HEADLINE NEWS

Di Duga Korban Penganiayaan, 2 Warga Kecamatan Afulu Di Bui

SPiN

Ket. Foto: saat sejumlah wartawan mendatangi rumah saksi saat kejadian.

Nias Utara,SPIN – Dua orang warga Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara berinisial SH dan MZ di duga korban penganiayaan, malah masuk bui setelah di keroyok di duga dilakukan sejumlah warga Dahadano Dusun I Desa Siforoasi, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.

Peristiwa berawal saat SH dan MZ usai mengikuti acara syukuran kejuaraan volley ball yang di raih Desa Siforoasi pada tanggal 27 agustus 2017 sekira pukul 21.30 Wib, pada perayaan HUT RI ke 72 tahun 2017. tiba-tiba sejumlah warga Dahadano Dusun I Desa Siforoasi , Kecamatan Afulu menghadang SH warga Desa Desa Siforoasi, dan MZ warga Desa Faekhunaa, Kecamatan Afulu yang melintas hendak pulang kerumah mereka, SH membawa penumpang seorang wanita berinisial YH pulang kerumahnya yang searah dengan SH sekira 1 kilometer dari tempat kejadian pengeroyokan.
Salah seorang saksi, RH alias IMH yang berada di tempat kejadian saat itu kepada sejumlah wartawan yang di temui di rumahnya di Desa Siforoasi (14/2) menjelaskan kejadian tersebut.

“Dari dalam rumah, saya pergi kedepan pintu rumah untuk melihat sejumlah orang yang sedang berada di halaman depan rumah saya dengan posisi berdiri sambil mengobrol, orang tersebut saya kenal, yakni inisial (L), (Y), (T), (R). tak lama kemudian datang sejumlah pengendara sepeda motor dari arah kanan rumah saya, dua pengendara sepeda motor yang berada di posisi depan terus melintas, sementara dua pengendara sepeda motor lainnya saat tiba tepat di jalan raya depan rumah saya di teriaki oleh salah satu dari orang yang berada di halaman depan rumah saya tadi, yang tak lain adalah T dengan mengeluarkan bahasa makian terkasar”.
Kata RH alias IMH.

Sambung saksi RH, Pengendara kedua sepeda motor tersebut saya ketahui adalah SH dan MZ, SH saat itu membonceng YH, sambil memaki-maki dan menggertak, T dan teman-temannya dengan berlari mengejar kedua pengendara sepeda motor yang sedang berjalan pelan dan memukuli kedua pengendara tersebut setelah mereka hadang, sehingga sepeda motor yang di kendari SH yang membonceng YH terjatuh dan YH mengalami luka di bagian lutut dan lecet di bagian jari tangan.

Melihat SH di pukuli oleh T, dan R memukuli MZ, saksi RH menghampiri SH dan mendekap agar terhindar dari pemukulan dan membawa SH kehalaman rumahnya dan berteriak-teriak meminta tolong kepada tetangga, sementara MZ terus di pukuli oleh sejumlah orang tadi hingga terseret jauh dari lokasi awal mereka dihadang.
Atas peristiwa itu, puluhan warga setempat berhamburan keluar rumah usai kejadian.

Ke esokan harinya (28/8), salah salah satu orang tua di duga pelaku pemukulan terhadap SH dan MZ, FZ melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lahewa, Kabupaten Nias Utara dengan tuduhan penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang dituduhkan kepada RH, MZ dan SH.

Laporan tersebut di benarkan oleh Kapolsek Lahewa, Arius Zega, S.H.,M.H saat di temui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (14/2).

“Laporan dugaan penganiayaan tersebut telah di terima oleh Polsek Lahewa di bawah kepemimpinan Kapolsek sebelum saya menjabat, saya hanya meneruskan kasus tersebut setelah saya menduduki jabatan Kapolsek sekitar 1 bulan lalu, setelah melakukan gelar perkara dan setelah mencukupi bukti, dua terlapor yakni SH dan RH telah kita tahan dan kita serahkan di Mapolres Nias, dan saat ini kedua tersangka tersebut telah di titipkan di Lapas Kelas II B Gunungsitoli”. Kata Arius

Di akui Kapolsek, bahwa persoalan ini sebelum keduanya di tahan, dirinya menghimbau kepada kedua belah pihak untuk berdamai, dengan alasan kedua belah pihak bertikai adalah keluarga (Keponakan) Kapolsek sekarang.

“Sudah saya himbau sebelumnya kepada kedua belah pihak agar mereka berdamai, tetapi karena salah satu pihak tidak mau, maka setelah melalui tahapan sesuai SOP, maka dua dari tiga terlapor kita tahan”. Ujar Kapolsek yang sebelumnya menjabat Kasat Narkoba Polres Nias.

Sementara menurut penuturan beberapa warga yang di temui sejumlah wartawan di Desa Siforoasi kemarin,(14/2), menyebut bahwa keterlibatan RH (Tersangka) dan telah ditahan, dalam kasus ini datang kelokasi kejadian hanya sebagai pelerai setelah mendengar MZ di dikeroyok, sehingga sejumlah warga menyesali pihak Kepolisian, kenapa RH di jadikan tersangka dalam kasus ini. Sebut sejumlah warga. (az)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: