HEADLINE NEWS

PROYEK TERJUN BULUS, BERUJUNG SUAP

pinal news-1

Pikiran Nasional Kukar,— Tidak salah lagi julukkan Kabupaten Kutai Kartanegara terkaya seindonesia, sehingga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan pusing mengaturkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Dearah (APBD) Tahun 2014 terpaksa harus membuat Proyek terjun bulus, berujung suap pak muslik sebagai kabid pengembangan budidaya perikanan dan kelautan menyambang kekantor Koran Pemberitaan Korupsi, membahas masalah proyek pada intinya beliu memohon kepada kepala biro Koran Pikiran Nasional, dan menyerahkan map warna kuning didalam berisi amplok warna putih tetapi kepala biro menyentuh pun tidak mau karena sudah berulang kali suruh kabid perikanan dan pengembangan membawa pulang tetapi juga di tinggalkan, kapala biro Koran Pikiran Nasional memanggil semua wartawan untuk menjadi saksi membuka amplop ternyata amplop tersebut berisi dana tunai sebesar 3 juta rupiah, kapala biro langsung mengentruksi kepada wartawan untuk kembalikan uang tersebut kepada kabid pengembangan budidaya perikanan dan kelautan, setelah diterima oleh kabid atasnama Muslik di kantornya langsung telepon kepada biro kaltim, dengan bahasa memohon jangan sampai permasalahan ini anggkat di depan public proyek yang diduga bermasalah ini.

berjudul. Rehab tanggul dan pintu air tambak di Desa Tani Baru, Desa Muara Pantuan dan Desa Sepatin Kecamatan Anggana, pekerjaan kontruksi nama pemenang CV.ANUGRAH KARYA alamat jalan gurami II nomor 21 Samarinda Kota dengan harga penawaran Rp. 902.264.000 kode lelang 5315198, nama pemenang CV. PULUNG LESTARI alamat jalan karya etam nomor 1 Rt.02 Sangatta Kabupaten Kutai Timur, dengan harga penawaran Rp. 779.025.000, dan ode lelang 5542198, nama pemenang CV.MUSTIKA JAYA KENCANA alamat jalan juanda 8 mangga 1 nomor 8 Samarinda Kota dengan harga penawaran Rp. 781.721.000, dan kode lelang 5557198 dengan judul yang sama, Total tiga paket proyek ini Rp. 2.463.010.000 (Dua Miliyar empat ratus juta enam puluh tiga juta sepuluh ribu rupiah, unit layanan pengadaan (ulp) Kabupaten Kutai Kartanegara, diduga kuat wajib setor ini ibarat angin dinginnya terasa tapi ujutnya buktinya tidak kelihatan, proyek terjun bulus ini berujung suap, dalam hal penyuapan kepada kepala biro Koran Pikiran Nasional di ruang kerjanya, maksud pak Muslik memohon jangan sampai kasus ini di publikasi dengan dengan dana tunai sebesar 3 juta rupiah, supaya bisa berdamai kepala biro Koran Pemberitaan Korupsi tidak berani karena didesak oleh masyarakat dianggap media ini disebut gembos ban, pandangan masyarakat kepada media ini.

Dalam perencanaan hanya satu paket proyek saja, kuat dugaan proyek ini ibarat sepotong kue dibagi menjadi tiga paket, dengan judul pekerjaan yang sama, berdasarkan hasil pantuan media ini didalam gambar dugaan tidak sesuai pekerjaan yang ada dilapangan, seharusnya dari Dinas Kelautan dan Perikanan tidak melakukan proyek yang tidak ada dalam kode kegiatannya pekerjaan ini yang boleh dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, yang menjadi pelaksanaan pekerjaan seperti kontruksi, ada apa? Dengan Bappeda Kabupaten Kutai Kartanegara bisa membuat perencanaan, untuk dinas kelautan dan perikanan, patut di curiga oknum Anggota Dewan bagian badan anggaran dewan perwakilan rakyat daerah bisa melegalkan proyek yang bukan tugasnya, jelas kuat dugaan ada unsur senggaja untuk mengeluarkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, supaya cepat habis, seharusnya Bupati jeli mengesahkan anggaran, menurut informasi masyarakat Kecamatan Anggana yang tidak mau namanya di catut di media ini , pernah mengikuti lelang proyek ini memang benar kalau paket ini dipecah-pecahkan, supaya ada duit wajib setor (ws) ini segera membayar kepada ulp, karena yang mengikuti tidak memiliki dana untuk membayar ws sebesar 2,5% maka ulp Kabupaten Kutai Kartanegara tidak memenangkan cv. Tersebut.

maka yang menjadi pemeng ada tiga cv, tapi jangan salah tiga cv. Ini hanya satu orang yang punya, yang berindisial H. Hrn, dengan cara meminjam cv. Orang lain.Karena Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan pusing mengaturkan Anggaran terlalu banyak sehingga tidak sempat untuk mempelajari Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, menurut pak Muslik, S.PI,M.SI dengan nomor nip. 197101131998031005, kabid budidaya dan pengembangan memberikan informasi, bukan kesalahan Dinas Kelautan dan Perikanan, adalah salah Bappeda, Anggota Dewan dan Bupati serta pihak Keuangan kenapa proyek yang ini dibayar kalau memang tidak ada kode kegiatan, Bupati Kutai Kartanegara harus teliti menggunakan anggaran, apalagi sekda sebagai koordinator kalau proyek tidak ada kode kegiatan kok bisa disahkan, memang ada keanehan keberhasilan pedikat-pedikat yang banyak di dapat oleh Bupati tapi kinerjanya buruk penyebab kurangnya sumber daya manusia dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, sehingga anggaran tidak ada kode kegiatan juga bisa di laksanakan, apalagi pekerjaan dilapangan, kuat dugaan pelaksanaan dilapangan tidak sesuai dengan rab speck dan perencanaan, tetapi pekerjaan proyek ini tidak pernah tercium oleh pihak penegak hukum, menurut informasi dari kabid kelautan dan perikanan kenapa pekerjaan kami sudah selesai dan sudah diaudit oleh BPK Provinsi dan BPKP sudah di periksa tidak ada kesalahan, inilah pekerjaan auditor diduga ada indikasi kerjasama sehingga persoalan ini di bungkus rapat-rapat supaya bau tidak bisa tercium, tapi namanya duit pasti akan tercium juga, ini baru satu dinas belum lagi dinas yang lain-lainnya .pgs (Tiem)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: