya mengadukan suatu perbuatan yang saya alami dari para Sunbae saya di sekolah. Ini dia fotonya. Foto ini adalah foto perut dan paha saya yang di penuhi luka lebam, Ada sebuah Grup di sekolah bernama BANGTAN, mereka menyebut diri mereka penguasa dari segala penguasa. Mereka selalu menginginkan hal yang menarik dari kami, Ya mereka memaksa kami untuk menangis, mereka menindas dan memukuli kami selama ini, tanpa alasan, Menindas adalah suatu kesenangan tersendiri bagi mereka, saya bukanlah satu-satunya korban. Saya sudah tidak tahan lagi, Perasaan tak tenang dan tak nyaman selalu menghantui saya di setiap detiknya, fisik saya pun sudah merasa lelah untuk tamparan, tendangan dan tinjuan dari mereka, Belum lagi ejekan-ejakan yang sebenarnya menyayat hati dan sudah tak saya perdulikan. Jadi saya meminta tolong dengan sangat pada Bapak Direktur untuk mengusut semua tindakan kekerasan yang terjadi di sekolah oleh para murid Sunbae terutama untuk Sunbae saya yang bernama Min Yoon Gi dari kelas 3-1, Mohon diberikan tindakan yang serius. Terima Kasih.’

  Itulah pesan panjang yang terbaca oleh Eun Mi, Segera Eun Mi menghapus E-mail dari Jung Kook itu sebelum ayahnya kembali masuk ke dalam ruang kerjanya.

  “Eun Mi? Kau sedang apa dengan Laptop ayah?”
“Ah.. tid.. tidak yah. Aku hanya rindu mengacak-acak ruang kerja ayah.”

  Balas Eun Mi tersenyum.

#FlashbackOFF

  “Jadi kau datang ke sekolah untuk Jung Kook?”
“Ya, Kau tahu kan aku tidak ingin mengusut masalah BANGTAN saat itu ke meja hijau, Karena aku ingin membalas mereka dengan caraku sendiri. Kau tidak akan tahu bagaimana rasanya setelah aku melihat foto-foto luka lebam di tubuh Jung Kook yang sangat menampar perasaanku. Saat itulah aku mulai memiliki keinginan untuk melindunginya dari Grup BANGTAN.”

  Jelas Eun Mi dengan mata yang berkaca-kaca.

  “Kenyataan yang mengerikan, Tapi kau sudah berhasil Miss Right. Kau sudah menaklukan BANGTAN.”
“Berhasil? Hehe Aku rasa tidak Taehyung. Lihatlah siapa yang telah meninggal karena aku.”
“Itu semua bukan salahmu! Jeon Jung Kook meninggal pure karena sakit cacar airnya.”
“Dan kau percaya itu? Tidakkah kau berpikir Min Yoon Gi lah dibalik semua kasus yang bersifat rekayasa ini?!”
“Aku merasa begitu tapi kita tidak memiliki satu pun bukti.”
“Aku tidak membutuhkan bukti, melihat wajah Yoon Gi saja aku sudah tahu dialah pelakunya! Dia yang membunuh Jung Kook!”

  Ujar Eun Mi dengan penuh dendam membara.

  “Dan ada alasan lagi mengapa aku begitu bersemangat untuk memberikan peringatan pada BANGTAN, itu semua karena Min Yoon Gi! Aku langsung mencari tahu siapa itu BANGTAN dan siapa saja membernya namun aku terus menelisik Min Yoon Gi yang sudah membuat Jung Kook sangat tersiksa, Latar belakang mereka adalah keluarga kaya raya dan fakta mengejutkan ketika aku mengamati latar Yoon Gi, Disana ada tercantum nama wanita yang selama ini telah membuangku. Ternyata benar. Ibu Min Yoon Gi adalah Ryu Seun Gi.”
“Waaahhh Model Ryu Seun Gi yang sangat terkenal di era-nya itu kan? Aku sudah tahu.”
“Dia ibu tiri Min Yoon Gi sekaligus Ibu Kandungku, Taehyung.”

  Sambar Eun Mi seketika membuat Taehyung terdiam.

  “Ja.. Jadi saat kemarin itu..”
“Tidak… Tidak.. Ibuku adalah Kang Soo Ri, Bukan dia!”

  Sambungku langsung menjatuhkan air mataku. Lalu aku pun merasakan belaian lembut di kepalaku.

  Kang Eun Mi mengangkat wajahnya dan menyentuh kepalanya, Tidak ada siapapun yang menyentuh kepalanya saat ini bahkan Taehyung hanya tertunduk serba salah lalu angin pun berhembus segera Taehyung menarik tangan Eun Mi beranjak dari anak tangga itu.

  “Ayo cepat kita masuk, Anginnya sangat membuatku dingin.”

  Ujar Taehyung menarik Eun Mi, Eun Mi pun hanya diam dan terus menatap ke arah anak tangga itu.

  “Jung Kook apa kau disana?”

  Batin Eun Mi terus menatap anak tangga itu.

  Beberapa Hari Kemudian…

[Apartment Kim Seok Jin | 04.02pm]

  Aku menatap ke arah dimana Jin Oppa sedang membuatkan Naengmyeon untukku, Dia terlihat serius sekali memasak di dapur bersihnya itu.

  “Ternyata Oppa pandai memasak ya?”
“Sebenarnya tidak, tapi karena sekarang aku tinggal sendirian jadi mau tak mau aku harus memasak sendiri. Sudah Selesai! Mie Dinginnya siap di hidangkan.”
“Tolong berikan banyak es batu di bagian mie ku ya.”
“Baiklah.”

  Ucapnya seraya membawakan 2 Porsi Naengmyeon ke arahku.

“Huwaahh ini terlihaaaat sangat enaakk. Aku makan sekarang ya Oppa?”
“Mm.. Ayo makanlah.”

  Balas Seok Jin tersenyum.

  “Oppa? Apa saat ini tidak ada gadis yang dekat denganmu?”
“Ada.”

  Jawabnya dengan terus memakan lahap mie dinginnya itu.

  “Siapa?”
“Kau!”
“Apa?”

  Jawabku terkejut, Ia pun menyimpan mangkuk mie dinginnya dan menatapku.

  “Bukankah kau yang saat ini dekat denganku, lihat saja kita duduk berdampingan seperti ini, Di sofa yang sama.”
“Isshh.. Bukan itu maksudku! Apa di Universitas kau sudah punya kekasih?”
“Kekasih?”
“Iya.”
“Sejujurnya aku sedang menunggu seseorang.”
“Ah benarkah? Ceritakan padaku, Ceritakan padaku!”
“Kenapa kau terlihat bersemangat sekali?”
“Tidak ada pembicaraan menarik sedari tadi.”
“Aku bertanya mengapa kau bolos sekolah malah tidak mau bahas!”
“Ayo cepat Oppa ceritakan seseorang yang saat ini kau tunggu itu!”

  Balasku memaksa, Lalu Seok Jin Oppa pun dengan spontan menendang kakiku.

  “Aw. isshh, Apa yang kau lakukan hah?”

  Aku meringis kesakitan namun ia hanya tersenyum seraya menyimpan mangkuk mie dingin ku di atas meja.

  “Sshhh.. Wanita yang aku tunggu itu sebenarnya wanita yang cukup menarik saat aku melihatnya dari awal. Dia wanita yang angkuh dan pemberani.”
“Benarkah seperti itu? Apa dia kasar?”

  Tanyaku penasaran.

  “Tentu, Dia kasar dan menakutkan namun setelah aku terus memperhatikannya dia benar-benar berbeda.”
“Berbeda?”
“Iya, Dia bukan seseorang yang aku nilai dari sebelumnya, Dia tidak kasar, sombong ataupun arogan, Tapi dia adalah sosok yang penuh kehangatan dan kasih sayang.”
“Apa dia cantik?”
“Haha.. Cantik, Mmm mungkin ya.”
“Kenapa mungkin ya?”
“Karena dari awal aku tidak pernah menilai dia dari wajahnya, Aku tertarik karena sifatnya yang sangat berwarna. Dia benar-benar membuat hatiku seolah kembali hidup.”

  Ujarnya tersenyum malu, Aku rasa Jin Oppa benar-benar menyukai gadis beruntung itu.

  “Lalu hal apa saja yang sudah Oppa lakukan untuknya?”
“Mengganggunya, Menjahilinya.”
“Apa?!”

  Balasku sangat terkejut.

  “Bagaimana mungkin kau memperlakukan itu pada gadis yang kau sukai!”

  Tambahku lagi dengan nada kesal.

  “Aku tidak ingin menjadi seorang pria yang jatuh cinta pada gadisnya dengan cara memanjakannya dan menjadikannya ratu di setiap harinya. Biasanya ketika kau melakukannya, Kau hanya akan mendapatkan Zona Pertemanan saja. Lebih baik aku kembali sangar dan keren untuknya. Cara ini akan mempermudah mendapatkannya. Setidaknya itu yang aku pelajari dari semua Drama Korea yang ku tonton.”

  Jelasnya tersenyum.

  “Isshh, Bukankah menjadi dirimu apa adanya itu akan jauh lebih memudahkanmu mendapatkan dan menunjukkan isi hatimu padanya?”
“Entahlah, Aku saat ini mulai tak yakin dengannya, Mengingat dia sudah memiliki seseorang yang teramat sulit dilupakannya.”

  Ujar Seok Jin Oppa dengan nada yang sangat sedih.

  “Mmm.. Jadi wanita itu tidak menyukaimu?”
“Hahaha tidak mungkin jika dia tidak menyukaiku, Aku yakin dia menyukaiku hanya saja saat ini dia sedang sibuk dengan pria lain.”
“Kalau begitu kenapa kau tidak langsung utarakan saja pada wanita itu, Raih tangan kanannya, Kau genggam erat lalu Katakan bahwa kau menyukainya bahkan lebih dari itu!”

  Tekanku, Lalu Seok Jin Oppa pun menatapku dengan horror.

  “Ak.. Aku salah bicara ya? Ma.. Maaf.”

  Ucapku seraya menundukkan kepalaku.

  Lalu Seok Jin pun segera meraih tangan kanan Eun Mi dan menggenggamnya erat tentu Eun Mi pun mengangkat wajahnya dan menatap Seok Jin dengan heran.

  “Aku menyukaimu bahkan lebih dari itu.”

  Deug… Tuhan ada apa dengan jantungku saat ini? Kenapa aku merasa aliran darahku menyeruak hingga memanaskan tubuhku, Jantungku berdebar, Aku tak mampu berkata-kata setelah Jin Oppa melakukan ini padaku, Apakah dia sedang mengutarakan isi hatinya itu? Apa wanita yang ia tunggu adalah aku?

  “Opp.. Oppa?”

  Ucap Eun Mi gelagapan. Seok Jin pun tersenyum.

  “Apa seperti itu aku harus mengutarakan perasaanku pada wanita yang aku sukai?”

  Ucap Jin Oppa seketika membuatku malu setengah mati.

  “Ternyata bukan aku. Isshh dasar Sunbae ini bodoh! Aku malas sekali sekarang memanggilnya ‘Oppa’!”

  Gerutu Eun Mi dalam hati, Eun Mi pun langsung menghempaskan tangan Seok Jin dan memalingkan wajahnya.

  “Seperti itu bukan? Kenapa kau tertegun begitu menatapku hah?”

  Goda Seok Jin tak di gubrisnya.

  “Tidak sekarang Eun Mi, Tidak sekarang, Aku akan mencobanya lagi setelah hatimu sedikit terbuka untukku.”

  Batin Seok Jin tersenyum menatap Eun Mi yang membuang muka dari pandangannya.

  “Lalu bagaimana dengan suasana hatimu sekarang? Apa Jung Kook masih membayang-bayangimu?”

  Tanya Seok Jin Oppa seketika membuatku kembali teringat pada Jung Kook, Aku tersenyum dan menatap Seok Jin Oppa.

  “Perasaan dan Logika ku benar-benar diuji, Bagaimana bisa aku terlambat untuk menyadari betapa mencinta-nya diri ini padanya? Hah.. ini konyol.”
“Terkadang seseorang harus merasakan rasa sakit bahkan kehilangan terlebih dahulu untuk mengetahui dan mengerti bagaimana isi hati yang ia rasakan sebenarnya. Mungkin selama ini kau merasa tenang dan tak peka dengan perasaanmu sendiri karena dia selalu ada di sampingmu namun setelah ia pergi dan tak kembali…”
“Baru aku sadari ternyata ini bukanlah sekedar menyukainya namun aku begitu mencintainya, Sangat mencintainya dengan dalam.”

  Sambungku memutus perkataan Seok Jin Oppa, Ia pun langsung mengelus kepalaku berulang kali.

  “Kau adalah kau! Gadis yang sangat kuat yang pernah aku kenal sepanjang hidupku. Dan kau akan terus begitu! Jadi apapun masalah yang kau hadapi itu takkan berarti apa apa bagimu.”

  Balasnya tersenyum menenangkanku.

  “Benarkah? Kau yakin aku akan mampu melupakan perasaanku pada Jung Kook?”
“Aku yakin. Karena… Untuk apa kau membuat hatimu tersiksa dengan dia yang tak pasti?”
“Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku juga ingin bahagia meskipun tak ada kesempatan sama sekali.”
“Lihatlah orang yang saat ini berada di hadapanmu, Rasakan apa yang selalu kau rasakan ketika bersamanya.”

  Jelas Seok Jin Oppa, Apa ini? Apa dia memberiku signal? Atau dia sedang menggunakan kalimat perumpamaan?

  Eun Mi pun kembali memalingkan wajahnya dari Seok Jin dengan perasaan yang tak menentu.

  “Aku tidak tahu siapa yang saat ini sedang berada di hadapanku, Aku benar-benar tidak tahu.”
“Kau benar tidak tahu atau tidak ingin tahu? Sebesar itu perasaanmu padanya hingga kau membutakan mata hatimu untuk seseorang yang selalu berusaha membangkitkanmu?”

  Jelas Seok Jin Oppa, Aku pun menatapnya dengan penuh pertanyaan. Dia membalas tatapanku dengan dalam.

  “Apa ini? Kenapa aku merasa gugup.”

  Batinku seraya menelan air ludahku sendiri, Aku rasa wajah Seok Jin Oppa semakin mendekat padaku, Aku terus menatapnya dengan mematung hingga benar… Aku merasakan nafasnya berhembus di hidungku.

  “Tuhaaaannn, Dia akan..”

  DDRRRTTTT….

  “Ahh.. Ponselku.. Pop.. ponselku bergetar… mmm tungguh. Ah Maaf”

  Ucapku sangat panik dan salah tingkah seraya berdiri dari sofa itu dan mengambil ponsel dari saku celanaku.

  Seok Jin pun langsung berdiri dan mengambil mangkuk bekas Naengmyeon mereka ke dapur dengan keringat dingin yang terlihat.

  “Aahhh… keterlaluan, Siapa yang sudah menghubunginya. Isshh awas, Aku colok kedua lubung hidungnya nanti!”

  Gerutu Seok Jin seraya mencuci mangkuk-mangkuk di tangannya itu.

  “Nam Joon Sunbae? Ad.. Ada apa?”

  Ujar Eun Mi dalam telepon seketika membulatkan kedua mata Seok Jin.

  “Nam Joon? Ada apa dia menghubungi Eun Mi? Aiisshh Haruskah aku mencolok kedua lubang hidungnya saat bertemu nanti? Aiissh..”

  Cerocos Seok Jin pelan.

  “Jin Oppa? Mmm.. Nam.. Nam Joon Sunbae meny.. menyuruhku untuk datang kerumahnya sekarang juga, Ak.. Aku pamit pulang, Terima Kasih untuk Naengmyeonnya.”
“E.. Eh Tunggu! Mau apa dia memintamu pergi kesana? Aku ikut sekarang!.”
“Apa?”
“Aku bilang aku ikut!”

  Jelasnya segera membuka sarung tangan cuci piringnya dan ia pun bergegas untuk pergi bersama ku menuju rumah Nam Joon Sunbae.

[Kediaman Kim Nam Joon | 06.01pm]

  Sesampainya disana Kang Eun Mi pun segera masuk ke dalam kamar Ibu Nam Joon, Sementara Seok Jin dan Nam Joon hanya duduk menunggu di ruang tengah.

  “Jadi seharian ini Eun Mi bersamamu?”

  Tanya Nam Joon terlihat sungkan.

  “Ya! Jadi seharian ini kau yang terus menghubunginya?”
“Hey! Itu karena… Ib.. Ibuku ingin berbicara padanya, Tanyakan saja pada Taehyung.”
“Taehyung? Apa dia disini?”

  Tanya Seok Jin terkejut dan menoleh ke sekeliling.

  “Hyuung!”

  Sapa Taehyung seraya mengambil banyak makanan.

  “Hey kau! Sedang apa disini? Apa kau tidak sekolah juga?”

  Tanya Seok Jin terkejut.

  “Mm.. Aku pikir Miss Right ada disini ternyata Nam Joon Hyung bilang Miss Right ada di Apartmentmu. Jadi kami merencanakan ini semua.”

  Ucap Taehyung tersenyum menyeringai.

  “Rencana?”

  Jawab Seok Jin penasaran.

  “Dasar bocah ini!!!”

  Batin Nam Joon kesal.

  Lalu Kang Eun Mi pun keluar dari kamar Ibu Nam Joon dan berjalan ke arah ruang tengah dengan wajahnya yang terlihat sangat kaget.

  “Nyonya Kim berkata apa padamu Miss Right?”

  Tanya Taehyung seraya menuntun Eun Mi untuk segera duduk di sofa.

  “Apa kau baik saja? Apa yang dikatakan ibuku padamu?”

  Tambah Nam Joon Sunbae.

  “Nyonya Cantik memintaku untuk menikah denganmu suatu saat nanti.”

Ujar Eun Mi sangat terkejut dengan tatapan lurus kedepan seolah shock.

  “Ap.. Apa?!! Ah BENARKAH?!!”

  Balas Kim Nam Joon sangat terkejut.

  “Jadi ini rencanamu hah? Kau menggunakan ibumu untuk berencana kotor?!”

  Sambar Seok Jin kesal pada Nam Joon. Sementara Eun Mi hanya diam tak perdulikan apapun, Taehyung pun segera duduk di samping Eun Mi dengan cemberut.

  “Tidak hanya mereka. Sebenarnya aku juga menyukaimu Miss Right, sudah lama sekali, Bahkan saat kita tinggal bersama di San Fransisco. Mungkin umurku kala itu baru 6 Tahun tapi aku sudah merasa sangat kehilangan ketika ayahmu membawamu kembali ke Seoul.”

  Batin Taehyung dengan terus memanahkan tatapannya pada gadis di sampingnya itu.

  Beberapa Minggu Kemudian…

  Semuanya sudah semakin terasa mudah sekarang, Hatiku sudah semakin bisa menerima kepergian sahabatku tersayang Jeon Jung Kook, Hidupku Mungkin terasa ringan setelah semua merubah sifatnya secara perlahan.
Kim Seok Jin yang saat ini menjadi mahasiswa keren dan tampan yang mulai aku nantikan setiap pesan singkatnya dan Kim Nam Joon yang saat ini menjadi mahasiswa kedokteran yang juga tak kalah keren dari Park Jimin juga Jung Ho Seok.
Dan… Kim Taehyung, Tak diragukan lagi keberadaannya yang selalu siap sedia disisiku semakin membuatku merasa nyaman dan tidak merasa sendirian. Dia adalah satu-satunya orang yang mempercayai keberadaan Jung Kook saat 24 Jam dalam 7 Hari yang pernah ku lalui beberapa waktu lalu. Setidaknya Taehyung terkejut saat dia mendatangi Panti Asuhan yang pernah aku juga Jung Kook singgahi, Ibu panti juga anak-anak panti asuhan mengakui bahwa aku datang bersama Jeon Jung Kook kala itu.

[Makam Jeon Jung Kook | 11.12am]

  “Maafkan aku Jung Kook, kau adalah Dongsaeng kesayanganku.”

  Ucap Jimin Sunbae seraya menyimpan setangkai bunga krisan putih di atas batu nisan Jung Kook.

  “Kau tidak usah khawatir, Aku, Jin Hyung juga yang lainnya akan menjaga Miss Right dengan baik.”

  Ucap Taehyung dengan terus menggenggam tanganku.

  “Tenanglah disana Jung Kook, Kami akan merindukanmu.”

  Tambah Starla.

  “Kami menyayangimu.”

  Tambah Nam Joon Sunbae. Aku pun melepaskan genggaman Taehyung, Aku berlutut di dekat batu nisan Jung Kook sekarang, Aku tak kuasa menitihkan air mata ini. Aku melepas Syal berwarna hitam yang melingkar dileherku dan melingkarkannya di atas batu nisan miliknya.

  “Maaf aku tidak bisa menemukan syal biru yang telah Yoon Gi rebut darimu, Sebagai gantinya aku berikan yang baru. Bolehkah aku memintamu untuk izin pada Tuhan agar memberikanmu waktu lagi?, Bisakah kita membuat janji 24 Jam dalam 7 Hari menghabiskan waktu bersama Kang.. ah tidak, Bersama Jeon Jung Kook?”

  Ucapku pelan, Lalu ku rasakan seseorang membangunkanku.

  “Sudah cukup, Kita pulang sekarang.”

  Ajak Seok Jin.
Mereka pun segera meninggalkan pemakaman Jung Kook dengan tangis yang mereka tahan.

  “Jeon Jung Kook? Bisakah kau melepaskan Kang Eun Mi untukku?”

  Batin Seok Jin setelah ia mengambil langkah meninggalkan pemakaman.

[Mobil Kim Seok Jin]

  Aku duduk di belakang bersama Taehyung sementara Jin Oppa mengemudikan mobilnya di temani Starla.

  “Aku duduk di kelas 2 SMA sekarang, Menurutmu hal apa yang paling berharga untuk anak yang sudah menginjak bangku kelas 2 SMA pada umumnya?”
“Ponsel!”

  Jawab Taehyung cepat.
Kang Eun Mi pun tersenyum karenanya.

  “Kenapa tertawa? Apa ada yang lucu? Ku pikir jawabanku benar.”
“Tentu kau benar. Mungkin semua anak yang tengah duduk di bangku kelas 2 SMA akan menjawab Ponsel, Tab, Buku PR atau mungkin Mobilnya bisa juga semua harta yang mereka punya namun aku berbeda.. Setelah seseorang merasa mencintai sesuatu semuanya akan terasa tak berharga lagi. Kau tahu satu satunya hal yang sangat berharga bagiku adalah Jeon Jung Kook.”
“Miss Right..”

  Ucap Taehyung sedih, Eun Mi pun tersenyum dengan air mata yang nyaris jatuh.

  “Terdengar menggelikan bukan begitu kau mengetahui aku tengah jatuh cinta? Rasanya memang benar-benar dibutakan oleh seseorang yang sangat aku cintai, Jung Kook… Jung Kook dan Jung Kook. Orang dewasa pasti akan tertawa melihatku begini. Mereka pasti menganggap ini hanya cinta monyet namun sungguh aku sangat tersiksa dengan perasaan kehilangan ini. Dia terlalu berharga. Bahkan rasanya lebih menyakitkan dari Ibu kandungku yang tak menganggap puterinya sama sekali haha.”
“Merasa begitu tidaklah salah, Tapi berharap cinta dari seseorang yang sudah meninggal bukan kah itu kesalahan?”

  Sambar Jin Oppa dengan fokus menyetir.

  Kang Eun Mi pun tersenyum dan menundukkan kepalanya.

  “Sunbaenim!”

  Ujar Starla memukul Jin.

  kini semua itu seolah mimpi belaka, semuanya sirna bahkan Jung Kook si pemeran utama dalam perjalanan cintaku sudah tidak ada lagi, Bagaimana bisa aku melanjutkan semua ini?
Aku membawa seluruh uang juga harta yang ku miliki ke geraja pada tengah malam, Aku mencaci maki Tuhanku saat itu, Aku berteriak dan menangis agar mebawa semua hartaku dan menukarnya dengan Jung Kook. Dia terlalu berharga untuk diambil Tuhan tapi… karena itulah Tuhan enggan memberikan Jung Kook padaku, Karena Jung Kook terlalu berharga hingga tidak bisa ditukar dengan apapun yang aku miliki.

  Takkan pernah ku lupakan ketika dirinya menatapku dan menghindariku ketika kami pertama bertemu,
Perpustakaan, Koridor Asrama, Anak Tangga lapangan olahraga, Halaman belakang, Ruang Uks, Kelas, Toilet bahkan tak ada satu tempat pun di sekolah yang tak memiliki kenanganku bersamanya, Sampai kapanpun aku takkan bisa melupakannya meski hatiku sudah mulai terbuka untuk Taehyung juga Seok Jin Oppa. Ku rasa aku masih kesulitan untuk menggeser Jung Kook didalam sini.
Keberadaan Min Yoon Gi yang tak diketahui oleh siapapun diantara kami itu semakin membuatku senang.

  1 Tahun Kemudian…
[Bangunan Permohonan | 08.12pm]

  “Dia sedang menikmati penyesalannya saat ini.”

  Ujar Eun Mi tersenyum sinis seraya menatap ke arah dinding berlapiskan cermin di hadapannya.

  Aku pun memejamkan mataku seraya menundukkan kepalaku dan merapatkan kedua telapak tanganku.

  “Bangunan Permohonan, Tolong… Tolong bawa Jung Kook kembali. Aku meminta dengan hati yang tulus. Bawa dia, Bukan untukku tapi untuk Min Yoon Gi yang saat ini tengah ketakutan akan perbuatannya.”

  Do’a dalam batin Eun Mi dengan khusyuk.
Tiba-tiba angin pun berhembus hingga menyibakkan rambut panjangnya.

  “Eun Mi?”

  Ucap seseorang dari belakang terdengar sangat akrab di telingaku, Aku pun seketika membuka mataku dan tersenyum.

  “Ayo kita selesaikan semuanya bersama, Jeon Jung Kook.”

#TAMAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: