HEADLINE NEWS

Kades Rukmajaya Sungai Raya Kepulauan Bengkayang Kalbar keluhkan sulitnya pencairan ADD Tahap II

pencairan-dana-desa

Asnawi Kades Rukmajaya

Kades Rukmajaya mengeluhkan sulitnya proses pencairan dana Alokasi Dana Desa (ADD) tahap II. Bahkan, aparat desa yang mesti datang puluhan kali, namun proses pencarain uang tersebut belum kunjung selesai.

“Padahal laporan dan atministrasi sudah di lengkapi dan di ajukan sesuai dengan proses dan mekanisme, tapi proses pencairan ADD tahap II bulum juga bisa dicairkan, terutama desa Rukmajaya,” kata Asnawi kades Rumajaya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang, Kalbar, kemarin.

Pihaknya mengaku, sangat direpotkan dengan proses pencairan ADD tahap II. Kesulitan dana ADD tahap II tersebut, terlalu ada campur tangannya pemerintah terhadap aturan rumah tangga desa.dan adanya persyaratan desa  harus melunasi PBB masyarakat  “Yang pasti, ADD mengatur harus sesuai dengan sistim juklak dan juknis. Tapi, desa memiliki aturuan tersendiri berdasarkan Undang-undang Otonomi Desa,” terangnya.

Dia mengungkapkan, proses pencairan dana ADD, sebenarnya tidak ada masalah. Hanya yang menjadi masalah, adalah ketika dasar hukum aparat desa menggunakan sistim atauran sesuai UUD 32 tentang Otonomi Desa yang mengatur segala tugas dan fungsi angarana pembelanjaan desa.

“Berdasarkan hasil musyarawah tingkat aparat desa. Seperti hasil kesepakatan dengan BPD dan LPM tingkat desa. Nah itu, diatur didalam Undang-undang Otonomi Desa,” jelasnya.

Asnawi menjelaskan, sistim ADD dengan Apebedes sangat jauh berbeda. Karena, jika tahun sebelumnya, sistem pencairan dana Apebedes itu, gampang dan mudah pencairannya.

Namun, lanjut dia, didalam ADD tahap II kenapa tidak bisa dipermudah, karena laporan secara admintasi sudah dilakukan dan semua sudah sesuai juklak–juknis. kalupun Jika tidak sesuai, akan menjadi temukan Badan Pengawas Keuangan (BPK) dan akan kami pertanggungjawabkan.

Dia mengaku, jika selama ini memang banyak Kades yang mengeluh. Karena, tidak paham dengan pola dan sistim pencairan  ADD tahap II. dan pelunasan PPB sebagai persyaratannya itu sangat memberatkan dan jadi kendala, ” Ujar Asnawi (HDR/JKR/APN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: