HEADLINE NEWS

BIAYA PENGGANDAAN DOKUMEN KONTRAK DI PUPR NIAS, FANTASTIS !!

SPIN

SPIN, NIAS – Di duga terjadi praktek pungutan liar (pungli) pada pengurusan dokumen penggandaan kontrak pada sejumlah paket proyek di Dinas PUPR Kabupaten Nias, Sumatera Utara, diduga dilakukan oleh oknum staf berinisial NT.

“Kami sebagai rekanan merasa tercekik dengan pungutan tak wajar itu, kalau biaya penggandaan kontrak masih pada angka ratusan ribu wajarlah, tapi ini sampai juta-jutaan per paket”. Kata seorang rekanan senior yang meminta idetintasnya di rahasiakan.

Kita bukan tidak mampu mengerjakan sendiri Penggandaan Kontrak tersebut, kalau kita yang kerjakan maka dicari-cari kesalahan kita, sehingga habis waktu dan biaya bolak-balik memperbaikinya, tidak ada pilihan lain, kita harus minta tolong dengan staf mereka yang berinisial NT, disinilah terjadi tawar menawar itu”. Kata sumber.

Menurut sumber, modus pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum staf di dinas PUPR kabupaten Nias ini sangat terstruktur, sehingga para rekanan tertekan dan mengalami kerugian materi, sebab biaya yang di pungut cukup fantastis, mulai dari 3 juta ke atas.

Informasi diperoleh dari beberapa rekanan menyebutkan bahwa pungutan liar tidak hanya pada penggandaan kontrak saja, tapi juga pada uji Lab, serta pajak galian C, yang di bebankan kepada Rekanan.

“kita rekanan selain di pungut biaya penggandaan kontrak, juga di pungut biaya uji Labour (diluar biaya resmi) bila melakukan uji Lab. Bahkan termasuk pajak galian C jadi beban rekanan juga” ujar beberapa rekanan kepada wartawan.

Di temui wartawan dikantornya, beberapa waktu lalu, selasa (17/10) Kabid. Binamarga PU Nias Nuzlan Hia, ST, MT. membenarkan pungutan itu, namun ia menepis bila dikatakan PUNGLI.

“ini bukan Pungli tapi saling membantu, bila kedua belah pihak sepakat dengan harganya maka dilanjut pada pembuatan penggandaan kontrak, soal besaran Nilai memang bervariasi, sebut Nuzlan.

Nuzlan kepada wartawan, tak membantah jika angka 3 juta dan bahkan capai puluhan juta itu benar adanya, makin tinggi nilai proyeknya maka semakin besar nilai yang di sepakati. Kata Nuzlan.

Ditambahkan Nuzlan, inikan kesepakatan antara Rekanan dan Staf kami yang bernama NT, kenapa mesti ribut?

Menurut Nuzlan, bahwa umumnya Rekanan disini tidak bonafide, tak punya tenaga tehnik, tak punya alat berat, bahkan ada yang tak punya kantor. Jadi karena mereka minta bantu, apa salahnya kita bantu siapkan laporannya” beber Nuzlan.

Ketua Barisan Relawan Sokhiatulo Laoli dan Arosokhi Waruwu (BARASARO) Kabupaten Nias, Paulus Sohahau Halawa, minta Bupati Nias Drs.
Sokhiatulo Laoli, MM. segera panggil Kadis PUPR Kabupaten Nias, Viktor Waruwu dan Kabid Binamarga Nuzlan Hia, ST.MT, untuk menjelaskan soal bagi-bagi Fulus yang ditengarai mengalir ke pimpinan.

“Saya minta Bupat Nias segera panggil Kadis PU dan Kabid Binamarga terkait bagi-bagi hasil pungli pada penggandaan kontrak yang konon katanya dibagi-bagi.

Ini bukan jumlah sedikit lho, cukup fantastis Jumlahnya.

Lagi, kata paulus, kami akan melaporkan pungli ini kepada tim saber pungli dalam waktu dekat “tandas Paulus. (AZ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: