HEADLINE NEWS

Kades Umaq Bekuay diduga Tilep Dana ADD Tahun 2009-2015, Wajib Auditor Ulang

mencuri aung rakyat

TenggarongPikiranNasional,—Menurut informasi dari masyarakat Desa Umaq Bekuay Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara, menyambangi kekantor media Pikiran Nasional, bahwa pengelolaan dana alokasi dana desa, tidak pernah terbuka kepada masyarakat, kalau ada usulan dari masyarakat tidak ada yang terlealisasi, walau pun sudah masuk musrembang desa selalu dirubah programnya, kalau sudah ada dananya keluar, Masyarakat tidak berani melaporkan, karena kepala desa umaq Bekuay mantan polisi, kalau seperti ini kapan desa kita bisa maju, kalau takut melaporkan, sebagai contoh persoalan alokasi dana desa yang didugad itilap, rehab jembatan Rt. 03 Tahun anggaran 2015, didugamarkup rehab kantor desa Rt.01 Tahun anggaran 2015,diduga mark up,anggaran pembersih kantor desa setiap tahap anggaran 15 juta, diduga fiktif, teribun lapangan bola anggaran 80 juta, diduga markup bantuan beasiswa anak dan orang tua jompo, diduga fiktif, anggaran bantuan usaha untuk masyarakat desa 107 juta diduga fiktif dan tidak jelas dananya kemana, anggaran bantuan keloset untuk wc warga kurang lebih 128 unit, diduga fiktif, alat transfortasi desa motor, tidak ada yang berplat merah semuanya hitam, kalau benar motor tersebut bersumber dari dana alokasi dana desa seharusnya berpla tmerah, berdasarkan hasil penelusuran media ini.

Disaat ada pengantian bendaharawan desa umaq bekuay dari inisial DA dan LD, diduga ada silpa sekitar kurang lebih 123 juta, dialihkan kerekening desa dipindahkan kerekening pribadi kepala desa sampai saat ini dana tidak tau kemana diduga masuk dalam saku pak kades sendiri,Jalan semenisasi sampinggilingan padi Rt.03 anggaran 40 juta diduga mark up, diduga kuat ada wajib setor sebesar10% dari semuanya anggaran alokasi dana desa dalam pertahun, coba bayangkan mulai tahun 2009 sampai dengan tahun 2015, menurut informasi masyarakat diambil rata-rata dalam satu tahunan aggaran sebesar dua miliyar, dikalikan tujuh tahun berapa besar wajib setor kepada kepala desa, anggaplah tujuh tahun kali dua miliyar, ada empat belas miliyar, dipotong10% ada 1,4 miliyar,khusus untuk kepala desa umaq Bekuay, kecamatan tabang kabupaten kutaikartanegara,Masyarakat Desa Umaq Bekuay, Kepala Keluarga hanya kurang lebih 168 dan Jiwa 800 ratusan, kalau kita lihat seharusnya sudah sejahtera kami didesa ini, dan beliau memohon jangan sampai namanya di tulis dimedia ini, menurut informasi dari masyarakat agak aneh juga kenaapa berapa tahun kok cair terus dana ADD, bagaimana pihak kecamatan verirpikasi kok gak ada penemuannya, sedangkan kami dari masyarakat aja sudah mengatahui, diduga banyak kesalahan didalam desa kami.

Seharusnya dari pihak Kecamatan Tabang yang firpikasi surat penanggung jawaban kepala desa, tetapi kecamatan diduga tutup mata dalam hal ini kasus dana alokasi dana desa,bukan barang baru, sudah lama dari kecamatan tabang menggatahui, diduga ada duit pelicin, bukan hanya kecamatan bahkan sudah merambat ke BAPAMAS menurut informasi setiap pencairan dana ADD kepala desa harus memberikan dalam satu kali pencairan mencapai 15 juta rupiah kepala desa harus memberikan jatah Bapamas, kalau tidak diberikan jatah maka dari pihak bapamas selalu RKA dan DPA salah terus dalam pirpikasi, apabila ada jatah biar salah RKA dan DPA tetap dibenarkan, karena ada jatah, menurut informasi dari stap desa yang tidak mau disebut nama di media ini, bukan hanya desa kami seluruh desa yang ada di kecamatan tabang, semuanya memberikan jatah, didalam kecamatan tabang ada 19 belas desa dikalikan 15 juta rupiah dalam satu tahap berapa jumlah 285 juta rupiah untuk jatah bapamas, dalam satu kali pencairan, dikalikan dalam satu tahun tiga kali pencairan, lima ratus tujuh puluh juta dikali tiga, berjumlahRp. 950.000.000(sembilan ratus lima puluh juta rupiah), dalam satu tahun untuk kecamatan tabang saja, belum dikecamatan lain, jangan hanya desa yang disalahkan, selama ini, jalur ini belum pernah dibongkar, oleh media, coba bapak telusuri jangan aparat desa saja yang jadi salah, bagaimana surat pertanggungjawaban kami tidak mark up, karena setiap proyek dan lain-lain kami ambil sedikit-sedikit, untuk menutupi setoran ke bapamas, selama ini kepala desa tidak berani membongkar kasus ini takut dana ADD tidak di cairkan, apabila kepala desa bercerita kasus ini pasti di persulit oleh pihak bapamas, karena saya mantan stap desa yang sudah di berhentikan maka saya berani menceritakan ujar stap desa.

Belum lagi ada pemeriksaan dari Bawaskab, sekarang diubah menjadi nama Dispektorat, kalau kami diperiksa, pasti banyak kesalahan, entah diukuran balok, papan dan ring serta semenisasi bahan matrial tidak sesuai dengan rab, berdasarkan hasil lapangan, kadang dinota dari toko bahkan kwintansi yang menjadi permasalahan, dalam satu tahun ada penemuan bahkan ratusan juta rupiah, kepala grup pemeriksaan dari Dispektorat, pangil kami seluruh stap desa dan kepala desa, menanyakan kepada kami apa mau korban kerbau apa korban kancil,apabila korban karbau semuanya jumlah penemuan harus dikembalikan kepada kas Daerah, apabila korban kancil desa harus bayar uang penutup mulut, kepada Dispektorat, besarjuga bermacam-macam tergantung penemuan, ada juga mencapai 50 juta, bahkan ada yang 60 juta, apabila kita bayar uang penutup mulut maka akan menjadi kansil padana ADD, tapi silpatidak dikembalikan kepada kas Daerah, hanya kembalikan kepada kasDesa, dari kas desa pindah kemana kita tidak tau, kalau ke bank pasti ada bungganya, seperti apa bungganya, semuanya desa kalau sudah di periksa dengan alasan pembinaan bukan penindakkan.kades umaq Bekuay diduga tilap dana ADD Tahun 2009-2015 wajib diaudit ulang, sesuai dengan judul ia habis kades kecamatantan yang bermasalah semuanya, ujar stap desa yang diberhentikan(pgs, Tiem)

 

Biro Kukar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: