HEADLINE NEWS

LSM PAKSA DESAK POLRES NIAS TINDAK LANJUTI REKOMENDASI POLDASU.

IMG-20180319-WA0026

Gunungsitoli, Senin(19/3/2018) dihimpun wartawan Suara Pembaharuan Informasi Nasional | SPIN kepulauan Nias.

Sekretaris Eksekutif Pusat Anti Korupsi dan Suap (PAKSA) Rakyat Nias, Helpianus Gea menyampaikan desakan kepada Kepolisian Resort Nias untuk segera menindaklanjuti hasil gelar perkara kasus dugaan korupsi Penyertaan Modal Pemkab Nias pada PT. Riau Airlines (RAL) yang digelar di Bagwassidik Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara, pada tanggal 24 Januari 2018 lalu, tuturnya.

” Harapan kita, Kepolisian Resort Nias secepatnya menindakl anjuti rekomendasi dari Bagwassidik Ditreskrimsus Poldasu, dimana kesimpulan pada gelar perkara itu, Poldasu merekomendasikan kepada Penyidik Polres Nias untuk meminta keterangan saksi ahli hukum administrasi negara (HAN),” Kata Helpi kepada wartawan dalam press release yang dikirimkan melalui jejaring sosial whatsapp, Senin(19/3/2018)

Lanjut Helpy, rekomendasi dari Poldasu tersebut sudah berjalan hampir 2 bulan, namun hingga sekarang belum ada tanda-tanda tindak lanjutnya dari penyidik Polres Nias, tegasnya.

” Saya harap Polres Nias lebih serius lagi menuntaskan kasus ini dan membongkar aktor lain atau tersangka lain yang terlibat seperti paparan waka polres Nias saat temu pers dipolres Nias beberapa bulan lalu.
Diteruskan Helpy sebagai informasi, mencuatnya kasus dugaan korupsi ini berawal ketika Pemkab Nias menyertakan Modal terhadap PT. Riau Airlines senilai Rp. 6 Milyar pada tahun 2007 silam. Dimana, penyertaan modal itu bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Nias .
Namun kemudian setelah Pemkab Nias menggelontorkan dana tersebut terdapat indikasi diduga pemaksaan kehendak oleh oknum tidak bertanggung jawab, karena menurut dugaan temuan, penyertaan modal dimaksud tanpa adanya Peraturan Daerah yang ditetapkan oleh DPRD kabupaten Nias..

Adapun pihak yang diduga turut bertanggung jawab dalam dugaan kasus ini adalah Mantan Bupati Nias( Binahati B. Baeha )dan juga diduga Mantan Ketua DPRD Kabupaten Nias, M. Ingati Nazara yang saat ini menjabat sebagai Bupati Nias Utara serta diduga Direktur PT. Riau Airlines, paparnya kepada wartawan SPIN.

Untuk Binahati B.Baeha, SH sendiri, majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan telah menjatuhi hukuman vonis dua tahun penjara dan denda Rp. 50 Juta. Binahati dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus korupsi penyertaan modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias tahun 2017 kepada PT Riau Airlines.

Menyikapi putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum menyatakan banding, begitu juga dengan Binahati langsung menyatakan banding, Helpy mengakhiri(SUAR NW)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: