HEADLINE NEWS

Syaifudin Kabid Bina Marga DPU Prov. Bengkulu berpotensi menciderai program Gubernur RM

 

Pikiran Nasional, Bengkulu.

Menyikapi banyaknya jalan yang berlobang di provinsi bengkulu nampaknya sudah menjadi momok bagi masyarakat Bengkulu sehingga hal ini mendapatkan perhatian serius dari Gubernur sebagai bukti, Ridwan Mukti yang akrab di sapa “RM” menginstruksikan langsung pada Syaifudin Kabid Bina Marga serta Unit Pemeliharaan agar semua jalan berlobang segera diperbaiki secara tanggap darurat.

Syaifudin, Kabid Bina Marga DPU Prov. Bengkulu melalui (Apri, Kasi Pemeliharaan Jalan) menyampaikan bahwa kami dipanggil secara khusus oleh pak gubernur, beliau memerintahkan kami agar segera memperbaiki dan menimbun jalan-jalan yang berlobang secepatnya silahkan dilaksanakan yang penting jangan ditimbun dengan tanah karena beliau tidak mau lagi melihat ada warga yang memancing ikan di jalan raya. “Tegas Apri”

Sedangkan mengenai berita media pikiran nasional yang telah terbit bulan lalu yang memberitakan mengenai adanya Indikasi pelanggaran spek saat pengerjaan pemeliharaaan jalan Hibrida pada bulan maret lalu, yang mengindikasikan ada pelanggaran spek pada lapis pondasi agregat kelas B sedangkan pengerjaan dikerjakan langsung oleh unit pemeliharaan DPU ProV Bengkulu.

Terkait masalah ini. “Apri menanggapi” kami akan membongkar kembali jalan tersebut sedangkan mengenai apakah kegiatan itu dibayar atau tidak, saya tidak tau sebab itu bukan urusan saya tapi urusannya pak kabid “tegas Apri”. Hal ini disampaikan pada wartawan pikiran nasional diruang kerjanya. 25/4/2017 .

sementara Ikhsanudin tim khusus LIDIK menyoroti, bahwa Bina Marga Dinas PU Provinsi Bengkulu dapat dinilai “gagal paham” dalam menerjemahkan instruksi gubernur.

“Menurut Ikhsanudin”
Tanggap darurat yang dicanangkan gubernur harusnya diartikan pekerjaan dilakukan secepatnya dan tetap mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku, jangan sampai seperti pengerjaan pemeliharaan Jalan Hibrida yang terletak diKota Bengkulu yang diduga mengabaikan spek karena bahan material yang digunakan diduga tidak sesuai spek sebagaimana yang dijelaskan dalam Spesifikasi Umum Dirjen Bina Marga revisi 3 Divisi 5″ karena disaat
Pengerjaan dikerjakan tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku maka hasil pengerjaan berpotensi cepat rusak artinya pengerjaan sia-sia dan berpotensi merugikan keuangan negara, sebagai salah satu contoh, lihat saja hasil pengerjaan pemeliharaan jalan Hibrida, sudah terlihat terkelupas kembali padahal pengerjaan jalan ini baru saja dilaksanakan pada bulan maret 2017 lalu tapi celakanya di pertengahan bulan april 2017 jalan sudah terlihat terkelupas.

Ikhsanudin menambahkan,
Dalam hal ini saya menilai Kabid Bina Marga DPU Provinsi Bengkulu “Gagal Paham” dalam menterjemahkan tanggap darurat yang dimaksud pak Gubernur dan berpotensi mencederai program pembangunan yang dicanangkan oleh Gubernur sebab dengan banyaknya jalan yang berlobang maka penilaian masyarakat lebih cendrung negatif terhadap kinerja RM selaku gubernur.
“Jangan sampai karena prilaku bawahan justru gubernur mendapatkan pandangan negatif dari masyarakat” pungkas Ikhsan.
Sementara awak media ini masih berusaha mengkonfirmasi pada RM gubernur Bengkulu. Namun hingga berita ini diterbitkan RM belum dapat ditemui.
(BIRO BENGKULU)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: