HEADLINE NEWS

Lendy, melaporkan Oknum Aparat TNI ke Markas Denpom Samarinda

pikiran nasional

Pinal News Kukar,- Pada hari ini Senin 06/03 sekira pukul 12:15 Sdr. Lendy Mursalin Zefry Ketua Umum-Lembaga Swadaya Masyarakat-Lembaga Putra Bangsa- Peduli Lingkungan Hidup (LSM LPB-PLH) melaporkan Kejadian pencidukan dirinya oleh empat oknum TNI, di duga  ke empat oknum yang terlibat, berinisial (ed), (sr), (sm) dan (kd)   kejadian pada waktu itu 01/03 18:30 wita waktu setempat di saksikan oleh beberapa warga sungai petung, tepatnya di areal konsesi pertambangan PT.IP (Indonesia Pratama member of Bayan Group site tabang)

17203665_389299831453919_1002720507_nLendy beserta warga ramai-ramai mendatangi Markas Detasemen Polisi Militer VI/1 Samarinda di Jl.Awang Long. Pengaduan lendy di terima sesuai Laporan Pengaduan Nomor : LP-03/A.03/III/2017 tanggal 06 Maret 2017 atas tindak pidana “Menahan (merampas kemerdekaan seseorang) dan pengancaman kekerasan” oleh ke empat Oknum Aparat TNI tersebut. Lendy pun menceritakan kronologis kejadian yang di alaminya ke pada media ini, awalnya menurut kisah lendy “saya di bawa masuk ke dalam mobil oleh dua orang Oknum Aparat TNI, di saksikan oleh warga setempat, kemudian di bawa pergi dengan kendaraan mobil jenis LV merk Triton bertuliskan stiker AMP. Ke dua oknum di duga berinisial (ed) dan (sr) menuju Pos Security di  Portal Pos I, PT. Indonesia Pratama. Kemudian menjemput salah satu oknum lagi yang berpakaian dinas anggota TNI di lengkapi senpi, oknum yang di jemput oleh ke dua kawanya di duga berinisial (sm), selanjutnya membawa saya menuju Jetty PT. Bara Tabang member of Bayan Group.  Setibanya di tempat gelap-gelap yang jauh dari pemukiman rumah warga, tepatnya di lokasi  tepian sungai Belayan, di jetty tersebut saya di turunkan dari mobil, kemudian di intimidasi selayaknya orang yang bersalah”, menurut keterangan cerita lendy, kemudian di sambung lendy lagi, “setelah di intimidasi dengan di cecar oleh berbagai macam pertanyaan layaknya interogasi, intervensi saya di paksa untuk membuat surat pernyataan, jika tidak membuat pernyataan tersebut secara tertulis, akan mengancam keselamatan jiwa saya dan keluarga. Kemungkinanan resiko yang terjadi, mereka akan membuang dan menenggelamkan saya ke dasar sungai belayan, Setelah banyak memikirkan dan mempertimbangkan berbagai resiko ke depan, dengan secara di paksa akhirnya saya pun bersedia. Adapun isi dari pernyataan yang saya buat itu, secara garis besarnya, saya tidak boleh lagi menginjak areal lokasi PT. Bayan Group site Tabang apapun alasanya. Terlebih lagi untuk melakukan pembelaan terhadap warga, yang mengajukan tuntutan apapun ke Perusahaan member bayan group”. Lanjut keterangan lendy lagi “setelah saya membuat surat pernyataan itu tadi, selajutnya saya di bawa kembali ke arah Pos I kira-kira sekitar pukul 21:00 wita. Saya di bawa ke sebuah mess atau sejenis base camp mereka, yang jaraknya tidak jauh dari Pos penjagaan security yakni Pos I. Kemudian setibanya di tempat, saya di suruh masuk ke dalam sebuah ruangan, adalah ruang administrasi mereka. Diruangan tersebut saya di interogasi lagi, oleh mereka secara bergantian, dengan sesekali menunjukkan selebaran surat, bahwasanya saya mencatut nama oknum pejabat pemerintah Kutai Kartanegara, selaku penanggung jawab aksi demo yang akan kami laksanakan esok harinya. Sekiranya waktu menunjukkan pukul 11:00, kemudian setelah  saya di beri makan, saya disuruh masuk lagi  istirahat di sebuah kamar, oleh salah satu Oknum TNI berinisial (kd), yang pintunya di tutup rapat dan di kunci dari luar, saya merasa di perlakukan selayaknya seorang tahanan yang di sekap. Berselang dua jam kemudian, saya belum sempat tertidur lelap, dibangunkan lagi oleh (kd) dan (sm) kemudaian dibawa ke Kembang Janggut mengendarai mobil. Saya tidak habis pikir apa yang akan terjadi. Setibanya di Kembang Janggut saya bermaksud pergi kencing, tapi disarankan tidak boleh jauh-jauh dari mereka. Tidak lama kemudian, kami berbalik arah lagi menuju desa Gunung Sari namun tidak sampai tujuan yang dimaksud, malah singgah disebuah warung remang-remang milik mr (X) dan saya pun di suruh beristirahat di sebuah sofa menuggu hingga pagi harinya” lanjut Lendy lagil Berdasarkan keteranganya “kurang lebih pukul 08:00 pagi,  kami beranjak dari tempat kami tadi,   mengendarai kendaraan mereka menuju ke Desa Pulau Pinang Kec. Kembang Janggut, dengan tujuan mengantarkan saya mencari mobil taxi untuk di pulangkan ke Tenggarong. Tak lama kemudian datang lagi satu Oknum TNI (sr), beserta salah seorang Humas dari perusahaan di duga inisial (jn), dengan maksud mengembalikan handphone saya yang sempat mereka sita semalam, kemudian barulah mereka melepaskan saya lalu di suruh pulang ke tenggarong menumpangi mobil taxi” demikian kisah pemaparan lendy. (mrg/mir)

Biro Kukar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: