HEADLINE NEWS

MERAH PUTIH BERKIBAR DI GUNUNG BAWAKARAENG

WhatsApp Image 2017-08-21 at 13.04.30

Pinal news -salah satu Gunung di sulawesi selatan yaitu Bawakaraeng adalah Pasak ketinggian yang berada di Sulawesi Selatan, menjadi tempat sakral bagi masyarakat Sulawesi Selatan terdahulu namun kini tidak ubahnya menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi orang-orang baik dari dalam sel-sel maupun luar sel-sel.

Momentum hari kemerdekaan Indonesia yang menjadi ajang tahunan masyarakat untuk memeriahkan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Tahun ini tepat pada tanggal 17 agustus 2017 bangsa Indonesia telah merayakan ulang tahun yang ke 72, sorakan dan jejeran barisan upacara dari Sabang sampai Merauke dengan berbagai kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunan setiap daerah untuk memperingati hari proklamasi bangsa Indonesia.

Begitu pula banyak kelompok atau individu yang sangat antusias merayakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia, dan berbagai momen pun tak terlewatkan, ada yang mengibarkan bendera raksasa, memanjat tebing untuk membentang bendera terpanjang, upacara dilapangan pemuda atau istana Negara dan bahkan ada yang naik gunung untuk mengibarkan sang saka merah putih.

Tahun ini Gunung Bawakaraeng menjadi lautan manusia tak ubahnya jemaah haji dipadang arafah, puncak gunung Bawakaraeng dengan ketinggian 2830MDPL menjadi saksi bisu pengibaran sang saka merah putih pada tanggal 17 agustus 2017 kemarin.
Banyaknya kalangan masyarakat dari anak-anak sampai dewasa menjadikan Momentum hari kemerdekaan yang ke 72 ini satu hal yang harus diperingati, dan salah satu tempat yang mereka pilih yaitu puncak gunung Bawakaraeng.

Padatnya pendakai dari berbagai kalangan menjadikan gunung Bawakaraeng tak ubahnya tempat wisata.

Banyaknya kontroversi tanggapan masyarakat ataupun dari berbagai kalangan pemerhati lingkungan dan alam, atas Momentum kemerdekaan yang dilaksanakan dipuncak gunung Bawakaraeng, dikarenakan saat ini Bawakaraeng sudah tercemar dengan banyaknya sampah para pengunjung gunung yang tidak memikirkan bagaimana keberlangsungan hidup flora dan fauna yang ada di hutan Bawakaraeng.

Hanya sedikit dari kalangan pengunjung gunung memperhatikan lingkungan sekitarnya, yahh bisa dihitung jari orang yang membawa sumpahnya pulang.
Bahkan sumber air digunung Bawakaraeng sudah tidak steril lagi untuk dikonsumsi langsung, seperti sumber air dipos 5 via lembanna, karna sudah mengandung bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan diare.

” saya sangat menyesalkan perihal bawakaraeng yang sudah begitu memprihatinkan, banyaknya sampah berserakan dipuncak dan beberapa pos dijalur lembanna, lambat laung pasti akan tambah tercemar hutan dan sumber air yang ada di bawakaraeng. ” ungkap salah seorang pemerhati lingkungan dan alam.(zulha)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: