HEADLINE NEWS

DPRD Gunungsitoli Nyatakan Sikap Soal Ternak Ayam PT. DAS

SPIN

Masyarakat yg beraudensi dgn ketua DPRD Kota Gunungsitoli

Gunungsitoli, SPIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara sampaikan pernyataan sikap tentang usaha ternak ayam petelur yang di kelola PT. DAS, Agar di Tutup.

Hal itu di sampaikan Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Herman Jaya Harefa, S. Pd. K pada saat sejumlah masyarakat dari tiga Desa di Kecamatan Gunungsitoli Utara dan Ormas Gerakan Perjuangan Nias (Gapernas) Kepulauan Nias beraudensi, Senin (22/1) di ruang Kerja Ketua DPRD.

“Kami dari DPRD mengambil sikap agar usaha tersebut di tutup, atau di relokasikan”.

Sesuai janji DPRD kepada masyarakat tiga desa di olora atas tuntutannya pada aksi unjuk rasa bulan desember lalu, telah di gelar rapat kerja antara pemerintah Kota Gunungsitoli, dan sekda Kota Gunungsitoli menyampaikan hal yang sama agar usaha tersebut di tutup, karena tidak ada jalan lain, Kata Herman.

Herman juga menjelaskan bahwa usaha peternakan ayam tersebut belum memiliki izin pendirian dan kajian dampak lingkungan.

“Sesuai pengakuan pemerintah kota gunungsitoli kepada DPRD , bahwa usaha tersebut tidak memiliki izin pendirian dan kajian dampak lingkungan”. Sebut Herman

Salah seorang mewakili masyarakat Desa Olora, Trisman Harefa, S.S, M.Pd usai beraudensi dengan ketua DPRD menyampaikan apresiasi atas sikap tegas dari DPRD yang meminta agar usaha PT. DAS di tutup.

“Sikap tegas Wakil rakyat yang meminta untuk menutup atau merelokasikan usaha ternak ayam tersebut sangat kami apresiasi, namun kami berharap DPRD terus mendesak Pemko untuk mengeksekusi secepatnya usaha ternak ayam yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat sekitar”. Kata Trisman.

Di sebut Trisman, jika dalam beberapa hari ini tidak ada tindakan eksekusi dari Pemko Gunungsitoli, maka masyarakat tiga desa di wilayah Olora kemungkinan akan menggelar aksi besar-besaran.

“Melihat fenomena yang ada atas polusi udara dan datangkan sumber penyakit bagi masyarakat yang di timbulkan PT. DAS, maka kemungkinan besar masyarakat tidak bisa di cegah untuk melakukan aksinya, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi, yang paling di khawatirkan terjadinya tindakan anarkis dari masyarakat”.

Trisman yang mewakili masyarakat tiga desa olora, berharap kepada pemerintah kota gunungsitoli, agar tidak berlama-lama mengeksekusi usaha tak berizin tersebut. Tutupnya. (az)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: