HEADLINE NEWS

WARGA TABANG KELUHKAN PEMERATAAN INFRASTRUKTUR SETENGAH HATI

pinal news

Pikiran-Nasional Kukar

Sebagian besar Warga Masyarakat Tabang mengeluh atas timpangnya memerataan Infrasruktur di Kutai Kartanegara. contohnya pembangunan jalan poros Tabang-Kembang Janggut, Cuma dibangun sepenggal saja, diperkirakan ada ±3,5 Kilo Meter masih jalan tanah. Kendati pun Cuma 3,5 Kilo meter, tapi kini sudah sering mengakibatkan kecelakan, maupun kendaraan yang digunakan pengendara tidak sedikit ada yang rusak lantaran terpental dan rebah akibat jalan licin dan berlumpur. Termasuk  jalan penghubung Desa Sidomulyo dengan lima Desa Sungai Lunuk sampai sekarang belum pernah tersentuh olehPemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Karena akses jalan tersebut adalah satu-satunya jalan anak Sekolah yang sudah menginjak SLTP dan SLTA dan jalan satu-satunya menuju ke Kecamatan. Jalan Penghubung tersebut tidak kalah ceritanya dengan jalan poros Tabang-Kembang Janggut, hingga sekarang tidak sedikit Warga pengguna jalan mengalami kecelakaan walaupun belum menelan korban jiwa, namun tidak menutup kemungkinan akan adanya korban jiwa karena dilihat dari kondisi badan jalan sudah hancur total. Bahkan badan jalan nyaris tidak terlihat disebabkan tumbunya semak-semak yang semakin hari semakin menutupi jalan tersebut.  Sampai berita ini di terbitkan, belum ada tanda-tanda bahwa jalan tersebut akan di bangun, sementara beberapa informasi warga. Berkali-kali warga masyarakat setempat memohon kepada pihak Dinas terkait agar jalan tersebut dibangun atau paling tidak pengerasan jalan. Namun sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara seakan-akan menutup mata dan telinga supaya keluhan Masyarakat tidak dilihat dan didengar. Berdasarkan keterangan Warga setempat, bahwa pernah ada Proyek Pembangunan Peningkatan Jalan dan Jembatan penghubung Desa Sidomulyo dengan lima Desa Sungai Lunuk tahun 2013 lalu yang di kerjakan oleh PT. DUTA RAMA dengan anggara HPS sekitar 10 Miliar, namun sampai saat ini jembatan yang terbangun Cuma 2 Unit saja, itupun jembatan yang satunya disebut hanya sekedar toleransi pemegang Proyek. Eronisnya lagi, peningkatan jalannya tidak maksimal karena badan jalan saat itu Cuma ditaburi koral lokal seadanya, itupun diperkirakan ¼ jalan saj yang di taburi koral.

Biro Kukar-Mdcc-PN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: