HEADLINE NEWS

Warga, tokoh dan kepala masyarakat adat Dayak datangi kantor PT.Indonesia Pratama(IP) atau PT.Fajar Sakti Prima(FSP)

pinal-news

PIKIRAN NASIONAL KALTIM Warga Masyarakat Adat, Tokoh-tokoh Adat Dayak Bersatu serta Kepala Adat  Desa Gunung Sari, Buluq Sen, Umaq Dian, Umaq Tukung, Tukung Ritan, Ritan Baru, Pedoon, Petung dan Pondok Labu Kec.Tabang Kab.Kutai Kartanegara serta Warga Adat dan Tokoh Kepala AdatDayak Kenyah Desa Mekar Baru, Gemar Baru, Rantau Sentosa, Long Segar, senyiurKab.Kutai Timur dan Warga Suku Dayak Kalteng serta Kepala Adat Dayak KenyahAmai Pedaleq Kab.Kukar Tenggarong,Serta Ketua DPP Bakuda Sdr.Febri , berkumpul di KM 21jalan Hauling RoadBuluq Sen Tabang, beramai-ramai mendatangi Kantor perusahaan tambang PT.Indonesia Pratama(IP) atau PT.Fajar Sakti Prima(FSP) dalam waktu empat hari ini. Pada hari pertama kamis 29/09/16, pinal-news-1warga yang mengatasnamakan Masyarakat Adat Bersatu, dan Tokoh-tokoh Kepala Adat Dayak dari Kukar dan Kutim, datang untuk bernegosiasi dengan pihak manajemen perusahaan Indonesia Pratama/Fajar Sakti Prima, negosiasi dalam hal menuntut pencabutan berkas laporan pengaduan perkara kasus dugaan pemerasan,salah satu warga adat yang berdomisili di sekitar areal lokasi perusahaan PT.IP/FSP di KM 19 Pondok Labu Buluq SenTabang, dari jeratan hukum positif Kepolisian Republik Indonesia Resor Kutai Kartanegara, berdasarkan laporan dugaan pemerasan yang di sangkakan oleh PT.Indonesia Pratama/Fajar sakti Primaterhadap Sdr.Anderson Laing yang juga selaku Ketua LSM Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK-DPD) Kaltim, pihak masyarakat dan tokoh-tokoh adat melakukan negosiasi yang berlangsung alot dengan pihak perwakilan manajemen PT.IP/FSP , karena permintaantuntutan WargaAdat serta beberapa Tokoh Kepala-kepala Adat yang turut hadir, sulit untuk di penuhi oleh pihak perusahaan, dengan alasan “semua keputusan tersebut yang berhak memutuskan adalah pimpinan management tertinggi perusahaan, yang kebetulan beliau sedang tidak berada di tempat“. Menurut keterangan Ardian, salah satu Legal Hukum PT.Indonesia Pratama/Fajar Sakti Prima Site Tabang. Sementara upayawarga beserta Tokoh Kepala Adat dalam empat hari ini mengalami kebuntuan solusi, dalam pertemuan negosiasi dengan Perwakilan Managementtersebut.Masyarakat Adat Bersatu denganKepala-kepala adatnya, kecewa karena pihak Perwakilan Management PT.IP/FSP terlalu berbelit-belit dan tidak dapat mengambil keputusan. Sementara kedatangan Warga Masyarakat Adat Bersatu dari berbagai Wilayah di Kaltim ke kantor PT.IP/FSP, menuntut Keadilan Hukum benar-benar di tegakkan di wilayahnya. Terkait pelaporan PT.IP/FSP kepada salah satu warganya tersebut,serta keberadaan perusahaan tambang di Wilayah Hukum Ulayat Adat Kec.Tabang Kukar Kaltim, yangsemena-mena memperlakukan Warga Adat, tanpa lebih dahulu melapor dan berkoordinasi ke pihak Kepala Adat setempat dan secara hukum positif, perusahaan pelapor melangkahi prosedur pelaporan secara hukum, “bilamanadalam masalah itu, pihak perusahaan tetap memaksakan persoalan tersebut lanjut ke ranah hukum positif, maka seharusnya lebih dulu melapor ke polsek tabang karena wilayah ini masih lingkup Kecematan, bukanlah Kabupaten” ujar salah seorang Kepala Adat seharusnya“Dia itu bukanlah orang yang bersalah seperti yang di tuduhkan, niat dia itu membantu warga kami yang membutuhkan, dia tidak pantas menerima sangsi hukum”, menurut keterangan salah seorang Kepala Adat lainya pada saat berlangsungnya negosiasi alot tersebut. pinal-news-2Bahkan menurut komunitas masyarakat adat bersatu “beliau itu adalah salah satu penolong warga atau salah satu warga adat yang mempunyai rasa sosial tinggi, sifatkedermawanan,di mana ketika warga membutuhkan bantuan baik secara moril maupun materil, beliau slalu berusaha mengupayakan agar warga tersebut mendapatkan bantuan”,namun hal tersebut di artikan lain oleh pihak oknum PT.Indonesia Pratama. “Kapan warga dayak di Kec.Tabang ini merdeka yang sebenarnya, jika selalu di tindas oleh perusahaan datang hanya, sekedar mengambil keuntungan dari hasil bumi kami, namun tidak sedikitpun rasa peduli atau rasabelasungkawa itu di tunjukkan kepada warga kami yang berduka, atau yang sedang tertimpa musibah kesusahan”celoteh warga lagi,bahkan  tindakan yang di ambil Legal Hukum Management Perusahaan,malahan melaporkan beliau ke ranah hukum dalam tudingan kasus pemerasan. Dan sempat mendekam selama 4 hari di sel tahanan Polres Kutai Kartanegara. Apa pasal sehingga terjadi demikian, salah satu fakta bantuan beliau ke masyarakat adat, terjadi ketika saat beliau di minta oleh warga yang tertimpa musibah atas kematian orang tuanya, dengan menanggapi hal tersebut beliau tidak segan merogoh koceknya untuk memberi bantuan berupa materi semampunya, bukan hanya sampai di situ. Pada saat warga yang bersangkutan berduka meminta dan memohon kesediaan beliau agar mengupayakan unit ambulan, demi untuk menjemput jenazah Almarhum orang tuanya, di salah satu RSU. pinal-news-3Kota Sangatta untuk di pulangkan ke kampung halaman di Desa Mekar Baru, mengingat mendiang Almarhum adalah salah satu Dewan Penasehat Lembaga Adat Dayak Wilayah Kaltim (Alm. Pjalung Njuk) namun karena batas kemampuan beliau untuk membantu keluarga duka tidak mempunyai unit ambulan yang di maksudkan, maka salah satu anak dari almarhum yang berdomisili di Kec.Tabang Kukar, menyarankan agar beliau dapat memohonkan unit ambulan tersebut ke perusahaan terdekat, karena seperti biasanya melalui referensi beliau ke pihak perusahaan sekitar wilayah Tabang, akan mudah di kabulkan. Kemudian ketika itu Sdr.Anderson L beserta keluarga duka datang ke PT.IP/FSP untuk memohon bantuan ambulan, namun pada waktu itu menemui kendala urusan yang berbeli-belit ke pihak Management dan permintaan unit ambulan tidak dapat di penuhi, akhirnya berkumpul warga sekitar untuk membantu permohonan tersebut dan melakukan sedikit aksi demo agar permintaan bantuan unit ambulan di penuhi, pada akhirnyamelalui negosiasi yang alot juga ketika itu,  akhirnya pihak perusahaan menawarkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp.7,500.000 dan nilai Rp.1,000.000 yang telah di berikan Sdr.Anderson L awalnya ke pihak keluarga duka, dalam hal ini pihak keluarga duka menerima uang tunai sebesar Rp.8,500.000 bahkan pada waktu itu serah terima uang tunai langsung dari pihak PT.Indonesia Pratama yang kebetulan pada waktu penyerahanya di lakukan di salah kantor induk lokasi Perusahaan Tambang tersebut. Dengan di saksikan langsung oleh aparat keamanan dari Kapolsek Tabang yang bahkan ikut menyumbang keluarga duka saat itu. Menyusul sehari setelah bantuan tersebut di terima oleh pihak keluarga duka, Sdr.Anderson Laing di laporkan  ke pihak yang berwajib Polres Kutai Kartanegara oleh PT.Indonesia Pratama/PT.Fajar Sakti Prima, atas dugaan kasus pemerasan, Menyusul laporan tersebut di lanjutkan dengan pemanggilan BAP pertama Sdr.Anderson L beserta saksi dari keluarga Almarhum Lim Jalung selaku anak dari Almarhum, kemudian selang beberapa waktu, menyusul panggilan BAP ke dua dan langsung di lakukan penahanan selama 4 hari di Polres Kukar, berlanjut masa penagguhan tahanan hingga saat ini. Berdasarkan sekelumit dari rangkaian kejadian di atas, dan atas dasar inilah yang membuat Warga Masyarakat serta keluarga mendiang *(Alm) Pjalung Njuk beserta Tokoh-tokoh adat dari berbagai wilayah merasa keberatan dan berkumpul beramai-ramai mendatangi Kantor Perusahaan Tambang Indonesia Pratama. mereka menuntut ke perusahaan, atas ketidak puasan oknum Perusahaan Indonesia Pratama, agar kasus tersebut tetap di lanjutkan penahananya. Sementara Masyarakat Adat Bersatu serta keluarga besar (Alm) Amai Pjalung telah meminta dan memohon kesepaktan damai kepada PT.Indonesia Pratama, melalui permintaan maaf dengan menyerahkan sebilah parang mandau tampilan, yang secara simbolis penyerahan mandau tersebut mengandung makna bagi suku dayak, adalah simbol berakhirnya peperangan, atau simbol tanda perdamaian di mulai. Penyerahan secara simbolis tersebut di lakukan keluarga almarhum membawa serta Sekcam Ajan Gung dan Kepala-kepala Adat se Kecamatan Tabang ke pihak PT.Indonesia Pratama. Namun sebagai Tokoh–tokoh Adat merasa tersinggung dengan adanya kesepakatan damai tersebut, yang tujuan sebenarnya agar pihak Indonesia Pratama bersedia mencabut tuntutan perkara Sdr.Anderson Laing di Polres Kukar. Memacu pada kesepakatan damai tersebut, tuntutan warga Masyarakat Adat beserta Kepala Adatnya tidak mendapat respon baik oleh Pihak Perusahaan Indonesia Pratama, maka Warga serta Kepala Adat merasa di lecehkan martabatnaya secara terhormat. olehsebab kejadian itulah yang memicu emosi  Warga dan Kepala Adat Kukar-Kutim hingga menduduki kantor PT.Indonesia Pratama di tabang(TIM-PINALKALTIM)

 

Biro Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: