HEADLINE NEWS

Pusat Standardisasi Keamanan Pangan Dan Halal Akan Dikembangkan UNEJ

SPIN

Sugeng Winarso, Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Program Pascasarjana Universitas Jember

PINAL NEWS, JEMBER – Universitas Jember akan kembangkan pusat stanadrisasi keamanan pangan dan halal. Pasalnya,selama ini lembaga sertifikasi halal yang ada hanya melihat komposisi suatu produk dari sisi syariah saja. Diharapkan dengan pendirian Lembaga Sertifikasi Produk (LSPRO) di Universitas Jember tidak hanya dari sisi syariah namun juga terkait dengan keamanan pangan suatu produk. Hal ini disampaikan oleh  Sugeng Winarso, Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Program Pascasarjana Universitas Jember dalam acara Training Of Trainers dan Workshop Penerapan Standar Nasional Indonesia ( SNI)di aula lantai 3 gedung Pascasarjana Universitas Jember.

“Saat ini Indonesia dengan masyarakat mayoritas muslim bertekat untuk menjadi pusat halal dunia. Dengan adanya hal ini tentunya Universitas Jember wajib menjadi bagian dari hal tersebut sebagai bentuk dukungan dan kontribusi terhadap kemajuan produk-produk Indonesia,” ujar Sugeng.

Menurut Sugeng, saat ini Universitas Jember memiliki fakultas yang berkenaan denga masalah keamanan produk makanan. Selain itu menurut Sugeng, Universitas Jember memiliki SDM yang mumpuni dalam bidang sertifikasi produk.

“Kita banyak memiliki banyak dosen yang telah dibekali pengetahuan terkait sertifikasi produk melalui pelatihan, training for trainer. Fakultas di UNEJ juga lengkap mulai dari FTP yang memiliki banyak produk makanan atau FK terkait pengaruh makanan terhadap kesehatan sehingga keamanan konsumen semakin terlindungi,” imbuh Sugeng.

Rencana sugeng untuk mendirikan LSPRO rupanya disambut baik oleh Kepala Bidang Kerjasama Dalam Negeri Badan Standardisasi Nasional Drs. R. Iskandar Novianto. Iskandar mengatakan, untuk standardisasi tidak hanya berlaku pada produk berupa makanan saja. Namun menurutnya, lulusan dari perguruan tinggi juga perlu memiliki standard yang jelas terkait kemampuan yang dimiliki oleh lulusan.

“Kedepan seorang sarjana tidak hanya cukup dengan selembar ijazah saja. Namun mereka juga harus dilengkapi dengan surat keterangan pendamping ijazah berupa sertifikat keahlian ataupun lainnya sehingga harapannya mereka dapat bersaing dalam bursa kerja nasional maupun internasional”, ujar Iskandar saat memberikan sambutan dalam Training Of Trainers dan Workshop Penerapan SNI.

Iskandar berharap, pendidikan mengenai standardisasi bisa masuk di dalam kurikulum yang ada di perguruan tinggi. Kerena menurutnya, di beberapa negara Asia sudah memasukkan pendidikan standardisasi ke dalam kurikulum.

“Korea selatan dan Cina serta Cina Taipe telah menjadikan pendidikan standardisasi telah dipelajari oleh para mahasiswa disana. Sehingga sejak dari awal mahasiswa sudah memiliki gambaran jika membuat produk harus memiliki standard yang jelas,” imbuh pria asal Pamekasan ini.(hum/ich)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: