HEADLINE NEWS

PEKERJAAN TALUD DAN PENAHAN LONGSOR DIKERJAKAN ASAL JADI DINAS PU BINA MARGA SUMSEL TUTUP MATA

WhatsApp Image 2017-10-09 at 07.17.40

LAHAT – Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatra Selatan , dinilai tak becus dalam melaksanakan fungsinya sebagai kuasa pengguna anggaran. Pasalnya, proyek pekerjaan talutd dan penahan longsor yang dilokasi Air Dingin –Batas Muara Enim, Batas Lahat- Simpang Mio dan Kecamatan Muara Payang sampai perbatasan Kabupaten Empat Lawang , dengan nilai tidak jelas anggarannya tanpa pengawasan. Sehingga pekerjaan proyek dikerjakan asal-asalan. Bukan hanya itu, dalam pelaksanaan pekerjaan dinding penahan badan jalan kuat dugaan dimark up. Parahnya lagi, Dinas Bina PU Marga Provinsi Sumsel , terkesan tutup mata.

Hal ini, dibuktikan dari pantauan kru media dan LSM Kabupaten Lahat dilapangan, Minggu 8/10/2017 terlihat para pekerja saat akan melakukan pemasangan batu kali, tidak diberikan urugkan pasir pada dasar pondasi batu kali. Pada hal, pasir ini berfungsi untuk menahan pasangan pondasi dari air. Sehingga pondasi selalu dalam kondisi yang statis tidak bisa bergeser baik dengan cara horizontal maupun vertikal.

Bukan itu saja, adonan semen diduga tidak sesuai standart dan pasir bercampur tanah . Semestinya, adonan semen dan pasir komposisi perbandingannya adalah satu untuk semen dan lima untuk pasir. Terlihat pula, pengadukan adonan semen tidak menggunakan molen (concrete mixerr), tapi hanya menggunakan tenaga manusia.

Uniknya lagi, saat dikonfirmasi mandor maupun para pekerja tak ada yang mengetahui proyek itu milik siapa. Mereka mengaku hanya diperintah bekerja.

“Saya gak tau mas, ini proyek siapa. Saya hanya diperintah kerja,” kata Spr* yang bertugas sebagai Mandor, saat ditemui dilokasi desa Muara Payang kec Muara Payang Minggu 8/10/2017

Bahkan, MZ, warga setempat juga mengaku proyek tersebut asal-asalan. “Bener, talud yang disusun penahan longsor hanya menempel didinding tanah dan Cuma satu pasangan batu kali, pasir nya pun bercampur tanah alangkah enaknya cari duit ,” cetusnya.

MZ menilai Dinas Bina Marga Provinsi Sumsel lalai dalam melaksanakan fungsinya. “Papan pengumuman proyek aja tidak terlihat, tapi kok dibiarkan oleh dinas. Papan pengumuman itukan sangat penting, agar masyarakat dapat mengetahui proyek tersebut dan turut serta melakukan pengawasan. Kalua papan proyek saja tidak dipasang dan Dinas PU Bina Marga membiarkan, masyarakat jadi bertanya-tanya, ada apa,” paparnya.

Terlebih, Organisasi Pemuda dan Mahasiwa Front Anak Bangsa Mengugat (FRABAM) Lahat melalui Koordinator Firdaus Alamsyah , mengatakan dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel sudah membayar konsultan pengawas dengan menggunakan uang rakyat. Namun, fakta dilapangan tak ditemui konsultan pengawasan.

“Bila pengawasan aja tidak ada, bagaimana hasilnya bisa maksimal. Kasihan warga desa yang menggunakannya. Bila mutu dari dinding penahan jalan pekerjaannya amburadul, terus terjadi longsor yang dirugikan jelas warga desa,” tukasnya.

Kemudian, melalui Media ini, Firdaus berharap dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel tidak tutup mata akan temuan ini. Sementara, Dinas Bina Marga PU Provinsi Sumsel K belum dapat dikonfirmasi.(A.1,2b3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: