HEADLINE NEWS

PT. Indomining ‘bebas’ buang Limbah air tambang ke SungaiSanga-Sanga, diduga ada izin oknum petinggi BLHD Kukar ??

pikiran nasional

EKSPLOITASI TAMBANG BATU BARA DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KEMBALI MENIMBULKAN MASALAH LINGKUNGAN DI KECAMATAN SANGA-SANGA.  tetapi anehnya PEMERINTAH  DAERAH KABUPATEN  KUTAI KARTANEGARA  MELALUI BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH  (BLHD) MALAH DI DUGA IKUT MENJADI BEKING DENGAN MEMBERIKAN LAMPU HIJAU PADA AKSI PEMBUANGAN LIMBAH PENCUCIAN BATU BARA  SALAH SATU  PERUSAHAAN  PERTAMBANGAN  YANG TELAH  LEBIH  DARI 10 TAHUN MENGGERUS PERUT BUMI DI TANAH ‘ PEJUANG’  SANGA-SANGA.

       Kukar Pinal,Sudah seperti menu harian bagi Masyarakat kabupaten terkaya  Kutai Kartanegara,   jika mendengar tentang adanya Perusahaan tambang entah legal pun ilegal (sama saja)  yang melumat hamparan Bumi,  kebun, sawah, ladang, hutan belantara yang beralih menjadi  kolam-kolam penuh air. atau bahkan limbah cair berlumpur hasil buangan perusahaan  tambang pun dengan ‘bebas’ mencemari anak-anak sungai hingga sungai  Mahakam.

Eksploitasi Tambang batu bara dari Hulu hingga hilir di tanah Raja Kutai Kartanegara hingga kini tak kunjung henti, belum habis memangkas   hampir seluruh gunung-gunung yang ada, menjarah hutan-hutan produksi,juga secara sporadis telah mengeruk, membongkar habis seluruh isi perut bumidengan alasan masuk wilayah KP (kuasa pertambangan) mereka. ironisnya lagi,  seperti tidak ada lagi aturan yang di patuhi oleh para pengusahapluspenguasa ini, ‘semua bisa di atur’ begitu kira-kira prinsip yang di anut.

Dan Bagaimana Tugas, fungsi &perananan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kutai Kartanegara?  menurut sebuah sumber di perusahaan PT. Indomining  yang enggan di sebutkan namanya,” Mana mungkin perusahaan berani sembarangan dengan limbah, kalau tidak dapat izin Oknum petinggi Dinas terkait”,    permainan ini sudah lama di lakukan dan ini menyangkut ‘bisnis’ besar, mangkanya, di usut saja BLHD nya pasti akan ketahuan oknum yang bermain di Sanga-sanga ini ” ujarnya yang mewanti-wanti agar namanya tidak di korankan.

berkembangnya Dugaan keterlibatan oknum salah satu  Dinas/Instansi Pemerintah Daerah Kab. Kutai Kartanegara terkait, sudah menjadi rahasia Umum. sebagaimana yang di katakan oleh Hendra Setiawan sebagai Ketua Kelompok Nelayan 99 Kelurahan Sanga-sanga dalamyang mensinyalir adanya keterlibatan Oknum Petinggi Dinas/Instansi tersebut, yaitu denganmemberi lampu hijau alias memberi izin walau secara lisan, sehingga  perusahaan besar seperti PT. INDOMINING‘bebas’ dan leluasa  membuang limbah pencucian batu bara ke badan sungai Sanga-sanga yang notabene telah melanggar AMDAL serta ANDAL yang di buatnya sendiri”. ujarnya yang di amini oleh warga lainnya.

Di lanjutkan oleh Hendra, “Aksi pembuangan limbah air Pencucian tambang batu bara yang  di lakukan oleh PT. Indomining ini menjadi salah satu bukti  dugaan keterlibatan oknum petinggi Dinas/Instasi terkait.  puncaknya adalah pada tanggal 3 dan 4 Juni 2016 lalu,  sekitar pukuk 02.00 dini hari, beberapa orang warga sengaja merekam dan memvideokan aksi perusahaan  PT. Indoming membuang limbah pencucian batu bara di stailing pond (SP.03),  yang di hadiri langsung oleh Abdul Intang sebagai ketua RT. 06 Kelurahan Sanga-sanga dalam. hal ini sengaja kami lakukan, agar pihak Perusahaan PT. Indomining tidak bisa berkelit dan aparat Pemerintah seperti  Camat, Lurah, BLHD Kukar juga aparat keamanan tidak menganggap kami hanya menyebarkan isu saja. kami merasa percuma melaporkan ke aparat Pemerintahan, karena  tidak pernah ada tindakan apa-apa, bahkan orang-orang BLHD kukar kan sering juga datang, tapi PT. Indomining tetap saja buang limbahnya ke sungai, jadi percuma saja ada BLHD kalau tidak mampu menangani perusahaan yang jelas-jelas sudah membuang Limbahnya ke sungai”. tegasnya.

Masih menurut Hendra, “ Limbah cair hasil pencucian batu barayang di buangdari stailingpond (SP.03) ke parit-parit akan langsung menuju badan sungai Sanga sanga, dan mungkin saja sekarang air sungai Sanga-sanga sudah tercemar, lihat saja dari warna air sungai yang berubah menjadi kehijau-hijauan, selain itu, saat ini airnyajuga tidak bisa lagi di gunakan masyarakat secara langsung untuk mandi atau mencuci, karena menimbulkan gatal-gatal,bernanah, bisulan”. jelasnya sambil menunjukan bagian gatal-gatal yang di alami oleh salah seorang warga yang memanfaatkan air sungai secara langsung untuk mandi.

di tambahkan oleh ketua RT. 06 Abdul Intang, “ perlu di ketahui masyarakat luas,selama lebih sepuluh tahun PT. Indomining beroperasi, perusahaan ini tidak memiliki kolam-kolam penampungan untuk mengolah limbah cairnya, kolam yang ada hanya satu buah saja, hanya sebagai penampunganbukan untuk treatmen atau pengolahan.  jadi, dalam seminggu beberapa kali mereka membuang air limbah pencucian batu barayang berwarna coklat pekat bercampur lumpur  itu ke parit dan langsung mengalir ke sungai Sanga-sanga, jadi wajar saja kalau sekarang kami masyarakat Sanga-sanga yang menderita akibat sungai yang sudah tercemari”. urainya pada Wartawan Media pinal News sambilmelihat langsungparit-parit di sekitar stailingpond (SP.03)  yang menjadi satu-satunya tempat ‘pembuangan’ limbah pencucian batu bara PT. Indomining ini.

Keluhan juga di utarakan oleh  Bahrun, salah seorang petani keramba, yang mengaku mengalami kerugian tidak sedikit karena ikan banyak yang mati dan gagal panen “ hampir setiap hari puluhan bahkan ratusan ekor  ikan patin, nila,  di keramba mati”, ujarnya. dirinya tidak sendiri ada puluhan petani keramba di Kelurahan ini yang mengalami nasib yang sama, ia menduga karena air sungai sanga-sanga kini sudah tercemar limbah air tambang yang di buang Perusahaan, salah satunya ya PT. Indomining ini”.ujarnya yang mengaku telah puluhan Tahun sebagai petani keramba, sambil menunjukan kerambanya yang kini sengaja di biarkan kosong karena sudah tidak mampu membeli bibit ikan lagi. ia berharap agar perusahaan bertanggung jawab atas ikut matinya mata pencaharian warga ini.

ketika, Media ini mengkonfirmasi Dinas BLHD Kukar melalui Kasubid Advokasi hukum Lingkungan, Aisyah SH.,M.Si. membantah tudingan adanya oknum petinggi InstansinyaBLHD Kukar sebagai pihak yang telah memberikan izin membuang limbah air tambang ke sungai Sanga-sanga.“ adapun izin yang telah di berikan kepada PT.Indomining adalah izin membuang limbah air tambang yang sudah di treatmen atau telah diolah terlebih dahulu”, hal yang wajar jika warga berasumsi apapun, itu hak mereka.  tetapi kami, Tim yang menangani permasalahan initidak ada permainan apapun antara Pemerintah Daerah dalam hal ini BLHD Kukar dengan pihak Perusahaan, kami adalah PNS yang sudah disumpah dan Allah Maha mengetahui apa yang sudah saya lakukan, tidak ada untungnya melacurkan diri demi uang tidak seberapa, tapi reputasi kami hancur”.jawab Aisyah melalui Telephone selulernya sambil mempersilahkan Media ini untuk melihat data hasil verifikasi lapangan.

sementara itu, telah beberapa kali  Media ini menghubungi pihak managemen Perusahaan PT. Indomining Tommy Zs, melalui Telephone selulernya tidak memberikan respon apapun.  (Dad./Red.)

pikiran nasional

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: