HEADLINE NEWS

Kades Salung Diduga Korupsi Anggaran ADD Tahun 2012-2015

pinal news

Pikiran Nasional Kutai Kartanegara,—Desa Muara Salung Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara hanya satu RT, yakni RT. 1 dan memiliki 43Kepala Keluarga, jumlah Penduduknya 150 Jiwa, desa yang paling terpencil dalam Sungai Lunuk, Masyarakat Suku Dayak Punan Pedalaman hanya petani padi gunung, dalam satu tahun hanya sekali panen, dengan adanya program Pemerintah Daerah, dari gerbang Dayaku, diubah menjadi Dana Alokasi Dana Desa (ADD) menggacu pada Peraturan Bupati nomor 72 tentang Pengelolan Keuangan Desa, harus dikelola oleh desa sendiri, apa saja kepentingan warga didesa Muara Salung pasti dilaksanakan denganbaik, oleh masyarakat sendiri, sistem Swadaya Padat Karya, merasa senang dengan adanya Program Pemerintah Daerah, karena Anggaran Alokasi Dana Desa dalam satu tahun mencapai 2 miliyar lebih, dengan di huni oleh masyarakat hanya 150 Jiwa, segi pertanian, perkebunan dan nelayan dalam pembangunan yang ada di desa ini mungkin bisa beratap mas, dengan adanya dana perimbangan pusat, tetapi itu Cuma hayalan belaka di rasakan oleh masyarakat Desa Muara Salung, mulai dilantiknya Kepala Desa Baruinisial Ys pada tahun 2012 samapai dengan tahun 2015 kurang lebih 4 Tahun menjabat sebagai kepala desa, jumalah Anggaran ADD 7 samapi.8 miliyar dana alokasi dana desa, yang masuk didesa Muara Salung ini, ibarat peribahasa dengan besarnya anggaran yang guyur oleh dana dari perimbangan pusat masyarakat hari-hari mandi uang, bukan lagi mandi air.

Kepala Desa Muara Salung diduga kuat korupsi anggaran alokasi dana desa mulai tahun 2012 sampai dengan tahun 2015, Rp. 1000.000.000 ±, sebagai contoh persoalan ditemukan oleh masyarakat Desa Muara Salung untuk anggaran tahun 2015 tahap 3 Semenisasi Parit senilai Rp. 40.000.000, tidak dikerjakan alias fiktif, Bintek LPM Karang Taruna RTKMP anggaran Rp. 20.000.000,diduga kuat fiktif, Pelatihan Pengelolaan Keuangan Desa anggaranRp. 60.000.000,diduga kuat fiktif, Turap Darmaga Desa anggaran Rp. 30.000.000,tidak dikerjakan, Darmaga Kubuk di Sungai Len anggaran Rp. 50.000.000,diduga fiktif, Gedung Serba Guna Rp. 40.000.000,diduga fiktif, Gapur aanggaran Rp. 40.000.000,diduga fiktif, Posyandu anggaranRp.40.000.000,tidak dikerjakan, Pagar Gereja GPDI anggaran Rp.50.000.000,tidak dikerjakan alias fiktif,Pengadaan 2 Unit Ht duduk dengan anggaran Rp.20.000.000,diduga fiktif, Pengadaan Papan Nama Jalan dengan nilai Rp.10.000.000,diduga kuat fiktif, Pengadaan Perahu Lomba dengan anggaran Rp. 15.000.000,diduga kuat fiktif, Pengadaan Bibit Benih Ikan dan Ternak dengan nilai Rp. 20.000.000,diduga fiktif, Pengadaan Bibit Ikan nilai dengan nilai Rp. 35.000.000,diduga fiktif, Pengadaan Mesin fotoCopy dengan nilai Rp. 37.000.000,diduga fiktif, Pelatihan Bintek dengan nilai Rp. 30.000.000,diduga kuat fiktif,Rehab Pastori Gereja dengan nilai anggaran Rp. 30.000.000,diduga mark up, pengadaan Mesin Cs dengan nilai anggaran Rp. 29.000.000,diduga kuat mark up, Pengadaan Mesin Tik dengan nilai Rp. 3.000.000, mark up, pengadaan Kursi Meja dengan nilai Rp. 25.000.000, mark up, Pembangunan Rumah Singgah disungai Len dengan nilai anggaran Rp. 100.000.000,diindikasi mark up, Pembangunan Gapura dengan anggaran Rp. 41.350.000,diduga fiktif, Pengadaan Obat Rumput Berbahan Kimia dengannilai Rp. 22.000.000,diduga kuatadaindikasifiktif, RehabKantorPKK dengannilai Rp. 16.000.000,didugaadaindikasifiktif,PembuatanTurapanggaranRp. 25.000.000,didugakuatadaindikasifiktif, Kepala Desa Muara Salung membuat surat pernyataan dan sanggup mengembalikan dana ADD yang ditemukan bawaskab, dengan nilai Rp.181.533.187, kasusini sudah pernah dilaporkan oleh LSM Lidik DPC Kukar padatanggal 23 febuari 2016, dengan nomor laporan 027-A1/dpc-lidikkukar/II/2016, Kepada pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Kutai Kartanegara sampai hari ini belum pernah tersidik Kepala Desa Muara Salung, sampai saat ini juga belum ada kesalahan hukum yang tetap buatPakKades,bahkan yang keluar dari mulut Pak Kades Desa Muara Salung kepada masyarakat setempat, menggancam akan tuntut balik barang siapa yang melaporkan dana alokasi dana desa tidak akan saya cairkan inisial Ys kepada masyarakat, ini seolah-olah tidak pernah berbuat salah kepada masyarakat setempat, menurut informasi masyarakat Desa Muara Salung Kecamatan Tabang melalui media ini memohon kepada pihak Kejaksaan Negeri secepatnya ada peroses hukum, supaya masyarakat tidak resah dengan ancaman Kepala Desa kepada masyarakat,sangat aneh dari pihak kecamatan yang Verifikasi dana ADD ini tidak ditemukan kasus ini, menurut Lr pihak Kecamatan Tabang sudah lama menggatahui tentang kasus ini, tetapi menutup mata pakai kacamata hitam, apalagi pihak BAPEMAS dan BAWASKAB matarantai ini tidak bisa diputuskan, karena saling melindungi, bahkan menurut informasi ada berapa desa pihak Bawaskab malah membuat SPJ Kades,kalau seperti ini terus siapa lagi menjadi audit dan pengawas keuangan dana ADD ujar Lr kepada media ini. Pgs (Team)

 

Biro Kukar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: