HEADLINE NEWS

SETIAP MUSIM HUJAN TIBA, AKTIFITAS MASYARAKAT DAN SEKOLAH LUMPUH TOTAL

Konsel, PINAL
Setiap musim hujan tiba, aktifitas Masyarakat dan Sekolah lumpuh total, hal ini terjadi sudah cukup lama dirasakan oleh komponen Masyarakat dan Siswa serta para tenaga pendidik yang berdomisili di Daerah dan mengajar disini, sampai saat ini Masyarakat atau penguna jalan lainnya yang akan bepergian dan melewati Sungai ini harus mengurungkan niatnya untuk sampai ketujuan, hal ini disebabkan belum adanya sarana penyeberangan ( Jembatan ), untuk melintasi sungai Konaweeha yang sangat sikenal dengan arusnya yang sangat deras dan ganas, saat dimusim penghujan atau saat airnya naik dan membesar atau banjir.

Daerah ini berada tepat pada Desa Laikandong Kec. Ranomeeto Barat, Kab. Konawe Selatan, Sultra, bahwa diseberang sungai ini terdapat sebuah Gedung Sekolah Dasar, yakni SDN 07 Ranomeeto Barat serta ratusan kepala keluarga, baik Masyarakat desa Laikandonga maupun Masyarakat desa lain, dalam Sekolah ini memiliki jumlah murid sebanyak kurang lebih 102 murid, yang pada pekan lalu melaksanakan agenda Nasional atau ujian Nasional, di Balai Desa Laikandonga, hal ini disebabkan karena Sungai Konaweeha terjadi banjir dan meluap hingga tidak dapat diseberangi dan tidak dapat ujian dilaksanakan di tempat yang seharusnya dilaksanakan.

Persoalan ini menjadi keluhan menahun oleh Masyarakat, Orang tua Siswa, Pemeeintah Desa, Siswa – Siswi serta pihak Sekolah SDN 07 Ranomeeto Barat, kondisi ini sangat berdampak terhadap proses kegiatan belajar – mengajar serta penyajian materi terhadap siswa dan siswi terhambat.

Sebagaimana kutipan penjelasan yang disampaikan oleh Kades Laikandonga, Samnani pada Awak media ini mengatakan bahwa ” persolan ini sudah menjadi tradisi setiap tahunnya, saat musim penghujan datang, jika musim hujan turun sampai sebulan maka secara otomatis proses aktifitas Masyarakat dan kegiatan belajar – mengajar tidak berjalan, karena Sungai ini meluap dan banjir, sehingga pelaksanaan ujian SDN 07 Ranomeeto Barat lalu dilaksanakan di Balai Desa, selain itu aktifitas Warga juga lumpu, misalnya mau kepasar antar hasil pertaniannya untuk dijual dan untuk membeli kebutuhan rumah tangga gagal ” terangnya

Hal ini juga dikeluhkan oleh beberapa Warga, bahwa ” kasian kami disini tiap hari harus mengantar dan menjemput anak kami kesekolah, karena tidak bisa menyeberangi sungai, apalagi kalo sudah musim hujan seperti ini, terjadi banjir kami sendiri saja sudah tak bisa menyeberang apalagi anak – anak yang mau kesekolah, kami berharap kiranya pemeeintah pusat melalui Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla dapat membuatkan pasilitas penyeberangan, Jembatan ” ucap Warga.

( Akbar )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: