HEADLINE NEWS

WARTAWAN DI INTIMIDASI NYARIS DIKEROYOK

Kukar

MAJALAH PRESISI HUKUM Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara. Nasib seorang wartawan Pikiran Nasional dan dua temannya nyaris dikeroyok massa warga karena melakukan peliputan dan menguak dugaan korupsi dana ALOKASI DANA DESA (ADD) Ratusan Juta rupiah, yang diduga piktif di Desa Muara Pantuan Kecamatan Anggana Kutai Kartanegara.
Daerah terisolir disinyalir rawan peredaran narkoba, Desa terisolir daerah pedalaman Kawasan Laut Blok Mahakam, untuk menuju lokasi perjalanan harus naik Speed Boat butuh waktu jarak tempuh 1 jam ke lokasi tujuan dari Kantor Polsek Anggana.
Dugaan perbuatan melawan hukum dilakukakan oleh beberapa oknum pelaku dan Kepala Desa Muara Pantuan terhadap wartawan Pikiran Nasional saat melakukan investigasi di lapangan terkait dugaan penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) dan liputan lainya.
Kejadian tersebut dialami oleh wartawan pikiran nasional iksan alias (ichangho) 40tahun berserta Fadilah warga desa setempat yang sedang mendalami dan menelusuri adanya dugaan penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Muara Pantauan Kecamatan Anggana.
Desa kecil yang dihuni penduduk sekitar 4500 jiwa dengan kegiatan keseharian mayoritas nelayan dan tambak, ironisnya desa kecil ini dikabarkan tempat Transaksi Peredaran Narkoba, namun nampaknya belum terendus oleh Petugas Kepolisian, sehingga wajar kalau ada wartawan masuk wilayah ini mendapat ancaman dan diintimidasi mungkin dikhawatirkan akan banyak hal yang akan terbongkar.
Kronologis terjadinya awal salah paham ini Minggu tanggal 07 Pebruari 2016 sekitar pukul 20.00 wita, Iksan lagi asik mewawancarai pak Genda Ketua RT Desa Muara Pantuan, tanpa disadari tiba-tiba munculah Bondan yang mengaku Kaur Trantib, bersama Heri anak H.Rasid dan Rahman menantu H.Rasid ( kepala Desa) dengan nada tinggi dan membentak-bentak mereka memaksa kepada Iksan untuk mengikuti kehendak mereka dan meminta mengahapus semua rekaman hasil wawancara terkait dengan ADD, tak lama kemudian munculah H.Rasid Kepala Desa Muara Pantuan beserta istrinya dan Yunus Ketua BPD beserta pengikut lainya tanpa sebab marah-marah dan mengacungkan telunjuk ke arah Iksan, akhirnya dilerai oleh warga. Saat itulah mulai terjadi debat pendapat namun Iksan tetap mempertahankan data yang dimilikinya.
Karena mereka belum puas maka Iksan digiringlah ke Kantor Desa Muara Pantuan, Setelah sampai Kantor Desa Iksan tidak hentinya ditekan dan diintimidasi terus –menerus oleh Kepala Desa Muara Pantuan. Intinya dilarang meng-ekpose berita-berita yang berkaitan dengan pengelolaan keuanagan yang bersumber dari dana ADD, Karena Iksan tetap tidak mau menyerahkan data yang dimiliki akhirnya mereka jadi geram, lalu melakukan intimidasi dengan kata-kata bila rekaman atau photo itu tidak diserahkan maka lebih baik kita bunuh-bunuhan aja disini dan jangan harap bisa pulang ,ucap Iksan.”
kejadian ini belum berakhir dikantor Desa saja, bahkan malam itu juga wartawan beserta temannya ini digiring ke Kantor Polsek Anggana, Akibat tekanan akhirnya rekaman video dihapus oleh Iksan demi meghindari urusan yang berkepanjangan, walau tidak keseluruhan yang dihapus, untungnya masih ada rekaman suara yang dimilikinya didalam ponsel Blackberrynya berupa rekaman suara berdurasi beberapa detik yang sengaja disembunyikan.
Atas kejadian ini diduga telah terjadi perbuatan melawan hukum maka pelaku dilaporkan ke Polres Kutai KartaNegara dengan Surat Nomor : 01-LP/Pinal-News.Com/II/2016. Atas Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers melanggar Pasal 4 ayat (2) : Terhadap Pers Nasional tidak dikenakan penyensoran, pemberedelan atau pelarangan penyiaran. ayat (3) Untuk menjamin kemerdekaan Pers Nasional mempunyai hak mencari, memperolah, dan menyebar luaskan, gagasan dan informasi.
Pasal 18 ayat (1) : setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksaan ketentuan. Sesuai Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) : dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500 juta. (Budi / Presisi Hukum).

 

Biro Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: