HEADLINE NEWS

Bupati Kukar Tumpahkan APBD 29,8.M. di Jembatan Wisata Azas Prioritas dipertanyakan

pinal kukar

Pikiran Nasional, Kutai Kartanegara.

JEMBATAN PULAU KUMALA Penghubung ke jalan Timbau Kota Tenggarong dianggap belum layak dibangun, kalau memang anggaran APBD Kukar banyak kelebihan lebih baik dibangunkan saja dulu dengan jembatan Kota Bangun penghubung Muara Wis dan Muara Muntai, sebab ketiga Kecamatan ini sangat membutuhkan jembatan, padahal masyarakat diwilayah hulu ini masih banyak yang menyeberang sungai mengunakan kapal feri atau perahu.

Sedangkan bila menyeberang menggunakan kapal feri sangat berisiko, sudah banyak contoh korban tenggelam di sungai Mahakam hingga menelan korban jiwa, kalau sudah terjadi begini siapa yang disalahkan ?.. pastilah masyarakat itu sendiri yang divonis bersalah, karena kelalaian dalam mengemudikan kapal feri atau perahu.

Seharusnya Bupati Kutai Kartanegara dan Anggota Dewan harus jeli dalam menganggarkan Dana APBD Kukar, mana yang lebih prioritas ?,, atau yang lebih emergency untuk kepentingan masyarakat banyak ?,, sebab dalam satu hari masyarakat yang menyeberang sungai Mahakam mencapai ratusan bahkan ribuan orang, sedangkan yang menggunakan jembatan pulau kumala hanyalah untuk bersenang-senang saja (wisata), sedangkan jembatan untuk penghubung Muara Muntai ke Muara Wis jauh lebih dibutuhkan karena jalur ini adalah jalur penting untuk aktivitas perekonomian masyarakat.

Sedangkan menurut informasi dari penjaga Pulau Kumala menceritakan, pengunjung pada hari biasa yang berkunjung sekitar 10 sampai 15 orang saja, kalau hari libur atau hari besar biasanya paling banyak sekitar 50 sampai 70 orang saja. Apalagi sekarang ini pengunjung sepi, tidak seperti ketika Pulau Kumala baru dibangun dulu. Apa juga yang dilihat di Pulau kumuh seperti ini pak,, gak tau ya kalau jembatan selesai nanti mungkin lebih rame, ujar penjaga Pulau Kumala kepada media ini.

ditambahkan menurut beliau kalau kita hitung perbandingan jumlah penyebrang yang menyebrang sungai Mahakam menuju kuyung mencapai ratusan orang perhari sedangkan Muara Wis ke Kota Bangun yang menyeberang mungkin ribuan orang, belum lagi masyarakat dari muara kaman menuju kota bangun lebih banyak dibandingkan yang menuju pulau kumala, seharusnya pemerintah lebih jeli dalam menganggarkan Dana dari APBD Kukar supaya tidak salah peruntukannya walaupun kabupaten Kutai Kartanegara adalah daerah terkaya di Indonesia.

Bupati Kutai Kartanegara mengambil kebijakan dinilai kurang mendasar, msetinya setiap kebijakan yang akan diambil harus melalui tahapan-tahapan, seperti apa kelayakannya ?…. apa dampaknya terhadap perekonomian masyarakat secara umum ?… serta berapa anggaran yang tersisa ?… YANG TIDAK KALAH PENTING ADALAH AZAS PRIORITAS, apalagi ditahun 2015 kemarin banyak kebijakan yang dinilai kurang tepat sehingga terjadi defisit anggaran mencapai Rp. 600 milyar, yang mengakibatkan kontraktor banyak menjerit karena hingga saat ini masih ada yang belum terbayarkan. Hal ini menjadi sorotan Iksanudin Ketua Dpc Lidik Kukar saat dimintai komentarnya oleh wartawan pikiran nasional biro kukar, sedangkan MENGENAI MASALAH INI PIHAK PEMKAB KUKAR TIDAK MEMBERIKAN TANGAPAN SAAT DI KONFIRMASI via SURAT TERKIRIM. ( PGS.TIM )

 

Biro Kaltim

1 Comment on Bupati Kukar Tumpahkan APBD 29,8.M. di Jembatan Wisata Azas Prioritas dipertanyakan

  1. setuju pak….apalgi pasar mangkurawang tidak pembeli sepi banget….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: