HEADLINE NEWS

WARGA MENUNTUT, KUCURAN LIMBAH LUMPUR MERESAHKAN

pinal

PIKIRAN NASIONAL KUKAR, Heboh warga Kec.Sangasanga Kab.Kutai Kartanegara, terhadap ulah perusahaan tambang batu bara yang di duga sengaja membuang limbah lumpurnya, melalui pipa pembuangan kolam daur limbah stelling fond, cairan lumpur kental mengucur deras dari mulut pipa, tumpah membanjiri galian selokan, yang menggenangi aliran parit-parit  pemukiman warga sekitar pesisir sungai, perlahan serta merta membawa luberan lumpur hingga merambah ke badan sungai sanga-sanga.

Setelah sekian lama beroprasi di wilayah Kaltim khususnya di site Sangasanga yang jaraknya tidak begitu jauh dari sekitar pemukiman warga, kali ini PT.INDOMINING, turut memberikan sumbangsih limbah lumpurnya, yang bertekstur kental dengan warna pekat kuning kecoklatan, ke sungai yang jadi andalan warga Kecematan Sangasanga.

Kota Sangasanga adalah salah satu kawasan destinasi wisata Kutai Kartanegara, yang menyimpan bukti nyata penemuan sumur ladang minyak bumi tertua, oleh salah satu ahli perminyakan dari belanda. Selain itu juga  menyimpan kisah-kisah sejarah perjuangan melawan kekejaman penjajahan Jepang, sehingga berdasarkan riwayatnya Kota ini, telah di tetapkan sebagai salah satu kawasan situs bersejarah di Kukar, yang selama ini lebih di kenal dengan julukan Kota Pejuang.

Tak dapat di pungkiri lagi saat ini, dengan kehadiran perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi mengeruk perut bumi Sangasanga, banyak di antaranya hanya meninggalkan lubang-lubang galian, merupakan simbol keserakahan manusia terhadap alam. Lubang yang luas menganga merupakan bukti nyata dan keberadaanya, hingga saat ini banyak di antaranya tak terurus lagi. Belum lagi jika melihat dari segi dampak sosial yang di timbulkan, ke hadiran beberapa perusahaan salah satunya PT.Indomining belum tentu jaminan bagi kesejahteraan warga sanga-sanga dengan keberadaan penjajah-penjajah perut bumi yang hanya menimbulkan dampak keresahan bagi warga Kota Pejuang Sangasanga, yang masih harus tetap berjuang dalam membangun daerahnya.

Sungai Sangasanga yang sehari-harinya di gunakan oleh sebagian warganya sebagi sumber fasilitas air bersih dengan beragam kebutuhan sehari-hari, seperti mandi cuci bersih-bersih dan sangat di sayangkan lagi dari sebagian warga bantaran sungai, ada di antaranya yang sudah terbiasa mengkonsumsi air sungai tersebut untuk di minum.

“Jika melihat keadaan saat ini, yang semakin payahnya untuk mendapatkan air bersih, itu saja harus memesan dulu dan menuggu giliran antar, begitu sulitnya dan mahal jika harus beli tiap hari,” menurut penuturan salah satu warga yang mengaku keluarganya bergantung pada kebutuhan konsumsi air, sumber dari sungai Sangasanga yang tidak ingin di sebutkan namanya.

Demikian halnya dengan salah satu warga, nara sumber kami yang lain, yang lebih mempermasalahkan awal pada saat terjadinya genangan lumpur yang meluber di sekitar rumahnya, memaparkan kronologis pada waktu mencari tau, asal datangnya limbah cairan lumpur itu, “ketika hari itu, (3/6) hujan agak gerimis dalam jangka waktu agak lama, tiba-tiba ada cairan lumpur berwarna pekat menggenangi selokan-selokan parit kami kemudian menuju sungai, akhirnya kami menyusuri ke arah datangnya lumpur tersebut, dan ternyata sumbernya mengucur deras melalui lubang pipa dari kolam limbah milik PT.INDOMINING, kemudian kami menghubungi salah satu kawan dari media untuk segera datang mendokumentasikan kejadian tersebut”.

pinalBerdasarkan bukti penelusuran tim kami pada waktu itu di lokasi, yang di tuangkan dalam bentuk video visual serta foto dokumentasi, tidak dapat di elakkan lagi bahwa limbah lumpur tersebut adalah merupakn sumber kontribusi limbah cair yang ada kemungkinan mengandung zat senyawa kimia berbahaya yang datangnya dari  PT.INDOMINING.

Terbukti dari hasil penelusuran kami, kepada para petani nelayan tambak pada pesisir sungai, dan dari hasil pengumpulan data dokumentasi, membuktikan akan adanya dampak gangguan pada habitat ikan peliharaan para nelayan kelompok tani kerambah.“Bukti di antaranya terdapat ikan-ikan yang mati, dengan perut menggelembung dan pecah, serta bau yang kurang enak dari ikan,semacam ada bau lumpur cairan kimia/chemicals begitu kira-kira baunya menurut penuturan salah satu nelayan kelompok tani kerambah bantaran sungai Sangasanga, pada waktu di sambangi oleh salah satu wartawan kami.

Dengan adanya kejadian ini, di duga sangat merugikan warga masyarakat Sangasanga yang terkhusus secara langsung merasakan dampak, beramai-ramai telah menuntut PT.INDOMINING melalui demo, “semua ini kami lakukan agar mereka ada sedikit perhatian terhadap kami ini, yang merasa terjajah di rumah sendiri oleh ulah mereka. Dan yang perlu di ketahui bersama, perusahaan yang berbuat demikian itu dengan limbahnya, agar bersedia membayar ganti rugi kepada warga kami, dan apabila sampai sejauh ini tidak ada tanggapan maka kami segenap warga berencana akan menutup akses tambang serta kolam stelling fond pembuangan limbah,” Papar salah satu warga asli yang berdomisili di Sangasanga.(mir)

 

Biro Kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: