HEADLINE NEWS

WARGA MERASA DILECEHKAN, PERUSAHAAN AKAN DIKENAKAN SANKSI DENDA ADAT

pinal news-1

Pikiran_nasional Kukar

Dengan meninggalnya mediang Tokoh petinggi Adat Dayak Kenyah “Pejalung Njuk red” pada Tanggal 22 Mei Tahun 2016 di Sangata Kutai Timur lalu, banyak menuai cerita yang memilukan hati para Masyarakat kuhususnya Suku Dayak. Baik Dayak yang ada di Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Kutai Barat. Pasalnya, Jenazah beliau direncanakan akan dikebumkan di Kampung Halaman yaitu di Desa Mekar Baru Kecamatan Busang Kabupaten Kutai Timur. Mengingat keterbatasan dana keluarga duka untuk menghantar Jenazah ke kampung halaman, akhirnya diadakan perundingan. Al hasil perundingan tersebut membuahkan kesepakatan dengan meminta bantuan kepada Perusahaan PT. FAJAR SAKTI PRIMA / PT. INDONESIA PRATAMA dengan harapan agar supaya Perusahaan bisa meminjamkan satu unit Ambulan perusahaan, Kelurga duka pun meminta bantu kepada Aktivis LSM Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) untuk menjembatani ke Perusahaan tersebut. Namun hasilnya jauh dari harapan keluarga duka khususnya  Masyarakat Adat, karena Perusahaan tersebut tidak bisa membantu untuk meminjamkan kendaraan Ambulannya dengan berbagai alasan itu dan ini. Karena merasa dipersulitkan, suasana pun semakin menegang. Akhirnya anggota Aktivis tersebut mengambil inisiatif dengan mengadakan aksi yang di pimpin oleh Anderson Laing, termasuk anak-anak dari Almarmumah, yakni menutup akses jalan menuju ke kantor dan Mess karyawan tepatnya di Pos Security dengan tujuan agar pihak Perusahaan bisa berubah berbaik hati. Selang beberapa jam kemudian datang beberapa rombongan dari pihak Kepolisian, termasuk anggota Polsek Tabang dengan tujuan untuk mengamankan aksi tersebut dan sekaligus membantu memediasi masalah ini.

pinal news-2Keadaan mulai kembali normal ketika pihak perusahaan bisa membantu dengan menyumbangkan  sejumlah uang tunai sebesar Rp.5.000.000; dan dibantu oleh salah satu anggota Polsek Tabang Rp 500.000; dan salah satu rekan yang tidak disebut namanya menyumbangkan Rp.500.000; kemudian perusahaansekitar turut juga menyumbang sebesar Rp. 1.500.000; dan jumlah bantuan tersebut sebesar Rp.8.500.000;. Setelah itu pihak Aktivis dan pihak perusahan serta pihak petugas dari Kepolisian pun melakukan perdamaian sekaligus Foto bersama dengan tujuan bahwa masalah ini tidak berlanjut dan di anggap selesai dengan damai, berdasarka Poin 5 Surat Keteranan Nomor : Sket/ 02/ V/2016/Sek Tbg. Yang berbunyi: Atas diterimanya bantuan sejumlah tersebut, permasalahan dianggap selesai dan pihak pemohon bantuan menyampaikan terimakasih dan saling bermaafan kemudian pihak pemohon membuka portal, dan ditanda tangani oleh A.n. Kapolsek Tabang ULUL AMRIpada tanggal 22 Mei 2016, Termasuk  Kwitansi atau bukti tanda terimanya dana bantuan tersebut. Sekaligus diserahkan kepada salah satu Anak Alm Pejalung Njuk (Lim Jalung.Red). Bahkan Bapak Anderson Laing pun turut menyumbang, namun dalam berita ini tidak mau disebut nominalnya.

Ironisnya lagi, masih dalam suasana duka, Pihak perusahaan secara diam-diam  melaporkan hal tersebut ke Polres Kutai Kartanegara dengan tebusan disampaikan kepada Kapolsek Tabang dan Kapolda Kaltim, bahwa Bapak Anderson Laing beserta  puluhan kawannya bahwa aksi mereka dituntut mengganggu Aktifias tambang. Padahal,  Setelah mengetahui laporan tersebt, beberapa Tokoh adat Dayak Kenyah merasa Adat budaya leluhurnya di injak-injak dan di lecehkan oleh pihak perusahaan. Karena menurut sitimatis Suku Dayak pada umumnya, kalau sumbangan yang di berikan apalagi sumbangan untuk orang yang dalam suasana duka, tidak perlu di bicarakan lagi atau di beberkan. Menurut keterangan beberapa Sesepuh Adat Dayak sempat “ Ini sudah keterlaluan sekali, gara-gara segelintir Uang bantuan untuk keluarga yang berduka cita,  Warga kita sampai di laporkan ke pihak yang berwajib. Padahal tujuannya (Anderson Laing. Red) dan kawan-kawannya adalah mempunyai etikat baik dalam membantu Warga yang dalam kesusahan, apalagi yang meninggal ini bukan orang sembarangan, Dia (Alm) adalah salah satu Tokoh Panglima Dayak yang mengukir banyak sejarah Adat Dayak dalam mengayomi Masyarakat” Terangnya. Hal serupa juga di katakan salah satu Warga “ Mbi tepat ubaq yeq menggini seq a’un, tepat mukum lan ida pat ading, moq ini Adet tepat Dayak ne” Dengan bahasa Dayak setempat. Artinya ( Kita tidak mau yang seperti ini, kita wajib denda mereka, karena ini adalah Adat kita dari dulu) yang diterjemahkan oleh salah satu Aktivis yang kebetulan hadir saat Wartawan Pikiran-Nasional meliput.

Demi mempertahankan harkat dan martabat Adat istiadat yang di turunkan oleh para Leluhur untuk tidak di remeh,  maka Perusahaan tersebut harus bertanggung jawab dan akan dikenakan sanksi Adat sesuai peraturan Adat yang berlaku.

Biro Kukar Merang. D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: