HEADLINE NEWS

PEMBANGUNAN JEMBATAN DAN PIPANISASI DIDUGA KUAT SYARAT’’ BERBAU KORUPSI, KECAMATAN TABANG KAB. KUKAR

Korupsi

Pikiran Nasional Tenggarong,— Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengucurkan angagaran ( APBD)Th 2015, untuk pembangunan jembatan desa muara penohon dan desa Bila Talang kecamatan Tabang – Kabupaten Kutai Kartanegara melaluiDinas Cipta Karya dan tata ruang dengan pagu anggaran sebesar Rp 835.518.000, yang dibagi menjadi tiga paket proyek jembatan ulin kesemuanya merupakan paket lelang. Hasil pelaksanaan lelang yang dillaksanakan oleh unit layanan pengadaan (ULP) dimenangkan oleh CV.Ana Oegi, namun sangat disayangkan hasil pekerjaan dilapangan sangat tidak sesuai dengan anggaran yang ada di LPSE kalau kita analisa proyek tiga paket ini sangat berpotensi merugikan keuangannegara,bahkan menurut informasi dari masyarakat desa MuaraPenohon saat didampingi wartawan Pikiran Nasional sambil menunjuk ke Jembatan, coba Bapak lihat saja hasil pekerjaannya, sama saja ibarat sebuah pepatah, masyarakat membeli kerbau tapi dapat kambing artinya anggaran yang disiapkan sangat besar tapi hasil kecil, setelah berita sudah naik baru ada pelebaran jembatan, walaupun sudah ada pelebaran tetap juga tidak sesuai dengan hasilnya.

Kami masyarakat di kecamatan Tabang ini sangat senang kalau ada LSM dan Wartawan datang ke Desa kami, dengan senang hati dan pintu terbuka, terkait  informasi apa yang ingin ditanyakan asalkan kami mengetahuinya, tidak ada yang akan kami tutup-tutupi, tetapi sangat kami sayangkan walaupun lsm dan wrtawanselama ini banyak yang datang namun tidak ada khabar berita bagaikan ditelan bumi, begitu juga dengan aparat penegak hukum yang mengecek ke Tabang ini tuturnya. Lebih lanjut disampaikan kepada wartawan Pikiran Nasional, coba kita melihat itu jembatan kayu Ulin, apakah bahan materialyang digunakan seperti tiang, lantai , paku, baut atau matrial lainnya terbuat dari emas, sehingga menghabiskan anggaran yang cukup besar.

Disamping itu ada juga satu lagi paket proyek dari dinas Cipta Karya dan Tata Ruang,dimana satu paket tersebutterdiri dari tiga anggaran mulai tahun 2012,2013,2015, sementara hasil dari pekerjaan tersebut tidak bisa difungsikan,kami dapatmerasakan air bersih tersebut hanya tiga minggu sajatutur masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya sambil membawa wartawan Pikiran Nasional untuk mengecek, tangki air sampai pipanisasi.

APBDKabupaten Kutai Kartanegara melalui unit layanan pengadaan (ULP) telah mengangarkan alokasi anggaran untuk pipanisasi dengan nama lelang :

APBD 2012 “pengadaan dan pemasangan pipanisasai air bersih yang didesa Bila Talang Kecamatan Tabang” dengan kode lelalang : 1129198, katagori pekerjaan kontruksi dengan harga penawaran Rp 1.259.624.000 yang dimenangakan oleh CV. Mutiara Jaya dengan alamat Jln Arwana Blok. E RT. 22 Kelurahan Timbau Kec. Tenggarong – Kutai Kartanegara

APBD 2013 “peningkatan Jaringan Pipa Induk Dia 8”, dan 6” diSungai Jong Kec.Tabang” dengan kode lelalang : 2022198, katagori pekerjaan kontruksi dengan harga penawaran Rp 976.840.000 yang dimenangakan oleh CV. Riandi Mandiri dengan alamat Perum. Puspita Bukit Pinang Blok LL No.07 Jln.P. Suryanata Kota Samarinda-Kalimantan Timur

APBD 2015 “Optimalisasi Pemasangan Pipa Distribusi Air Bersih dan Accessorisnya Desa Bila Talang Kecamatan Tabang” dengan kode lelalang : 5953198, katagori pekerjaan kontruksi dengan harga penawaran Rp 1.012.908.000 yang dimenangakan oleh Surya Gemilang, CV dengan alamat Jln. Let Jend MT Haryono RT.07 Loa Kulu Kota Kec.Loa Kulu Kutai Kartanegara – Kalimantan

Singa TerbangHingga surat ini dilayangkan pihak dinas Cipta Karya sama sekali tidak dapat dihubungi untuk dimintai informasi terkait pekerjaan tersebut, untuk itu kepada pihak-pihak terkaitagar sekiranya dapat menelusuri permasalahan ini tidak menutup kemungkinan masih banyak lagi diduga syarat dengan perbuatan melawan hukum, masalanya perkerjaan tiga paket ini hanya satu tempat itupun sampai saat sekarang belum bisa dirasakan secara maksimal oleh rakyat kecamatan tabang kabupaten kutai kartanegara, dana anggaran pendapatan belanja daerah tiga tahun anggaran sebesar Rp.3.250.272.000, menurut analisa masyarakat kecamatan tabang paling besar satu miliyar sudah bisa di nikmati masyarakat, kalau perencanaannya matang, menurut komentar bapak ANDERSON LAING, maka sampai terpangil untuk menuntas kankasus di kecamatan tabang, kembang janggut, kenohan, ketiga kecamatan ini akan dib0ngkar siapa mafia dibalik proyek yang ada di kecamatan ini, tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Apabila memang ada penemuan indikasi penyimpangan dalam proyek yang ada tiga kecamatan ini, beliau siap untuk melaporkan kepada aparat penegak hukum, bahkan beliau siap untuk menurunkan BPKP dan BPKRI, untuk mengaudit kembali pekerjaan yang ada di tiga kecamatan ini, beliau sudah siap anggaran untuk oprasional sebesar satumiliyar untuk mengaudit mulai pekerjaanTahun 2009 sampai dengan tahun 2015 ini, semua berkas sudah di siapkan, dasar audit BPKP dan BPKRI untuk dilanjutkan keranah hukum sampai ada yang bertanggungjawab dalam kasus ini, tidak satu pun proyek yang benar bekerja hanya untuk mencari keuntungan pribadi, beliau juga menjabat sebagai kepala biro Pikiran Nasional Kabupaten kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.Pgs (tim)

 

Biro Kukar

 

1 Comment on PEMBANGUNAN JEMBATAN DAN PIPANISASI DIDUGA KUAT SYARAT’’ BERBAU KORUPSI, KECAMATAN TABANG KAB. KUKAR

  1. Benar Bro ….kita sebagai org tabang harus berani usut dan melihat kinerja para kontraktor yg taunya cari untung semata sementara kita masyarakat tabang yg akan kena dampaknya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: