HEADLINE NEWS

MODUS OPERANDI DIBALIK “Percetakan Sawah Modern” di Kutai Kartanegara

Pinal Kukar

Pikiran Nasional Tenggarong
Kabupaten kutai Kartanegara merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, luas wilayah yang cukup besar juga merupakan salah satu faktor pendukung membantu program – program pemerintah, dan dalam rangka mendukung program pemerintah republik Indonesia memenuhi kebutuhan produksi pangan yang terus meningkat sedangkan alih fungsi lahan sawah setiap tahun terjadi secara masif pada areal persawahan yang cukup luas. Oleh karena itu, upaya penambahan baku lahan tanaman pangan melalui perluasan sawah menjadi menjadi sangat penting dalam upaya mempercepat pencapaian surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014
Kegiatan perluasan sawah secara teknis harus dilaksanakan berurutan mulai dari identifikasi dan penetapan lokasi, survei/investigasi, desain, konstruksi sampai dengan pemanfaatan sawah baru. Mengingat perluasan sawah sesuai sifatnya merupakan investasi publik maka pembiayaannya terutama menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah, yang diupayakan dari dana APBN, APBD I, APBD II, BUMN dan Swasta. Di lain pihak pelaksanaan perluasan sawah akan melibatkan berbagai instansi terkait di pusat maupun di daerah serta stake holder terkait, oleh karena itu perlu dilakukan koordinasi secara baik dengan berbagai pihak terkait.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui keputusan Bupati Kutai Kartanegara Nomor : 225/SK-Bup/HK/2011 Tentang Penetapan Kegiatan Tahun Jamak (Multi Years) Tahun 2011 – 2014 di Kabupaten Kutai Kartanegara yang salah satu kegiatannya adalah ; 1. Lanjutan pembangunan irigasi lahan sawah kecamatan kota bangun dan 2. Lanjuta irigasi modern tahap II dan percetakan sawah kecamatan tenggarong seberang. Kedua kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara mendukung kegiatan pemerintah pusat,
Percetakan sawah ini, bersumber dari dana APBD Kutai Kartanegara yang ditetapkan besaran pagu anggaran sebesar Rp.119.142.535.000 dan Rp. 80.000.000.000,- selama 4 (empat) tahun anggaran, dan sampai dengan akhir tahun penganggaran proyek percetakan sawah ini masih meninggalkan banyak permasalahan, salah satu sampel lokasi yang telah di kunjungi oleh Tim LIDIK KUKAR atas kegiatan “percetakan sawah Modern dan Irigasi tahap II tahun 2011 di enam Desa Kecamatan Tenggarong Seberang, paket proyek yang dikerjakan PT.BANGUN CIPTA KONTRAKTOR beralamat di OFFICE TOWER GANDARIA 8 LANTAI 27 A & B jalan Iskandar Muda nomor 8 Jakarta Selatan (Kota) DKI Jakarta yang diduga milik seorang mantan Petinggi Negara YSH di Era Suharto gagal fungsi kini telah menjadi hutan kembali.
Proyek yang menelan anggaran Rp. 80.000.000.000,- tahun jamak APBD Kutai Kartanegara 2011 – 2014, sampai saat ini tidak bisa di manfaatkan oleh masyarakat. Dan dari hasil penelusuran LSM LIDIK , LSM Perak , LSM PROJO dan tokoh masyarakat Desa setempat dilokasi tidak ditemukan adanya tanda –tanda bekas area persawahan dan Irigasi , namun hamparan hutan dan semak belukar yang dijumpai. Berdasrkan Informasi tokoh masyarakat Desa Karang Tunggal yang enggan disebutkan namanya mengatakan proyek itu memang ada di lima (5) Desa yakni Desa Karang Tunggal, Manunggal Jaya,Bukit Raya,Bangun Rejo dan Desa Tanjung Batu, semua berdekatan jadi satu hamparan, berapa jumlah luasan tidak diketahui, yang saya lihat satu unit Ecavator menggaruk-garuk lokasi maju mundur saja, mereka bekerja asal-asalan tanpa tanya batas wilayah kepemilikan lahan pada Kepala Desa.Ironis lagi mereka masuk wilayah konsensi Pertambangan Batubara, dan Kontraktor bekerja tanpa dasar gambar, yang dipentingkan tercukupi target luasan.
Warga amat menyayangkan, sebelum ada proyek lahan tersebut masih bisa ditanami walau 1X per tahun, sekarang masyarakat malah kehilangan tapal batas dan takut menaman khawatir ada salah faham antara mereka, akhirnya lahan dibiarkan, tidak dimanfaatkan dan menjadi hutan kembali,ungkapnya.”
Tim Investigasi LIDIK KUKAR juga telah melakukan konfirmasi dengan Kepala Desa Karang Tunggal, Bambang membenarkan bahwa dengan adanya proyek tersebut pihaknya sekarang jadi kebingungan ditabraki warganya yang kesulitan mencari tapal batas lahan milikinya, karena telah diacak-acak , dan lahan tersebut tidak bisa ditanami kembali , karena masih banyak sisa akar pohonan yang ditinggalkan bergitu saja oleh Kontraktor tidak berbentuk lahan siap tanam.
Ditempat terpisah menurut keterangan Kepala BAPPEDA Ir. Totok Heru, Msi diruang kerjanya, beliau kaget , kami tidak tahu tentang gambar dan rencana tentang sawah, pernah mendengar bahwa ada Percetakan sawah dan Irigasi Modern di Tenggarong Seberang dalam rencana sawah tersebut bisa panen 3X dalam setahun, itupun kami tidak menyimpan data-datanya. Totok menambahkan kalau benar adanya Kepala Bidang (Kabid) lah atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang bertanggungjawab menyelesaikan masalah ini,tuturnya”
Hal senada di paparkan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumarlan, pihaknya tidak tahu menahu masalah percetakan sawah itu, hingga kini kami selaku pembina petani tidak pernah menerima lahan tersebut dari Dinas Bina Marga & SDA, bahkan kami pernah dipanggil Kejaksaan berkali-kali untuk dimintai keterangan, ya saya jawab tidak tahu, silakan tanya ke Bina Marga akunya”.
Dan kami juga telah berusaha untuk melakukan konfirmasi dengan KPA dan PPK kegiatan tersebut yang hingga saat ini tidak bisa kami lakukan karena susahnya ditemui dan dihubunginya beliau baik secara kedinasan maupun by telpon.
Menanggapi hal tersebut salah satu Tokoh LSM LIDIK KUKAR bapak hendra Gunawan, S.Sos menyampaikan bahwa : kegiatan Perluasan sawah pada lahan beririgasi merupakan upaya untuk menambah baku lahan sawah yang dilakukan didaerah irigasi baik irigasi teknis, setengah teknis maupun irigasi desa yang sudah mempunyai jaringan irigasi atau akan dibangun jaringan irigasi.Pembukaan lahan baru ini dilakukan dalam satu hamparan yang mengelompok dengan luasan tertentu sehingga dapat terairi seluruhnya. Dan sebelum dilakukan kegiatan tersebut seyognya mekanisme yang harus dilakukan adalah ;
Proses perencanaan. Dalam bentuk kegiatan
Identifikasi calon petani dan Calon Lokasi (CP/CL)
Survey dan Investigasi
Design
Persiapan Administrasi
Pelaksanaan / Konstruksi Perluasan Sawah
Dan dengan memperhatikan fakta – fakta yang ada tersebut diatas, Bapak hendra Gunawan, S.Sos,MM menyampaikan bahwa disinyalir telah terjadi kesalahan procedural / SOP penetapan pelaksanaan kegiatan 1. Lanjutan pembangunan irigasi lahan sawah kecamatan kota bangun dan 2. Lanjuta irigasi modern tahap II dan percetakan sawah kecamatan tenggarong seberang yang ditetapkan dalam kegiatan Penetapan Kegiatan Tahun Jamak (Multi Years) Tahun 2011 – 2014 di Kabupaten Kutai Kartanegara yang ditandai dengan ; adanya ketidak tahuan masyarakat berapa jumlah luasan percetakan sawah yang dibuat, tidak tahunya warga atau kelompok tani yang mendapat bagaian sawah yang bisa digarap, tidak adanya kordinasi antara instansi tekhnis atas kegiatan tersebut, hal ini menyebabkan pembangunan sawah tersebut tidak bisa dimanfaatkan. Dengan tidak termanfaatkannya kegiatan yang telah memakan dana sebesar Rp.119.142.535.000 dan Rp. 80.000.000.000,- diduga telah terjadi penyimpangan – penyimpangan, yang berpotensi merugikan keuangan negara, adapun modus operandi yang dilakukan adalah dengan tetap membangun percetakan sawah yang tidak diketahui batasan dan luasan yang dibangun, tidak dilakukannya perencanaan tekhnis atas pelaksanaan kegiatan sehingga mengaburkan data – data konkrit berapa luasan lahan yang akan dibuka dan kelompok – kelompok tani mana saja yang akan memanfaatkan lahan dimaksud.
Menyikapi permasalahan tersebut diatas dan mengutip pernyataan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan bapak Sumarlan, bahwa permasalahan tersebut juga telah ditangani oleh pihak yang berwajib, namum hingga saat ini belum ada kejelasanan atas penangan kasus tersebut, oleh karena itu kami bersedia membantu secara penuh pihak yang berwajib dalam hal ini kepolosian Kutai Kartanegara dan Kejaksaan negeri Tenggaraong untuk melakukan investigasi dan penyelidikan ulang demi terciptanya rasa keadilan bagi masyarakat, sehingga segala sesuatu yang dibuat atas nama rakyat dan masyarakat benar – benar bisa dinikmati dan dirasakan serta dimanfaatkan oleh masyarakat.

 

Biro Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: