HEADLINE NEWS

KODAM XVII/CENDERAWASIH BERHASIL DAPATKAN 74 PUCUK SENJATA

WhatsApp Image 2018-02-19 at 15.55.54

Jayapura – Kepercayaan dan kecintaan masyarakat Papua kepada Prajurit TNI khususnya Prajurit Kodam XVII/Cenderawasih diwujudkan dalam bentuk penyerahan senjata api. “Berkat hubungan baik yang tercipta dan bina teritorial yang baik, timbul kesadaran masyarakat untuk menyerahkan senjata api yang mereka miliki kepada Prajurit,” ujar Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI. George Enaldus Supit saat gelar barang bukti senjata api dalam rangka Rapat Pimpinan (Rapim) di Makodam, Senin 19/2/2018.

“74 senjata ini merupakan hasil kerja keras seluruh Prajurit yang beroperasi di Daerah Papua selama Tahun 2017. Ada Prajurit yang tergabung dalam Pasukan Satuan Tugas Pengamanan Daerah Perbatasan, ada sebagai Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan dan juga Satuan Tugas Intel” ujar Pangdam.
74 senjata api yang didapat itu terdiri dari 14 Pucuk Senjata Organik/Standart yaitu 6 pucuk laras panjang dan 8 pucuk laras pendek serta 60 pucuk senjata rakitan (37 laras panjang, 23 laras pendek).
Dikatakannya pula Kodam XVII/Cenderawasih telah memperoleh Informasi bahwa saat ini ada senjata senjata api yang masuk ke Papua dari Luar Negeri. “Di Philipine senjata api bebas diperjual belikan sehingga ada beberapa yang lolos masuk ke Papua begitu juga dari Papua New Guine (PNG),” ujar Pangdam.
Dijelaskan lebih lanjut, berdasarkan informasi masuknya senjata dari luar negeri maka diprediksi kekuatan senjata yang dimiliki Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) masih berkisar 200 pucuk lebih.

Pangdam menegaskan bahwa senjata-senjata yang diperoleh bukan dari KKSB namun 80 persen diperoleh dari masyarakat dan hanya sekitar 20 persen dari KKSB. “Jadi kemungkinan masih banyak senjata mereka (KKSB-red),” ujar Pangdam.

Ketika ditanyakan sejauhmana antisipasi yang telah dilakukan oleh Kodam XVII/Cenderawasih, Pangdam menegaskan bahwa pihaknya telah meningkatkan pengawasan dan pengamanan di daerah daerah perbatasan. “Antisipasi yang kita lakukan adalah pengamanan dan pengawasan di perbatasan. Misalnya kita lakukan sweeping. Ya memang agak sulit untuk menemukan namun kita berusaha terus. Yang jelas marak di perbatasan adalah narkoba khususnya ganja,” ujar Pangdam. OS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: