HEADLINE NEWS

OVERLOAD LAHAN PARKIR JEMBATAN REPO-REPO

pinal newsPIKIRAN NASIONAL KUKAR,—Kukar kota Tenggarong dalam hal keberadaan wartawan kami melakukan peliputan yang berlangsung pada kamis 07/04/16 sampai selesai pertemuan rapat yang di fasilitasi oleh Sat.Lantas Polres kukar, sebagai pimpinan rapat Pak Basuki Sat lantas Polres Kukar, Pak Cahyo selaku pembicara dari Sat.Lantas Polres Kukar Pak Ketut juga selaku pembicara lainya dari Sat.Lantas Polres Kab.Kukar serta Pak Puji.S selaku Kanit Lakalantas Polres Kab.Kukar guna mencari solusi mengenai antisipasi membludaknya lahan parkir oleh pengunjung wisata pulau kumala pada sabtu minggu akhir pekan. Pihak Satuan Lalulintas Polres Kukar mengadakan acara rapat kordinasi yang berlangsung alot di salah satu ruang pertemuan rapat di gedung Satuan Lalu Lintas Polres Kukar, yang di hadiri beberapa Oknum dari instansi dinas terkait. Yakni yang mewakili dari Dishub Kab.Kukar Sdr.Rustam, satuan Polisi Pamong Praja Kab.Kukar Sdr.Mahmud Hairi serta perwakilan dari Kasubag pembangunan Kab.Kukar  Sdr.Gusti dengan tema Rapat Kordinasi TentangParkir Jembatan Repo-Repo Kab.KukarKota Tenggarong, sejauh ini kita ketahui keberadaanya merupakan salah satu aset wisata  yang baru di bangun oleh Pemkab Kab.kukar, untuk mempromosikan program pembangunan gerbang raja demi untuk memajukan kebudayaan lokal dan pariwisata.Guna kepentingan umum maupun publik, turis lokal domestik ataupun asing yang datang berkunjung sekedar mengisi waktu luang guna bersantai dan tamasya di akhir pekan ataupun Hari-hari libur nasional lainya. Sejauh ini dengan keberadaan jembatan Repo-repo pulau kumala para pengujung beramai-ramai menyeberangi jembatan dengan berjalan kaki melintasi sungai Mahakam menuju tempat tujuan Wisata Pulau.

Adapun  permasalahan yang di bahas  dalam tema rapat pada waktu itu, mengenai pengelolaan lapangan parkir yang di anggap keberadaanya kurang maksimal dan memadai selama ini, jika dilihat dari segi pemanfaatanya. Sepanjang jembatan tersebut telah selesai pembangunanya dan secara resmi telah di fungsikan sebagai areal kawasan kunjungan wisata pulau. Hanya menambah resah beberapa pihak Aparat,oknum/instansi terkait,  kondisi pengamanan wilayah tersebut. Utamanya  yang menyangkut dengan keselamatan pengguna akses badan jalan kota, akan riskan terjadi gesekan dengan pengunjung kawasan wisata  yang memarkirkan kendaraanya di badan jalan. Dalam hal ini di duga oleh kurang jelinya peran serta Pemerintah Daerah PemKab Kukar  yang berwenang mengkoordinir dan menginstrusikan Instansi /Dinas SKPD terkait mengenai penelitian Analisis dampak lingkungan sekitar, terkait pula Instansi/Dinas  Badan Perencanaan Pembangunan  Daerah dan Instansi/Dinas Tata Ruang dan Kota  serta Intansi/Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Instansi/Dinas yang di beri amanah tanggung jawab selaku Pelaksana Pengerjaan Pembangunan proyek tersebut, sehingga semua Dinas/ Instansi  SKPD  yang terlibat di dalam pelaksanaanya kurang berkoordinasi. Baik itu dalam analisa, perencanaan, pelaksanaan, serta pengerjaanya  hingga mengeluarkan proses perizinan operasi sampai pada tahap peresmianya yang di duga tanpa melalui kajian AMDAL dan tahapan-tahapan uji kelayakan prosedural,  yang apik sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. atau dapat pula di katakan kurang memahami aspek atau dampak dari akibat kurangnya  antisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi ke depanya.(di indikasikan proyek asal jadi)

Dimana jika saat hari libur sangat memungkinkan membludaknya pengunjung ke tempat tujuan wisata pulau yang di maksud.Dampaknya para pengunjung kawasan wisata akan lebih banyak mengambil ruang atau tempat area perparkiran yang semakin padat hingga tumpah ke badan jalan utama kota. Melihat kondisi area parkir dan badan jalan utama sangat dekat jaraknya . belum lagi area perparkiran tersebut keberadaanya selama ini juga di manfaatkan oleh sebagian warga kota untuk keperluan berdagang, dan menggelar lapak PKL di sekitarnya, ada yang menyajikan berbagai fasilitas makan dan minum ataupun kedai tenda wisata kuliner sari laut. sehingga dengan adanya permasalahan ini semakin mengganggu dan menyibukkan kinerja para aparat keamanan atau instansi yang di tugaskan dengan wewenang tanggung jawab untuk memperlancar kondisi situasi kenyamanan serta ketertiban pengguna kendaraan lalu lintas di badan jalan utama kota, yang berbasis di sepanjang jl. Jend. Sudirman Kel.Timbau Tenggarong Kota.

Adapun beberapa data mengenai situasi kondisi berdasarkan temuan di lapangan mengenai kapasitas kantong parkir yang yang tersedia saat ini:

Kapasitas R4 : ± 50 unit

Kapasitas R2 : ± 150 unit

Waktu ramai situasi parkir membludak hari libur sabtu minggu dan hari libur nasional (tanggal merah) kendaraan R2/R4 mencapai hingga:

R2 : 300 unit

R4 : 150 unit

Sehingga dalam jumlah yang tercatat sementara ini, lahan kantong parkir yang ada tersedia tidak cukup untuk menampung kapasitas kendaraan para pengunjung kawasan wisata, atau kantong parkir yang tersedia di kategorikan overload

Overload Parking Area sangat riskan mengundang bahaya laka lantas bagi siapapun pengguna akses jalan atau berbagai aspek kemungkinan yang mengganggu segi kenyamanan lingkungan sekitar yang di maksud. Gangguan situasi pelayanan keamanan ketertiban serta kenyamanan  baik berkendara di jalan raya ataupun bagi pengunjung ramai kawasan wisata pulau kumala.

Sementara itu jika melihat dasar hukumnya di daerah atau kawasan tersebutdi atas sewaktu-waktu jika pengunjung membludak, area kawasan tersebut di duga berat melanggar aturan perundang-undangan, dimana jika kita menilik pada Undang-undang No.22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pasal 43 ayat 3 (fasilitas parkir di dalam ruang milik jalan hanya dapat di selenggarakan di tempat tertentu pada jalan Kabupaten, jalan Desa, atau jalan Kota yang di nyatakan dengan rambu atau marka jalan)Sementara Keputusan Menteri Perhubungan No 40/1994 Pasal 06 Ayat 1 (pada setiap jalan yang tidak dapat di pergunakan sebagai tempat parkir, harus di nyatakan dengan Rambu-Rambu/Marka/Tanda-tanda lain kecuali di Tempat-tempat tertentu)

Hal ini di nyatakan langsung oleh Pak Cahyo selaku pembicara dari Sat.Lantas Polres Kukar dan di benarkan langsung oleh pernyataan Pak Puji.S selaku Kanit Lakalantas, juga di amini oleh pihak Dishub Kab.Kukar Sdr. Rustam. Adapun penyampaian keluhan dari pihak perwakilan SatPol. PP Kab.Kukar  Sdr. Mahmud Hairi, mengenai kendala penertiban pedagang PKL yang sering beroperasi di areal parkir, mereka belum bersedia bergeser dari areal tersebut, jika belum di beri fasilitas yang bisa menggantikan posisi mereka berjualan dan jika memang relokasi penggusuran segera akan di lakukan, sebaiknya para PKL di beri solusi tempat lain yang kemungkinan tempat/lapak mereka bisa saja di pindah ke areal pulau, dimana jika kita melihat secara estetika pulau tersebut adalah tempat tujuan wisata bagi para pengunjung yang ingin menikmati pemandangan alam pulau serta berbagai macam fasilitas yang tersedia termasuk makan minum di pulau kumala. Selaku Media Wartawan Pikiran Nasional selain keberadaan kami dalam peliputan rapat kordinasi tersebut, kami juga memberi masukan langsung kepada para aparat oknum/instansi dinas keamanan terkait dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di segala lini di area lokasi, sebaiknya sebelum bertugas di lapangan terlebih dulu di lakukan  tindakan antisipasi keamanan wilayah serta, pencegahan gangguan faktor kemungkinan lainya, baik itu dari segi pengamanan, pelayanan, ketertiban serta kenyamanan kepentingan umum/publik, sebaiknya membenahi lebih dulu situasi di lapangan. Kemudian dalam pembahasan rapat lebih lanjut, pada hari itu juga tercapailah kesepakatan bersama mengenai solusi antisipasi pencegahan yang akan dilakukan di lapangan, adalah pihak kepolisian lalulintas Kab.kukar beserta Dinas perhubungan Kukar sepakat bekerja sama dalam bahu membahu pada sabtu pagi pekan minggu ini, sebelum aktivitas di badan jalan ramai di gunakan kendaraan pihak umum/publik,, sementara melihat situasi kondisi lahan parkir yang kapasitasnya terbatas apa adanya. terlebih dahulu akan kami antisipasi dengan memasang Barrier jalan serta Polceline sementara, di mana ada batasan tertentu untuk pengguna jalan umum ataupun pengunjung wisata pulau kumala. Sehingga menciptakan kondisi tertib aman dan terkendali sesuai yang di harapkan bersama, sembari menunggu hasil pembenahan lahan lapangan kantong Parkir permanen dari pihak Pemkab Kukar.(MIR-PN)

 

Biro Kukar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: