HEADLINE NEWS

RATUSAN MASSA LSM PERKARA KOTA GUNUNGSITOLI BERSAMA MASYARAKAT DESA GERUDUK POLRES NIAS.

IMG-20180314-WA0024

Gunungsitoli, Senin(12/3/2018)

Ratusan massa gelar aksi di Mapolres Nias mendesak pihak Polres Nias dan Inspektorat segera menindaklanjuti kasus-kasus yang selama ini mandeg,
“Kita dari DPC Lembaga Swadaya Masyarakat PERKARA kota Gunungsitoli dan gabungan beberapa LSM dan Ormas serta masyarakat empat desa sekepulauan Nias untuk menyuarakan keadilan dan penegakkan supremasi hukum di Kepuluan Nias, tutur Melvan Krisman Laoly ( kabid hukum dan HAM DPC lsm perkara kota Gunungsitoli) dihalaman kantor Polres Nias.

Ketua DPC LSM PERKARA Kota Gunungsitoli Yasa Lase selaku pembicara, mengatakan kepada wartawan” lsm perkara kota Gunungsitoli menyuarakan kepentingan masyarakat dan kepentingan siswa terkait dana bos, tuturnya tegas.

Ketua lsm perkara Yasa Lase menyampaikan kepada Kapolres Nias dan jajarannya, “DPC LSM Perkara sudah menyampaikan Laporan pengaduan tentang penyelewengan dana BOS di SD Orahili Tanoseo, dan meminta kepada Kapolres Nias mengusut tuntas kasus tersebut, tim dari satuan Intelkam polres Nias telah turun kelapangan namun sampai sekarang ini tidak ada folow upnya”, paparnya.

Dalam tuntutan massa yang dibacakan oleh Sonni Lahagu, SE selaku korlap aksi antara lain meminta Polres Nias menetapkan sebagai tersangka dan ditahan terhadap Kristian Halim selaku terlapor karna diduga melakukan penganiayaan, pengancaman dan penghinaan terhadap salah seorang aktivis Suarnatal Waruwu sesuai laporan : STPLP/386/2017/NIAS.

Lanjut peliputan wartawan SPIN kepulauan Nias, massa juga meminta penyelidikan kasus-kasus di Polres Nias transparan, prosedural, legalitas, efektif efesien dan akuntabel demi adanya kepastian hukum terhadap laporan-laporan masyarakat, seperti laporan dugaan korupsi pertapakan kantor Bupati Nias 2017, laporan dugaan ijazah palsu atas nama inisial Yt (anggota DPRD Kota Gunungsitoli), laporan dugaan korupsi PT. Riau Air line untuk ditetapkan tersangka berikutnya, tegas kata aktivis Nias.

Massa juga mendesak pihak Polres Nias segera menangkap dan mengusut kasus-kasus pembunuhan di wilayah hukum Polres Nias, serta meminta Polres Nias mengawal serta memproses secara hukum laporan penyelewengan Dana Desa dan dana BOS, tutur tambahan pendemo.

“Kami meminta penyidik Polres Nias, segera menindaklanjuti semua laporan-laporan masyarakat yang selama ini mandek, dan jika tak mampu, kami meminta Kasat Reskrim untuk mengundurkan diri dari jabatannya,”Teriak Soni Lahagu selaku korlap aksi melalui pengeras suara di gerbang Mapolres Nias.

Usai berorasi sekitar 30 menit, akhirnya 10 orang perwakilan massa di terima Kapolres Nias AKBP Erwin Horja Sinaga,di ruang pertemuan Kapolres Nias.

Pada pertemuan itu Kapolres Nias yang meminta Kanit I Ipda Sugiabdi, SH selaku penyidik kasus dugaan penganiayan dan pengancaman terhadap Suarnatal Waruwu dengan terlapor Kristian Halim menjelaskan kasus itu akan digelar di Polda Sumut untuk kedua kalinya.

“Nanti pada gelar kedua di Polda pelapor Suarnatal Waruwu akan di undang ke Polda pada untuk dikonfrontir, setelah itu baru bisa disimpulkan apakah terlapor dapat ditetapkan tersangka serta ditahan atau tidak”,Kata Sugiabdi.

Terkait tuntutan massa agar ditetapkan tersangka baru pada kasus PT Riau Air Lines, Kapolres mengatakan setelah ada keputusan pengadilan yang inkrah, Polres baru bisa menetapkan tersangka baru.

Sementara pada kasus-kasus pembunuhan, Kapolres Nias mengharapkan peran serta masyarakat untuk memberikan informasi terhadap keberadaan pelaku, Polres Nias sudah berupaya turun ke lapangan namun pelaku tidak ditemukan.tentang dugaan penyalahgunaan dana bos dan dana desa, Kapolres Nias mengakui sudah diturunkan personil intel ke sekolah-sekolah dan desa-desa dimaksud, namun masih membutuhkan informasi tambahan, Katanya.

Pada akhir pertemuan Kapolres menegaskan siap dikritik, untuk itu dia menyambut baik para aktifis, LSM, dan wartawan sebagai sosial kontrol, dan akan bersungguh-sungguh menindak lanjuti tuntutan pendemo. Kapolres juga menegaskan bahwa tidak satupun diberikan penangguhan penahanan kepada terlapor yang sudah menjadi tersangka(SW)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: