HEADLINE NEWS

MASYARAKAT MENDUGA ADA YANG MENUNGGANGI PERUSAHAAN TAMBANG DI WILAYAH KECAMATAN TABANG

pinal news

Pikiran-Nasional Kukar,— Hampir tiap hari terdengar perbincangan di mana-mana bahwaPerusahaan Tambang batubara yang ada di Wilayah Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara, Baik dari perbincangan di warung kopi, sampai ke Forum Masyarakat, tak jarang kita dengar Perusahaan Batubara PT.Fajar Sakti Prima/PT. Indonesia Pratama melakukan tindakan yang tidak yang tidak bersahabat terhadap Masyarakat lokal, karena beberapa tahun terakhir ini banyak isu yang beredar dikalangan Masyarakat sekitar Tambang., bahwa Perusahaan Tambang koordinasi kepada Masyarakat beberapa tindakan yang dilakukan Perusahaan,. Baik dari Penyerobotan lahan Warga tanpa kofirmasi dengan pemilik lahan, dan pencemaran lingkungan. Seperti beberapa waktu lalu, secara tidak sengaja terlihat sekelompok Warga tengah istirahat seusai melakukan aktifitasnya, tengah asyik  bercerita disebuah warung kopi di pinggir jalan mengenai keluhan mereka masing-masing. Terselip ditengah perbincangan mereka,ada menyebut sebuah nama Perusahaan Tambang Batubara yaitu PT.Fajar Sakti Prima/PT. Indonesia Pratama. Masing-masing dari  mereka mengeluarkan pendapat dan keluhan terkait masalah dampak yang mereka rasakan selama ini. Namun yang menjadi bahan perbincangan mereka yakni hasil panen yang dulunya melimpah, sekarang merosot hingga mencapai 50%. lantaran terkena debu kendaraan Tambang yang melintas di daerah itu. Tertarik dengan cerita mereka, Tim Media pinal-news.com pun coba mendekat sambil memperkenalkan diri dan sekaligus menunjukan legalitas kami sebagai Pers.Melihat keberadaan Media, Mereka dengan semangat menceritakan apa yang mereka alami selama ini.

PINAL Menanggapi dari informasi dari kerumunan Warga tersebut, ada dugaan bahwa pihak Perusahaan  PT.Fajar Sakti Prima/PT. Indonesia Pratama ada kelalaian dalam menyikapi keluhan Masyarakat dan tanggung jawab pihak Perusahaan terhadap Masyarakat sekitar Tambang. Contonya saja seperti pencemaran lingkungan. Ini merupakan suatu keadaan yang terjadi kerena perubahan kondisi tata lingkungan, seperti Tanah, Air, dan Udarah yang tidak menguntungkan, yakni merusak dan merugikan kehidupan Manusia, hewan dan tumbuhan, yang disebabkan adanya benda-benda asing seperti, sampah, limbah dan benda-benda asing lainnya atas perbuatan Manusia. Memang jika dilihat dari segi dampak Positifnya perusahaan Tambang, adalah meningkatkan Devisa Negara dan Pendapatan Asli Daerah serta menampung tenaga kerja.Tetapi jika ilihat dari dampak negatif yang tuimbul oleh kegiatan pertambangan, maka perlu kesadaran kita terhadap lingkungan agar bisa diterima oleh Masyarakat sekitar Tambang. Ndan perlu diketahui pula bahwa Sumber Daya Alam (SDA)hasil penambangan adalah untuk kemakmuran Rakyat. Salah satu caranya adalah pengembangan Wilayah atau Community Develoment (Komdev). Untuk itu perusahaan Pertambangan wajib ikut mengembangan Wilaya sekitar lokasi tambang termasuk yang berkaitan dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) karena hasil tambang suatu saat akan habis. Pengelolaan kegiatan penambangan sangat penting dan tidak boleh terjadi kesalahan. Termasuk informasi dari Masyarakat lainnya yang merasa lahannya digarap oleh penambang, tak jarang perusahaan memberikan ganti rugi yang tidak seimbang dengan hasil yang mereka dapatkan nantinya. Tidak hanya sekedar konflik lahan saja yang berhasil dihimpun Wartawan, bahkan konflik lain pun kerap terjadi, baik dari sekedar  perdebatan biasa sampai terjadinya aksi demo. Maka dari itu Masyarakat sekitar Perusahaan Pertambangan menduga ada keterkaitan pihak lain dibalik semua ini atau diduga ada Oknum Pejabat yang menunggangi Perusahaan ini.

 

Biro Kaltim Mdcc-PN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: