HEADLINE NEWS

5 Desa se-Sungai Lunuk belum sepenuhnya menikmati bantuan Pemerintah

PIKIRAN-NASIONAL KUKAR.

Kelima Desa yang ada di Sungai Lunuk Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara, yang terdiri dari Desa Muara Tuboq, Desa Muara Kebaq, Desa Muara Salung,  Desa Muara Tiq , Desa Muara Belinau, kini merasa belum sepenuhnya menikmati pembangunan dari pemerintah setempat. Pasalnya,  semenjak zamannya pindah dari tanah kelahiran, hingga sekarang belum pernah merasakan artinya pasokan listrik atau PLN dari Pemprov setempat. Adapun listrik yang ada pada saat ini merupakan hasil pengadaan belanja Alokasi Dana Desa (ADD) dan selebihnya adalah milik pribadi bagi yang mampu untuk membeli Genset. Namun walaupun Genset milik Desa dari hasil belanja dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes), tetap saja biaya bahan bakarnya sebagian besar masih  dibebankan ke Masyarakat, yang katanya menjalankan  iuran tiap rumah dari Rp 2.000 hingga sampai Rp 5.000 per malam.

2016-11-20-14-26-43Tapi tetap saja  mengalami kendala karena kapasitas dan kwalitas voltase tidak stabil sehingga tidak sedikit barang elektronik warga mengalami kerusakan, baik itu televisi, Handphone, kulkas, dan barang elektronik lainnya yang menggunakan aliran arus listrik. Tidak cuma itu saja, menjelang malam anak-anak sekolah pun enggan untuk belajar, dan mengeluh karena mereka harus belajar dengan menggunakan obor yang terbuat dari botol bekas yang diberi sumbu dengan menggunakan bahan bakar solar. Seperti yang dikatakan Dirang kepada media 15/11/16 lalu, ” Mungkin kalau dilihat sepertinya Pemerintah seakan-akan tidak perduli dengan nasib kami, contohnya saja sampai saat ini yang terpajang cuma tiang listriknya saja. Dan juga setiap ada sosialisasi dari para Legislatif maupun Eksekutif selalu menjanjikan hal yang muluk-muluk, yang katanya kalau sudah jadi pemimpin, semua keluhan akan kita penuhi. ternyata pada akhirnya tak kunjung di laksanakan juga” pungkasnya.  Tak hanya itu Dirang pun sempat menunjukkan jalan antara Desa Sidomulyo-Sungai yang kini sudah hancur, sembari berkata” Kalau saja ada pihak Pemerintah Terkait mau berkunjung kemari, saya minta jangan melalui jalur sungai atau naik Helikopter,  sesekali naik motor kesini biar bisa merasakan betapa jeleknya jalan ini” katanya..

    Hampir 95% warga yang hidupnya di penghuluan sungai belayan ini sangat prihatin sekali. Disamping pasokan listrik tidak ada, akses jalan menuju kesana pun sangatlah sulit untuk ditempuh.  Ruas jalan yang diperkirakan kurang lebih 3 KM ini dikenal cukup parah. Disamping jalannya berlupur, jalan ini pun mulai menyempit lantaran sepanjang jalan tersebut sudah ditumbuhi semak-semak serta akar liar yang menyelimuti  badan jalan. Sejauh ini pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur belum menanggapi keluhan Masyarakat terkait masalah yang selama ini menjadi bahan perbincangan.

Biro kukar.Mrg-PN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: